Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

BAB I

No description
by

Nuraini Noviati

on 24 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of BAB I

Konferensi Kasus FT C (Neuromuskuler)
Penatalaksanaan Fisioterapi pada
Brachial Plexus Injury


BAB II
Kajian Teori

Definisi
Brachial Plexus Injury

Anatomi & fisiologi sistem saraf
Brachial Plexus
dan otot yang dipersarafinya
Etiologi
Brachial Plexus Injury

Patofisiologi
Brachial Plexus Injury
Manifestasi Klinis
Brachial Plexus Injury
Prognosis
Brachial Plexus Injury

Diferensial diagnosis
Brachial Plexus Injury
Penatalaksanaan fisioterapi pada
Brachial Plexus Injury


Definisi
Brachial Plexus Injury (BPI)
atau yang lebih dikenal dengan lesi brachial plexus merupakan istilah umum yang menjelaskan tentang berbagai kondisi yang dapat mengganggu fungsi dari jaringan syaraf tepi pada brachial plexus yang disebabkan oleh trauma atau cedera pada bahu, adanya tumor, atau peradangan. (Saunders, 2005)
Lesi brachial plexus adalah cedera dari setiap bagian pleksus saraf brakhialis mulai akar saraf sampai dengan cabang dari spinal cord yang menghubungkan bahu sampai dengan jari-jari sehingga dapat menyebabkan kelemahan ataupun kelumpuhan dari anggota gerak atas baik bahu, pergelangan tangan, dan jari-jari. Akar syaraf yang dimaksud adalah servical lima (C5) sampai dengan thorakal satu (Th1). (Almira,2010)
BAB 1
Pendahuluan


Latar belakang
Identifikasi masalah
Tujuan penulisan
Manfaat penulisan
Metode penulisan
Sistematika penulisan
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Plexus Brachialis Injury
Identifikasi Masalah
a. Nyeri
b. Keterbatasan ROM
c. Penurunan kekuatan otot
d. Gangguan aktivitas sehari-hari

Latar Belakang
Penyakit brachial plexus injury merupakan penyakit yang jarang terjadi. Kejadiannya kurang dari 200.000 jiwa per tahun dihitung pada populasi di Amerika Serikat. Sebagian besar terjadi pada pria muda yang berusia 15 – 25 tahun. Terdapat 3 macam brachial plexus injury: Erb’s palsy adalah yang paling sering terjadi, insidennya sekitar 9% kasus, dan Klumpke’s Palsy sebesar 1% kasus. Insidennya ini semakin menurun setiap tahunnya (Narakas, 1980).
Tujuan Penulisan
Tujuan Khusus
a. Mengetahui definisi Brachial Plexus Injury.
b. Mengetahui anatomi dan fisiologi otot yang berkaitan dengan Brachial Plexus Injury.
c. Mengetahui etiologi Brachial Plexus Injury.
d. Mengetahui patofisiologi Brachial Plexus Injury.
e. Mengetahui manifestasi klinis Brachial Plexus Injury.
f. Mengetahui manfaat dari penatalaksanaann Fisioterapi pada Brachial Plexus Injury.


Otot-otot lengan bawah
Otot - otot Lengan Atas
Otot-otot tangan & jari-jari
Etiologi
Cidera tertutup
Traction lesion
Compression lesion
Complex lesion
Cidera terbuka : luka tusuk, luka tembak,radiasi

Lesi pada plexus brachialis berdasarkan area kelumpuhan di bagi atas dua yaitu:
Lesi total.
Lesi parsial.
Lesi parsial terdiri dari:
Lesi di bagian atas plexus brakhialis (syndrome kelumpuhan Erb Duchenne).
Lesi di bagian bawah plexus brachialis (syndrome kelumpuhan Klumpke).

Patofisiologi
Trauma brachial plexus umumnya disebabkan oleh close trauma. Bagian cord akar saraf dapat terjadi avulsi atau pleksus mengalami traksi atau kompresi. Setiap trauma yang meningkatkan jarak antara titik yang relatif fixed pada prevertebral fascia dan mid forearm akan melukai pleksus. Traksi dan kompresi dapat juga menyebabkan iskemi, yang akan merusak pembuluh darah. Kompresi yang berat dapat menyebabkan hematome intraneural, dimana akan menjepit jaringan saraf sekitarnya.

Berdasarkan jenis trauma yang terkena pada saraf, antara lain:
1. Avulsi
2. Rupture
3. Neuropraxia
4 Axonometsis
5. Neurotemesis
6. Neuroma
Manifestasi Klinis
Nyeri
Kelemahan otot
Gangguan sensibiltas

Prognosis
Prognosis trauma pleksus brakialis tergantung pada berat ringannya trauma tersebut. Pada trauma ringan berupa edema atau perdarahan kecil dan tidak terdapat kerusakan serabut saraf, maka gangguan fungsi lengan hanya bersifat sementara. Fungsi otot akan kembali normal dalam beberapa hari setelah edema atau perdarahan lokal hilang.

Pada trauma yang lebih berat, yang menyebabkan rusaknya atau tercabutnya serabut saraf dan rusaknya selaput saraf, secara klinis akan dapat menimbulkan paralisis yang menetap. Pada kasus demikian perlu dilakukan pemeriksaan neurologik. Usaha pengobatan fisioterapi atau tindakan operatif terhadap kerusakan berat serabut saraf ini, agaknya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Paralisis ini bersifat sementara.

Penatalaksanaan
Anamnesa
Assesmen
Tanda Vital
Inspeksi
Palpasi
Gerak
Tes Sensibilitas
Identitas, RPS, RPD, RPK,
R. Psikososial
Nyeri
MMT
ROM
Nyeri
Spasme
Postur
Defisit Sensori
Diagnosa Fisioterapi
Impairment
1) Kelemahan anggota gerak atas sisi kanan
2) Nyeri gerak saat fleksi dan abduksi shoulder secara pasif
3) Athropi otot pada lengan atas sisi kanan

Functional Limitation
Adanya gangguan kegiatan sehari-hari seperti kesulitan saat mengancingi pakaian dan mengetik pada lengan kanan.

Participated Restriction
Pasien tidak dapat melakukan hobinya bermain futsal dengan temannya.

Edukasi
Tujuan
Tujuan Jangka Pendek
Menghilangkan nyeri pada lengan kanan.
Meningkatkan lingkup gerak sendi pada lengan kanan.
Meningkatkan kekuatan otot pada lengan kanan

Tujuan Jangka Panjang
Dapat menggerakkan lengan kanan secara optimal dan fungsional serta melakukan kegiatan sehari-hari tanpa ada keluhan dan mandiri.
Evaluasi
S
O
A
P
Pembatasan Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah kasus ini dibatasi pada program penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus brachial plexus injury dengan menggunakan modalitas Electrical Stimulation, Range of Motion Exercise dan koreksi postur.
Rumusan Masalah
a. Apakah definisi dari brachial plexus injury?
b. Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem saraf dan otot yang berkaitan dengan brachial plexus injury?
c. Apakah etiologi dari brachial plexus injury?
d. Bagaimana patofisiologi dari brachial plexus injury?
e. Bagaimana manifestasi klinis dari brachial plexus injury?
f. Bagaimana prognosis brachial plexus injury?
g. Apakah diagnosis banding pada kasuss brachial plexus injury?
h. Bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada brachial plexus injury?

BAB III
Formulir Fisioterapi
Manfaat
Bagi penulis
Bagi masyarakat
Bagi fisioterapis
Metode Penulisan
Data Primer
Data Sekunder
Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
BAB II Kajian Teori
BAB III Formulir Fisioterapi
BAB IV Kesimpulan & Saran
Daftar Pustaka
BAB IV
Kesimpulan
pasien dengan lesi brachial plexus mengalami nyeri avulsi (terbakar, dan rasa nyeri lainnya yang bersifat menekan) dalam distribusi syaraf yang terluka. Penjelasan yang sederhana untuk nyeri pada cedera syaraf yaitu cedera menyebabkan diferensiasi (penghalangan serabut syaraf sensori) pada transmisi nyeri di syaraf spinalis dan penghalangan ini menyebabkan peningkatan aktivitas syaraf tersebut. Meskipun berlawanan, konsep ini bukan tanpa dasar ilmiah. Faktanya aktivitas yang berlebihan dari SSP dari penghilangan syaraf telah diuji cobakan. Hal ini terlihat pada pasien plexus brachialis, nyeri berat yang menetap sering ditemukan terutama pada lesi total brachial plexus (brachial plexus avultion). Nyeri berat yang dirasakan ini dapat digambarkan seperti terbakar, sensasi tertusuk-tusuk peniti atau jarum ataupun seperti rasa “sengatan listrik”. Selain nyeri, penderita brachial plexus injury juga mengalami defisit sensoris serta kelemahan dan kelumpuhan otot.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diberikan exercise dengan metode terapi latihan yaitu Pasive, Active-Assistive, dan Aktive Range Of Motion Exercise, Aproksimasi dan koreksi postur. Sehingga hasilnya Range of Motion pada regio shoulder sisi kanan meningkat dan postur pasien menjadi terkoreksi.

Saran
1. Bagi Peneliti
Dapat mengaplikasikan wawasan & pemahaman mengenai brachial plexus injury untuk mengetahui penanganan yang tepat kepada lingkungan peneliti.

2. Bagi klien
Dapat menghimbau, jika ada orang sekitar memiliki kondisi serupa sebaiknya dilakukan pemeriksaan dan intervensi sedini mungkin.

Clinical Reasoning
Home Program
Ulangi latihan di rumah
Metode Fisioterapi
Electrical Stimulation
Massage
ROM Exercise

BAB III
FORMULIR FISIOTERAPI
Kesimpulan
Pasien dengan lesi brachial plexus mengalami nyeri avulsi (terbakar, dan rasa nyeri lainnya yang bersifat menekan) dalam distribusi syaraf yang terluka. Penjelasan yang sederhana untuk nyeri pada cedera syaraf yaitu cedera menyebabkan diferensiasi (penghalangan serabut syaraf sensori) pada transmisi nyeri di syaraf spinalis dan penghalangan ini menyebabkan peningkatan aktivitas syaraf tersebut. Meskipun berlawanan, konsep ini bukan tanpa dasar ilmiah. Faktanya aktivitas yang berlebihan dari SSP dari penghilangan syaraf telah diuji cobakan. Hal ini terlihat pada pasien plexus brachialis, nyeri berat yang menetap sering ditemukan terutama pada lesi total brachial plexus (brachial plexus avultion). Nyeri berat yang dirasakan ini dapat digambarkan seperti terbakar, sensasi tertusuk-tusuk peniti atau jarum ataupun seperti rasa “sengatan listrik”. Selain nyeri, penderita brachial plexus injury juga mengalami defisit sensoris serta kelemahan dan kelumpuhan otot.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diberikan exercise dengan metode terapi latihan yaitu Pasive, Active-Assistive, dan Aktive Range Of Motion Exercise, Aproksimasi dan koreksi postur. Sehingga hasilnya Range of Motion pada regio shoulder sisi kanan meningkat dan postur pasien menjadi terkoreksi.

Oleh
Tri Hadi Wicaksono
Galuh Kartika Kanastari W
Mega Rosiana
Nining Wijayanti
Nuraini Diah Noviati
Asya Zahratur Rahma

Edukasi
Diferernsial Diagnosis
Brachial plexus injury mengenai saraf perifer n.medianus, ulnar, radial pada axillary level. Selain itu pada brachial plexus injury dapat terjadi pada trunk dan spinal root serta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe Erb-Duchenne, Middle Type, Total Plexus Palsy. Lesi turunan yang berasal dari plexus brachialis injury adalah kerusakan pada long thoracic nerve, anterior thoracic nerve, dorsal scapular nerve, suprascapural nerve, thoracodorsal nerve, subscapular nerve, the axillary nerve, the musculateneous, median nerve, ulnar nerve, dan radial nerve.
1) Radiks
a. Nervus dorsalis scapulae (C5)
b. Nervus thoracalis longus (C5, C6, dan C7)

2) Truncus superior
a. Nervus subclavius (C5 dan C6)
b. Nervus suprascapularis
(mensarafi m. supraspinatus dan m. infraspinatus)

3) Fasciculus lateralis
a. Nervus perctoralis lateralis
b. Nervus musculocutaneus
c. Radiks lateralis nervi mediani

4) Fasciculus medialis
a. Nervus pectoralis medialis
b. Nervus cutaneus brachii medialis dan nervus cutaneus antebrachii medialis
c. Nervus ulnaris
d. Radix medialis nervi mediani

5) Fasciculus posterior
a. Nervus subscapularis superior dan inferior
b. Nervus thoracodorsalis
c. Nervus axillaris
d. Nervus radialis
Full transcript