Prezi

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in the manual

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

pengaruh suhu reaksi enzimatik

No description
by meirian purnomo on 17 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of pengaruh suhu reaksi enzimatik

PENGARUH SUHU PADA
REAKSI ENZIMATIK TUJUAN ALAT BAHAN CARA KERJA CARA KERJA CARA KERJA CARA KERJA Mengetahui pengaruh suhu terhadap
suatu reaksi enzimatik 1. Tabung Reaksi
2. Pipet
3. Water Bath
4. Stopwatch
5. Spektrofotometer
6. Erlenmeyer 1. Enzim
2. Substrat
3. KI-KIO3
4. HCl 0,05 N
5. Lar. Penyangga pH 6,5
6. NaCl 0,0% 1. Tiap kelompok mahasiswa melakukan percobaan pada satu suhu tertentu Pipetlah 1 ml larutan dari erlenmeyer, masukkan
kedalam tabung reaksi dengan tanda 0. Lalu
masukkan 1 ml larutan enzim kedalam erlenmeyer. Jalankan pencatat waktu. > Setiap 5 menit setelah ini, masukkan
1 ml larutan dari erlenmeyer berturut-
turut ke dalam tabung 5,10,15 & 20.
> Setelah semua selesai, tambahkan 1 ml
larutan KI-KIO3 ke dalam tiap-tiap
tabung reaksi. Tunggu 10 menit. 1 2 3 4 6 > Suhu 0 derajat
> Suhu 27 derajat
> Suhu 40 derajat
> Suhu 70 derajat CARA KERJA Tentukan intensitas warna yang timbul
dengan :
> Alat Spektrofotometer Bausch and Lomb
> Kalorimeter Klett Siemmerson HASIL KERJA Menggunakan alat spektrofotometer Baush and Lomb dengan panjang gelombang 620 mm.
0° – 1,240 °
5 ° – 0,712 °
10 ° – 0,860 °
15 ° – 0,885 °
20 ° – 0,905 ° % substrat yang dicerna 100% - (absorbance) t ------------ (absorbance) t o x 100% 1. Suhu 70 derajat pada t = 0 2. pada t = 5 3. pada t = 10 4. pada t = 15 5. pada t = 20 Grafik hubungan % substrat yang dicerna dengan waktu Enzim adalah protein yang jika pada
suhu tinggi dapat mengalami denaturasi. Kenaikan suhu akan menyebabkan
kecepatan suatu reaksi kimia akan menjadi bertambah besar, disebabkan karena energi kinetik dari molekul-molekul yang bereaksi semakin besar, disebabkan karena energi
kinetik dari molekul-molekul yang bereaksi semakin besar. PEMBAHASAN PEMBAHASAN Percobaan kali ini dilakukan pada suhu 70 °C. labu erlenmeyer diisi dengan campuran anatar larutan penyangga, larutan substrat dan larutan NaCl dan diletakkan pada waterbath bersuhu 70 °C. NaCl berperan sebagai aktivator. Substrat yang digunakan adalah amilum dan enzimnya adalah α–amilase. Kemudian pada masing-masing tabung yang berisi HCl ditetesi dengan larutan dari erlenmeyer dengan sela setiap tabung sebanyak 5 menit. Setelah semuanya selesai, dimasukkan larutan KI-KIO3 kedalam masing-masing tabung. Pada tabung pertama (0 menit) didapatkan warna yang hitam pekat dan semakin memudar sampai pada tabung ke-5 (20 menit). Hal ini terjadi karena pada menit ke 20, substrat semakin banyak yang dicerna oleh enzim sehingga warnanya menjadi pudar. HCl pada tabung berguna untuk membebaskan I2 dari KI – KIO3 sehingga yodium dapat bereaksi dengan amilum (substrat) PEMBAHASAN 1. Macam struktur pada protein
a. Struktur primer
Urutan asam-asam amino yang tersusun sebagai satu rantai polipeptida yang dipertahankan oleh ikatan peptida. (dari ujung amino bebas sampai dengan ujung karboksil bebas) PERTANYAAN b. Struktur Sekunder
Dibentuk 3 dimensi rantai polipeptida
- Helix (Utama)
- Pleat
- Random Cell
c. Struktur Tersier
Merupakan struktur sekunder yang akan melipat-melipat menjadi fiblrier, globuler, dan lameller.
d. Struktur Kwartener
Mempunyai sub-unit dipertahankan oleh ikatan-ikatan non-kovalen. PERTANYAAN PERTANYAAN 2. Bagaimanakah pengaruh suhu yang semakin meningkat terhadap struktur suatau protein?
Protein yang terkena suhu yang tinggi akan mengalami denaturasi. Denaturasi adalah perubahan terhadap struktut sekunder, tersier dan kwartener tanpa terjadi pemecahan ikatan kovalen. Sehingga bila struktur berubah maka sifat asli akan hilang. 3. Apakah yang dimaksud dengan energi aktivasi dari suatu reaksi kimia ?
Energi aktivasi adalah energi minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia tertentu dapat terjadi. PERTANYAAN KESIMPULAN Suhu mempengaruhi daya kerja enzim. Enzim bekerja optimal pada suhu optimalnya. Suhu yang meningkat juga akan meningkatkan kecepatan reaksi enzimatik tetapi suhu yang tinggi dapat menyebabkan denaturasi pada enzim. Pada suhu 70°C, aktivitas enzim amilase berkurang karena melebihi suhu optimum. Nilai absorbansi (% susbtrat yang dicerna) pada percobaan ini memperlihatkan aktivitas enzim yang dipengaruhi oleh suhu tertentu. -ian- Molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk. Setelah enzim dihasilkan dari reaksi,enzim kemudian dilepaskan.Enzim bebas membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang lain. PEMBAHASAN Enzim sebagai protein akan mengalami denaturasi jika suhunya dinaikkan. Akibatnya daya kerja enzim menurun. Pada suhu 45°C efek predominanya masih memperlihatkan kenaikan aktivitas sebagaimana dugaan dalam teori kinetik. Tetapi lebih dari 45°C menyebabkan denaturasi ternal lebih menonjol dan menjelang suhu 55°C fungsi katalitik enzim menjadi punah (Gaman & Sherrington, 1994). PEMBAHASAN Hal ini juga terjadi karena semakin tinggi suhu semakin naik pula laju reaksi kimia baik yang dikatalisis maupun tidak. Karena itu pada suhu 40oC, larutan tidak ada gumpalan, begitu juga pada suhu ruang, sedngkan pada suhu 100oC masih ada gumpalan – gumpalan yang menunjukkan kalau enzim rusak. Pada suhu ruang, enzim masih dapat bekerja dengan baik walaupun tidak optimum (Gaman & Sherrington, 1994). PEMBAHASAN Aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu. Untuk enzim hewan suhu optimal antara 35°C dan 40°C, yaitu suhu tubuh. Pada suhu di atas dan di bawah optimalnya, aktivitas enzim berkurang. Di atas suhu 50°C enzim secara bertahap menjadi inaktif karena protein terdenaturasi. Pada suhu 100°C semua enzim rusak. Pada suhu yang sangat rendah, enzim tidak benar-benar rusak tetapi aktivitasnya sangat banyak berkurang (Gaman & Sherrington, 1994). Enzim memiliki suhu optimum yaitu sekitar 180-230C atau maksimal 400C karena pada suhu 450C enzim akan terdenaturasi karena merupakan salah satu bentuk protein. (Tranggono & Setiadji, 1989). Pengaruh Suhu PEMBAHASAN Suhu yang tinggi akan menaikkan aktivitas enzim namun sebaliknya juga akan mendenaturasi enzim (Martoharsono, 1994). Peningkatan temperatur dapat meningkatkan kecepatan reaksi karena molekul atom mempunyai energi yang lebih besar dan mempunyai kecenderungan untuk berpindah. Ketika temperatur meningkat, proses denaturasi juga mulai berlangsung dan menghancurkan aktivitas molekul enzim. Hal ini dikarenakan adanya rantai protein yang tidak terlipat setelah pemutusan ikatan yang lemah sehingga secara keseluruhan kecepatan reaksi akan menurun. PEMBAHASAN
See the full transcript