Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Trend Dan Issue Keperawatan Keluarga

No description
by Sukma Kirana on 27 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Trend Dan Issue Keperawatan Keluarga

TREND Keperawatan keluarga
Secara umum
TREND HOLISTIK KEPERAWATAN KELUARGA
Isu terbaru dalam keperawatan keluarga Trend & Issue Keperawatan Keluarga Sukma Ayu C K, S.Kep.,Ns Perubahan Paradigma sehat
Gaya hidup yg berubah
Pemenuhan dan metode keperawatan kesehatan berubah
Perkembangan profesi keperawatan PERAWAT MAMPU MEMBERIKAN PERAWATAN KESEHATAN KLG YANG MERUPKN TK PERAWATAN KES MAS YG DITUJUKAN / DIPUSATKAN PD KLG SBG UNIT ATAU KESATUAN YG DIRAWAT, DGN SEHAT SBG TUJUAN MLL PERAWATAN SBG SARANA/PENYALUR KEPERAWATAN SECARA HOLISTIK PADA DIMENSI SEHAT , SAKIT, SERTA INTERAKSI DALAM KOMUNITAS.
kesenjangan bermakna teori dan penelitian serta praktik klinik
kebutuhan untuk m'buat prwtn klg lebih mudah u/ diintegrasikan ke dlm praktik
peralihan kekuasaan dan kendali dari penyedia pelayanan kesehatan kpd klg
bgmn bekerja lebih efektif dengan klg yg budaya nya beragam
globalisasi kep klg dlm m'berikan kesmptn yg menarik bg prwt klg
muatan yg hrs diajarkan dlm kurikulum kep klg
keb u/ mngktkan penelitian terkait dgn intervensi kep klg.
TREND Trend adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa, tren juga dapat di definisikan salah satu gambaran ataupun informasi yang terjadi pada saat ini yang biasanya sedang popular di kalangan masyarakat. Issu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang, yang menyangkut ekonomi, moneter, sosial, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam, hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis.
Issu adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas faktannya atau buktinya. Trend Isu Trend adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa, tren juga dapat di definisikan salah satu gambaran ataupun informasi yang terjadi pada saat ini yang biasanya sedang popular di kalangan masyarakat.
Trend adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak orang saat ini dan kejadiannya berdasarkan fakta.
Issu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang, yang menyangkut ekonomi, moneter, sosial, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam, hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis.
Issu adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas faktannya atau buktinya. Trend Keperawatan Pengaruh politik terhadap keperawatan profesional
Perubahan Masyarakat dalam paradigma sehat SSI DGN KEPTSAN DEPKES NO.1239 THN 2001 TTG REG DAN PRKTK PRWT MLLI SIPP (SURAT IJIN PRAKTEK PERWT)

SYARAT SIPP:
PDDKN FORMAL NERS YG DIAKUI, MEMILIKI KEMAMPUAN PROF TINGGI : INTELEK, TEKNIS, INTERPERSONAL SSI STANDART PRAKT KEP
LEGISLASI SBG NERS (REGISTRASI,SERTIFIKASI, LISENSI)
MMLKI INSTITUSI DGN KWNGAN DLM MBRI ASKEP KLG
MEMATUHI STANDART PRAKTEK, ETIK PROF YG DITTPKAN PPNI / PEMERINTAH
Target 7D: Pada 2020 telah mencapai perbaikan signi kan dalam kehidupan (setidaknya) 100 juta penghuni kawasan kumuh. Meskipun 84% rumah tangga telah memiliki hak penguasaan yang aman, baik dengan memiliki ataupun menyewa, namun jumlah komunitas kumuh yang memiliki akses terbatas pada layanan dan keamanan semakin meningkat. Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati, dan mencapai pengurangan yang signi kan pada 2010
Belum ada data terbaru mengenai hal ini
Target 7C: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015
Pada tahun 2006, 57,2% penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan meskipun masih ada jarak, kita hampir berhasil untuk mencapai target 67%. Untuk sanitasi kita nampaknya telah melampaui target 65%, karena telah mencapai cakupan sebesar 69.3%, meskipun banyak dari pencapaian ini berkualitas rendah. Target 6B: Tersedianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan, pada 2010 Untuk target ini, belum ada data tersedia.
Target 6B: Menghentikan dan mulai membalikkan kecenderungan persebaran malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya pada 2015
Malaria – Tingkat kejadian hingga 18.6 juta kasus per tahun. Jumlah ini mungkin sudah turun.
Tuberkulosis (TBC) – Prevalensi: 262 per 100.000 atau setara dengan 582.000 kasus setiap tahunnya. Deteksi kasus: 76%. Angka keberhasilan pengobatan DOTS: lebih dari 91%. pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. Hasilnya, mencemaskan, karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi
Bukan hanya pada anak. Salah satu indikator kemiskinan lain dalam MDGs, melihat apakah seluruh penduduk cukup makan. Dengan menggunakan kriteria FAO dalam mengukur kebutuhan konsumsi minimum, maka hanya 6% dari penduduk Indonesia yang konsumsi hariannya kurang dari standar tersebut. MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM
MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA
MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK
MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
MEMERANGI HIV DAN AIDS, MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA
MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIPFOR DEVELOPMENT Millennium Development Goals Tujuan MDGs terakhir ini, terkait dengan kerjasama internasional, yaitu menelaah isu-isu seperti perdagangan, bantuan dan utang internasional.
Namun, dalam kenyataan, sebagian besar target
dan indikator ditujukan untuk negara-negara maju agar membantu negara-negara termiskin dalam mencapai tujuan-tujuan MDGs lainnya GOAL 8:
PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP
FOR DEVELOPMENT Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumberdaya alam
Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan. Berdasar citra satelit, jumlahnya sekitar 49,9%, atau bahkan mungkin sudah lebih rendah dari angka tersebut. Namun citra Landsat merupakan citra satelit dengan resolusi rendah dan mungkin tidak terlalu sesuai untuk melacak perubahan. Indikator lain adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati. Pada 2006 rasio tersebut adalah 29,5% meskipun sebagian dari jumlah tersebut telah dirambah. TUJUAN 7:
MEMASTIKAN KELESTARIAN
LINGKUNGAN Target 6A: Menghentikan dan mulai membalikkan tren penyebaran HIV dan AIDS pada 2015
Prevalensi saat ini adalah 5,6 per 100.000 orang di tingkat nasional namun pada saat ini tidak ada indikasi bahwa kita telah menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS. Meskipun demikian, kita semestinya bisa melakukannya. Hampir semua data yang ada berikut ini, terkait dengan kelompok-kelompok berisiko tinggi. TUJUAN 6:
MEMERANGI HIV DAN AIDS,
MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015
Penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia 15-49 tahun meningkat menjadi 61.0%. Perawatan antenatal juga mengalami peningkatan. Akan tetapi, dengan keterbatasan data, sulit untuk mengukur sejauh mana pencapaian target akses untuk kesehatan reproduksi. Lanjutan Target 5A: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 dan 2015.
Data tersedia yang terdekat dengan tahun 1990 berasal dari tahun 1995. Berdasarkan datadata tersebut, target yang harus dicapai adalah 97. Melihat kecenderungan saat ini, Indonesia tidak akan mencapai target.
Indikator kedua yaitu proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, saat ini menunjukkan angka 73%. TUJUAN 5:
MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 4A: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015
Indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990. Saat itu, jumlahnya 97 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Target saat ini adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Dengan demikian, Indonesia cukup berhasil.
Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak. Angka ini telah meningkat,menjadi 72% untuk bayi dan 76% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006, namun perlu lebih ditingkatkan lagi. TUJUAN 4:
MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN
ANAK Yang menjadi indikator utama adalah rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan dasar, lanjutan dan tinggi. Disini Indonesia tampaknya sudah mencapai target, dengan rasio 100% di sekolah dasar, 99,4% di sekolah lanjutan pertama, 100,0% di sekolah lanjutan atas, dan 102,5% di pendidikan tinggi.
Indikator kedua adalah rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki untuk usia 15-24 tahun. Disini pun, tampaknya kita telah mencapai target dengan rasio 99,9%.
Indikator ketiga adalah sumbangan perempuan dalam kerja berupah di sektor non-pertanian. Disini kita masih jauh dari kesetaraan. Nilainya saat ini hanya 33%.
Indikator keempat adalah proporsi perempuan di dalam parlemen, dimana proporsinya saat ini hanya 11,3%. Indikator Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan, lebih baik pada 2005, dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun 2015 TUJUAN 3:
MENDORONG KESETARAAN GENDER
DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Pencapaian 99,4%
Meskipun demikian, kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar. Untuk Indonesia, proporsi tahun 2004/2005 adalah 81%. Namun, sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. Karena itu, untuk Indonesia lebih pas melihat pencapaian hingga kelas enam. Jumlahnya adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat kedua berkaitan dengan kelulusan Indonesia telah mencapai angka 94,7%. Berdasarkan kondisi ini, kita dapat mencapai target 100% pada 2015 Pertama, untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar Target 2A: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun, laki-laki maupun perempuan, akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara penuh
Indfikator :
Pertama, untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar
kedua berkaitan dengan kelulusan
ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun TUJUAN 2:
MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR
UNTUK SEMUA Target 1A: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015
Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak, terutama untuk perempuan dan kaum muda TARGET TUJUAN 1 Sebenarnya, banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. Salah satunya ialah terkait dengan makanan.
Karena, ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi, yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. Jika tidak, mereka tergolong ”kekurangan gizi” Apa yang bisa kita lakukan saat ini? BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. Pada 2008, sekitar 35 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Namun itu merupakan jumlah nasional. Situasinya berbedabeda, dari satu daerah ke daerah lain
Pada 2008, misalnya, BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu, seseorang memerlukan Rp. 182.636 per bulan.
Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut, berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan.” TUJUAN 1:
MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN
KELAPARAN EKSTREM Terima Kasih
See the full transcript