Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Para Aulia'

No description
by NIS cahaya on 12 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Para Aulia'

Adapun kisah bayi yang lain, ada seorang wanita yang tengah menyusui anak bayinya. Ketika ada seorang pemuda tampan lewat di depannya, maka ibunya berkata: “Ya Allah, jadikan putraku ini seperti pemuda itu.” Maka dengan spontan bayinya berkata: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti pemuda itu.” Selanjutnya ketika ada seorang wanita yang tertuduh mencuri dan berzina sedang lewat di depan ibunya, maka ia berkata: “Ya Allah, jangan Engkau jadikan putraku ini seperti wanita itu”. Maka bayinya berkata: “Ya Allah, jadikan aku sepertinya”. Maka ibunya bertanya: “Mengapa engkau berdoa seperti itu?” Bayinya berkata: “Pemuda tampan yang lewat di sini tadi adalah seorang yang bengis dan kejam dan aku tidak ingin menjadi sepertinya. Adapun si wanita yang dituduh sebagai pencuri dan pelacur, sebenarnya ia bukan pencuri mahupun pelacur, dan ia hanya berkata: “Aku hanya pasrahkan diriku kepada Allah”. 42 Hadis riwayat Bukhari dan Muslim

Tentang Juraij, ia adalah seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil. Ia mempunyai seorang ibu. Juraij gemar ibadah. Ketika ibunya rindu kepadanya, maka ia memanggil nama Juraij. Tetapi Juraij tidak memenuhi panggilan ibunya, ia hanya berkata: “Ya Allah, apakah sebaiknya aku memenuhi panggilan ibuku, ataukah aku meneruskan ibadahku?” Ibunya memanggilkannya sampai tiga kali, tetapi Juraij masih meneruskan ibadahnya tanpa memenuhi panggilannya. Maka ibunya kecewa, sehingga ia berdoa :
“Ya Allah, jangan Engkau matikan putraku itu sampai setelah Engkau menemukannya dengan seorang wanita pelacur”.
Kebetulan di tempat itu, ada seorang wanita pelacur. Ia berkata: “Aku akan merayu Juraij sampai ia berbuat zina denganku”. Maka ia mendatangi Juraij dan merayunya, tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Akhirnya wanita pelacur itu merayu seorang petani yang kebetulan bermalam di samping tempat ibadah Juraij, sampai ia hamil dari petani itu.
Selanjutnya ia mendatangi Juraij sambil membawa anak haramnya dari si petani. Kemudian ia berkata kepada orang banyak: “Bayiku ini adalah dari hasil hubungan gelapku dengan Juraij”. Mendengar ucapan wanita pelacur itu, maka Bani Israil mendatangi tempat ibadah Juraij, kemudian mereka menhancurkannya dan merejam Juraij secara beramai-ramai. Maka Juraij melakukan solat dan ia berdoa. Kemudian ia menyentuh tubuh bayi itu dengan jari telunjuknya seraya berkata: “Wahai anak bayi, siapa ayahmu?” Anak bayi itu berkata: “Ayahku adalah seorang petani”. Maka masyarakat Bani Israil menyesali perbuatannya terhadap Juraij dan mereka minta maaf kepadanya. Mereka berkata: “Kalau engkau mahu, kami akan membangun kembali tempat ibadahmu dari emas atau perak, tetapi tawaran mereka ditolak, sehingga mereka membangunnya kembali seperti semula. Itulah kisah bayi yang dapat berbicara di masa Juraij.
HADIS KEDUA
Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah bersabda :
“Tidak ada seorang bayi yang dapat berbicara ketika masih dibuaian ibunya, kecuali tiga orang, iaitu Isa putra Maryam as, seorang bayi di masa Juraij An Nasik, dan seorang bayi lainnya.

Apabila Mariam mengandung Isa a.s., Mariam dituduh berzina, memang dia tidak mempunyai suami, lalu Allah membuktikan bahawa Mariam tidak berzina. Anak yang dilahirkan itu kurniaan Allah yang menjadi tanda kebesaran-Nya. Setelah Allah menjadikan Adam a.s. tanpa ayah dan ibu, Hawa di ciptakan daripada tulang rusuk Adam. Allah menjadikan Isa a.s. tanpa ayah.
Setelah Isa a.s. dilahirkan dan dalam keadan masih menyusu itu dibawa oleh Mariam a.s., Bani Israil datang mengerumuni Mariam sambil bertanya: "Wahai Mariam! Mengapa kamu melakukan ini (zina sehingga melahirkan Isa a.s.)?“ Mariam diperintah oleh Allah dengan wahyi daripada Malaikat Jibrail a.s. supaya jangan bercakap. Mariam diperintahkan berpuasa, termasuk tidak bercakap. Hanya mengisyaratkan supaya bertanyakan hal itu kepada anaknya yang masih bayi.
Tiba-tiba anak yang masih bayi itu bercakap: "Sesungguhnya aku hamba Allah," dan menjelaskan bahawa dia dilantik menjadi nabi, beliau telah berkata-kata pada usia bayi yang pada adatnya tidak menasabah bayi bertutur dengan fasih. Beliau menegaskan beliau adalah seorang nabi dan rasul sebelum sampai usia dewasa. Allah mengurniakan makjizat kepada nabi Isa a.s., antara makjizatnya; boleh menceritakan kepada kanak-kanak sebaya dengannya di mana emak mereka di rumah menyembunyikan kuih yang siap dimasak.
Ini adalah antara mukjizat untuk membutikan Isa a.s. sebagai seorang nabi. Lalu mereka marah kepada Nabi Isa a.s.
kitab jawi, 'Al-Jauharul Mauhuub Wamunabbihaatul Quluub' menyebut kisah ini.
Selanjutnya orang yang ketiga berkata: “Dahulu aku mempunyai banyak pegawai, aku selalu memberi upah mereka tepat pada waktunya, dan aku tidak pernah merugikan mereka.
Pada suatu kali salah seorang pegawaiku meninggalkan tempatku tanpa meminta upahnya. Selanjutnya, upah itu aku kembangkan dan aku belikan binatang ternak serta lembu abdi. Setelah beberapa waktu binatang ternak itu berkembang menjadi besar.
Sampai pada suatu waktu ia datang kepadaku untuk meminta upahnya. Kataku: “Semua binatang ternak dan lembu abdi yang kau lihat di lembah itu adalah upahmu”. Kata lelaki itu: “Wahai hamba Allah, apakah engkau mempermainkan aku”. Kataku: “Aku tidak mempermainkan kamu”. Maka ia membawa pergi semua binatang ternak dan para abdi itu. Ya Allah, jika perbuatanku benar-benar ikhlas keranaMu, maka bebaskanlah kami dari himpitan batu besar ini”.
Maka dengan izin Allah batu besar itu bergerak, sehingga ketiga orang itu dapat keluar dengan selamat. Hadis Hasan Sahih, Muttafaq Alaih Selanjutnya, orang yang kedua berkata: “Dahulu, anak saudaraku termasuk orang yang paling aku cintai, aku selalu menggodanya, agar ia cinta kepadaku, tetapi ia selalu menolak.
Pada suatu ketika, ia datang kepadaku dan minta bantuan wang. Aku ingin membantunya, asalkan ia ingin bercinta denganku. Ia bersetuju dengan permintaanku kerana terpaksa. Ketika aku hendak memperkosanya, maka ia berkata: “Sebenarnya engkau tidak boleh memecahkan keperawananku, kecuali dengan cara yang sah”. Maka aku segera meninggalkannya dan aku tidak minta kembali wangku. Ya Allah, jika Engkau tahu, bahwa perbuatanku itu keranaMu, maka selamatkanlah kami dari batu besar ini”.
Dengan izin Allah batu besar itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum dapat keluar. Dari Hadis Antara Karamah Umat Yang Terdahulu

HADIS PERTAMA
Dari Abdullah Ibnu Umar r.a, beliau berkata :

“Rasulullah saw pernah bersabda: “Ada tiga lelaki tergolong di antara orang-orang terdahulu. Pada suatu hari, ketika mereka berjalan di suatu hutan, maka mereka bermalam di suatu gua. Setelah mereka masuk ke dalam gua, tiba-tiba sebuah batu besar jatuh tepat di permukaan gua itu dan menutupinya, sehingga mereka tidak dapat keluar.
Kata salah seorang daripada mereka: “Tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu, kecuali jika kamu berdoa kepada Allah dan bertawassul dengan perbuatan baik kamu. Salah seorang di antara mereka berkata: “Dahulu aku mempunyai ibu bapa yang telah lanjut usia, dan aku tidak pernah makan malam sebelum mereka makan. Pada suatu hari, keduanya sudah tidur ketika aku datang membawa segelas air susu. Aku tidak ingin membangunka mereka. Aku menjaga keduanya semalaman tanpa makan dan minum, dan aku tetap memegang gelas susu itu hingga pagi. Ketika keduanya bangun, barulah kuberikan air susu itu. Ya Allah, jika amalan salihku yang satu itu benar-benar ikhlas untukMu, maka bebaskan kami dari batu besar ini”.
Dengan izin Allah, batu itu bergeser sedikit dari mulut gua, tetapi mereka masih belum dapat keluar. Dalil dari Al-Quran
“Setiap kali Zakariya masuk untuk menemui Maryam di Mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini?”. Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa perhitungan”. Surah Al Imran: 37
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makanlah, minumlah dan bersenang hatilah kamu”. Surah Maryam : 25-26 DALIL-DALIL WUJUDNYA KARAMAH Istidraj - diberikan kepada orang fasik yang mengaku sebagai wakil Tuhan dengan mengemukakan berbagai dalil untuk menguatkan kebohongannya. Menurut Ijma’, biasanya seorang yang mengaku sebagai nabi, maka ia tidak akan diberi kejadian luar biasa.
Irhaas - diberikan kepada seorang nabi meskipun ia belum diutus, seperti adanya naungan awan bagi Rasulullah saw di masa kecilnya.
Sihir - Suatu cara yang dapat menampilkan berbagai perbuatan yang aneh bagi yang tidak mengerti seluk beluknya, tetapi seluk beluknya itu dapat dipelajari.
Sya’wazah - Kejadian luar biasa yang biasa timbul di tangan seseorang, sehingga menimbulkan pesona bagi yang melihatnya meskipun kejadian itu tidak terjadi. PENGERTIAN KARAMAH
Karamah berasal dari kata Ikraam yang mempunyai erti penghargaan dan pemberian.
Allah mengurniakan wali-waliNya berbagai kejadian luar biasa atau yang biasa disebut karamah. Hal itu diberikan kepada mereka sebagai rahmat dari Allah dan bukan kerana hak mereka.
Karamah biasa disebut sebagai kejadian yang luar biasa yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang selalu meningkatkan taraf ibadahnya dan ketaatannya. Karamah itu diberikan sebagai suatu pembekalan ilmu atau sebagai ujian bagi seorang wali. Dan karamah boleh terjadi tanpa sebab dan tanpa adanya tentangan dari orang lain. KARAMAH
CERITA TENTANG WALI ALLAH

Kisah Wali Allah yang Solat Di Atas Air 14. Rijalul Fathi
15. Rijalul Ma’arij Al’-‘Ula
16. Rijalu Tahtil Asfal
17. Rijalul Imdadil Ilahi Wal Kaun
18. Ilahiyun Rahmaniyun
19. Rijalul Istithaalah
20. Rijalul Ghina Billah
21. Rijalu ‘Ainut Tahkim Waz Zawaid
22. Rijalul Isytiqaq
23. Al-Mulamatiyah
24. Al-Fuqara’
25. As-Sufiyyah
26. Al-‘Ibaad
27. Az-Zuhaad
28. Rijalul Maa’i
29. Al-Afrad
30. Al-Umana’
31. Al-Qurra’
32. Al-Ahbab
33. Al-Muhaddathun
34. Al-Akhilla’
35. As-Samra’
36. Al-Wirathah 6) Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.
7) Hati mereka selalu terkait kepada Allah.
8) Mereka senang bermunajat di akhir malam.
9) Mereka suka menangis dan mengingat Allah.
10) Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.
11) Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.
1. “Allah adalah wali bagi orang-orang yang beriman”. Surah Al-Baqarah: 257
2. “Dia menjadi wali bagi orang-orang shalih”. Surah Al-‘Araf: 196
3. “Engkau adalah wali kami, maka kurniakanlah kami kemenangan atas orang-orang kafir”. Surah Al-Baqarah: 286
4. “Yang demikian itu adalah kerana Allah itu adalah wali bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang kafir tidak ada wali bagi mereka”. Surah Muhammad: 11
5. “Sesungguhnya wali kamu adalah Allah dan RasulNya”. Surah Al-Maidah: 55 PENGGUNAAN ISTILAH WALI DALAM AL-QURAN DARI SEGI PENGGUNAAN

Wali pada mafhumnya bererti :-
1. Seseorang yang senantiasa taat kepada Allah tanpa menodainya dengan perbuatan dosa sedikitpun.
2. Seseorang yang sentiasa mendapat perlindungan dan penjagaan, sehingga ia senantiasa taat kepada Allah tanpa melakukan dosa sedikit pun, meskipun ia dapat melakukannya. 1. Ibnu Abas seperti yang tercatit dalam tafsir Al Khazin menyatakan “ Wali-wali Allah itu adalah orang yang mengingat Allah dalam melihat”.
2. Al Imam Tabari meriyawatkan daripada Saeed bin Zubair berkata bahawa Rasulullah s.a.w. telah ditanya orang tentang Wali-wali Allah. Baginda mengatakan“Mereka itu adalah orang yang apabila melihat, mereka melihat Allah”.
3. Abu Bakar Al Asam mengatakan “Wali-wali Allah itu adalah orang yang diberi hidayat oleh Allah dan mereka pula menjalankan kewajiban penghambaan terhadap Allah serta menjalankan dakwah menyeru manusia kepada Allah”.  Siapakah yang digelar wali? 1. Di dalam Al-Quran, Allah s.w.t. berfirman : ‘Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.’ (Yusuf : 111)
2. “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereika itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”
3. Terceduklah sudah sedikit dari khazanah Allah s.w.t. didalam kita membicarakan kehidupan para wali Allah serta karamah mereka. Mungkin kini, selepas ilmunya dapat kita ceduk, marilah kita bertafakkur, berusaha serta menghulurkan tangan kita kepada Allah s.w.t. supaya kita ini tergolong dalam golongan mereka yang mengenali wali-wali Allah dan mendapatkan inayah Allah mendekati diri kepada Allah s.w.t. KESIMPULAN 1. Dapat menambah keyakinan kepada Allah.
2. Untuk menguatkan kepercayaan masyarakat kepada seorang wali, seperti yang terjadi pada masa-masa terdahulu. Berbeza halnya dengan masa-masa terakhir. Kaum salaf salih tidak pernah memerlukan karamah sedikit pun.
3. Adanya karamah merupakan bukti anugerah atau pangkat yang diberikan Allah kepada seorang wali, agar pengabdiannya tetap istiqamah. TUJUAN KARAMAH
Mukjizat - diberikan kepada seorang nabi atau rasul untuk menguatkan kenabian dan kerasulannya.
Karamah - diberikan kepada seorang hamba yang salih atau wali, dan ia tidak mengaku sebagai seorang nabi atau rasul.
Ma’unah - diberikan kepada sebagian orang awam untuk melepaskan dirinya dari kesulitan.
Ihaanah - diberikan kepada seorang pembohong yang mengaku sebagai nabi, seperti yang pernah diberikan kepada Musailamah Al Kadzab. PENJELASAN TENTANG KEJADIAN-KEJADIAN LUAR BIASA 1. Al-Aqtab
2. Al-A immah
3. Al-Autad
4. Al-Abdal
5. An-Nuqaba’
6. An-Nujaba’
7. Al-Hawariyun
8. Al-Rajbiyun
9. Al-Khatamiyun
10. Rijalul Ghaib
11. Rijalul Quwwatul Ilahiyah
12. Rijalul Hanani Wal Athfil Ilahi
13. Rijalul Haibah Wal Jalal TINGKATAN PARA WALI ALLAH 1. Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah swt.
2. Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.
3. Mereka bertakwa kepada Allah.
4. Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.
5. Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik. TANDA-TANDA WALI ALLAH DARI SEGI BAHASA
Wali dari segi bahasa bererti:-
1. Dekat. Jika seseorang sentiasa mendekatkan dirinya kepada Allah, dengan memperbanyakkan kebajikan, keikhlasan dan ibadah, dan Allah menjadi dekat kepadanya dengan limphan rahmat dan pemberianNya, maka di saat itu orang itu menjadi wali.
2. Orang yang senantiasa dipelihara dan dijauhkan Allah dari perbuatan maksiat dan ia hanya diberi kesempatan untuk taat sahaja.
Adapun asal perkataan wali diambil daripada perkataan al wala’ yang bererti :hampir dan juga bantuan. Maka yang dikatakan wali Allah itu orang yang menghampirkan dirinya kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diwajibkan keatasnya, sedangkan hatinya pula sentiasa sibuk kepada Allah dan asyik untuk mengenal kebesaran Allah. PENGERTIAN WALI HKR 113 : PENGURUSAN MASJID
USTAZ SYUKRI BIN FAWZI
DISEDIAKAN OLEH :
NUR IZZATI SYAMIMI BINTI MOHD NASIR
2011809128
NUR NADHIRAH BT NOOR AZLI
2011283132 AULIA’ ALLAH
See the full transcript