Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Presentasi Kerja Praktek

No description
by

arif afriyanto

on 3 June 2010

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Presentasi Kerja Praktek

LAPORAN KERJA PRAKTEK oleh:
M. Adityo K.
125 06 007
Arif Afriyanto
125 06 033 Evaluasi Metoda Sampling Batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Banten Kami melakukan Kerja Praktek di PT. Geoservices (Ltd.) pada bagian Coal Division
Selain itu Kami juga mengamati proses Sampling dan Preparasi Batubara
di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Banten PT. Geoservices (Ltd.) didirikan pada tahun 1971
oleh H.L. Ong dan Durban L. Ardjo

Perusahaan ini bergerak di bidang jasa dengan cakupan utama
meliputi bidang Geologi dan Pertambangan TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. GEOSERVICES (Ltd.) BATUBARA Batubara berasal dari tumbuhan yang mati dan jatuh, yang kemudian mengalami proses pembusukan tanpa melibatkan Oksigen serta mengalami tekanan dan temperatur tinggi selama berjuta-juta tahun.
Batubara memiliki tingkat kalor yang berbeda-beda sesuai dengan proses pembentukannya.
Batubara yang bernilai tinggi biasanya memiliki nilai kalori yang tinggi, moisture rendah, kandungan sulfur dan abu rendah Basis Batubara Dry Basis (db) As Received (ar)
Air Dried (ad) Dry Ash Free (daf) belum dilakukan proses apapun Surface Moisture sudah hilang telah dilakukan drying lebih lanjut, air telah hilang setelah mineral matter dihilangkan Dry Mineral Matter Free (dmmf) dikeringkan lebih lanjut untuk menghilangkan ash Spesifikasi Batubara yang dibutuhkan PLTU Sampling Batubara Sampling adalah proses pengambilan sebagian komoditas dari seluruh komoditas yang akan diperiksa kualitasnya.
Tujuan: mendapatkan contoh sehingga dapat mewakili kualitas seluruh populasi batubara yang akan diuji
Jenis - Jenis Sampling Moving Sampling
Stationary Sampling
sampling yang dilakukan sementara batubara sedang dipindahkan sampling yang dilakukan sementara batubara diam dalam kapal atau stockpile Sampling yang Dilakukan di Lapangan
(PLTU Suralaya, Banten) Tongkang Camar Laut
(kapasitas 5000 ton) Alat - Alat Sampling yang Digunakan Pengambilan batubara menggunakan Scoop dari curahan batubara di ujung Belt Feeder
Muatan batubara terbagi menjadi : 5000/5000 = 1 lot
Jumlah Increment : 1 x 78 increment = 78 increment
Jumlah berat sampel : 78 x 3 kg = 234 kg
Diperkirakan setiap tongkang yang bermuatan 5000 ton dibongkar dengan 250 unit truck (@20 ton).
Batubara kemudian dipisahkan dalam karung (1 karung 10 increment) sehingga 1 Lot = 78 increment/10 = 7.8 atau 8 karung Pengambilan batubara menggunakan Scoop dari curahan batubara di ujung Belt Feeder
Muatan batubara terbagi menjadi : 10000/5000 = 2 lot
Jumlah Increment : 2 x 78 increment = 156 increment
Jumlah berat sampel : 156 x 3 kg = 468 kg KM Saraswati
(kapasitas 24000 ton) KM Ameera
(kapasitas 10000 ton) Pengambilan batubara menggunakan Scoop dari curahan batubara di ujung Belt Feeder
Muatan batubara terbagi menjadi : 24000/5000 = 4,8 = 5 lot
Jumlah Increment : 5 x 78 increment = 390 increment
Jumlah berat sampel : 390 x 3 kg = 1170 kg Kebiasaan yang dilakukan PT. Geoservices dalam melakukan sampling adalah mengambil contoh umum yang dipergunakan baik untuk penmpatan total moisture maupun untuk pembuatan contoh general analysis.
Dalam beberapa kesempatan, contoh untuk general analysis diambil selama dilakukan pemuatan ke dalam tongkang, dan contoh terpisah untuk total moisture di ambil di atas kapal PREPARASI BATUBARA Preparasi adalah proses untuk mendapatkan sampel yang baik massa dan kondisinya (kekeringan dan ukuran partikelnya) sesuai untuk pengujian yang diinginkan serta dapat mewakili seluruh gross sample yang diterima oleh Laboratorium (representatif). Proses Preparasi Batubara Penimbangan
Pengeringan
Penggilingan
Pengadukan
Pembagian
Penggerusan
Penyimpanan Sampel ANALISIS LABORATORIUM Total Moisture Tinggi rendahnya TM dipengaruhi oleh:
Peringkat Batubara
semakin tinggi peringkat --> semakin kecil porositas --> semakin
padat batubara --> semakin kecil kandungan air dalam pori-pori
--> kandungan Moisture semakin kecil
Size Distribution
semakin kecil ukuran batubara --> semakin luas permukaannya
--> surface moisture semakin tinggi --> TM akan naik
Kondisi Sampling
TM dapat dipengaruhi oleh kondisi saat batubara di-sampling,
misalnya saat cuaca pengambilan sampel
Penentuan TM:
TM = FM + RM ( 1 - FM/100 )

Keterangan:
FM = Free Moisture
RM = Residual Moisture Analisis Proximate Air Dried Moisture ADM = {(M2 - M3) / M1} x 100

Keterangan:
M1= Mass of original sample
M2= Mass of dish, lid and sample before heating
M3= Mass of dish, lid and sample after heating ADM adalah moisture yang tekandung dalam batubara setelah dikering-udarakan Ash Content

Batubara sebenarnya tidak mengandung abu, melainkan mengandung mineral matter. Namun sebagian mineral matter dianalisa dan dinyatakan sebagai kadar abu. Aad = (M2 / M1) x 100

Keterangan:
Aad = M.ash in the analysis sample
M1 = Weight of sample (gr)
M2 = Weight of ash (gr) Volatile Matter

Zat terbang yang merupakan bagian organik batubara yang menguap ketika dipanaskan pada temperatur tertentu.
VM biasanya berasal dari gugus karbon dengan rantai alifatik / rantai lurus yang mudah putus dengan pemanasan tanpa udara, menjadi hidrokarbon yang lebih sederhana seperti methana atau ethana. VM ad = { (M2 - M1) x 100 } - Mad

Keterangan:
VM ad = volatile matter in the analysis samples
M1 = weight of samples
M2 = loss of weight
M ad = moisture in the analysis samples Fixed Carbon
Nilai fixed karbon diperoleh dari 100% dikurangi jumlah nilai kadar lengas, kadar abu dan zat terbang FC (%) = 100 – {MC C%) + AC (%) + VM (%)}

Keterangan:
FC = Fixed Carbon
MC = Moisture Content
AC = Ash Content
VM = Volatile Matter Total Sulphur
Sulphur dalam batubara terdiri dari organic sulphur, pyritic sulphur dan sulfat sulphur. Namun yang dapat direduksi adalah Pyritic sulphur dan Sulfat sulphur % Sulphur = { 0,0802 ( V1 - V2 ) } / m

Keterangan:
M = Berat Contoh (gram).
V1 = Volume Sodium Borate (0,05 N)
yang dipergunakan dalam
penetapan Contoh.
V2 = Volume Sodium Borate (0,05 N)
yang dipergunakan dalam
penetapan Blanko.
Calorific Value
Nilai energi yang dapat dihasilkan dari pembakaran batubara.
Nilai kalori tersebut dapat dinyatakan dalam Gross dan Net. salah satu sifat fisik batubara yang menyatakan kemudahan batubara untuk dilakukan pengecilan ukuran sampai ke ukuran 200 mesh atau 75 mikron (pulverized)
HGI

Pengujian HGI:
HGI di test dengan menggunakan mesin hardgrove. Sample yang sudah digerus pada ukuran partikel tertentu kemudian dimasukkan ke dalam mesin hardgrove. Selanjutnya digerus dengan menggunakan bola baja pada putaran (revolusi) tertentu.
Batubara hasil gerusan kemudian di ayak pada ukuran 200 mesh. Jumlah yang lolos pada screen dijadikan data dan dikalkulasi dengan menggunakan hasil kalibrasi alat tersebut.
Analisis Ultimate Terdiri dari Carbon (C) , Hidrogen (H) , Oksigen (O), Sulphur (S) dan Nitrogen (N).
Dalam geologi batubara, ultimate digunakan sebagai parameter penentu peringkat dan evaluasi-evaluasi lainnya.
Sedangkan pada utilisasi batubara, kandungan ultimate digunakan sebagai dasar perhitungan stoikiometri udara yang diperlukan utnuk membakar batubara secara sempurna. Udara yang diperlukan dalam Liter (1 atm, 200C) / Kg batubara adalah : 35.8 (2.67 C + 8.00 H + 2.29 N + S – O )
C, H, O merupakan unsur dasar organik pembentuk batubara
Sifat dari unsur-unsur tersebut mengikuti peringkat batubara. Semakin tinggi peringkatnya, semakin tinggi carbon-nya, semakin rendah H dan O.
Sedangkan N merupakan unsur yang bersifat bervariasi tergantung dari material pembentuk batubara. Sifatnya hampir sama dengan Sulfur. Dalam batubara peringkat tinggi, N terdapat dalam bentuk senyawa pyridine yang berasosiasi dengan struktur aromatik, sedangkan dalam batubara peringkat rendah, N ditemukan dalam bentuk senyawa amina dan terikat pada ikatan hidrokarbon alifatik.
N dalam batubara berasal dari tumbuhan pembentuk batubara tersebut atau sebagai hasil dari aktivitas bakteri pada saat pembentukan peat.
Oksigen ditentukan tidak dengan analisa melainkan dari hasil perhitungan dari hasil analisa moisture, Ash, C , H, N dan sulphur.
% Oksigen = 100 – ( Moisture + Ash + C + H + N + S ) Ash Fusion Temperature


AFT adalah titik leleh abu batubara yang dinyatakan dalam temperatur dalam berbagai kondisi pelelehan, yaitu deformasi, spherical , hemispherical dan flow.
Berdasarkan kondisi atmosphere pada pengujiannya AFT dibagi menjadi 2 yaitu reduksi dan oksidasi
Ash Analysis Kandungan komposisi abu bergantung pada unsur pembentuk batubara dan juga dipengaruhi oleh abu yang berasal dari luar seperti dilusi / material yang terbawa selama penambangan.
Abu batubara dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu abu Lignitic dan Bituminous
Abu Lignitic = Fe2O3 < CaO + MgO
Abu Bituminous = Fe2O3 > CaO + MgO
ENERGI GRINDING DAN HGI Hardgrove Grindability Index (HGI) Hardgroove Grindability Index (HGI) merupakan parameter yang menyatakan tingkat kemudahan batubara untuk digerus. Semakin tinggi nilai HGI, maka akan semakin mudah batubara tersebut untuk digerus. Parameter HGI ini dapat juga dipakai untuk menyatakan tingkat kekerasan batubara. Semakin rendah nilai HGI maka akan semakin keras batubara tersebut. Energi yang dibutuhkan agar sebuah proses penggerusan dapat berlangsung. Semakin besar energi yang dikonsumsi akan semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan. Energi Grinding PERCOBAAN Hubungan Energi Grinding dan HGI Dari hasil perhitungan sebelumnya, maka dapat kita liat hubungan-hubungan sebagai berikut :
Semakin besar HGI, semakin mudah batubara untuk digerus
Semakin besar HGI, kecenderungan menunjukkan nilai kalori yang semakin kecil
Semakin besar HGI, semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk menggerus batubara tersebut.
Dari segi ekonomi, semakin besar HGI makan energi grinding semakin kecil sehinggaotomatis biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan untuk proses grinding semakin kecil. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa semakin besar HGI, maka nilai kalorinya semakin rendah dengan kata lain harganya juga semakin rendah. Kesimpulan Metode sampling yang dilakukan di PT. Geoservices (Ltd.) mengikuti standar yang ditentukan ASTM (American Society for Testing and Material)
Sampling yang dilakukan di PT. Indonesia Power UBP Suralaya penting dilakukan untuk mengetahui karakteristik batubara yang digunakan di PLTU
Beberapa kendala yang sering dialami dalam proses sampling antara lain a.Pasokan batubara yang tidak kontinu b.Kendala alat-alat yang memaksa proses transport batubara dari tongkang atau vessel menuju stockpile harus dihentikan
Semakin tinggi HGI, semakin kecil energy yang dibutuhkan untuk proses grinding
Semakin tinggi HGI, nilai kalori suatu batubara semakin rendah
Saran Perlunya peningkatan kinerja alat di lapangan
Perlunya kompromi dalam nilai HGI terkait aspek ekonomi, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mill plant dengan nilai kalori yang menentukan harga jual batubara itu sendiri
Terima Kasih
Full transcript