Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Analisis animasi TAS

UP
by

gladisa christiadi

on 26 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Analisis animasi TAS

Analisis Animasi Film 3D - "UP" Sinopsis Seumur hidup, Carl Fredricksen selalu memimpikan sebuah petualangan besar. Ia selalu ingin menjelajahi daerah-daerah baru dan pergi berkeliling dunia. Sayangnya hingga ia berusia 78 tahun, semua itu hanya sekedar impian saja dan tak pernah jadi kenyataan.

Setelah istrinya meninggal, Carl mendapat masalah baru. Rumahnya akan digusur dan ia terancam berakhir di panti jompo. Merasa tak ada lagi yang bisa menghalanginya melakukan petualangan seperti yang ia impikan, Carl pun bertekad membawa rumahnya pergi mengelilingi dunia. Untuk mencapai tujuannya, Carl mengikatkan ribuan balon ke rumahnya dan menjadikan seluruh rumahnya sebuah balon terbang.

Celakanya, ada satu yang tak ia perhitungkan sebelumnya. Tanpa ia sadari, ternyata Russell, anak berusia 8 tahun yang punya rasa ingin tahu berlebihan, ternyata ikut terbawa dalam perjalanan. Akhirnya, mau tak mau Carl harus membawa pergi Russell juga dan berharap bahwa mereka tak akan terlibat masalah besar karena ulah Russell ini. Software Cast Carl Fredricksen (Edward Asner)
Russell (Jordan Nagai)
Charles F. Muntz (Christopher Plummer)
Ellie Fredricksen (Elizabeth Docter)
Tom (John Ratzenberger)
The newsreel announcer (David Kaye)
Beta (Delroy Lindo)
Gamma (Jerome Ranft)
Omega (Josh Cooley)
Nurse George (Don Fullilove)
Dug (Bob Peterson) = Golden Retriever
Alpha (Peterson) = Doberman Pinscher
Kevin (Pete Docter) = Prehistoric Bird
Beta (Delroy Lindo) = Rottweiler
Gamma (Jerome Ranft) = Bulldog Credit title Realise = Pete Docter
Co-Realise = Bob Peterson
Product = Jonas Rivera
Producer Executive = John Lasseter, Andrew Stanton
Producer Associse = Denise Ream
History = Pete Docter, Bob Peterson, Tom McCarthy
Scenario = Bob Peterson, Pete Docter
Music = Michael Giacchino
Supervisor History = Roonie Del Carmen
Editor = Kevin Nolting
Animator Manager = A.J. Riebli III


Directing Animators = Shawn Krause, Dave Mullins
Animators = Simon Allen, Dovi Anderson, Jason Boose, Adam Burke, Kevin Chesnos, Don Crum, Rob Jensen, Ken Kim, Aron Hatfield, Patty Kihm
Creation of Decors = Ricky Nierva
Supervisor Technic = Steve May
Director Production = Mark Nielsen
Supervisor Animation = Scott Clark
Director Photography, Camera = Patrick Lin
Implementation Lumiere = Jean-Claude Kalache
Supervisor of Characters= Thomas Jordan
Supervisor of Decors = John Halstead


Supervisor Effect = Gary Bruins
Supervisor Simulation = John Pottebaum
Artistic Director Effect of Matter = Bryn Imagire
Supervisor Rendering = Humera Yasmin Kahn
Sound Engineer = Tom Myers
Pra-Production Producer = Kori Rae
Post Production Supervisor = Paul Cichocki
Casting by = Kevin Reher, Natalie Lyon
Story Manager = Shannon Ryan
Art Manager = Jennifer Birmingham Soundtracks 1.Up With Titles
2. We’re In The Club Now
3.Married Life
4.Carl Goes Up
5.52 Chachki Pickup
6.Paradise Found
7.Walkin’ The House
8.Three Dog Dash
9.Kevin Beak’n
10.Canine Conundrum
11.The Nickel Tour
12.The Explorer Motel
13.Escape From Muntz Mountain
14.Giving Muntz The Bird
15.Stuff We Did
16.Memories Can Weigh You Down
17.The Small Mailman Returns
18.He’s Got The Bird
19.Seizing The Spirit Of Adventure
20.It’s Just A House
21.The Ellie Badge
22.Up With End Credits
23.The Spirit Of Adventure
24.Carl’s Maiden Voyage
25.Muntz’s Dark Reverie
26.Meet Kevin In The Jungle Hardware Release di Indonesia 29 July 2009 Produksi : Film ini diproduksi oleh Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studios Budget : Perkiraan $175,000,000 untuk pembuatan film ini. Opening Weekend: $68,108,790 (USA) (31 May 2009) (3 Screens) Gross $731,342,744 (Worldwide) (25 November 2011) Penghargaan yang diraih Film ini mendapat 5 nominasi Academy Award, termasuk Best Picture, sehingga film animasi ini menjadi film kedua dalam sejarah yang menerima nominasi, setelah Beauty and the Beast.
Film ini juga memenangkan Academy Award untuk Best Original Score, Grammy Award untuk Album Terbaik Skor Soundtrack, Golden Globe Award untuk Best Original Score, dan BAFTA Award 2010 untuk Musik Film Terbaik. Storyboard Kelemahan Dalam 1 malam dapat menghasilkan ribuan balon
Dalam cerita ribuan balon seharusnya tidak dapat mengangkat rumah
Saat badai, balon tidak meletus sama sekali dan rumah tidak ada yang rusak
Saat rumahnya mulai terbang tidak ada barang yang jatuh atau berpindah posisi dari tempat aslinya
Setelah badai selesai tiba-tiba sudah sampai di pulau yang dituju
Penempatan lokasi kurang detail
Sangat tidak memungkinkan bagi seorang kakek dan seorang anak kecil untuk menarik rumah
Saat kakek-kakek mencoba menahan rumah yang akan jatuh dari pesawat balon
Kepala kakek tidak proposional karena besar ukuran kepala kakek Carl sama dengan badan Russel Kelebihan Seorang kakek bisa mempunyai ide untuk mengangkat rumah dengan menggunakan balon
Teknologi yang dapat membuat anjing berbicara
Lightingnya bagus dan terlihat nyata
Anglenya bervariasi dan terlihat keren
Art dan modeling characternya bagus dan halus
Effectnya keren, seperti saat badai petirnya terlihat menyeramkan, saat kebakaran apinya terlihat berkobar-kobar
Konsep ceritanya bagus dan mengandung banyak nilai-nilai kehidupan yang baik
Ketepatan meletakkan sound dengan adegan Lighting Lighting dalam film ini bagus, karena sudah memakai Three Points Lighting agar terlihat seperti aslinya dan menarik, sehingga dapat terlihat lebih hidup dan nyata.




Three Points Lighting adalah :
Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek.
Fill Light merupakan pencahyaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilagkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light.
Back Light, pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang.
Selain itu juga sudah memperhitungkan Arah Cahaya, Rasio Pencahayaan dan Kualitas Pencahayaan. Teknik Pembuatan Dalam film ini, sudah melalui beberapa tahap pembuatan dan sudah menggunakan semua teknik pembuatan agar terlihat bagus dan menarik minat penonton. Beberapa tekniknya adalah :
a. Modelling
b. Texturing
c. Rigging
d. Skinning
e. Acting/animation
f. Lighting
g. Rendering Rendering PIXAR menggunakan perangkat lunak mereka sendiri untuk membuat dan menghidupkan model 3D. Mereka menggunakan komputer yang sangat kuat untuk membuat animasi dan kemudian "merender". Animasi / visual studio efek menggunakan "Farm Render", yang merupakan kelompok yang terpisah dari komputer yang digunakan hanya untuk gambar render, yang secara dramatis mempercepat proses. Ketika seorang animator selesai dengan per bagian adegan, ia mengirimkannya ke komputer-komputer dan sementara itu terjadi, dia bisa mulai bekerja pada adegan berikutnya. Durasi film sepanjang 89 menit seolah berlalu dengan cepat karena sepanjang film penonton akan dimanjakan dengan suguhan visual yang bagus, karakter yang cukup kompleks dan terlihat hidup, pengisian suara yang benar-benar menjiwai, dan tentu saja sebuah cerita yang menghibur namun juga memberikan sedikit pencerahan buat mereka yang sedang dilanda duka. Film berjudul singkat, ‘UP’, ini berkisah tentang sebuah kondisi yang sebenarnya hanya akan dimengerti oleh orang dewasa saja namun dengan pengolahan alur cerita yang menarik, konsep itu tak akan sulit diterima anak kecil dengan penalaran yang masih terbatas. Ide tentang mimpi yang tertunda, kehilangan orang yang dicintai dan kekecewaan yang kadang membawa berkah memang tak mudah dicerna anak-anak namun di situlah keunggulan film ini. Menyederhanakan konsep yang rumit itu. Soal kualitas animasi, barangkali tak perlu dibahas lagi. Seperti biasa, Pixar tak akan melepas sebuah film animasi tanpa pengerjaan yang benar-benar sempurna. Didukung oleh pengisi suara yang sama handalnya maka lengkap sudah senjata film ini untuk merebut minat pasar. Karena penuangan ide yang brilian maka jelas golongan penonton film ini pun tak akan terbatas pada anak kecil saja. Orang dewasa pun dapat menikmati film ini tanpa merasa bosan. Golongan usia penonton yang lebar ini pun terwakili oleh dua karakter utama yang berbeda usia tujuh puluh tahun. Selanjutnya dalam film ini juga sudah menggunakan teknik shot atau pembingkaian kamera. Berikut beberapa teknik pembingkaian kamera yang digunakan dalam pembuatan film ini, yaitu :

ECU (Extreme Close Up) Shot ini menampilkan gambar yang sangat detail.

VCU (Very Close Up) menampilkan hampir seluruh permukaan wajah, jika yang di shot wajah manusia, kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong.

BCU (Big Close Up) menampilkan seluruh permukaan wajah hingga leher.

CU (Close Up) menampilkan seluruh wajah hinga sedikit bahu dan sedikit bagian dada.

MCU (Medium Close Up) menampilkan seluruh permukaan wajah hingga bagian dada dengan patokan tangan pada bagian siku sedikit ke atas.

MS (Medium Shot) hampir sama dengan MCU, namun pada MS siku tangan sudah kelihatan hingga sedikit ke bawah.

MLS (Medium Long Shot) menampilkan seluruh badan dan besarnya memenuhi layar screen (Fit to screen)

Long Shot, menampilkan seluruh badan, besar objek sekitar satu per tiga sampai tiga per empat lebar layar. Selanjutnya film ini juga memperhatikan sudut kamera dalam teknik pembuatan, seperti :

High Angles, pada posisi ini penampakan kamera berada di atas karakter dan menyorot ke bawah.

Low Angles, posisi kamera pada Low Angles kebalikan dari High Angles. Pada posisi kamera ini, objek seakan – akan menjadi superior, gagah, angkuh, dan besar.

Eye – Level Shot, Shot ini biasanya di pakai untuk mengganti sudut pandang karakter. Jadi dianggap bahwa mata pandangan karakter tersebut adalah kamera.

Bird’s – Eye View, hampir sama denga high angles, tapi jangkauan pandangan yang lebih luas. Tahap terakhir dalam pembuatan film ini yaitu pengkomposisian dan editing dalam pembuatan sebuah film animasi baik itu 2D maupun 3D adalah hal yang sangat utama. Karena pada tahap inilah adegan – adegan yang sudah dirender kemudian disatukan, dirangkai dan diberi suara.) Lalu ada 1 lagi teknik kamera yang digunakan dalam film ini, yaitu teknik perpindahan kamera :

Perpindahan kamera secara panning yaitu kamera bergerak dari kiri ke kanan tetapi terkunci pada porosnya (PAN)

Pergerakan kamera keatas dan kebawah pada suatu titik poros. Perpindahan ini ibarat anda naik dan turun tangga (PED)

Perbedaan dengan Ped adalah Tilt ibarat anda sedang menegadah ke atas dan menunduk ke bawah, titik porosnya leher (TILT)

Pergerakan Dolly adalah pergerakan maju dan mundur pada keseluruhan kamera. Ibarat anda melangkah maju dan mundur (DOLLY) Tio, Gladisa Christiadi
692010001
Bhe, Vincent Kristandi
692010019
Full transcript