Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Accounting Performance Measurement

No description
by

on 22 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Accounting Performance Measurement

Accounting Performance Measurement
Kelompok 10
Laras Oetari Meidy 1110532089
Sofia Budiwati 1110532090
Elsie Fahera 1110533041

Kebanyakan perusahaan yang berbasis pada manajemen tingkat atas, result control nya berbasis pengukuran kinerja akuntansi, yaitunya laba akuntansi dan pengembaliannya dan komponennya (pendapatan, biaya, aset, liabilities, kewajiban)

.

Tujuan utama dari Organisasi yang berorientasi pada laba adalah untuk memaksimalkan nilai dari pemegang saham atau nilai dari perusahaan untuk jangka pendek
Pengukuran kinerja menggunakan akuntansi ini bukanlah yang terbaik namun dapat mengindikasikan perubahan nilai perusahaan. Tapi pemilihan penggunaan pengukuran kinerja akuntansi ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan dalam pengendalian. Salah satunya adalah myopia.

Myopia merupakan suatu kecendrungan yang membuat manajer terlalu berorientasi jangka pendek.

Pengukuran Kinerja Akuntansi dan Efeknya
Tujuan utama perusahaan yang berbasis laba adalah untuk memaksimalkan nilai dari perusahaan (owner ship).

Nilai perusahaan adalah dasar konsep ekonomi yang dihitung pada waktu tertentu, dengan mendiskontokan untuk menyajikan arus kas masa depan bahwa perusahaan diharapkan dapat menghasilkan nilai.
Result control yang ideal adalah memegang kendali karyawan untuk bertanggung jawab pada nilai yang mereka hasilkan secara individu pada perusahaan atau entitas di tempat mereka bekerja.

Namun pada kenyataannya, karyawan hanya bertanggung jawab atas pengembalian pemegang saham, atau setidaknya merubah nilai dari saham biasa.
Stock peformance base reward lebih masuk akal digunakan untuk top management dan tidak efektif digunakan pada lower lever manager karna kontribusi atas usaha yang mereka lakukan sangat kecil pengaruhnya terhadap harga saham.
Non stock market
Merupakan indikator terbaik dalam value creation untuk tujuan result control pada level di bawah top management pada suatu organisasi karena value created masing-masing individu dibuat berdasarkan peranan yang diberikan kepadanya

Pengukuran akuntansi, khususnya accounting profit and return merupakan pendekatan yang paling mewakili untuk digunakan.
Dapat diukur pada waktu tertentu (dalam periode jangka pendek) relatif tepat dan objektif
Dapat dibandingkan dengan kuantitas yang lain
Biasanya diukur dan dikontrol oleh manajer dan dievaluasi kinerjannya
Tidak mahal
Mudah dimengerti
Sistem akuntansi berorientasi pada transaksi
Ukurannya sangat terkait dengan pemilihan metode pengukuran
Sangat dipengaruhi oleh aturan-aturan pegukuran yang sering konservatif
Mengabaikan economic value dan value change yang tidak dapat diukur keakuratan dan keobjektivannya oleh akuntan
Mengabaikan biaya investasi dalam working capital
Mengabaikan cost of equity capital
Mengabaikan resiko dan perubahan dalam resiko
Fokus pada masa lalu
Value Creation :
The Primary Goal for Profit Organization
Near Perfect Indicator of Value
Top Management
Lower Level Management
Middle Level Management
Keuntungan Accounting Performance Measurement
Keterbatasan Accounting Peformance Measurement
Keterbatasan Accounting Peformance Measurement
Investment and operating Myopia
Pengukuran kinerja akuntansi dapat menyebabkan manajer melakukan tindakan myopically dalam membuat keputusan investasi dan operasi.

Pengukuran kinerja akuntansi dapat menyebabkan manajer melakukan tindakan myopically dalam membuat keputusan investasi dan operasi.
Aturan akuntansi yang mengharuskan untuk mengakui pendapatan jika pendapatan tersebut benar-benar telah terealisasi, namun mengakui biaya awal, yaitu ketika investasi dilakukan dan dibuat.
Understatement of earning pada periode pengukuran sengaja dibesar-besarkan oleh manajemen, karena adanya aturan akuntansi tentang konservatif tadi.

Suatu proyek dengan pengembalian yang tidak pasti dan likuiditasnya kecil, seperti litbang dan training karyawan harus dibebankan melewati periode yang lebih pendek dibandingkan dengan pengembalian yang akan direalisasikan.
Aturan pengukuran ini mendorong terjadinya pertentangan, karena manajer termotivasi untuk :
Mendatangkan pendapatan akuntansi dalam jangka pendek
Meninggikan pendapatan pada periode berjalan
Investment Myopia hanya terjadi pada investasi yang berorientasi masa depan.

Operating myopia merupakan masalah potensial dalam semua bisnis, walaupun kelihatannya hanya short of operating horizon.
Terlalu mempercayai ROI akan menimbulkan masalah karena keterbatasan ROI, yaitu :
Pengukuran pada ROI menggunakan accounting profit, sehingga menimbulkan myopia pada manajemen
Kecenderungan dalam pengukuran yang menyebabkan :
Sub-optimazation : penilaian kinerja dengan ROI dapat menyebabkan manajer untuk membuat investasi yang membuat divisi mereka terlihat bagus, meskipun investasi tersebut bukanlah yang terbaik bagi perusahaan
Misladings performance signals : kesulitan dalam perhitungan ROI, terutama sekali menyinggung kepada fixed assets dapat menimbulkan misladings signal tentang kinerja dari sebuah investment center
Mendorong manajer divisi untuk menahan aset diatas nilai optimal dan mengabaikan investasi baru
Menyebabkan manajer korporat untuk memberikan resources yang berlebihan kepada divisi yang menggunakan aset lama
Kecenderungan untuk mengalokasikan modal kerja kepada divisi yang lebih rendah profitnya
Penggunaan kebijakan inventori berbeda pada divisi berbeda
Jika manajer coorporate tidak sadar akan perubahan tersebut, maka manajer korporat akan melakukan banyak kesalahn dalam menilai kinerja divisi manajemen

Mengatasi masalah penggunaan ROI :
Dengan mengukur fixed assets dengan Gross Book Value (GBV)
Lease : mengkapitalisasi aset yang bekerja pada ROI, namun ini sangat mahal
Ukuran residual income : pengalokasian dengan mengurangi profit harga capital untuk net asset yang mengikat investment center
Dua langkah yang diambil untuk mengatasi masalah myopia :
1. mengerti bagaimana pasar saham bereaksi pada pengumuman earning
2. tindakan myopia : respon untuk kebutuhan jangka pendek dimana manajer harus memahami bahwa pasar saham tidak hanya berorientasi jangka pendek.
1. measure changes in shareholder value directly
Satu cara untuk mengukur economic income / nilai pemegang saham secara langsung dengan mengestimasi cash flow masa depan dan mendiskontokannya ke present value.
2. Control investment with preaction review
untuk mengontrol myopia investment, beberapa perusahaan menggunakan financial result control hanya untuk mengontrol kinerja operasional jangka pendek. Biaya investasi jangka panjang dihitung dibawah jalur laporan L/R dimana manajer yang bertanggungjawab
3. improve /adjust accounting profit measures
- beberapa peningkatan pengukuran menawarkan sesuatu yang lebih baik tentang penyesuaian antara revenue dan expense
- beberapa peningkatan pengukuran mengukur keuntungan dan kerugian lebih cepat
- beberapa perusahaan menggunakan format nilai sekarang
- beberapa perusahaan peningkatan pengukuran akuntansi dirancang untuk memperlihatkan COC perusahaan
- beberapa peningkatan pengukuran akuntansi dirancang untuk mengembangkan penyebut ROI
- beberapa perbaikan pengukuran sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
4. memperluas lingkup pengukuran
5. mengukur seperangkat value drivers
Value drivers merupakan hal-hal yang perusahaan harus khawatirkan tentang hari ini untuk menciptakan nilai besok
Pengukuran darri value drivers adalah dengan indikator-indikator penting arus kas masa mendatang dan profit
6. mengurangi tekanan terhadap profit jangka pendek
Pengurangan tekanan dapat dikomunikasikan dalam cara-cara berikut :
- bobot ditempatkan pada target kuartalan laba tahunan yang dapat dikurangi
- penekanan indikator kinerja jangka panjang
A. VARIAN PENDAPATAN (revenue varians)
Varian harga penjualan
Varian bauran
Varian volume
Varian bauran dan volume
Penetrasi pasar dan volume industry
Divisionalisasi organisasi merupakan gabungan responsibility center yang manajernya bertanggungjawab terhadap persoalan profit atau ROI
Manajer lokal menjadi lebih ahli dalam membagi perhatiannya pada masing-masing isu yang muncul, mendapatkan informasi yang lebih detail dan mencapai keputusan

Dalam spesialisasi pasar, keputusan lebih cepat dibuat. Manajer lokal juga termotivasi menjadi enterpreneur. Waktu top manajemen lebih terfokus pada pengembalian keputusan-keputusan strategis saja
ROI adalah perbandingan dari laba akuntansi yang didapatkan dibagi dengan investasi yang diberikan kepada divisi.

Divisionalisasi perusahaan menggunakan beberapa bentuk ROI untuk mengetahui kinerja divisinya.

Dalam membandingkan ROI aktual dengan ROI yang direncanakan sebuah analisis dapat menggambarkan pengukuran untuk mengetahui varian yang terutama untuk sebuah penurunan penjualan akan sebuah peningkatan suatu aset yang spesifik
Return on investment measure
Keuntungan divisionalisasi
Return on what?
Formula chart showing
relationship of factor affecting ROI
Problems causing by ROI
type measure of performance
1. Sub-optimazation
2. Misladings performance signals
Keputusan yang bisa dibuat oleh manajer ketika berpatokan pada ROI :
Residual income measure as a possible solution to the ROI measurement problems
Financial Result Control Remedies to the Myopia Problem
Pendekatan untuk mengurangi Myopia problem
Analisis Varians – Sistem Biaya Langsung
1. Varians Harga Penjualan
Dihitung dengan mengalikan selisih antara harga actual dengan harga standar dengan volume actual.
2. Varians Bauran
Varian bauran = {(total volume penjualan actual*proporsi yang dianggarkan)-(volume penjualan aktual)}*kontribusi per unit yang dianggarkan
3. Varians Volume
Varian volume = {(total volume penjualan actual*persentase yang dianggarkan)}-{(penjualan yang dianggarkan*kontribusi per unit yang dianggarkan)}
5. Penetrasi pasar dan volume industri
Varian pangsa pasar = {(penjualan actual-volume industry)}*penetrasi pasar yang dianggarkan * kontribusi per unit yang dianggarkan

Varian volume industri = (volume industry actual – volume indutri yang di anggarkan) * penetreasi pasar yang dianggarkan * kontribusi perunit yang dianggarkan
4. Varians Bauran dan Volume
Varian bauran dan volume = (volume actual-volume yang dianggarkan) *kontribusi per unit yang dianggarkan
B. VARIAN BIAYA
Pengeluaran penjualan dan administrasi tidak dipengaruhi oleh system yang digunakan. Karenanya varian untuk kedua golongan pengeluaran ini akan sama dengan yang telah dihitung dengan system biaya langsung. Begitupula dengan varian bahan dan tenaga kerja akan sama dengan yang didapat pada system biaya langsung.
B. VARIAN BEBAN
1. Biaya tetap
2. Biaya variable
Analisis Varians - Sistem Biaya Langsung
Analisis Varians – Sistem Biaya Total
A. VARIAN PENDAPATAN
1. Varian harga penjualan
Dihitung dengan mengalikan selisih antara harga actual dengan harga standar dengan volume actual
2. Varian bauran dan volume
cara menghitung varian bauran dan volume sama seperti system biaya langsung kecuali laba kotor unit standard digunakan sebagai kontribusi unit standard.
A. VARIAN PENDAPATAN
SEKIAN
TERIMA KASIH
Full transcript