Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

SISTEM TRANSFORMASI KOORDINAT

No description
by

afifi zulfahmi

on 2 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SISTEM TRANSFORMASI KOORDINAT

SISTEM TRANSFORMASI KOORDINAT
UNIVERSAL TRANSVERE MERCATOR (UTM)
Sistem Koordinat
TRANSVERSE MERCATOR 3° (TM-3°)
Detail 4
SISTEM PROYEKSI UTM – TM3°

Nama Kelompok :
ZULFAHMI AFIFI 3511 100 022
FATHONI SASMITO UTOMO 3511 100 042
BRIAN BAGUS ARIANTO 3511 100 043
ARIZAL RIZKY 3511 100 067
ULUL ACHSANIA Z. J. 3511 100 074
Proyeksi UTM dilakukan pada kumpulan bidang proyeksi yang setiap bidangnya dibatasi cakupan garis meridian dengan lebar 6ᵒ yang disebut Zone/zona.
ZONE :Penomoran Zone merupakan suatu kesepakatan yang dihitung dari Garis Tanggal Internasional (IDT) pada Meridian 180ᵒ Geografi ke arah Barat - Timur, Zone 1 = (180ᵒW sampai dengan 174ᵒW). Wilayah Indonesia dilingkup oleh Zone 46 sampai dengan Zone 54.
Meridian Pusat (MC) merupakan garis lurus vertikal pada tengah bidang proyeksi.
Proyeksi garis lingkar Ekuator merupakan garis lurus horizontal di tengah bidang Proyeksi.
Grid merupakan perpotongan garis-garis yang sejajar dengan dua garis proyeksi pada butir 2 dan 3 dengan interval sama. Jadi, garis pembentuk grid bukan hasil proyeksi dari garis Bujur atau garis Lintang Elipsoid (kecuali garis Meridian Pusat dan Equator).
Faktor skala garis (scale factor) di Pusat peta adalah 0.9996, artinya garis horizontal di tanah pada ketinggian muka air laut, sepanjang 1 km akan diproyeksikan sepanjang 999.6 m pada Peta. Catatan : Faktor skala tidak sama dengan skala peta
Penyimpangan arah garis meridian terhadap garis utara Grid di Meridian Pusat = 0ᵒ, atau garis arah Meridian yang melalui titik diluar Meridian Pusat tidak sama dengan garis arah Utara Grid Peta, simpangan ini disebut Konfergensi Meridian. Dalam luasan dan skala tertentu tampilan simpangan ini dapat diabaikan karena kecil (tergantung posisi terhadap garis Ekuator).
Pada Proyeksi UTM, sistim koordinat yang digunakan adalah Orthmetrikl 2 Dimensi, dengan satuan meter kesepakatan posisi titik Acuan berada di pusat proyeksi yaitu perpotongan proyeksi garis Meridian Pusat pada Zone tertentu dengan lingkaran Equator dan di-definisikan sebagai :N(orth) : 10,000,000 mE(ast) : 500,000 m.
Nilai tersebut digunakan untuk menghindari nilai negatif dalam koordinat UTM.
Kelebihan Proyeksi UTM
Proyeksi simetris untuk setiap wilayah dengan bujur 6°.
Transformasi koordinat dari zone ke zone dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk setiap zone di seluruh dunia.
Distorsinya antara -40cm/1000m dan + 70cm/1000m.
Proyeksi Tranverse Mercator adalah proyeksi yang memiliki ciri-ciri silinder, tranversal, conform dan menyinggung. Pada proyeksi ini secara geografis silindernya menyinggung bumi pada sebuah meridian yang disebut meridian sentral. Pada meridian sentral, faktor skala (k) adalah 1 (tidak terjadi distorsi). Perbesaran sepanjang meridian akan semakin meningkat pada meridian yang semakin jauh dari meridian sentral kearah timur maupun kearah barat. Perbesaran sepanjang paralel semakin akan meningkat pada lingkaran paralel yang semakin mendekati equator.
Dengan adanya distorsi yang semakin membesar, maka perlu diusahakan untuk memperkecil distorsi dengan membagi daerah dalam zone-zone yang sempit (daerah pada muka bumi yang dibatasi oleh dua meridian).
Lebar zone proyeksi TM biasanya sebesar 3º. Setiap zone mempunyai meridian sentral sendiri. Jadi seluruh permukaan bumi tidak dipetakan dalam satu silinder.
proyeksi mercator
Ketentuan – Ketentuan Proyeksi TM-3°
Proyeksi TM-3° adalah proyeksi yang memiliki mercator yang memiliki sifat-sifat khusus. Sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh proyeksi TM-3° adalah :
Proyeksi : Transverse Mercator dengan lebar zone 3°
Sumbu pertama (ordinat / Y) : Meridian sentral dari tiap zone
Sumbu kedua (absis / X) : Ekuator
Satuan : Meter
Absis Semu (T) : 200.000 meter + X
Ordinat Semu (U) : 1.500.000 meter + Y
Faktor skala : 0,9999 (pada Meridian sentral)
Penomoran zone : Dimulai dengan zone 46.2dari 93° BT s/d 96° BT, zone 47.1dari 96° BT s/d 99° BT, zone 47.2dari 99° BT s/d 102° BT, zone 48.1dari 102° BT s/d105° BT dan seterusnya sampai zone 54.1dari 138°BT s/d 141° BT
Batas Lintang : 6° LU dan 11° LS
Proyeksi TM-3° digunakan oleh Badan Pertanahan Nasional. Proyeksi ini beracuan pada Ellipsoid World Geodetic System 1984 ( WGS ‘84) yang kemudian disebut sebagai Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN ‘95).
Full transcript