Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

kasus analisis garuda indonesia

No description
by Andre Fajar Arispratomo on 15 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of kasus analisis garuda indonesia

VISI DAN MISI PERUSAHAAN Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia.


Misi Perusahaan
Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.
Profil Perusahaan Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).
Garuda Indonesia telah berhasil mengubah haluannya, sehingga terhindar dari kegagalan di masa krisis dan meraih kesuksesan pada era 2006 hingga 2010. Setelah melalui masa-masa sulit, kini Garuda Indonesia melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama ‘Quantum Leap’. Program ini diharapkan akan membawa perusahaan menjadi lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik. Garuda Indonesia sendiri untuk mencapai kesuksesan semua itu tak lepas dari visi dan misi perusahaan. ANALISIS PADA RESTRUKTURISASI
DAN PERUBAHAN MANAJEMEN GARUDA INDONESIA TINJAUAN PUSTAKA Schermerhorn (1991) dan Rochyadi (2008), melihat ada dua konsep tentang perubahan yaitu perubahan yang terencana (planned change) dan perubahan yang tidak terencana (unplanned change). Perubahan yang terencana (planned change) merupakan sebuah reaksi langsung terhadap persepsi seseorang tentang adanya suatu celah kinerja. Artinya suatu perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan kenyataan yang diharapkan tidak menunjukkan kesenjangan. Sedangkan perubahan yang tidak terencana yaitu suatu keadaan yang terjadi secara spontan tanpa adanya perhatian seorang agen perubahan yang mungkin dapat merusak. Secara rinci Drucker (1985) menyebutkan beberapa sumber pembaruan suatu organisasi yang dapat berasal dari: kondisi yang tidak diharapkan, munculnya ketidakwajaran, inovasi yang berdasarkan kebutuhan proses, perubahan struktur industri atau struktur pasar, demografi, perubahan persepsi, suasana dan makna serta pengetahuan baru. Faktor-faktor penyebab perubahan 1.Lingkungan (environment)

2.Sukses menembus pasar (market place requirements for success)

3.Kepentingan usaha (business imperative)

4.Kepentingan organisasi (organizational imperatives)

5.Kepentingan budaya (cultural imperatives)

6.Perilaku pemimpin dan karyawan (learder and employe behavior)

7.Kerangka pikir pemimpin dan personal atau karyawan (leader and employee mindset) Langkah-langkah perubahan Menurut Kotter ( 1997), ada 8 Langkah Perubahan / Transformasi Organisasi yaitu :

1.Incease Urgency
2.Build The Guiding team
3.Get The Right Vision
4.Communicating for Buy In.
5.Empower Action
6.Create Short Term Win
7.Don’t Let Up.
8.Make change stick Tahun 1998, Robby Djohan diminta untuk menangani Garuda yang sedang mengalami kesulitan finansial.
Robby menganalisa lima masalah utama Garuda. Lima masalah itu adalah :

1.Garuda tidak punya image
2.Hutang Garuda mencapai 158 juta dolar.
3.Banyak pesawat yang tidak terbang (grounded).
4.Karyawan Garuda sudah pesimis perusahaannya bisa bangkit.
5.Mencetak pemimpin baru.




Abdul Gani menatanya secara lebih sistematis. Ia memetakan masalah di garuda dalam tiga kelompok, yaitu masalah keuangan, operasional, dan manajemen.

Masalah Keuangan
•Kegiatan Bisnis yang Merugi
•Cashflow operasi negative
•Kewajiban-kewajiban jatuh tempo sebesar $ 1,8 Juta
•Net Worth negatif $234 juta
•Sistem Informasi manajemen yang tidak dapat dikendalikan

Masalah Operasional
•Rute-rute yang diterbangi sebagian tidak menguntungkan.
•Terlalu banyak jenis pesawat
•Pelayanan dan Produk berkualitas rendah.
•ketepatan waktu buruk
•Yield rendah

Masalah Manajemen
•Manajemen tidak solid dan tidak efektif.
•operasional tidak efektif.
•Budaya perusahaan tidak mendukung strategi (tidak “fit” dengan kebutuhan)
•Produktivitas rendah.
A.LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
B.TINJAUAN PUSTAKA
C.PERMASALAHAN YANG TERJADI DI GARUDA INDONESIA
D.PEMBAHASAN
E.KESIMPULAN
F.DAFTAR PUSTAKA PEMBAHASAN a)Perubahan apa yang dilakukan Robby Djohan?
Garuda tidak punya image.
Hutang Garuda mencapai 158 juta dolar.
Banyak pesawat yang tidak terbang (grounded)
Karyawan Garuda sudah pesimis perusahaannya bisa bangkit.
Mencetak pemimpin baru

Dalam era singkat kepemimpinan Robby Djohan (8 bulan), Garuda meningkat image nya menjadi penerbangan tepat waktu, menjadi break even bahkan meraih laba 60-an juta dolar di tahun berikutnya, dan karyawannya lebih bersemangat. Sayangnya Robby keburu dipindah untuk menangani Bank Mandiri yang baru dibentuk. Abdul Gani mengubah paradigma berfikir Garuda.
1. ia mengajak anak-anak buahnya bersama-sama berfikir bahwa Garuda bukan hanya sekedar angkutan udara, melainkan berada dalam “travel Business”.
2. Garuda adalah Businnes layanan (“Business on Service”) sehingga pelayanan, kebersihan, dan ketepatan waktu harus diutamakan.
3. Garuda adalah perusahaan penerbangan komersial (Comercial airline) sehingga mutlak harus menerapkan seluruh norma bisnis secara utuh,
4. Penerbangan domestik adalah Prioritas usaha.
5. Menggeser segmentasi pasar ke kelas menengah ke atas sehingga mendapat margin yang lebih baik, sedangkan untuk segmen dibawah dilayani oleh citilink.
6. pola pikir dan tindak di “Garuda in Business” yang berarti membuang sikap lama yang tidak berorientasi pada bisnis. Ketujuh, bekerja secara tim (team work) dan berirama seperti sebuah orkestra musik dengan ketepatan waktu yang harmonis Pada tahun kedua pula Gani mencanangkan program ketepatan waktu (on-time Performance). Dimasa Robby Djohan, setiap pesawat yang terlambat pergi selalu diawasi dan di evaluasi. Bahkan pihak-pihak yang menghambat diberi teguran. Tetapi masih ada yang sesuatu yang tersisa, yaitu kebiasaan yang masih melekat dari para konsumen elite, yaitu (pejabat-pejabat tinggi) yang minta pesawat agar “menunggu “ sampai mereka sampai dibandara. Kebiasaan-kebiasaan itu dihapus oleh Gani dengan mengubah sikap mental seluruh petugas dan kepada mereka diberikan bonus ketepatan waktu. Dikantor Garuda setiap akhir bulan karyawan bisa melihat apakah bulan ini mereka berhasil mencapai terget yang ditentukan atau tidak. Bila ya, direkening mereka masing-masing pasti akan mampir bonus tersebut. Bonus ini ternyata berhasil bekerja dengan baik. Bahkan dalam dua tahun berturut-turut Garuda memperoleh penghargaan “The most punctual Airline”. Dari bandara Amsterdam CEO Emirsyah Satar Garuda Indonesia menuju Restrukturasi manajemen baru. Restrukturisasi ini berhasil menjadikan Garuda Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang sehat dengan brand yang melekat kuat di masyarakat, yaitu sebagai maskapai penerbangan dengan mengedepankan pelayanan dibandingkan persaingan harga, seperti dilakukan oleh maskapai-maskapai lainnya.
Proses restrukturisasi ini tentunya ditunjang oleh beberapa faktor pendukung seperti adanya model kepemimpinan transformasional dari puncuk pimpinan Garuda itu sendiri, dan inovasi-inovasi yang mampu melampaui batas maskapai-maskapai domestik yang ada sekarang ini. Sehingga, walaupun Garuda merupakan perusahaan BUMN ia mampu mandiri mengelola dan membiayai manajemen produksinya.
Diagram Pola e-Business Garuda Indonesia Memasuki manajemen baru pada tahun 2005, Garuda Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai perusahaan penerbangan terbaik dibawah CEO Emirsyah Satar. Sadar bahwa SDM adalah hal penting dalam mendukung prestasi perusahaan maka perlu adanya prioritas dalam mengembangkan karakter SDM Garuda. Salah satu caranya adalah dengan menerbitkan corporate Value yang diberi nama FLY-HI
1.Efficient & effective (Cepat, tepat dan akurat, Hemat).
2.Loyalty (Displin, kerja keras, cerdas, tuntas).
3.Customer centricity (ramah, hangat dan bersahabat, tanggap dan proaktif, kreatif dan inovatif).
4.Honesty (jujur tulus, dan terbuka, menjaga kerahasiaan perusahaan).
5.Openness, Integrity (Konsisten dan patuh pada peraturan perusahaan).
Corporate Value di atas diterjemahkan dalam strategi-strategi yang lebih terarah dalam Power 8:
1.restrukturisasi keuangan
2.restrukturisasi neraca
3.restrukturisasi organisasi dan human capital
4.keandalan dan keselamatan pesawat
5.kenyamanan pesawat
6.peningkatan kualitas servis
7.konsep baru dan peningkatan kapabilitas pemasaran, dan
8.perbaikan citra
Inovasi apa yang dilakukan dalam menunjukkan perubahan? Garuda Indonesia telah menetapkan rencana jangka panjang perusahaan tahun 2011 sampai 2015 dalam strategi ‘Quantum Leap’, dengan target-target milestones yang hendak dicapai pada tiap tahapannya. Menuju Quantum Leap 2015 adapun inovasi yang dilakukan Garuda akan berfokus dalam konteks e-Business dengan penekanan pada e-ticketing & e-procurement. e-Business menekankan pada konsep B2B melalui e-Ticketing yang berorientasi pada;
a) Online reservation center,
b) Melibatkan e-Banking
c) Call center 24 jam
d) Paper less
e) e-Voucher
f) Promo.
Sedangkan e-Procurement lebih menekankan pada konsep B2C dengan orientasi pada
a) e-Auction pengadaan barang dan jasa
b)Transparansi
c)Akuntabilitas
d) Implementation of good corporate governance/GCG Selain penekanan pada e-business di atas, inovasi-inovasi yang dilakukan Garuda juga berupa:
1.Garuda Indonesia Experience
2.Biggest Service Center “Garuda Indonesia Gallery”
3.Garuda Indonesia Travel Fair (GATF)
4.Garuda Indonesia menuju maskapai “Ramah Lingkungan”
5.Melakukan inovasi dengan penyatuan pembayaran jasa penerbangan atau airport tax ke dalam tiket pesawatnya Strategi yang bagaimana yang digunakan dalam perubahan atau pembenahan? Pada tahun 1998 di bawah pimpinan Abdul Gani. Garuda Indonesia menuju suatu proses restrukturisasi dan rasionalisasi dalam upaya mengubah paradigma berpikir perusahaan yang jauh lebih konsepsional, sistematis, bertahap, dan konsisten. Hal ini dilakukan dengan cara pertama kali adalah menghentikan cashflow yang negatif sejak tahun 1993-1997 (jumlah utang besar 4, 913 miliar rupiah atau 1,8 miliar dolar, dan modal perusahaan yang negatif) melalui pembenahan ke luar dan ke dalam.

1.Garuda Indonesia adalah suatu travel business yang sangat jelas akan berorientasi kepada profit.

2.Garuda akan berkonsentrasi dan mengutamakan pelayanan dalam bentuk Business Service. Dengan paradigma ini sudah seharusnya Garuda menekankan pelayanan pada keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam penerbangan.

3.Garuda juga berorientasi pada comercial Airlines yang akan sepenuhnya mengedepankan etika bisnis.

4.Paradigma yang dibentuk pada masa ini adalah untuk memprioritaskan penerbangan domestik untuk menjangkau dan menghubungkan seluruh wilayah di Indonesia.

5.Garuda Indonesia berorientasi pada segmen menengah ke atas, dengan maksud untuk menghindari persaingan di segmen menengah ke bawah. Dengan harapan penerbangan dengan segmen menengah ke bawah bisa diambil alih oleh citylink.
6.Mengedepankan proses team work antar insan Garuda.
KESIMPULAN Garuda Indonesia telah menjadi ikon maskapai penerbangan dengan pelayanan terbaik di Tanah Air. Garuda Indonesia pada saat ini dimata banyak orang, di samping berbagai macam capaian secara administratif dan penghargaan yang telah di raih beberapa tahun ini.
Garuda Indonesia sebagai perusahaan BUMN yang juga go public telah berhasil membuktikan diri sebagai perusahaan pelayan jasa penerbangan yang mampu menawarkan banyak kemudahan, kenyamanan, dan keamanan kepada para pelanggannya. Hal ini terjadi karena berhasilnya proses restrukturisasi di tubuh Garuda melalui pengaruh pemimpin yang transformasional dalam menciptakan kebijakan dan inovasi-inovasi baru. Namun walaupun demikian kiprah Garuda Indonesia harus terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penerbangan bagi masyarakat. Dalam hal ini, target Quantum Leap harus bisa diimplementasikan hingga tahun 2015 nanti.
beberapa rekomendasi yang diberikan untuk Garuda Indonesia adalah sebagai berikut:

1.Kualitas pelayanan adalah salah satu faktor penting dalam menjaga loyalitas pelanggan. Hendaknya kualitas yang bagus ini tetap dijaga dan ditingkatkan terus sehingga dengan begitu pelanggan akan selalu merasa puas akan pelayanan yang diberikan.

2.Walaupun telah mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA, yang berarti bahwa Garuda telah seluruhnya memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional. Nyatanya Garuda hanya memiliki jalur penerbangan ke Amsterdam, dan baru tahun 2013 akan dibuka jalur penerbangan ke London. Oleh karena itu, Penambahan maskapai dan peremajaan maskapai harus terus dilakukan agar ke depannya Garuda Indonesia mampu membuka jalur penerbangan ke seluruh benua (terutama benua Eropa).

3.Memaksimalkan kinerja dan mengembangkan anak perusahaan di berbagai bidang untuk menudukung pelayanan Garuda Indonesia, agar ke depannya bisa tercipta “one stop experience flight” bagi pelanggan yang ingin berpergian tanpa ingin repot mengurus segala sesuatunya di daerah tujuan.

F.DAFTAR PUSTAKA Rhenald Kasali, Ph.d, 2006. Change!, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama,

Riani, Asri Laksmi. 2011. Budaya Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rochyadi, E. 2008. Model Manajemen Pembaharuan. Badan pendidikan dan pelatihan daerah.

Sutrisno, Edy. 2010. Budaya Organisasi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

http://www.garuda-indonesia.com/id/investor-relations/good-corporate-governance/index.page?

http://www.garudaindonesia.com/images/content/Structure_Organisasi.jpg

http://filsufgaul.wordpress.com/2012/12/15/garuda-indonesia-airways-dalam-perspektif-inovasi-restrukturisasi-dan-transformasi-kepemimpinan/

http://www.indonesiamedia.com/2011/01/15/cerita-garuda-lolos-dari-jerat-kebangkrutan/
KELOMPOK 4

ANDRE FAJAR ARISPRATOMO F0210020

ELA TANIA F021010057

YODA HENRY PRADANA F0210139
See the full transcript