Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Integritas, Objektivitas, Independensi, Kerahasiaan, dan Ben

No description
by

haslinda idris

on 7 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Integritas, Objektivitas, Independensi, Kerahasiaan, dan Ben

Integritas, Objektivitas, Independensi, Kerahasiaan, dan Benturan Kepentingan
Kerahasiaan
Kerahasiaan dan Akuntan.
Akuntan berkewajiban etis yang kuat untuk "mengatakan kebenaran" yang dalam standar akuntansi lazim disebut dengan pengungkapan penuh (full disclosure).
sebagaimana dapat kita temukan dalam standar etika profesi, kewajiban kerahasiaan mengharuskan bahwa informasi yang diberikan kepada akuntan tidak akan diungkapkan kecuali ada persetujuan dari klien.
Independensi
Independensi adalah suatu keadaan atau posisi dimana kita tidak terikat dengan pihak manapun. Artinya keberadaan kita adalah mandiri. tidak mengusung kepentingan pihak tertentu atau organisasi tertentu.
Terima
Kasih

Integritas
Benturan Kepentingan
Jenis-jenis Benturan Kepentingan bagi Akuntan Profesional
Jenis-jenis benturan kepentingan bagi akuntan profesional dapat dikelompokkan ke dalam empat bentuk:
1. kepentingan pribadi akuntan berbenturan dengan kepentingan
stakeholder lain (diri sendiri versus orang lain);
2. kepentingan pribadi akuntan dan beberapa stakeholder
berbenturan dengan kepentingan beberapa stakeholder lain (diri
sendiri dan orang lain versus orang lain);
3. kepentingan satu klien diutamakan dibandingkan dengan
kepentingan klien yang lain (klien versus klien lain);
4. kepentingan satu atau lebih stakeholder diutamakan
dibandingkan dengan kepentingan satu atau lebih stakeholder
yang lain (stakeholder versus stakeholder)
Benturan kepentingan merupakan isu etis yang banyak mewarnai kasus-kasus di lingkungan bisnis dan profesi, termasuk profesi Akuntan dan Keuangan.
Secara umum, Benturan Kepentingan merupakan suatu benturan yang terjadi apabila kepentingan pribadi seseorang mempengaruhi tindaknya untuk memenuhi kepentingan pihak lain ketika orang tersebut berkewajiban untuk bertindak demi kepentingan pihak lain itu.

Benturan kepentingan dapat dibedakan menjadi 3 kelompok :
1. Benturan kepentingan aktual dan potensial
2. Benturan kepentingan pribadi dan non-pribadi
3.Benturan kepentingan individu dan organisasi

Bentuk-bentuk Benturan kepentingan :
1. Pertimbangan yang bias
2. Kompetensi langsung
3.Penyalahgunaan kedudukan/posisi
4. Pelanggaran kerahasiaan
Integritas berasal dari bahasa latin "integrate" yang artinya komplit atau tanpa cacat, sempurna, tanpa kedok.
Integritas berarti suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip.

Kelompok 1 & 7
Ulfah Laila Nisrina (461 14 045)
Syaflinda (461 14 035)
Haslinda Idris (461 14 031)
Herlinda (461 14 059)
Ulfah Meisya (461 14 039)
Sardi (461 14)
Makna Integritas
1. Integritas berarti komitmen dan loyalitas
2. Integritas berarti tanggung jawab
3. Integritas berarti dapat dipercaya, jujur dan setia
4. Integritas berarti konsisten
5. Integritas berarti mengusai dan mendisiplinkan diri
6. Integritas berkualitas
Independensi dalam Kode Etik Akuntan Indonesia
Kewajiban Kerahasiaan bagi Akuntan Non-Publik. Secara tegas kode etik akuntan manajemen IMA menyatakan bahwa akuntan manajemen mempuny tanggung jawab:
Menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam menjalankan pekerjaannya kecuali ketika diberi kewenangan, kecuali secara sah berkewajiban untuk melakukannya.
Memberitahu bawahan selayaknya mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam menjalankan pekerjaannya dan memantau aktivitas mereka untuk memastikan terjaganya kerahasiaan tersebut.
Menahan diri dari menggunakan atau memperlihatkan diri menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dalam menjalankan pekerjaannya untuk keuntungan yang tak etis atau tidak sah secara pribadi atau melalui pihak ketiga.
Objektivitas
Objektivitas ialah suatu unsur karakter yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk menyatakan segala sesuatu apa adanya, terlepas dari kepentingan pribadi maupun pihak lain.
Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.


Kode Etika IAI yang berlaku bagi semua anggota IAI, baik akuntan publik maupun akuntan non-publik, meliputi prinsip integritas dan objektivitas. Masalah independensi diatur oleh IAI-KAP dalam Aturan Etika No.100: Independensi, Integritas dan Objektivitas.

Sesuai dengan Aturan No.100 tersebut independensi auditor memiliki dua dimensi:
Independensi dalam kenyataan (in fact)-independensi dalam diri auditor yang berupa kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan berbagai fakta yang ditemuinya dalam audit.
Independensi dalam penampilan (in appearance)-independensi ditinjau dari pihak lain yang mengetahui informasi yang bersangkutan dengan diri auditor
Kerahasiaan dan Akuntan Publik.
Masalah kerahasiaan secara tegas dinyatakan sebagai prinsip dalam kode etik profesi akuntan. berkenaan dengan aturan kerahasiaan AICPA di AS menetapkan (Rule 301), "A member in public practice shall not disclose any confidential client information without specific consent of the client." Bagi akuntan publik, aturan kerahasiaan ini berkaitan dengan prinsip tanggung jawab. Tegasnya, menjaga kerahasiaan informasi klien merupakan salah satu jenis tanggung jawab akuntan publik terhadap kilen, selain tanggung jawab untuk menjaga mutu kerjanya.
Full transcript