Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Aliran-Aliran Pendidikan

No description
by

Urip Muhayat WW

on 18 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Aliran-Aliran Pendidikan

Perguruan Kebangsaan Taman Siswa
Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta
Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889dengan nama Suwardi Suryaningrat

Aliran-Aliran Pendidikan
Aliran Klasik/Konvensional
Aliran konvensional merupakan pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya

Gerakan-Gerakan Baru dalam Pendidikan
a.Pembelajaran Alam Sekitar
b.Pengajaran Pusat Perhatian
c.Sekolah Kerja
d.Pengajaran Proyek
Dua Aliran Pokok di Indonesia
a.Perguruan Kebangsaan Taman Siswa
b.INS Kayu Tanam
Aliran Pendididikan Dibagi menjadi 2
1.Aliran Klasik/Konvensional

2.Aliran baru / Gerakan baru dalam Pendidikan

1. Aliran Empirisme
Aliran ini berpandangan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan sama sekali dari lahirnya, tetapi perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan yang akan menentukan arah hidupnya. Aliran ini disebut juga dengan “Tabularasa” yang berarti anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai dengan keinginan orang yang akan menulisnya. Aliran ini dipelopori oleh John Locke. Aliran ini bersifat optimis terhadap pendidikan

2.Aliran Nativisme
Menurut pandangan aliran ini manusia dilahirkan telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk). Pembawaan ini tidak dapat diubah ke arah lain oleh lingkungan atau pendidikan. Aliran ini dipelopori oleh Schopenhauer. Pandangan aliran ini bersifat pessimis terhadap pendidikan untuk bisa mengubah anak ke arah lain selain dari pembawaan yang dibawa sejak lahir. Jika pembawaan baik, maka anak akan berkembang ke arah yang baik, tetapi jika pembawaan itu jelek, anak akan berkembang ke arah yang jelek tanpa dapat diubah

3. Aliran Naturalisme

Pandangan ini berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan itu manjadi rusak karena pengaruh lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu. Aliran ini dipelopori oleh John Jacke Rousseau. Aliran ini disebut juga dengan “Negativisme” yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak perlu tetapi anak diserahkan saja kepada alam agar pembawaan yang baik tidak menjadi rusak.

4. Aliran Konvergensi

Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan. Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu. Sebaliknya lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan yang optimal kalau tidak ada bakat yang kuat. Aliran ini dipelopori oleh William Stern yang mempunyai pandangan positif terhadap pendidikan.

Pembelajaran Alam Sekitar
Perintis model pembelajaran alam sekitar adalah Fr. Finger (1808-1888) di Jerman dengan ”Heimarkunde” (pengajaran alam sekitar) dan J. Ligthart (1859-1916) di Belanda dengan ”Het Bolle Leven” (kehidupan senyatanya).

Dlm pendidikan ini dpt ditanamkan pemahaman,apresiasi,pemanfaatan lingkungan dan sumber-sumber pengetahuan di luar sekolah yg semuanya penting untuk perkemb pest didik

Pengajaran Pusat Perhatian
Model pembelajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovide Decroly (1871-1932) dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat minat (centered Intert). Dalam metode ini, peserta didik harus dapat hidup dalam masyarakat dan dipersiapkan untuk masyarakat, anak harus diarahkan kepada pembentukan individu dan sebagai anggota masyarakat. Karenanya, anak harus mempunyai pengetahuan terhadap diri sendiri seperti hasrat dan cita-citanya, kemudian pengetahuan tentang dunianya seperti lingkungannya dan tempat hidup di hari depannya. Menurut Decroly dalam Syaiful Sagala, dunia ini terdiri dari alam dan kebudayaan, dan dunia itu harus hidup dan setiap orang harus dapat mengembangkan kemampuan untuk mencapai cita-citanya.
Pengajaran Proyek
Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh John Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick. Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan memimpin kegiatan proyek. Proyek yang ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka untuk mencari cara pemecahan masalah yang ditemui secara aktif (sesuai keinginannya). Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan pemecahan masalah

Sekolah Kerja
Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingan pendidikan keterampilan. Model pembelajaran sekolah kerja ini dipelopori oleh G.Kerschensteiner (1854-1932) dengan konsep ”Arbeitschule” (sekolah kerja) di Jerman.
Asas Taman Siswa
Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri mengingat tertibnya persatuan dan perdamaian (sistem among)
Pendidikan yang diberikan hendaknya dapat menjadikan manusia yang merdeka
Pendidikan didasarkan atas keadaan dan budaya bangsa Indonesia
Pendidikan harus diberikan kepada seluruh rakyat, tanpa kecuali
Bekerja sesuai dengan kemampuan dan kekuatan sendiri
Memikul beban belanja sendiri (hemat)
Pendidik harus mendidik dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas


Dasar Taman Siswa (1947)(Panca Darma)
Kebudayaan
Kemerdekaan
Kodrat alam
Kemanusiaan
Kebangsaan

Ki Hajar Dewantara menentukan semboyan bagi pendidik

Semboyan "Tut wuri handayani", atau aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari semboyan ini adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa ,Semangat dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).


2. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
INS (Indonesicche Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Syafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam

Moh. Syafei lahir di Natan Kalimantan Barat 1895 dan dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa dari IKIP Padang tahun 1968

Asas INS Kayu Tanam
Berfikir logis dan rasional
Keaktifan dan kegiatan
Pendidikan masyarakat
Memperhatikan pembawaan anak
Menentang intelektualisme

Tujuan INS
Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
Manusia yang harmonis dalam perkembangannya (jasmani dan rohani)
Memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Menanamkan kepercayaan pada diri sendiri
Harus dapat membiayai diri sendiri
Full transcript