Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PELANGGARAN HAK DAN KEWAJIBAN DALAM BIDANG PERTAHANAN DAN KE

No description
by

on 15 April 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PELANGGARAN HAK DAN KEWAJIBAN DALAM BIDANG PERTAHANAN DAN KE

MADE BY:
Alfred XA3/3
Edo XA3/ 8
Gilbert XA3/14
Johanna XA3/18
Matthew XA3/25
Olivia XA3/27
Ryo XA3/28
PRESENTASI PKN
PELANGGARAN HAK

PELANGGARAN HAK DAN KEWAJIBAN DALAM BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
SOLUSI
VIDEO
ANALISIS
ANALISIS
THANK YOU
SEBAB- AKIBAT
BERITA
PELANGGARAN KEWAJIBAN
BERITA
- Hal ini melanggar HAM karena Mereka telah menyakiti Edih Kusnadi tanpa memiliki bukti yang kuat bahwa ia bersalah
- Walaupun sudah ada bukti mereka seharusnya tidak memukuli dia, melainkan mereka harus menunggu keputusan dari hakim
- Dalam kasus ini HAM yang dilanggar adalah
~Hak perlindungan hukum
~Hak rasa aman
Sebab:

- Polisi berasumsi bahwa Edih Kusnadi telah membeli Narkoba dari Kurniawan dan Iswadi Chandra.

Akibat:

-Edih Kusnadi dipukuli oleh para polisi dan dimasukan ke dalam penjara.
-Kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah terutama polisi berkurang.



- Instansi harus lebih bijak dalam menyelesaikan masalah
- Tidak boleh main hakim sendiri.
- Ketika instansi pemerintah hendak melakukan penangkapan terhadap orang yang tertuduh, harus ada bukti
VIDEO
Pada tanggal 14 Mei 2011 jam 02.10 didepan Gajah Mada Plaza sebanyak 18 orang Polisi melakukan operasi penggeledahan. Edih Kusnadi (EK) digeledah sekujur badannya, kendaraannya, diambil Hp dan dompetnya, lalu ditangkap dan dipukul oleh seorang oknum Polisi tanpa ada barang bukti. EK dibawa Polisi dengan mobil pribadinya ke Polda. Di Polda EK mengalami kekerasan (dipukuli, digertak) dan dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. EK dituduh akan menerima Narkoba dari Kurniawan dan Iswadi Chandra (bandar Narkoba di GMP). EK tidak pernah mengetahui bahwa temannya merupakan bandar narkoba. EK baru mengetahuinya setelah ia dikonfrontir di Polda. Selama penyidikan, EK dipukuli dan dibentak-bentak oleh polisi bernama Andreas Tulam. EK dipaksa untuk mengaku perbuatannya yaitu menerima Narkoba dari Iswadi, namun EK menolak. Iswadi dan Kurniawanpun dipaksa untuk mengaku bahwa mereka telah memberikan Narkoba kepada EK. EK mengalami penyiksaan oleh 6 polisi, yaitu Andreas Tulam, Abad Jaya Harefa, Yohanes Yuli. Penyiksaan berhenti setelah EK mengalami patah tulang tangan serta lebam-lebam di wajah.


AKIBAT
- Hal ini melanggar HAM dalam bidang pertahanan dan keamanan yang dilakukan oleh rakyat ke negara karena mereka telah merusak properti negara.

- Bom ini merupakan bentuk ancaman ISIS kepada Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang 100% Islam. Hal itu tidak seharusnya terjadi bila warga negara Indonesia diberi pelajaran tentang indahnya keanekaragaman agama sejak dini.

1. Banyak Nyawa Melayang
2. Rakyat Menjadi Tidak Tenang
3. Rupiah Melemah
4. Krisis Ekonomi Mungkin Kembali Menghantam Indonesia
5. Suku Bunga Naik Drastis, Rakyat Tercekik
6. Perputaran Uang Kacau
SEBAB
Negara ini sudah sering mengalami serangkaian aksi terorisme yang menewaskan lebih dari seratusan orang.

Serangan di Sarinah merupakan serangan pertama setelah Bom Jakarta 2009 yang menewaskan 9 orang termasuk dua pelaku yang merupakan anggota Jemaah Islamiyah. Jemaah Islamiyah merupakan organisasi terorisme di bawah al-Qaeda yang bertujuan menyatukan Indonesia, Malaysia, dan wilayah selatan Filipina ke dalam sebuah negara Islam.

Sejak kasus Bom Bali I pada tahun 2002, Indonesia mulai melangkah lebih maju untuk memberantas aksi terorisme Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme. Sebuah badan yang khusus memberantas aksi terorisme dibentuk pada tahun 2010 dengan nama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Menurut juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, kepolisian menerima informasi pada bulan November 2015 bahwa Negara Islam Irak dan Syam memberi sinyal akan menyerang Indonesia. Hal ini dikuatkan oleh laporan dari Institute for Policy Analysis of Conflict, lembaga kajian konflik di Indonesia asal Jakarta, bahwa sedikitnya ada 50 Warga Negara Indonesia yang pergi secara diam-diam ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi NIIS.

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah sejak satu atau dua bulan yang lalu sudah menemukan informasi mengenai potensi serangan teror di kawasan Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Kawasan tersebut berdekatan dengan lokasi ledakan bom Sarinah di persimpangan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Ryamizard mengatakan, Badan Intelijen Negara juga sudah memberikan laporan soal potensi serangan tersebut. Ia mengakui pelaku penyerangan memanfaatkan kelemahan aparat.

1.
Perlunya menerapkan kurikulum anti-teror sejak dini.
2.
Adanya khotbah dan ceramah agama yang positif.
3.
Mulailah sebarkan indahnya keberagaman pada lingkungan sekitar.
4.
Belajar mengenai perdamaian dan keberagaman.
5.
Menyaring segala informasi yang didapatkan. Jangan ditelan mentah-mentah!
6.
Sosialisasikan bahaya dan dampak terorisme.
7.
Selalu aktif melapor jika ada aktivitas radikalisme dan terorisme di lingkungan sekitarmu.
8.
Bekerja sama dengan pihak berwajib.
9.
Meningkatkan kewaspadaan sehari-hari terhadap radikalisme. Ingat, waspada bukan curiga!
10.
Pemerintah juga harus lebih tegas dalam mencegah dan menghukum tindakan terorisme.
11.
Bersama-sama membangun kesan bahwa kota kita aman dari terorisme.

SOLUSI
Saat penyisiran terduga teroris di Skyline Building, Jalan MH Thamrin - Jakarta Pusat, puluhan polisi masuk ke dalam bangunan itu untuk mengamankan pelaku dan mengevakuasi korban, karyawan serta pengunjung.. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iqbal membenarkan adanya tindakan teroris. Pada pukul 11.45 terdengar setidaknya 15 suara tembakan dari dalam gedung.
Ledakan yang terjadi bukan bom bunuh diri, melainkan berupa granat. Terjadi tiga ledakan dan diduga granat tersebut dilemparkan dari motor.
Selain terror yang terjadi di Skyline Building, Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Rudy Heryanto membenarkan adanya seseorang yang melarikan diri ke arah Palmerah. Saat itu Polres Jakarta Barat menyatakan siaga satu untuk pengamanan di wilayahnya.
Full transcript