Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENYUSUNAN DATA SPASIAL LAHAN KRITIS DAN PENENTUAN LAHAN KRI

No description
by

Dyastri Intan

on 14 December 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENYUSUNAN DATA SPASIAL LAHAN KRITIS DAN PENENTUAN LAHAN KRI

PENYUSUNAN DATA SPASIAL LAHAN KRITIS DAN PENENTUAN LAHAN KRITIS
PADA KAWASAN DAS KELOMPOK 6 DI JAWA BARAT

Outline
Pendahuluan
Metodologi
Hasil Pengamatan
Pembahasan
Kesimpulan
Latar Belakang
Tujuan
Pendahuluan
Perubahan bentang lahan
Kerusakan sumber daya lahan
Kemunduran produktivitas lahan
Lahan kritis
Sistem Informasi Geografis
Tujuan
Menentukan dan menyusun data-data parameter lahan kritis dari peta
kemiringan lahan
peta liputan lahan
peta manajemen kawasan
peta bahaya erosi (USLE)
pada DAS kelompok 6
Menentukan dan menyusun peta lahan kritis dalam
daerah lindung hutan
pada DAS kelompok 6
Menganalisis dan
menentukan status kekritisan lahan
di kawasan hutan pada DAS kelompok 6
Metodologi
Metode

Klasifikasi lahan
(unsupervised dan supervised classification)

USLE

(untuk menghitung tingkat bahaya erosi)

Overlay

(untuk menggabungkan banyak peta)

Skoring

(untuk menentukan tingkat kekritisan lahan)
Hasil
Pembahasan
Parameter penentu kekritisan lahan diperoleh dari analisis terhadap beberapa kumpulan data spasial berdasarkan SK Dirjen RRL No.041/Kpts/V/1998 yang meliputi :
Kemiringan lereng
(Peta Kemiringan Lahan)
Kondisi tutupan vegetasi
(Peta Penutupan Lahan)
Kondisi pengelolaan
(Peta Manajemen Kawasan)
Tingkat bahaya erosi
(Peta Tingkat Bahaya Erosi)
Peta Penutu-pan Lahan
Peta Kemiringan Lereng
Peta Manajemen Kawasan
Peta Bahaya Erosi
Peta Lahan Kritis
Peta Lahan Kritis dalam Lindung Hutan
Daerah Kajian Kelompok 6
Lahan kritis
Kuningan
Ciamis
di daerah kajian kelompok 6
Kota Tasikmalaya
Tasikmalaya
Garut
Sumedang
Majalengka
Luas lahan kritis
861.42 Ha
Luas lahan sangat kritis
4.28 Ha
5.71%
0.03%
Agus Muhammad Maulana
11513033

Ricky
11513035

Ayu Azrina Rachman
11513044

Dyastri Intan P
11513049

Nadine Claudia Suban
11513051

Hampir keseluruhan wilayah lindung hutan di daerah DAS 6 ini
berada dalam kawasan hutan
, tidak berada dalam kawasan pemukiman atau lahan kosong.
Lahan kritis dan sangat kritis pada DAS kelompok 6 seluruhnya termasuk ke dalam kawasan hutan yang kebanyakan berada pada kaki gunung
Rekomendasi
Bioremediasi menggunakan bantuan mikroba terhadap lahan kritis yang gundul dan tidak subur agar kondisi lahan pulih dan dapat ditanami tumbuhan.
Konversi lahan menjadi kawasan hutan
Reklamasi lahan dengan jenis tumbuhan native
Untuk menanggulangi erosi di lahan miring, dibuat teras-teras, sistem penanaman searah, dan ditanami dengan tanaman penyangga.
Dengan adanya kemajuan teknologi, dapat dilakukan penanggulangan lahan kritis dengan penyiraman atau pemupukan dengan skala besar menggunakan bantuan drone.
Kesimpulan
Latar Belakang
Dalam menyusun data peta kemiringan lahan/lereng dibutuhkan data
citra raster DEM SRTM Jawa
yang kemudian di
clip
sesuai daerah kajian (DAS kelompok 6), dilakukan
slope
dan di
klasifikasi
, skor sesuai dengan kelas yang telah ditentukan.
Dalam menyusun data peta liputan lahan dibutuhkan data citra raster landsat 8 yang diclip sesuai dengan daerah kajian (DAS kelompok 6), di
klasifikasi
dan di
interpretasi
secara terawasi (supervised), kemudian di
vektorisasi
dan di
query
dengan kriteria jenis tutupan lahan “
hutan
” dan
dihitung luasnya
. Pada data peta landsystem Jawa Barat yang telah diclip sesuai DAS 6, kemudian dihitung luasnya juga dan dihitung
presentasi penutupan tajuk
untuk skoring.
Dalam menyusun peta manajemen kawasan dibutuhkan data
peta administrasi dan data manajemen
kawasan yang digabungkan datanya (
join table
), dilakukan
skoring
sesuai dengan kelas yang ditentukan berdasarkan kelengkapan manajemen (pal batas, pengamanan, dan penyuluhan)
Dalam menyusun peta bahaya erosi dibutuhkan data-data: kemiringan lahan dengan kelas berbeda, klasifikasi lahan, data solum tanah, erosivitas, dan erodibilitas. Data
erosivitas dan erodibilitas diclip
sesuai daerah kajian DAS 6. Data LS dari raster DEM SRTM yang di
klasifikasi
dengan kriteria kelas yang berbeda (0-5%, dst). Untuk data pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP) didapat dari data kemiringan lahan/lereng dengan kelas berbeda (0-2%, dst) yang di
intersect
dengan data klasifikasi
tutupan lahan
. Keseluruh variable ini di
intersect,
di
kalikan
lalu di
intersect
dengan
data solum tanah
dan didapatkan peta bahaya erosi.
Dalam menyusun peta lahan kritis dalam daerah lindung hutan pada DAS kelompok 6, dilakukan
pembobotan
terhadap empat data peta yang telah dibuat, peta kemiringan lahan 20%, peta manajemen kawasan 10%, peta liputan lahan 50%, dan peta bahaya erosi 20%.
DAS kelompok 6 didominasi oleh lahan yang tidak begitu kritis. Lahan kritis (
5.71%
) berada di 6 daerah administrasi (Ciamis, Garut, Kota Tasikmalaya, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya) dan lahan sangat kritis (
0.03%
) berada di 4 daerah adiministrasi (Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kuningan, dan Tasikmalaya).
Full transcript