Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perkembangan Karier PAUD

Perkembangan karier budaya dalam PAUD
by Titania Amijoyo on 27 September 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perkembangan Karier PAUD

BUDAYA Perkembangan Karier
PAUD Seni Tari Budayakan Kata
Maaf, Tolong, dan Terimakasih :) Bab 1 - Pendahuluan Derasnya arus globalisasi yang berimplikasi pada semua bidang kehidupan, membawa bangsa Indonesia berhadapan dengan tantangan global. Krisis multidimesional yang bermula dari krisis moneter, ekonomi, politik, hukum hingga konflik sosial yang memuncak menjadi krisis kepercayaan berkepanjangan. Krisis tersebut pada hakekatnya adalah krisis kualitas kemandirian manusia Indonesia yang mencerminkan budaya bangsa yang makin memudar. Dalam arti sistem nilai yang hidup dinamis di masyarakat sebagai jati diri bangsa, hal ini berakibat pada perubahan budaya. Latar Belakang Ini merupakan indikasi dari kualitas kemandirian bangsa Indonesia yang belum siap menghadapi tantangan global sehingga menimbulkan krisis nilai dan norma. Saini KM ((1999:11) dari blog rinilestari ) mengemukakan bahwa: “Nampaknya yang terjadi sekarang ini ialah manusia Indonesia semakin kurang bermoral; apakah itu akibat dari sistem pendidikan yang kurang relevan atau kadar keimanan bangsa yang begitu rendah; ataukah hal ini ada hubungannya dengan peran kebudayaan yang semakin luntur”. Budaya terbentuk dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya dalam pengertian yang luas adalah pancaran daripada budi dan daya. Seluruh apa yang difikir, dirasa dan direnung diamalkan dalam bentuk daya menghasilkan kehidupan. Budaya adalah cara hidup sesuatu bangsa atau umat. Indonesia memiliki beragam nilai- nilai budaya tersendiri. Namun fenomena memudarnya nilai- nilai budaya bangsa Indonesia kini sudah harusnya diperhatikan dan dicari solusinya. Pendidikan anak usia dini ini bisa menjadi alat pengembalian dan pelestarian nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Tenaga pendidik anak usia dini diharapkan mempunyai nilai- nilai budaya yang mampu dilimpahkan kepada peserta didik guna berhasilnya program pelestarian nilai budaya Indonesia.
Budaya itu luas dan sangat beragam. Pembentukan karakter dalam hal budaya mulailah dari hal- hal yang sederhana. Seperti membudayakan kata “maaf, tolong, dan terimakasih. Tiga kata tersebut sangat sederhana, namun pada kenyataannya tidak semua orang bisa menerapkannya dalam kehidupan. Faktanya tiga kata tersebut sangat ampuh untuk membentuk keharmonisan dalam sebuah hubungan. Bagaimana cara mengembangkan budaya kata maaf, tolong, dan terimakasih dalam kehidupan sehari- hari khususnya pada bidang pendidikan anak usia dini Rumusan Masalah ? ? Upaya berbagi ilmu tentang melestarikan budaya
Agar tenaga pendidik anak usia dini dapat mengetahui dan memenuhi standar kompentensi yang dibutuhkan untuk pelestarian budaya
Membuka perkembangan karier paud dalam bidang budaya Manfaat Penulisan Deskripsi Teoritis Bab 2 - Pembahasan Menurut laman wikipedia perkembangan karier atau career development pengertiannya seperti berikut :
Dalam pengembangan organisasi (atau OD), studi pengembangan karir melihat :
- bagaimana individu mengelola karir mereka di dalam dan antara organisasi dan bagaimana organisasi struktur kemajuan karir para anggotanya, juga dapat diikat ke dalam perencanaan suksesi dalam beberapa organisasi. Dalam pengembangan pribadi, pengembangan karir adalah :
-"... Konstelasi total psikologis, sosiologis, pendidikan, fisik, faktor ekonomi, dan kesempatan yang menggabungkan untuk mempengaruhi sifat dan pentingnya pekerjaan di umur total setiap individu tertentu." [1]
-Evolusi atau pengembangan karir - diinformasikan oleh (1) Pengalaman dalam bidang tertentu yang menarik (2) Sukses pada setiap tahap perkembangan - dan (3), pencapaian pendidikan.
-"... Proses psikologis dan perilaku seumur hidup serta pengaruh kontekstual membentuk karir seseorang selama rentang hidup. Dengan demikian, pengembangan karir melibatkan penciptaan seseorang dari pola karir, gaya pengambilan keputusan, integrasi peran hidup, nilai-nilai ekspresi, dan konsep diri hidup-peran. "[2] Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Perkembangan karier PAUD merupakan usaha untuk memperluas bermacam profesi dalam dunia anak usia dini. Pengertian Perkembangan Karier PAUD Aspek Pelestarian budaya bisa dibina sejak dini melalui pendidikan anak usia dini. Tentunya kompetensi tenaga didik PAUD harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Menurut lampiran peraturan menteri pendidikan nasional nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru dijelaskan bahwa guru pada PAUD/TK/RA harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Setelah lolos kualifikasi akademik pendidikan formal, guru paud juga harus memenuhi standar kompetensi guru. Seperti kompetensi pedagodik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Berikut beberapa aspek yang berhubungan dengan budaya Kompetensi pedagogik, diantaranya :
-Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan.
Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya. Kompetensi sosial
-Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif.
Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik.
Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
-Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami bahasa daerah setempat.
Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan. Komponen dan Pengertian Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Perkembangan profesi untuk karier di bidang anak usia dini memang sudah banyak. Menjadi tenaga pendidik, editor majalah anak, pencetus alat permainan edukatif dan lain- lain. Namun profesionalisme sikap dalam pembangunan karier tersebut hanya sedikit bagian orang yang menguasai. Disukai para relasi kerja, di hormati, dan disegani sehingga kita akan dibutuhkan banyak orang. Mulailah dari hal yang sederhana. Menurut para ahli komunikasi ada "tiga kata ajaib" yang mampu membangun hubungan baik antar manusia. Kata-kata tersebut sangat mudah dikatakan dan bila didasari ketulusan hati, akan memiliki dampak yang sangat luar biasa. Kata tersebut adalah "Maaf", "Tolong" dan "Terima kasih". Dalam sebuah buku berjudul “Betapa Dahsyatnya Energi : Maaf, Tolong, & Terima Kasih “ yang ditulis oleh Aep Syaiful Hamidin dikatakan bahwa meski terkesan sederhana, menyepelekan ketiga kata tersebut dapat menghambat hubungan sosial kita yang pada akhirnya membawa kita pada kegagalan. Hamidin mengutip peribahasa Cina kuno yang berbunyi: When eating bamboo sprouts, remember the man who plan them. (Kalau Anda memakan rebung bambu, jangan lupa mengingat dan berterima kasih kepada penanamnya). “Peribahasa ini bermakna, jika Anda mencapai kesuksesan, jangan pernah lupa kepada orang-orang yang membantu Anda”. Menurut kamus bahasa indonesia definisi dari ketiga kata tersebut sebagai berikut :

Maaf
1 pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun: minta --; 2 ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: -- , saya datang terlambat; 3 ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: -- , bolehkah saya bertanya;
Tolong
1 bantu: minta -- , minta bantuan;
Terimakasih
1 rasa syukur Pengembangan Karier Paud dalam Bidang Budaya Anak usia dini merupakan kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan unik, memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, psikis, sosial dan moral. Usia dini sering disebut sebagai usia emas (golden age), usia yang paling berharga dibanding usia selanjutnya. Pada periode ini terjadi perkembangan fisik dan mental dengan kecepatan yang luar biasa. Pada usia dini anak memiliki kemampuan belajar yang luar biasa khususnya pada masa awal kanak-kanak. Keinginannya untuk belajar menjadikannya aktif dan eksploratif, dapat dilihat pada perilaku anak yang secara alamiah gemar bertanya, mencoba, dan memperhatikan hal- hal baru. Dengan menggunakan seluruh panca inderanya anak belajar memahami segala sesuatu, dan dalam waktu yang singkat anak beralih untuk mempelajari hal yang lain. Semua kegemaran yang timbul dalam diri anak merupakan potensi kreatif yang sangat dibutuhkan hingga mereka dewasa nanti. Potensi-potensi yang ada di dalam diri anak membutuhkan stimulasi yang mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang dengan maksimal. Teori “tabula rasa” yang artinya kertas putih dan dikemukakan oleh John Locke merujuk pada teori yang menyatakan bahwa anak-anak terlahir tanpa isi, dengan kata lain kosong. Teori ini menguatkan bahwa lingkungan yang harus menstimulasi mengembangkan potensi- potensi dasar yang telah dimiliki oleh anak. Masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya. Oleh karena itu kembangkan dan latih kepribadain, kesopanan kesantunan, kebiasaan, dan segala aspek yang harus dikembangkan semasa golden age. Mulai dari hal yang sederhana, mengajarkan dan membiasakan anak dengan budaya kata maaf, tolong, dan terimakasih. Perkembangan karier PAUD adalah pengembangan karir sistem yang komprehensif (luas dan lengkap) seluruh negara bagian untuk praktisi melayani anak-anak dan keluarga pada anak usia dini dan program sekolah. Analisis Teoritis Aspek Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Sebagai makhluk sosial, tentu kita menyadari bahwa kita perlu berinteraksi dengan sesama. Namun, dalam proses interaksi tersebut, sering kali kita lupa akan hal-hal kecil yang sebenarnya memiliki peran sangat penting, misalnya mengucapkan kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”. Komponen dan Pengertian Selaku orang yang akan membimbing tunas bangsa, sudah semestinya memiliki budaya maaf, tolong, dan terima kasih ini. Tentunya kita semua manusia mulailah membiasakan diri dengan budaya tiga kata sederhana ini. Memang tiga kata yang familiar bukan? Namun kita sendiri belum bisa mengamalkannya, menerapkan dalam kehidupan sehari- hari. Berikut penjelasan mengapa ketiga kata tersebut penting dan harus dibudidayakan: MAAF TOLONG Terima kasih Pengembangan Karier Paud dalam Bidang Budaya Sebagai makhluk sosial interaksi sesama manusia turut menentukan kehadiran kita di dunia ini. Bagaimana kita beraksi akan menentukan bagaimana seseorang bereaksi sebaliknya. Sebagai sesama manusia, interaksi positif dan negatif kita hampir tak terbatas, mulai dari tolong menolong, saling memuji, saling menghormati, saling mencela, bahkan sampai memicu pertengakaran. Budaya kata maaf, tolong, dan terima kasih ini sekiranya hal sederhana yang akan menggugah karier kita. Manfaat yang ditimbulkan dari pembiasaan budaya yang sederhana ini sangat besar. Profesi yang digeluti kariernya akan melaju naik. Karena sikap dan sifat kita yang berdasar budaya Indonesia yang sebenarnya. Link dan relasi- relasi baru akan terbentuk dan memperluas jaringan pertemanan serta karier kita. 1.MAAF
Apakah seorang anak tidak membutuhkan kata “maaf” ketika ia melakukan kesalahan? Femonemanya dimaklumi saja karena dianggap masih anak-anak. Itu pemakluman yang mencelakakan. Sebagai tenaga pendidik dan akan menjadi orang tua juga, tentu kita tidak patut membiarkan anak melakukan kesalahan tanpa ia harus merasa bersalah. Ketika ia melakukan kesalahan memang benar kita perlu memaafkannya. Tetapi kita wajib mengingatkan bahwa ia salah. Kalau bersalah wajib untuk mengakui dan meminta maaf. Begitu sederhana kebenarannya. Penerapan Di lapangan Mengembangkan budaya kata maaf, tolong, dan terimakasih ini dikalangan anak usia dini akan berjalan lancar dan mudah jika tenaga pendidiknya sudah memiliki dan menerapkan budaya ini pada dirinya sendiri. Oleh karena itu memfiltrasi serta memilah mana tenaga pendidik yang benar dan mampu mendidik dengan baik tunas- tunas generasi muda sepertinya perlu dilakukan. 2.TOLONG
“Bu, tolong ambilkan tas dong!”
Apakah terlalu sulit untuk diucapkan? Sulit karena tidak terbiasa. Tetapi kalau orang- orang di sekitar lingkungan si anak yang biasa anak lihat mempunyai dan biasa dengan budaya tersebut, mengajarkan kepada anak-anak, akan menjadi hal yang mudah. Mengajarkan anak-anak untuk menggunakan kata “tolong” sekalipun kepada seorang pengasuh atau pembantu. Tentu bertujuan agar anak-anak memiliki sifat rendah hati. Tidak menjadi arogan di kemudian hari. 3. TERIMA KASIH

Kalau difikir, apa susahnya hanya untuk mengucapkan “terima kasih”? Tentu ucapan terimakasih yang benar- benar tulus dan penuh kesungguhan.
Ketika ada yang memberikan sesuatu. Sebagai balasan kita layak mengucapkan “terima kasih.” Sederhana bukan? Tetapi kalau anak-anak tidak diajarkan. Tentu ia akan mengabaikannya. Ketika anak-anak diberikan sesuatu dan setelah mengambil ia pergi begitu saja. Sebagai guru dan orang tua tentu akan merasa malu dengan perilaku anak yang seperti itu. Guru PAUD yang telah memenuhi beberapa standar kompetensi yang menyangkut pelestarian budaya diatas tentu berhak dan akan sangat dibutuhkan kedepannya. Pribadi yang mengamalkan nilai- nilai budaya bangsa Indonesia untuk mengajarkan kepada generasi muda (sejak dini ) bahwa nilai- nilai budaya yang sesederhana seperti pengamalan kata maaf, tolong, dan terimakasih merupakan hal yang sederhana namun penting. Sangat berpengaruh dalam pembentukan karekter anak dan sifat sikap anak kelak agar anak menjadi orang yang berhasil dalam kariernya. Penerapan Di Lapangan “Maaf” adalah kata yang terdiri atas empat huruf, merupakan kata yang manjur apabila seseorang sedang tersandung masalah. Kata inilah yang sebenarnya bisa menghapus semua dendam, permusuhan, kesalahpahaman, kerenggangan hubungan, rasa tidak percaya, dan segala hal yang berhubungan dengan masalah hati jika kata itu diucapkan dengan perasaan tulus ikhlas, tanpa berharap apapun. Sayangnya, masih ada juga orang yang enggan mengungkapkan kata sederhana itu, Mungkin karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah, atau tidak berdaya. Kata maaf dapat memunculkan sifat rendah hati, “Maaf” membuat kita bisa menerima keadaan diri kita.
“Maaf” dapat membantu kita dalam ‘proses mengampuni’ diri sendiri – yang pada akhirnya dapat membawa ke proses ‘mengampuni orang lain’. “Maaf” bukan berarti kalah, sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa ‘kemenangan tak terduga’ pada diri kita – “Maaf” memberi pelajaran bahwa ‘kebenaran adalah hak bagi semua orang’. Jadi, budayakan diri kita mulai saat ini dengan budaya kata “maaf” 2.Tolong
“Tolong” merupakan gambaran dari kesadaran betapa setiap manusia memiliki berbagai keterbatasan, dan karena itu, dia membutuhkan orang lain yang bisa membantunya mengatasi masalah atau mengerjakan suatu pekerjaan. Banyak sekali orang lupa mengucapkan kata “tolong” ketika meminta orang lain mengerjakan sesuatu, baik terhadap atasannya maupun terutama terhadap bawahannya, orang tua terhadap anaknya, sesama teman sejawat, dan lainnya. Hal itu terjadi, karena mungkin mereka beranggapan apa yang mereka minta sudah menjadi kewajiban orang yang bersangkutan untuk mengerjakannya, sehingga tidak perlu diembel-embeli kata “tolong” ini. Mengucapkan kata “tolong” ketika menyuruh atau meminta bantuan orang lain menunjukkan penghargaan kita terhadap orang lain, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sekaligus sebagai bentuk kesadaran kita atas keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki. Terima kasih adalah kata-kata yang mungkin sering dilupakan saat kita menerima bantuan dari orang lain. Memang, bagi sebagian orang – sangat sulit untuk mengucapkan ini. Karena ungkapan terima kasih memang seharusnya disampaikan secara khusus dan tulus. Tatapan mata yang lembut, disertai senyum dan jabat tangan erat sambil menyampaikan terima kasih, akan memiliki kekuatan yang luar biasa bagi orang yang menerimanya. Dan hal ini akan mengalahkan penghargaan kepada seseorang yang berupa materi, namun tanpa disertai ungkapan terima kasih. Menurut sebuah riset, dalam menjalani hubungan dengan orang lain, ucapan “terima kasih” sekecil apapun dapat membuat suatu hubungan menjadi harmonis dan lebih baik. Hal ini bisa terjadi karena memang dasarnya manusia itu suka dihargai. Jangan pernah lupa untuk mengucapkan “terima kasih”, karena itu adalah penghargaan terhadap segala kebaikan yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita. Jadi, budayakan diri kita mulai saat ini dengan budaya kata “terima kasih”  Jadi, budayakan diri kita mulai saat ini dengan budaya kata “tolong” Kesimpulan Bab 1 Bab 3 -
Kesimpulan Beragam konflik sudah mendera negeri ini. Tidak terlepas dari sikap dan perilaku warga negaranya. Semua bisa saling menyalahkan dan merasa dirinya adalah yag paling benar. Melontarkan kritik lebih dominan dibandingkan menerima kritik. Kurangnya kesadaran akan toleransi dan tenggang rasa terhadap sesama, membuat bangsa ini seakan mudah terpecah belah oleh sedikit pemiocu saja. Begitu mudahnya menilai dan menghakimi orang lain sampai kita dibuat lupa untuk mengintrospeksi diri. Minimnya pendidikan karakter, akhlak, dan moral adalah salah satu jawabnya. Sangat jarang kita berpikir untuk berbuat yang terbaik untuk sesama, justru mengutamakan kepentingan pribadi tanpa melihat dampaknya pada orang lain. Maka dari itu, setiap waktu kita perlu mengintrospeksi diri. Hakikatnya kita adalah makhluk sosial, saling memerlukan satu sama lain. Perlu interaksi positif sebagai sesama makhluk Tuhan. Dengan demikian seharusnya kita bisa menjadi pribadi yang positif dalam berpikir, bertindak dan berbicara. Kesimpulan Bab 2 Sebelum menjadi tenaga pendidik sudah seharusnya kita mempunyai karakter yang sesuai nilai- nilai budaya bangsa ini. Harus benar- benar berkarakter, karena bukanlah main- main menjadi seorang guru. Guru itu sebagai orang yang mewarisi nilai- nilai budaya bangsa selain mewarisi ilmu akademik yang dimiliki. Akan mempunyai tanggung jawab yang besar seiring perkembangan pribadi anak. Jadilah orang yang profesional di bidangnya. Sebagaimana seperti pembahasan yang di atas menerapkan perkataan maaf, tolong, dan terima kasih. Budaya attitude sudah seharusnya kita terapkan dari usia dini. Kesimpulan Umum Ketiga hal di atas adalah koreksi untuk bersama. Harus berani mengamalkan maaf, tolong, dan terima kasih. Tanamkan dulu pada diri sendiri barulah kita aplikasikan kepada generasi kita mendatang. Semua satu demi bangsa yang lebih baik. kata “Terima kasih,maaf dan Tolong” memberi makna yang dalam bagi yang mendengarnya. Saat kita berharap orang lain melakukan apa yang kita inginkan atau instruksikan, maka penambahan kata-kata tersebut di depan dapat memberi efek keikhlasan yang tinggi bagi yang melakukannya. Mulailah pendidikan karakter sejak dini. Sudah saatnya kita melestarikan nilai- nilai budaya bangsa dalam kehidupan kita. Bukankah negeri kita sudah merdeka? Jangan terima jika kita harus dijajah lagi dengan budaya- budaya bangsa lain. Lestarikan budaya kita. Jadilah pribadi yang lebih baik kedepannya. Pribadi yang berkarakter. Balajarlah dari hal yang sederhana seperti budaya mengucapkan kata maaf, tolong, dan terimakasih. Saran Menjadi tokoh yang berkarier dalam bidang anak usia dini seperti guru, editor majalah, pengarang lagu anak, pembuat alat permainan edukatif dan lain- lain, memang harus punya beragam keahlian dan karakter yang kuat . Profesionalisme tokoh pembimbing anak usia dini sangat diperlukan. Agar anak usia dini yang terkait mendapat contoh yang benar dan semestinya. Sehingga dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari- hari. "Maaf" jika ada kekurangan,
"Tolong" diberikan kritik juga saran, dan
"Terima kasih" atas perhatiannya :) Dwi Herawati Kurnia Hartati Mibi Azela Sabila Fathiyyah Tim
Penyusun :
See the full transcript