Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

estetika cina

estetika
by

rosmala a

on 18 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of estetika cina

Disusun oleh :
Defin
Indra
Rosmala
Yunita ESTETIKA CINA Hubungan ilmu filsafat dan seni sangat akrab mewarnai perkembangan seni abad 19 di Barat, dan kemudian merupakan landasan penciptaan seni modern akhir abad 19 dan 20. Ekspresi, intuisi dan konsep individualitas merupakan sumber penciptaan yang di dewakan seniman modern. Apabila di Yunani pada abad ke-5 SM sudah didapatkan karya-karya yang berpandangan filsafat, maka di Timur khususnya Cina diketahui pada Dinasti Han (206 SM-220 AD).

Berbeda dengan perkembangan estetika Barat, estetika di negara-negara Timur tampaknya sudah berkembang mulai zaman primitif hingga munculnya berbagai agama besar sampai era modern sekarang. Pendahuluan Estetika di Timur bersifat statis dan dogmatis berbeda dengan Barat. Di Cina, Tao dianggap sumber dari nilai-nilai kehidupan. Tao berarti sinar terang dan sumber dari segala sumber yang ada. Manusia dianggap sempurna apabila hidupnya diterangi oleh Tao. Bagi bangsa Cina Tao adalah kemutlakan; sesuatu yang memberi keberadaan, kehidupan dan kedamaian. Kong Hu Cu seorang filsuf Cina yang dianggap Nabi, mengutarakan sebuah pertanyaan; Ia bertanya tentang bagaimana seseorang yang rusak dan bejad hidupnya mampu membuat barang-barang yang indah? Padahal barang-barang yang indah adalah penjelmaan dari Tao.
Pada akhir abad V filsuf Cina, Hsieh Ho menyusun enam prinsip dasar (kemudian terkenal dengan istilah canon estetika Cina). Oleh karena itu tugas seorang seniman adalah menangkap Tao tersebut dan mengungkapkan dalam bentuk karya seni atau berupa barang yang indah. Sehingga seorang seniman wajib mensucikan diri agar mempunyai kesadaran Tao. Dan lewat kesadaran kontemplasi ia akan mampu menciptakan keindahan (Agus Sachari 1989:23). a. Prinsip pertama :

Prinsip yang menggambarkan bersatunya Roh semesta dengan dirinya, sehingga dengan demikian ia mampu menangkap keindahan (dari Tao) dan kemudian menampilkan atau mewujudkan pada karyanya. b.Prinsip kedua:

Prinsip yang menggambarkan kemampuan menyergap Roh Ch’i atau roh kehidupan dengan cara mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak,sehingga makna spiritual akan nampak dalam karya-karyanya. c.Prinsip ketiga:

merefleksikan obyek dengan menggambarkan bentuknya; yaitu konsekuen terhadap obyek yang dilukis atau yang disusun. Seperti yang dikatakan oleh
Ch’eng Heng -lo, mengatakan: Seni Lukis Barat adalah seni lukis mata, sedang seni lukis Cina adalah seni lukis idea. Disini jelas bahwa seni lukis cina mementingkan essensinya bukan eksistensinya. d. Prinsip keempat :

Prinsip yang menggambarkan tentang keselarasan dalam menggunakan warna. Seni Lukis Cina dalam penggunaan warna tidak bersifat fungsional tetapi lebih bersifat simbolisme. Estetika warna para pelukis Cina ditentukan oleh teknik akuarel tinta monokromatis untuk menggambarkan suasana hati. e. Prinsip kelima:

Prinsip yang menggambarkan tentang pengorganisasian, penyusunan, atau perencanaan dengan pertimbangan penempatan dan susunan sebelum berkarya. f. Prinsip ke enam:

Prinsip keenam ini memberikan ajaran untuk membuat reproduksi-reproduksi agar dapat diteruskan dan disebarluas-kan. Semangat Tao dalam estetik di Cina begitu mendalam dan menyebar ke berbagai negara di sekitarnya sampai sekarang. 1.Kebebasan dan kedaulatan
2.Perfeksi (penyempurnaan wujud)
3.cinta alam, selalu di usahakan agar jiwa seniman bersatu dengan alam di lingkungannya dalam rasa cinta yang intensif. Mengutip dari William Willets ”Chinese Art” (1958),unsur-unsur estetika Cina terdiri dari: CONTOH KARYA LESHAN GIANT BUDHA keramik porselin Tembok Besar China Lukisan Forbidden city source : Dharsono Sony Kartika.2007.estetika.Bandung: Rekaya Sains.

http://www.scribd.com/doc/68802187/Estetika-Cina (diakses tanggal 11 oktober 2012)

http://www.epochtimes.co.id/china.php?id=665 (diakses tanggal 14 oktober 2012)

http://www.kinabaloo.com/forbidden_city.html (diakses tanggal 14 oktober 2012)

http://alodiablogsite.blogspot.com/2011/03/tembok-tembok-yang-menggemparkan.html (diakses tanggal 14 oktober 2012)

http://driwancybermuseum.wordpress.com/2012/10/08/buku-elektronik-dr-iwan-keindahan-dan-nilai-investasi-koleksi-keramik-antik/ (diakses tanggal 14 oktober 2012) TERIMA
KASIH..... DG 1 F
Politeknik Negeri Jakarta
Full transcript