OM SWASTIASTU
BAB III
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di area halaman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana, dengan memanfatkan panel surya yang ada di Laboratorium Work Shop Jurusan Teknik Elektro dan di rumah penulis Jl. Nusa Indah No. 82. Waktu penelitian dimulai pada bulan Agustus 2013
METODE PENELITIAN
Rangkaian Sensor Tegangan
Perancangan sensor tegangan memakai trafo step down untuk menurunkan tegangan AC 220 V menjadi 9V yang terhubung secara parallel dengan rangkaian pembagi tegangan menggunakan resistor.
DATA
1. Data primer : data yang didapat dari hasil survey langsung di lapangan. Salah satunya adalah data hasil uji coba motor AC sebagai pengangkat air dengan sinar matahri sebagai sumber energi.
Perancangan Sistem Relay 12 Volt
Dengan prinsip kerja relay yaitu ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.
2. Data sekunder : data sekunder yang didapat dari datasheet setiap IC, data spesifikasi dari modul surya, modul pompa AC dan data insolasi matahari untuk kawasan Bali.
Rangkaian Sensor Arus
Untuk membaca arus digunakan trafo arus, output dari trafo arus ini masih signal AC maka pada rangkaian digunakan kapasitor untuk sample hold tersebut.
Pompa Celup (Submersible Pump)
Jenis pompa yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis pompa yaitu jenis pompa dengan penggerak motor AC. Pompa AC dengan merk Yamano SP-2400-L yang memiliki daya pancar maksimal hingga 2,6 meter, dengan tegangan 220/240 volt AC – 50Hz, dan memiliki daya 60 watt.
BAB IV
Skematik hardware rancang bangun sistem pengangkat air dengan menggunakan motor listrik ac dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya
ANALISIS DATA
HASIL DAN PEMBAHASAN
- Menentukan jumlah panel surya PV yang akan digunakan pada sistem pengangkatan air menggunakan motor AC dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
- Menentukan jenis motor AC yang akan diperlukan untuk mengangkat air dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
- Pengukuran berapa besar debit air yang bisa diangkat oleh pompa AC dengan sumber energi pembangkit listrik tenaga suryan (PLTS).
- Pengumpulan data meteorologi yaitu data penyinaran atau insolasi matahari untuk wilayah Bali.
Perhitungan kajian modul surya yang meliputi :
- Menghitung energi atau output harian yang harus dibangkitkan oleh PLTS dengan rumus berikut ini :
Rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya
Dalam Rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya. Daya listrik yang digunakan pada sistem perancangan tersebut bersumber dari panel surya.
Realisasi rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya dilihat pada gambar berikut;
- Sedangkan, kapasitas daya yang dapat dibangkitkan oleh PLTS perhari dapat dihitung dengan rumus :
Inverter 1000 Watt
Inventer dengan model FR-1001 dengan merek MYFAIR yang akan digunakan untuk mengubah arus DC dari output regulator yang sudah stabil di ubah menjadi AC 220V. pada inverter ini terdapat parameter teknis dari model FR-1001
Pengujian Rangkaian Panel Surya tanpa beban
Pengujian Dan Pembahasan rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya
Mikrokontroler ATmega328
1. Pengujian rangkaian panel surya tanpa beban
Mikrokontroler Arduino Uno ATmega328 yang digunakan untuk rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya
2. Pengujian rangkaian panel surya dengan beban 1 Ohm
3. Pengujian tegangan dan arus regulator 12 volt saat dibebani inverter 12 volt DC 220Volt AC
4. Pengujian tegangan dan arus motor AC 220 volt;60 watt.
5. Pengujian tegangan dan arus regulator 5 volt saat dibebani 1 ohm
7. Pengujian sensor tegangan
Contoh Foto Hasil Pengukuran Tegangan Tanel Surya Tanpa Beban
8. Pengukuran Total Head Dan Debit Air Dari Motor AC 220 volt ; 60 watt.
Hasil Pengukuran Output Dari Panel Surya Tanpa Beban
Hasil Pengukuran Output Dari Panel Surya Tanpa Beban Selama 7 Hari
Pengujian regulator 12 volt tegangan dan arus saat dibebani inverter 12 volt DC 220Volt AC
Perancangan Rangkaian Watel Level Control (WLC)
Pada perancangan rangkaian water level control (WLC) menggunakan sensor ultrasonik untuk mengetahui ketinggian air pada bak penampungan. Prinsip kerja dari sensor ultrasonik adalah memantulkan gelombang frekuensi dengan rangkaian pemancar ultrasonik yang disebut transmitter dan rangkaian penerima ultrasonik yang disebut receiver.
Pengukuran Total Head Dan Debit Air Dari Motor AC 220 volt ;
60 watt.
Tabel Hasil Pengukuran Regulator 12 Volt Dengan Beban Inverter selama 7 Hari
Pengujian Arus dan Tegangan Regulator 12volt dengan beban inverter 12 volt DC-220 vol AC.
Contoh Foto Pengujian Arus dan Tegangan Regulator 12volt dengan beban inverter 12 volt DC-220 vol AC.
Tabel Hasil Pengukuran Regulator 12 Volt Dengan Beban Inverter
Gambar rangkaian rancang bangun model sistem pengangkatan air menggunakan motor AC dengan sumber listrik tenaga surya.
Foto Hasil air yang bisa dinaikkan dalam waktu 12 detik , 23 milidetik menit oleh pompa AC
Hasil pengukuran arus pada motor AC, pada kondisi On disaat menaikkan air
Hasil pengukururan tegangan pada motor AC , pada kondisi On disaat menaikkan air.
Pengujian tegangan dan arus regulator 5 volt saat dibebani 1 ohm
Langkah Langkah Penelitian
Gambar Rangkaian Pengukuran Arus Regulator 5 Volt Dengan Beban 1 Ohm.
Gambar Rangkaian Pengukuran Tegangan Regulator 5 Volt Dengan Beban 1 Ohm.
Tabel Hasil Pengukuran Regulator 5 Volt Dengan Beban 1 Ohm Selama 1 Hari
Tabel Hasil Pengukuran Regulator 5 Volt Dengan Beban 1 Ohm Selama 7 Hari
Foto Hasil Pengukuran Tegangan Regulator 5 Volt Dengan Beban 1 Ohm
Foto Hasil Pengukuran Arus Regulator 5 Volt Dengan Beban 1 Ohm
Pengujian tegangan dan arus pada beban motor AC 220 volt;60 watt
Contoh foto pengukuran tegangan dan arus pada motor AC 220 volt ; 60 watt
Tabel Hasil Pengujian tegangan dan arus motor AC 220 volt;60 watt. Selama 7 hari
Tabel Hasil Pengujian tegangan dan arus pada motor AC 220 volt;60 watt.
pengukuran tegangan dan arus pada motor AC 220 volt ; 60 watt
Perancangan Hardware Pengangkatan Air Menggunakan Pompa AC Dengan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memakai Mikrokontroler ATmega328
Analisa rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya
Panel Surya
Perancangan rangkaian untuk regulator tegangan 12 volt dan 5 volt
Menggunakan 4 buah panel surya agar mencukupi suplai daya dari rancang bangun sistem pengangkat air menggunakan motor listrik AC dilengkapi water level control berbasis mikrokontroler menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga surya
1. Pompa AC dapat mengangkat air ketika mendapatkan supply daya listrik sebesar 65.28Watt pada pukul 11.00-15.30 dengan delivery head pompa setinggi 2.6 meter.
Pada rangkaian regulator menggunakan IC LM317T sebagai penstabil tegangan. digunakan transistor MJ2955 yang dapat menghasilkan arus keluaran 5 Ampere.
2. Pompa AC akan dapat mengangkat air apabila daya yang dibutuhkan oleh pompa AC terpenuhi dengan tegangan minimum sebesar 202 Volt.
3. Aplikasi pompa AC digunakan pada saat musim kemarau dengan pemakaian pada pagi hingga sore hari dengan sistem tandon yang nantinya air yang ditampung pada tandon dapat digunakan pada malam hari sedangkan untuk malam hari sistem pompa AC tidak dapat bekerja atau pada kondisi Off.
4. Debit air yang bisa diangkat oleh pompa AC adalah sebanyak 12 detik / liter jadi selama 1 jam pompa AC dapat mengangkat air sebanyak 300 liter, Karena pompa AC dapat bekerja secara maksimal selama 4.5 jam maka dalam sehari air yang bisa diangkat oleh pompa AC sebanyak 1350 liter.
5. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Propinsi Bali tahun 2010 dengan jumlah penduduk di Bali sebanyak 3.890.757 jiwa dan jumlah penduduk di kabupaten Denpasar sebanyak 788.589 jiwa maka dapat diasumsikan kebutuhan air perorang di kabupaten Denpasar sebanyak 100-150 liter perhari (Standar Kebutuhan Air Domestik Dari Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah Tahun 2003 Dan SNI Tahun 2002). Karena kebutuhan air perorang sebanyak 100-150 liter/hari maka dengan untuk rancang bangun sistem pengangkatan air menggunakan motor AC dengan sumber listrik tenaga surya sudah dapat memenuhi kebutuhan untuk 13 orang dalam satu kepala keluarga (KK).
Pengujian Panel Surya Dengan Beban Penuh
Tabel Hasil Pengukuran Output Dari Panel Surya Dengan Beban 1 Ohm Selama 7 Hari
Contoh foto dari pengukuran tegangan dan arus pada panel surya dengan beban 1 ohm
Pengukuran tegangan dan arus keluaran panel surya dengan beban 1 ohm
Tabel Hasil Pengukuran Output Dari Panel Surya Dengan Beban 1 Ohm
3. Perlu ditambahkan sumber penyimpanan energi listrik seperti (accu) yang nantinya bisa digunakan utuk menyimpan jika ada energi listrik lebih pada waktu siang hari.
3. Pada rancang bangun sistem pengangkatan air dengan sumber energi tenaga surya, dapat mengangkat 5 liter air/menit dengan total head 2,6 meter. Pada kondisi cuaca cerah, dalam satu hari rancang bangun sistem pengangkatan air dengan sumber energi tenaga surya, dapat bekerja selama empat setengah jam sehingga dapat menaikkan 1350 liter/hari.
2. Untuk mendapatkan Maksimum peak sun hour per day dari panel surya perlu ditambahkan sistem tracker pada perbandingan penggunaan motor AC sebagai penggerak pompa air yang disuplai oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
2. Rata-rata daya yang digunakan dari sistem pengangkatan air menggunakan pompa AC dalam kondisi cuaca cerah dan pompa on adalah sebesar 66.84 watt
1. Serta diharapkan dalam penelitian berikutnya mempergunakan inverter dengan kualitas terbaik untuk memperoleh gelombang sinus murni, dengan kata lain untuk memperoleh aliran listrik murni seperti listrik yang dihasilkan PLN, agar tidak terjadi banyak rugi-rugi daya pada inverter.
1. Rancang bangun sistem pengangkatan air dengan sumber energi tenaga surya, menggunakan empat buah panel surya, sebuah penstabil tegangan/regulator 12 volt, sebuah inverter 12 volt DC-220 volt AC, yang dapat menggerakkan pompa AC 220;60 watt dengan kondisi pompa ON pada cuaca cerah.
Saran
Simpulan
BAB V PENUTUP
PROPOSAL
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA BASKET PADA SISWA KELAS X UPW 2 SMK NEGERI 5 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017
MADE AYU SRI INDAH LARASATI
KERANGKA BERPIKIR
FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Aktivitas Belajar Secara Klasikal
Kriteria Penggolongan
Aktivitas Belajar
BATASAN MASALAH
METODE PENELITIAN
LATAR BELAKANG
7. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran kelompok yang terarah, terpadu, efektif-efisien, ke arah mencari atau mengkaji sesuatu melalui proses kerjasama dan saling membantu (sharing) sehingga tercapai produktif (survive)
8. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (STAD)
Model pembelajaran yang paling sederhana dan paling langsung dari pembelajaran kooperatif lainnya. STAD memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan teman sebayanya
Bola basket adalah olahraga berkelompok yang terdiri dari 2 tim beranggotakan masing-masing 5 orang yang saling bertanding mencetak point. Adapun teknik dasar permainan bola basket yaitu Dribleling, Pivot, Shooting dan Passing (Chest pass, Overhead pass dan Bounce Pass)
Sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau pikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar sehingga nampak adanya perubahan tingkah laku secara kuantitatif
6. MODEL PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran Berbasis Proyek
- Model Pembelajaran Kooperatif
- Model Pembelajaran Berbasis Masalah
- Model Pembelajaran Kontekstual
5. HASIL BELAJAR
TUJUAN PENELITIAN
Belajar gerak pada dasarnya berhubungan dengan kesanggupan seseorang untuk menggerakkan anggota badan, namun siswa bukan hanya menggerakkan anggota badan melainkan juga memerlukan keterampilan sikap dan intelektual
Segala kegiatan yg dilaksanakan baik secara jasmani maupun rohani. Jenis-jenis aktivitas belajar yaitu meliputi:
visual, lisan, audio, metrik, mental, emosional,
RUMUSAN MASALAH
MANFAAT PENELITIAN
MANFAAT PRAKTIS
MANFAAT TEORITIS
KAJIAN PUSTAKA
1. PEMBELAJARAN DALAM PENJASORKES
Belajar dalam (Penjasorkes) pada dasarnya mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan olahraga internalisasi nilai-nilai dan pembiasaan pola hidup sehat yang dalam pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas
2. SISTEMATIKA PEMBELAJARAN DALAM PENJASORKES
Dalam Permendiknas 41 tahun 2007 menjelaskan bahwa pelaksanaan sistematika pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi “kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.”
Om Chanthi Chanthi Chanthi Om