Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Masalah kebidanan komunitas

No description
by

utin masniarti

on 2 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Masalah kebidanan komunitas

Masalah kebidanan komunitas
3. Unsafe abortion atau aborsi
4. B B L R
2. Kehamilan remaja
1. kematian ibu dan bayi
Sebagai seorang bidan yang bekerja di komunitas, harus mengetahui dan memahami beberapa pokok permasalahan yang terjadi di komunitas, diantaranya :

1. Kematian ibu dan bayi
2. Kehamilan remaja
3. Unsafe abortion
4. Angka kejadian BBLR
5. Tingkat kesuburan PUS
6. Pertolongan persalinan oleh tenaga non kesehatan
7. Infeksi Menular Seksual (IMS) pada masyarakat
8. Perilaku dan social budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas.
Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu selama masa kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau incidental (faktor kebetulan).
Jumlah kematian ibu yang meninggal mulai saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per 100.000 persalinan tinggi

Angka kematian ibu tinggi adalah angka kematian yang melebihi dari angka target nasional

Tingginya angka kematian, berarti rendahnya standar kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, dan mencerminkan besarnya masalah kesehatan.
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat 1 tahun (Depkes RI, 2009)

Untuk mencegah terjadinya kematian bayi, maka beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu :
1. Peningkatan kegiatan imunisasi pada bayi
2. Peningkatan ASI eksklusif, status gizi, deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang
3. Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi
4. Program manajemen tumbuh kembang balita sakit dan manajemen tumbuh kembang balita muda
5. Pertolongan persalinan dan penatalaksanaan BBL dengan tepat
6. Program asuh
7. Keberadaan bidan desa
8. Perawatan neonatal dasar, meliputi perawatan tali pusat, pencegahan hipotermi dengan metode kanguru, menyusui dini, usaha bernafas spontan, pencegahan infeksi, penanganan neonatal sakit, audit kematian neonatal.
Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada remaja yang merupakan akibat perilaku seksual baik disengaja (sudah menikah) atau tidak disengaja (belum menikah). Kehamilan remaja disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Factor agama dan iman
2. Factor lingkungan
Orang tua
Pendidikan seks yang kurang dari orang tua dan keluarga
Teman, tetangga dan media
3. Perkembangan IPTEK yang tidak didasari dengan perkembangan mental yang kuat
4. Minimnya pengetahuan dan rasa ingin tahu yang berlebihan
5. Perubahan zaman
6. Usia pubertas yang semakin cepat

Untuk mencegah terjadinya kehamilan remaja, maka upaya yang dilakukan adalah :
1. Tidak melakukan aktifitas seksual sebelum menikah
2. Melakukan kegiatan positif
3. Menghindari perilaku seks bebas
4 .Meningkatkan iman dan taqwa
5. Bagi remaja yang sudah menikah, menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.
Beberapa alasan wanita melakukan unsafe abortion, diantaranya :
Sebagai seorang bidan, peran dalam upaya mencegah unsafe abortion, yaitu:
Unsafe abortion atau aborsi yang tidak aman adalah upaya terminasi kehamilan muda, dimana pelaksana tindakan tersebut tidak mempunyai cukup keahlian dan prosedur standar yang aman, sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa pasien.

Sedangkan menurut WHO, unsafe abortion adalah prosedur penghentian kehamilan oleh tenaga kurang terampil (tenaga medis/non medis), alat tidak memadai, dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan.
Alasan kesehatan –> ibu tidak cukup sehat untuk hamil
Alasan psikososial –> ibu tidak ingin punya anak lagi
Kehamilan di luar nikah
Masalah ekonomi –> menambah anak akan menambah beban keluarga
Kahamilan yang terjadi akibat perkosaan
Kegagalan pemakaian alat kontrasepsi

Atas alasan apapun, tindakan aborsi tidak dibenarkan dalam agama apapun (kecuali apabila kehamilan membahayakan nyawa ibu), apalagi aborsi yang tidak aman.
Berikut adalah dampak tindakan unsafe abortion

Dampak social –> biaya lebih banyak, dilakukan secara sembunyi-sembunyi
Dampak kesehatan –> bahaya bagi ibu bisa terjadi perdarahan dan infeksi
Dampak psikologis –> trauma
Sex education
Bekerjasama dengan tokoh agama, untuk pendidikan keagamaan
Peningkatan sumber daya manusia
Penyuluhan tentang aborsi dan bahayanya.
BBLR adalah neonatus dengan berat badan lahir pada saat lahir (yang diukur dalam 1 jam setelah lahir) kurang dari 2500 gram, tanpa memandang usia kehamilan.

BBLR diklasifikasikan menjadi :
Bayi berat lahir rendah (BBLR) à berat lahir 1500 – 2500 gram
Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) à berat lahir < 1500 gram
Bayi baru lahir ekstrem rendah (BBLER) à berat lahir < 1000 gram

Bayi dengan berat badan lahir rendah, akan mengalami beberapa masalah diantaranya: Asfiksia, Gangguan nafas, Hipotermi, Hipoglikemi,
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya BBLR adalah :
Upayakan ANC yang berkualitas, segera lakukan rujukan apabila ditemukan kelainan
Meningkatkan gizi masyarakat
Tingkatkan penerimaan gerakan KB
Tingkatkan kerjasama dengan dukun paraji
5. TINGKAT KESUBURAN
Tingkat kesuburan seseorang memegang peranan yang sangat penting bagi pasangan suami istri.

Tingkat kesuburan dibedakan menjadi fertilitas/kesuburan dan infertilitas / ketidak suburan.

Tingkat kesuburan dapat menjadi masalah yang serius dalam tatanan komunitas. Untuk itu bidan di komunitas harus mampu mengenal masalah kesuburan dan ketidaksuburan pada pasangan suami istri.
6. PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA NON KESEHATAN
Dalam tatanan masyarakat yang masih memegang tradisi adat, dukun masih memegang peranan yang sangat penting. Pertolongan persalinan oleh tenaga non kesehatan yaitu proses persalinan yang dibantu oleh tenaga non kesehatan yang biasa disebut dukun paraji.

Adanya asumsi pada masyarakat kita bahwa melahirkan di dukun mudah dan murah, merupakan salah satu penyebab terjadinya pertolongan persalinan oleh tenaga non kesehatan.
7. INFEKSI MENULAR SEKSUAL
Infeksi menular seksual merupakan salah satu dari tiga tipe infeksi saluran reproduksi (ISR), yaitu infeksi dan penyakit menular seksual, infeksi-infeksi endogen vagina dan infeksi-infeksi yang berhubungan dengan saluran reproduksi.

Infeksi menular seksual berhubungan dengan keadaan akut, kronik dan kondisi-kondisi lain yang berhubungan dengan kehamilan, seperti Gonore, Chlamidya, Sifilis, Herpes kelamin, Hepatitis, Kutil HPV kelamin, Trichomoniasis, HIV/AIDS.
Bidan harus dapat memberikan asuhan kepada masyarakat terkait dengan infeksi menular seksual, dan perlu memperhatikan semua jenis infeksi saluran reproduksi, sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
8.PERILAKU SOSIAL-BUDAYA
Perilaku kesehatan merupakan salah satu factor perantara pada derajat kesehatan. Perilaku yang dimaksud adalah meliputi semua perilaku seseorang atau masyarakat yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, angka kesakitan dan angka kematian. Beberapa perilaku dan aspek social budaya yang mempengaruhi pelayanan kebidanan di komunitas diantaranya :
Peran bidan di komunitas terhadap perilaku selama kehamilan
Peran bidan di komunitas terhadap perilaku selama persalinan
Peran bidan di komunitas terhadap perilaku masa nifas dan bayi baru lahir
Full transcript