Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Antroposfer dan Aspek Kependudukan

Mempelajari ruang kehidupan manusia menekankan kepada masalah kependudukan
by Nafisa Adina on 18 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Antroposfer dan Aspek Kependudukan

Antroposfer dan Aspek Kependudukan Oleh: C. Claudia Amanda,
Dena F. Alya,
Fatkhu Zahra AP
Nafisa N. Adina
Salmaa Pangestuputri Pengertian Antroposfer adalah bagian
dari ingkungan bumi yang
dihuni manusia Dampak ledakan penduduk: a. Persaingan lapangan pekerjaan, semakin banyak penduduk, semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang harus tersedia Komposisi Penduduk 1. Menghitung jumlah Penduduk Berasal dari bahasa latin
anthropos: manusia
sphaira: lapisan b. Persaingan untuk mendapat permukiman, makin banyak orang yang berlomba-lomba mencari tempat tinggal yang layak c. Kesempatan pendidikan, makin banyak bayi lahir tiap tahunnya, kebutuhan fasilitas pendidikan memadai makin besar a.Insentif dan sanksi, insentif untuk pasangan dengan anak sedikit, sanksi bagi yang beranak banyak. Contoh: keharusan membayar pajak lebih besar bagi yang beranak banyak. Pengendalian Ledakan Penduduk b. Pendidikan perencanaan keluarga, beberapa negara diajari berbagai cara untuk mengendalikan jumlah anak. Contoh: adanya gerakan Keluarga Berencana (KB) yang terus berusaha digalakkan pemerintah. a. Sensus penduduk, berasal dari bahasa latin censere: penaksiran harta benda seorang warga negara dan pencatatan nama warga negara.
de facto: pencacahan penduduk yang dilakukan terhadap setiap orang yang ada di wilayah sensus ketika sensus diadakan
de jure: pencacahan yang hanya dilakukan pd orang yang benar-benar tinggal di wilayah sensus. b. Registrasi, yaitu kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian, dan kejadian penting yang dialami seseorang, seperti perkawinan, perceraian, adopsi anak, dll. c. Survei, yaitu pencacahan penduduk dengan cara mengambil daerah sampel. Survei hanya dilakukan pada daerah-daerah tertentu yang dianggap mewakili. 2. Berdasarkan Umur dan jenis kelamin
umur: tua dan muda
jenis kelamin: perempuan dan wanita Piramida penduduk muda,
menunjukkan sebagian besar penduduk ada dalam usia muda.
Contoh: Indonesia Piramida penduduk stasioner,
negara dalam keadaan stasioner/ tetap.
Contoh: Swedia. Piramida penduduk tua, menunjukkan sebagian besar penduduk ada dalam usia tua.
Contoh: Amerika Serikat. Tingkat kematian adalah jumlah kematian per 1000 penduduk setiap tahun. Tingkat kematian pada suatu kelompok penduduk berbeda dengan tingkat kematian penduduk pada kelompok lainnya. Biasanya tingkat kematian penduduk laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk perempuan. Kematian (Mortalitas) Faktor Antimortalitas:
Fasilitas kesehatan yang memadai
Lingkungan yang bersih dan teratur
Ajaran agama yang melarang bunuh diri
Tingkat kesehatan yang tinggi Faktor-faktor dalam kematian Faktor Promortalitas:
Kurangnya kesadaran masyarakan mengenai pentingnya kesehatan
Kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai seperti rumah sakit, peralatan kesehatan, dan obat-obatan
Sering terjadi kecelakaan lalu lintas
Terjadi bencada alam yang mengakibatkan korban jiwa
Terjadi peperangan Angka kematian kasar (crude death rate atau CDR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian dari setiap 1000 penduduk per tahun, dengan rumus:


Keterangan:
D: jumlah kematian
P: jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K: konstanta (1000) Angka kematian menurut umur (age spesific death rate atau ASDR) adalah angka yang menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu dari setiap 1.000 penduduk dalam kelompok umur yang sama. Rumusnya sebagai berikut.


Keterangan:
Dx: jumlah kematian dalam kelompok umur x
Px: jumlah penduduk pada kelompok umur x
K: konstantan (1.000) Jumlah penduduk suatu negara pada pertengahan tahun adalah 25 jutajiwa. Pada tahun tersebut terdapat 50.000 orang yang meninggal dunia. Berapakah tingkat kematian pada negara tersebut?
CDR = D/P x k
= 50.000/25.000.000 x 1.000
= 2 orang
Jadi, besar CDR untuk negara tersebut adalah 2 orang dari setiap 1.000 penduduk Pada suatu daerah terdapat penduduk berusia antara 50-55 tahun sebanyak 1.000.000 orang. Pada golongan umur tersebut terjadi 10.000 kematian dalam setahun. Berapa besar ASDR untuk daerah tersebut?
ASDR = Dx/Px X k
= 10.000/1.000.000 x 1000
= 10 orang
Jadi besar ASDR daerah tersebut adalah 10 orang dari tiap 1.000 penduduk golongan usia 50-55 tahun. Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara dengan tujuan untuk mengetahui daerah yang padat dan daerah yang jarang penduduknya.
Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km² pada suatu wilayah atau negara. Persebaran dan Kepadatan Penduduk Faktor-faktor yang mempengaruhi:
Faktor Fisiografis, penduduk selalu memilih tempat tinggal yang tanahnya subur, relief baik, dan cukup air.
Faktor Biologi, pertumbuhan penduduk di setiap daerah dipengaruhi oleh perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan angka kelahiran.
Faktor Kebudayaan dan Teknologi, daerah yang masyarakatnya maju/ pola berpikirnya bagus/ dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang. Kepadatan Penduduk Aritmatik, yaitu jumlah rata-rata penduduk setiap km.
Rumus :
Kepadatan Penduduk = Jumlah Penduduk (Jiwa)/
Luas Wilayah (km²)
Manfaat data kepadatan penduduk aritmatik :
Dapat digunakan untuk perencanaan penyedian fasilitas sosial
Penyedian fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dapat digabungkan dengan daerah yang berdekatan
Untuk perencanaan pembangunan daerah Kepadatan Penduduk Aritmatik Kepadatan Penduduk Agraris, yaitu jumlah rata-rata penduduk petani setiap satuan luas lahan pertanian.
Rumus :
Kepadatan Penduduk = Jumlah Penduduk (Jiwa)/
Luas Lahan Pertanian (km²)
Perbedaan antara Kepadatan Penduduk dan Kelebihan Penduduk adalah kepadatan penduduk merupakan suatu ukuran yang bersifat kuantitatif, sedangkan kelebihan penduduk lebih bersifat kualitatif. Kepadatan Penduduk Agraris Menghitung Pertumbuhan Penduduk Ket: T = pertumbuhan penduduk
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
Contoh soal: pada tahun 2011 di pulau Jawa angka kelahiran kasarnya sebesar
60.000 jiwa dan jml penduduk yg meninggal sebesar 14.000 jiwa.
berapa pertumbuhan penduduk alami?
Jawab: T = L – M
= 60.000 – 14.000
= 46.000 Ket: Ttotal = pertumbuhan penduduk total
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi
E = jumlah emigrasi
Contoh soal:
Jumlah kelahiran kasar penduduk di Pulau Sumatera tahun 2011 adalah 20.000 jiwa dan jumlah kematian kasar sebanyak 15.000 jiwa. Diket pula jml penduduk yang melakukan imigrasi sebesar 10.000 jiwa dan penduduk yg melakukan emigrasi sebesar 5000 jiwa. Hitung pertumbuhan penduduk total di Pulau Sumatera tahun 2011
Jawab: Ttotal = (L –M) + (I – E)
= (20.000-15.000) + (10.000-5.000)
= 5.000 + 5.000 = 10.000.
Jadi pertumbuhan penduduk total di Pulau Sumatera tahun 2011 adalah 10.000
Jiwa. jumlah penduduk pada masa yang akan datang dapat diperkirakan atau diproyeksikan. Cara menghitung proyeksi penduduk dgn rumus berikut:

ket: Pn = jml penduduk pd tahun ke-n
Po = jml penduduk pd tahun dasar
r = tingkat pertumb. Pend /tahun
n = jml tahun antara ke-n

Contoh soal:
Tahun 2011 jml penduduk indonesia tercatat 205 juta jiwa, tingkat pertumb penduduk per tahun adalah 1,5%. Berapa proyeksi penduduk indonesia tahun 2016?
Pn = Po(1 + r)^n
= 205(1 + 1,5%)^15
= 205(1 + 0,015)^15
= 205(1,015)^15
= 205(1,25) =256,3 Proyeksi Penduduk jadi, proyeksi penduduk indonesia utk tahun 2016 dgn tingkat pertumbuhan penduduk 1,5% /tahun adalah 256,3 juta jiwa Kelahiran bayi dapat dibedakan menjadi bayi lahir hidup dan bayi lahir mati. Bayi dikatakan lahir hidup apabila mempunyai tanda-tanda kehidupan sewaktu lahir.
Faktor yg mendukung kelahiran (pronatalitas): Kelahiran (Natalitas) Di indonesia batas usia menikah bagi perempuan min. 16 tahun dan min. Bagi laki2 19 tahun. Faktor Antinatalitas Apabila seorg wanita kawin pd usia muda, maka masa reproduksinya akan mejadi lebih lama. Artinya, kesempatan memilik anak akan lebih besar Faktor Pronatalitas Banyaknya bayi yg meninggal menyebabkan org tua cenderung memilih mempunyai banyak anak. Hal ini bertujuan apabila ada satu anak yg meninggal, maka masih ada anak yg lain. Banyak orang yg masih menganggap bahwa banyak anak banyak rezeki menyebabkan angka kelahiran meningkat. Pemerintah membuat program keluarga berencana guna membatasi jumlah kelahiran. 1. Angka kelahiran kasar
angka kelahiran kasar (crude birthday rate) menunjukkan jml kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun dgn rumus:
ket: CBR = angka kelahiran kasar
B = jml anak yg lahir pd thn
tertentu
P = jml penduduk pd
pertengahan tahun
k = konstanta (1000)
Contoh soal:
Pada suatu daerah terdapat penduduk sejml 25 juta juwa dan jml bayi yg lahir dalam setahun sebanyak 500.000 org. Berapa nilai CBR utk daerah tsb?
CBR = B/P x k
= 500.000/25.000.000 x 1000
= 20 bayi/1000 wanita 2. Angka kelahiran menurut umur
age spesific rate birthday (ASBR) adalah angka yg menunjukkan jml kelahiran setiap 1.000 org wanita golongan umur tertentu setiap tahun. Dpt dihitung dengan rumus berikut:ket: Bx = jml anak yg lahir dr
wanita kel umur x
Px = jml wanita kel umur x
k = konstanta (1.000) Kualitas Penduduk 1) Kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan, sehingga mereka tidak perlu sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak perempuan).
2) Rendahnya penerimaan pendapatan perkapita, sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya lebih lanjut atau bahkan tidak disekolahkan sama sekali.
3) Kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil.
4) Keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang terjangkau masyarakat. Beberapa hal yang menyebabkan rendah nya tingkat pendidikan di Indonesia Upaya Penanggulangan a) Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun.
b) Mendorong kesadaran masyarakat yang mampu atau badan-badan usaha untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu.
c) Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang mampu.
d) Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus keterampilan) sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang.
e) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok daerah. Dampaknya, pada kemampuan penduduk tersebut dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga mereka akan lebih produktif dan inovatif . 2) Tingkat ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat. Saat ini, pemerintah melalui Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan gizi, yaitu 2.400 kalori/hari/kepala keluarga. Artinya, suatu keluarga dikatakan sejahtera jika mampu memenuhi angka ketercukupan kalori tersebut.
3) Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat dicapai penduduk suatu negara. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, dari 45,73 tahun pada tahun 1971 menjadi 65,43 tahun pada tahun 2000. Akan tetapi, angka tersebut masih tergolong relatif rendah, karena negaranegara lain dapat mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun. Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi, meskipun terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 1971, angka kematian bayi mencapai 218 tiap 1.000 kelahiran, akan tetapi pada tahun 1990, angka kematian bayi telah menurun menjadi 8 tiap 1.000 kelahiran. Menurunnya angka kematian bayi ini didukung oleh meningkatnya derajat kesehatan dan gizi ibu. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan

Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat akan memunculkan serangkaian dampak yang berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia. Generasi yang tidak ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi fisik dan psikis yang kurang bila dibandingkan dengan generasi yang terpenuhi gizinya. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada pola pikir, ketahanan belajar, dan kreatifitasnya. Dampak c) Menggiatkan program pemerataan kesehatan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana kesehatan yang meliputi tenaga medis, obat-obatan, dan alat-alat penunjang medis lainnya hingga ke pelosok desa.
d) Menghimbau penggunaan dan penyediaan obat-obat generik bermutu sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat.

e) Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, misalnya melalui program asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) untuk keluarga miskin (prasejahtera). Menjalin kerja sama dengan badan kesehatan dunia (WHO) dalam mengadakan program kesehatan, misalnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional, standarisasi obat dan makanan, serta peningkatan gizi masyarakat.

b) Melaksanakan program peningkatan kualitas lingkungan, baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui kerja sama dengan luar negeri (misalnya dengan menjalin kerja sama dengan badan pembangunan dunia/UNDP). Salah satu contoh program peningkatan kualitas lingkungan yang telah dan masih dilakukan adalah Kampoong Improvement Programme (KIP). Upaya Penanggulangan Angka Harapan Hidup Angka Harapan Hidup Sesuai dengan asas pemerataan yang diteta[kan sebagai kebijakasanaan umum pembangunan nasional, maka pemerintah mempunyai emppat kebijaksaan umum di bidang perluasan kesempatan kerja, seperti berikut:

1)Kebijaksanaan di bidang ekonomi dan sosial

2)Kebijaksanaan di sektor produksi

3)Kebijaksanaan regional (daerah)

4)Kebijaksanaan khusus Proyeksi pertambahan angkatan kerja antara tahun 1985 sebesar 14 juta dan dalam tahun 1995-2005 sebesar 29 juta. Tentu saja hal ini memelukan perhatian khusus. Akibat pertambahan penduduk yang tinggi, maka jumlah angkatan kerja tidak seharusnya terserap. Bahkan semakin ketatnya persaingan tenaga kerja, maka angkatan kerja muda yang merupakan tenaga kerja kurang produktif pun ikut bersaing. Hal ini kurang menguntunkan usaha pembangunan secara nasional karena golongan muda kurang produktif tersebut merupakan beban. Kualitas Penduduk Menurut Mata Pencaharian c.Meningkatkan keterampilan yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas, terutama tenaga kerja usia muda dan wanita pedesaan melalui program latihan dan keterampilan tenaga kerja.

d.Meningkatan hubungan perburuhan yang mantap dan dinamis, serta membina kesejahteraan dan ketemnangan buruh dalam kegiatan pembangunan melalui program hubungan dan perlindungan tenaga kerja. a.Mengurangi pengangguran di daerah berpenduduk padat, miskin dan rawan terhadap bencana alam meleui berbagai pprogram, kisalnya pembangunan desa.

b.Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja melalui Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK), Bursa Tenaga Kerja, dan cara-cara efektif lainnya Upaya Penanggulangan Besar penghasilan dapat memengaruhi taraf hidup seseorang. Taraf hidup suatu negara dipengaruhi oleh pendapatan rata-rata per kapita negara tersebut.
Pendapatan perkapita = GNP
jumlah penduduk
Keterangan. GNP= Gross National Product

GNP adalah jumlah nilai atau harga seluruh barang dan jasa yang dihasilhkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu
Dependency Ratio adalah perbandingan jumlah penduduk kelompok usia produktif terhadap kelompok usia non produktif

DR = JPUM-JPUT x 100
JPUP
Keterangan. DR= Dependency Ratio
JPUM= Jumlah Penduduk Usia Muda
JPUT= Jumlah Penduduk Usia Tua
JPUP= Jumlah Penduduk Usia Produktif Kualitas penduduk menurut pendapatan Kualitas sumber daya manusia indonesia harus selalu ditingkatkan untuk mengimbangi kemajuan teknologi

beberapa ciri yang kurang menguntungkan apabila dilihat dari segi pembangunan :

Jumlah penduduknya besar
Pertumbuhan penduduknya cepat, disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dan rendahnya angka kematian
Persebaran penduduk yang tidak merata
Komposisi penduduk yang kurang menguntungkan, rasio ketergantungan sangat tinggi
Arus urbaninasi diberbagai kota besar di indonesia yang tinggi MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Usaha yang dijalankan untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup:

Membuat pengaturan dan pembatasan usia menikah minimal
Menyusun pengaturan dan pembatasan kelahiran
Memeratakan persebaran penduduk
Memperluas kesempatan kerja
Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan
Melakukan pengembangan industri dengan tingkat polusi yang rendah
Melakukan program intensifikasi dan ekstensifikasi Peta persebaran penduduk
Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di Jawa.
Konsentrasi penduduk Indonesia di pulau Jawa disebabkan kesuburan tanah di pulau jawa.
Pulau jawa sering menjadi pusat pemerintahan, tersedia fasilitas yang memadai, bervariasinya jenis pekerjaan menarik penduduk dari wilayah lain untuk tinggal di Jawa MENYAJIKAN INFORMASI KEPENDUDUKAN MELALUI PETA, TABEL DAN GRAFIK no pulau Luas (km2) Kepadatan per km2 1 Sumatera 480.793,28 2 Jawa 129.438,28 3 Bali dan Nusa Tenggara 73.070,48 4 Kalimantan 544.150,07 5 Sulawesi 188.522,36 6 Maluku 78.896,53 7 Papua 416.060,32 2. Tabel Kepadatan Penduduk Menurut Pulau di Indonesia
See the full transcript