Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Analisis Aktivitas Investasi Antar Perusahaan

No description
by

Siendy Rahayu

on 19 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Analisis Aktivitas Investasi Antar Perusahaan

Mekanisme Akuntansi
Terdapat beberapa hal pnting terkait dengan metode akuntansi
akun investasi mencerminkan proporsi kepemilikan ekuitas pemegang saham atas perusahaan investasi.
laba investasi (proporsi kepemilikan atas laba perusahaan investasi harus dipisahkan dari laba operasi utama dalam analisa laba perusahaan dan investor.
berbeda dengan pelaporan available for sale sucurities dan trading securities yang lebih dulu dibahas pada bab ini, investasi dicatat dengan metode ekuitas dilaporkan pada harga perolehan yang disesuaikan, bukan pada nilai pasar.
Investor harus menghentikan penggunaan metode akuntansi ekuitas bila investasi menurun sampai nol dan tidak mencatat tambahan kerugian kecuali investor menjamin kewajiban perusahaan investasi, atau sebaliknya berkomitmen untuk menyediakan dukungan keungan lebih lanjut bag perusahaan investasi.
jika jumlah investasi awal melebihi proporsi kepemilika atas nilai buku perusahaa investasi, kelebiha tersebut dialokasikan pada aset berwujud dan aset tidak berwujud yang disusutkan/diamortisasi selama masa manfaatnya.
Analisis Aktivitas Investasi Antar Perusahaan

Siendy Rahayu
Anggita Veronica
Nur Anggraini
Hinny Merlyn

Sekuritas Investasi
perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi. beberapa investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan. tujuan investasi ini adalah untuk menggunakan kas yang menganggur secara produktif. sekuritas investasi dapat berupa sekuritas hutang atau sekuritas ekuitas
pengungkapan SFAS 115 par 19-22
19. untuk sekuritas yang diklasifikasikan sebagai available for sale dan sekuritas yang diklasifikasikan sebagai held to maturnity, semua pelaporan perusahaan mengungkapan nilai wajar agregat, keuntungan kotor yang belum direalisasi, kerugian kotor yang belum direalisasi dan konsep biaya amortisasi berdasarkan jenis securitas utama sebagai masing masing tanggal dimana laporan posisi keuangan disajikan
Analisis Sekuritas Investasi
1. memisahkan kinerja dan aset operasi dari kinerja dan Aset investasi (Mengapa??)
kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja operasi yang sesungguhnya. maka seorang analis akan mengelurkan semua keuntungan (kerugian) yang terkait dengan aktivitas investasi termasuk dividen, pendapatan bunga, dan keuntungan dan kerugian yang telah dan belum direalisasi saat mengevaluasi kinerja operasi. seorang analis juga perlu memisahkan aset operasi dan non operasi saat menentukan tingkat pengembalianaset operasi.
Akuntansi Ekuitas
akuntansi ekuitas (equity method accounting) diperlukan untuk investasi antarperusahaan dimana perusahaan investor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan yang diinvestasi, tetapi tidak mengendalikannya. Akuntansi metode ekuitas pada umumnya digunakan untuk investasi "saham dengan hak suara" (voting stock) sebesar 20% sampai 50% dari sekuritas ekuitas perusahaan.
Analisis aktivitas investasi antar perusahaan

1. Sekuritas Investasi
2. Akuntansi Ekuitas
3. Penggabungan Usaha
4. Sekuritas Derivatif
5. Pilihan Nilai Wajar
20. untuk investasi pada sekuritas hutang yang diklasifikasikan sebgai held-to-maturnity, semua pelaporan perusahaan harus mengungkapan informasi mengenai jatuh tempo kontrak sekuritas tersebut sejak tanggal laporan terbaru dari posisi keunagn yang disajikan.
21. untuk periode dimana hasil usaha disajikan, perusahaan harus mengungkapkan :
a. penerimaan dari penjualan sekuritas available for sale dan realisasi keuntungan kotor dan realisasi kerugian kotor penjualan tersebut.
b. dasar dimana biaya ditentukan dalam perhitungan realisasi laba atau rugi (yaitu, identifikasi khusus, biaya rata-rata, metode lain yang digunakan )
c. keuntungan kotor dan kerugian kotor dimasukan dalam pendapatan dari transfer sekuritas dari kelompok available for sale ke kelompok trading.
d. perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau rugi yang tersedia untuk dijual yang telah dimasukan dalam komponen terpisah dari ekuitas selama periode
e. perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau kerugian perdagangan sekuritas yang telah dimasukan ke dalam penghasilan selama periode tersebut.
22. untuk setiap penjualan atau transfer dari sekuritas yang diklasifikasikan dalam kelompok held to maturity , jumlah biaya perolehan diamortisasi dari penjualan atau peralihan sekuritas, maupun yang belum direalisasi keuntungan atau kergian, dan keadaan yang menyebabkan keputusan untuk menjual atau peralihan sekuritas harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keunangan untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan
2. menganalisis distorsi akuntansi dari sekuritas berikut adalah daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas investasi yang harus diwaspadai seorang analis
Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan (gains trading): standar memberikan kesempatan mengakui penjualan keuntungan bagi sekuritas terseia untuk dijual dan sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo.
kewajiban yang diakui sebesar biaya.
definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten
klasifikasi berdasarkan niat: kllasifikasi (dan akuntansi ) atas sekuritas investasi bergantung pada niat manajemen, yang mengacu pada tujuan manajemen dalam kaitannya dengan disposisi sekuritas.
Implikasi Analisis
1. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi
Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dollar yang dihasilkan oleh anak perusahaan setara dengan setiap dollar yang dihasilkan untuk investor, meskipun tidak diterima tunai.

2. Investasi Modal yang Tidak Diakui
Akun investasi sering disebut konsolidasi satu baris, karena akun investasi tersebut mencerminkan persentase kepemilikan investor atas ekuitas pemegang saham perusahaan investasi.

3. Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaa yang tidak DIbagikan
Jika laba anak perusahaan yang tidak dibagikan termasuk dalam laba akuntansi sebelum pajak induk perusahaan (melalui konsolidsi atau metode akuntansi ekuitas), diperlukan cadangan pajak (tax provison)
Penggabungan Usaha
Keputusan penggabungan usaha meliputi revaluasi seluruh aset dan kewajiban yang diakuisisi menjadi nilai pasar. Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan alasan beragam diantaranya alasan ekonomis dan tidak nyata. alasan ekonomis penggabungan usaha adalah (21) memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, teknologi, jaringan pemasaran, atau pangsa pasar yang tidak ternilai; (2) menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber keuangan; (3) memperkuat manajemen; (4) meningkatkan efesiensi operasi; (5) mendorong diversifikasi; (6) mempercepat masuk ke pasar; (7) mencapai skala ekonomi, (8) memperoleh manfaat pajak.
Akuntansi Penggabungan Usaha
FASB mengeluarkan dua standar penting (SFAS 141 "Business Combination" dan SFAS 142 "Goodwill and Other Intangible Assets" terkait dengan akuntansi dan pelaporan penggabungan usaha. standar ini mengharuskan penggunaan metode pembelian dalam akuntansi akuisisi dan tidak diamortisasi goodwill. dalam akuntansi metode pembelian, perusahaan harus mengakui nilai pasar wajar aset berwujud dan aset tidak berwujud yang diperoleh dalam neracanya yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar dan kewajiban yang diasumsikan. Selanjutnya aset berwujud disusutkan dan aset tidak berwujud yang dapat diidentifikasikan diamortisasi selama estimasi masa manfaatnnya. SFAS 142 menyatakan bahwa godwill tidak lagi diamortisasi. pendekatan nonamortisasi ini akan diaplikasikan pada goodwill yang telah diakui sebelumnya maupun goodwill yang baru diperoleh. Goodwill akan diuji setiap tahun untuk pernurunan nilai jika nilai buku goodwill melebihi nilai wajarnya, rugi penurunan nilai akan diakui sebesar selisih tersebut.

Laporan keuangan konslidasi melaporkan hasil operasi dan kondisi keungan perusahaan induk dan anak perusahaannya dalam satu perangkat laporan.

Mekanisme Konsolidasi
konsolidasi meliputi dua langkah agregasi dan eleminasi. Pertama, laporan keuangan yang telah dikonsolidasi menggabungkan aset, kewajiban, pendapatan, dan beban anak perusahaan dengan pos yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan induk. Langkah kedua adalah mengeliminasi transaksi antar perusahaan (atau pos resiprokal) untuk menghindari penghitungan ganda (double counting) atau laba yang diakui prematur.

Penurunan Nilai Goodwill
Goodwill yang dicatat dalam proses konsolidasi memiliki umur yang tak terbatas dan karenanya tidak diamortisasi. Namun, godwill ditelaah setiap tahun untuk penurunan nilai (impairment).
Akuntansi Penyatuan untuk Pegabungan Usaha
Perbedaan antara metode penyatuan dan akuntansi pembelian terletak pada jumlah yang dicatat sebagai investasi awal dalam perusahaan yang diakuisisi.
untuk analisis berikut adalah ringkasan akibat yang mungkin timbul dari akuntansi penyatuan yang membedakannya dari akuntansi pembelian:
Aset diperoleh dan dibawa pada nilai buku, bukan pada nilai pasar yang tersedia.
Penyajian aset yang lebih rendah (understatment) menghasilkan ekuitas gabungan yang lebih rendah.
Penyajian aset yang lebih rendah kemungkinan menghasilkan keuntungan penghentian aset yang lebih tinggi
Penyajian ekuitas yang lebih rendah atau penyajian laba yang lebih tinggi menghasilkan rasio return on investment ROI yang lebih tinggi.
Laporan laba rugi dan neraca gabungan disajikan kembali untuk seluruh periode yang dilaporkan.
sekuritas Derivatif
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memiliki berbagai macam resiko. salah satunya adalah resiko pasar. Untuk mengurangi resiko tsb, perusahaan melakukan lindung nilai. Istrumen keuangan yg merupakan lindung nilai diantaranya futures, opsi dan swap contract. Instrumen-instrumen tersebut disebut derivatif.
Mendefenisikan Derivatif
(Futures Contract) merupakan perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk membeli atau menjual komoditas tertentu atau aset keuangan pada tanggal tertentu di masa depan (yang disebut tanggal penyerahan) pada harga tertentu.
Swap contract merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menukar arus kas masa depan.
Option contract memberikan hak pada suatu pihak bukan kewajiban untuk melakukan transaksi
Pengungkapan Instrumen Derivatif
1. Pengungkapan Kualitatif
Biasanya menjelaskan jenis aktivitas lindung nilai yang dilakukan perusahaan dan metode akuntansi yang digunakan.
2. Pengungkapan Kuantitatif
Menyajikan informasi kuantitatif terkait dengan aktivitas lindung.
3. Risiko Tingkat Bunga yang Dihadapi.
Aktivitas lindung nilai terkait dengan tingkat bunga adalah perjanjian swap. Biasanya, utang dengan tingkat bunga variabel memberikan tingkat bunga tetap. Jadi, perusahaan dapat menurunkan biaya bunganya melalui swap.
4. Risiko Nilai Tukar Valuta Asing
Risiko nilai tukar valuta asing terkait dengan investasi pada anak perusahaan, dan utang anak perusahaan yang dinyatakan dalam valuta asing.
Analisis Derivatif
1. Tujuan penggunaan derivatif
mengidentifikasikan tujuan perusahaan menggunakan derivatif dinilai sangat penting. Hal ini disebabkan oleh resiko terkait dengan derivatif spekulasi lebih tinggi dibandingkan derivatif untuk lindung nilai.
2. Resiko yg dihadapi dan efektifitas strategi lindung nilai
saat seorang analis menyimpulkan bahwa suatu perusahaan menggunakan dervivatif sebagai lindung nilai, ia harus menganalisis risiko dasar suatu perusahaan, strategi manajemen risiko perusahaan, aktivitas lindung nilainya, dan efektifitas operasi lindung nilai.
3. Risiko khusus transaksi versus risiko perusahaan secara keseluruhan
perusahaan melakukan lindung nilai atas risiko khusus terkait dengan transaksi, omitmen, aset dan atau utang tertentu. Meskipun melindungi risiko tertentu biasanya mengurangi keseluruhan risiko yang dihadapi perusahaan terhadap variabel ekonomi mendaar, perusahaan jarang menggunakan derivatif dengan tujuan untuk melakukan lindung nilai atas keseluruhan risiko perusahan.
4. Cakupan dalam Laba Operasi / Non Operasi
Masalah analisis lainnya adalah apakah euntungan dan kerugian instrumen derivatif yang sudah (belum) direalisasi akan dimasukan sebagai bagian dari laba operasi atau non operasi. Jika derivatif merupakan instrumen lindung nilai, keuntungan dan kerugia belum (sudah) direalisasi seharusnya tidak termasuk dalam laba operasi.
Pilihan Nilai Wajar
SFAS 157 memberikan kerangka yang terintegrasi bagi akuntansi nilai wajar.

SFAS 159 memberikan beberapa pilihan pada perusahaan untuk secara selektif melaporkan aset dan kewajiban pada nilai wajar. Kedua standar mengharsukan secara mendetail.
Ketentuan Nilai Wajar
1. ASet dan Kewajiban yang sesuai untuk Pilihan Nilai Wajar
SFAS 159 mempebolehkan perusahaan untuk melaporkan rangkaian luas aset (kewajiban) keuangan pada niilai wajarnya, sebagai berikut: (1) investasi pada anak perusahaan yang perlu dikonsolidasi, (2) aset (kewajiban) imbalan pascapensiun, (3) aset (kewajiban) sewa guna usaha (4) kontrak asuransi jenis tertentu, (5) komitmen, dan (6) investasi metode ekuitas dengan kondisi tertentu.
2. Ketentuan Pelaporan jika perusahaan memilih pilihan nilai wajar untuk aset (kewajiban), ketentuan berikut ini akan mengikutinya.
Nilai yang tercatat dari aset (kewajiban) dalam neraca akan selalu pada nilai wajarnya pada saat tanggal neraca.
Semua perubahan nilai wajar aset (kewajiban), termasuk keuntungan dan kerugian yang belum direalisasikan secara berbeda dengan komponen arus kas (seperti bunga, dividen, atau keuntungan dan kerugian yang belum diakui) atau bersama-sama.

Implikasi Analisis
1. Keadalan Pengukuran Nilai Wajar
Analisis memiliki tugas untuk mengevaluasi keandalan pengukuran nilai wajar dan akibatnya terhadap laporn keuangan.
2. Adopsi Oportunitis dari SFAS 159
SFAS 159 memperbolehkan suatu perusahaan melakukann pembatasan signifikan mengenai aset atau kewjiban khusus apa yang dapat diberlakukann pilihan nilai wajar. Seorang analis perlu melakukan verifikasi apakah pemilihan nilai wajar merupakan tindakan oportunitis dengan tujuan mempercantik laporan keuangaan
SELESAI
Full transcript