Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

LIGA ARAB

No description
by

deally octavia

on 29 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of LIGA ARAB

LIGA ARAB
peran Liga Arab dalam konflik Suriah
Profil
Organisasi regional yang terdiri dari negara-negara Arab yang terdapat di wilayah Asia Barat, Asia utara dan Afrika Timur Laut. Dibentuk pada tanggal 22 Maret 1945 oleh Negara Mesir, Irak, Transjordan (Yordania), Libanon, Arab Saudi, dan Suriah.
Tujuan utama yaitu untuk mendekatkan hubungan antar negara-negara dan koordinasi kerjasama antar negara-negara anggota.
Dalam piagam Liga Arab dinyatakan bahwa Liga Arab bertugas mengkoordinasikan kegiatan ekonomi, hubungan niaga; komunikasi; kegiatan kebudayaan; kewarganegaraan, parpor dan visa; kegiatan sosial; dan kegitan kesehatan. Dalam piagam ini juga melarang para anggota untuk menggunakan kekerasan terhadap satu sama lain.
Peran Liga Arab Dalam Konflik Suriah
Liga Arab mengirim pasukan pemantau untuk mengamati perkembangan konflik, namun kemudian Liga Arab membekukan misi pemantau tersebut dan menarik mundur pasukannya.
Awal 2012, Liga Arab berencana mengirim pasukannya kembali dengan meminta bantuan kepada PBB dalam misi pemantauan gabungan PBB-Liga Arab, termasuk utusan khusus gabungan.
Bulan Maret 2013, diadakan pertemuan yang memutuskan bahwa negara anggota Liga Arab berhak memberikan bantuan, termasuk persenjataan, kepada warga Suriah untuk membela diri.
Mayoritas negara Liga Arab mendukung aksi internasional termasuk intervensi militer,
Liga Arab telah mencoba melakukan pertemuan dengan tujuan negosiasi dan mediasi yang dihadiri oleh negara-negara anggota, tetapi dari Suriah hanya dihadiri oleh pihak oposisi.
Liga Arab dan Konflik Suriah
Perbedaan Liga Arab dengan organisasi lain
Liga Arab berhasil dan efektif dalam menjalankan dan memelihara kerjasama dibidang ekonomi, sosial dan kebudayaan
Dalam bidang pendidikan, Liga Arab menyusun kurikulum sekolah negara-negara Arab, melestarikan dokumen-dokumen dan hasil kebudayaan kuno.
Liga Arab menerapkan teknologi dalam berbagai bidang, serta menciptakan persatuan telekomunikasi regional.
Organisasi ini dibentuk bukan hanya berdasarkan letak wilayah tertentu, tetapi lebih pada persamaan kebudayaan dan agama.
Tidak hanya berperan dalam bidang politik, Liga Arab mempunyai peranan dalam menentukan kurikulum sekolah dan pelestarian sejarah kebudayaan Arab.
Semua anggota dari Liga Arab juga termasuk ke dalam Organisasi Konferensi Islam
Konflik yang terjadi di Suriah selama dua tahun ini, telah memakan banyak korban sipil membuat Liga Arab turut bertanggungjawab menyelesaikan konflik yang terjadi.
Suriah menolak peran langsung Liga Arab dalam penyelesaian konflik, tetapi masih memperbolehkan utusan gabungan PBB dan Liga Arab.
Liga Arab membekukan keanggotaan Suriah pada November 2011. Liga Arab juga Memberlakukan sanksi ekonomi dan politik atas Pemerintah Suriah dan memerintahkan anggotanya agar menarik duta besar mereka dari Damaskus.
Bagaimana peranan Liga Arab dalam upaya menyelesaikan konflik Suriah ?
Teori Resolusi Konflik. Menurut Johan Galtung ada tiga tahap dalam penyelesaian konflik, yaitu :
1. Peacekeeping
Proses menghentikan atau mengurangi aksi kekerasan melalui intervensi militer yang menjalankan peran sebagai penjaga perdamaian yang netral.
2. Peacemaking
Proses yang tujuannya mempertemukan atau merekonsiliasi sikap politik dan strategi dari pihak yang bertikai melalui mediasi, negosiasi, arbitrasi terutama pada level elit atau pimpinan.
3. Peacebuilding
Proses implementasi perubahan atau rekonstruksi sosial, politik, dan ekonomi demi terciptanya perdamaian yang dapat bertahan lama.
Rumusan Masalah
Landasan Teori
Sebagai organisasi regional, Liga Arab memiliki peran penting untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah, walaupun hubungan keduanya tidak terlalu baik tetapi konflik ini tetap menjadi tanggungjawab Suriah. Penyelesai konflik dengan melakukan sebuah resolusi konflik yang dilakukan Liga Arab, yaitu
peacekeeping
dan
peacemaking
, namun Liga Arab belum mencapai
peacebuilding
, dimana proses implementasi perubahan atau rekonstruksi sosial, politik, dan ekonomi untuk mencapai perdamaian belum dapat dihujudkan karena konflik di Suriah masih bergejolak dan terus berlangsung hingga saat ini.
KESIMPULAN
Liga Arab belum berhasil mencapai suatu derajat peningkatan integrasi regional dan organisasi ini juga tidak mempunyai hubungan langsung dengan warga negara-negara anggotanya
Adanya kepentingan dari masing-masing anggota
Perbedaan orientasi politik dan ideologi antar negara-negara memicu terbentuknya dua pandangan yang mendasar yaitu, Pan-Islamisme dan Pan-Arabisme. Dua ideologi yang bertentangan antara satu dengan yang lainnya selalu menciptakan konflik atau ketegangan internal yang terus menerus
Kurang memiliki kepaduan politik
Kekurangan Liga Arab
Kelebihan Liga Arab
22 anggota Liga Arab :
Mesir, Irak Yordania, Libanon, Arab Saudi, Suriah (22 Sepetember 1945)
Yaman (5 Mei 1945)
Libya (28 Maret 1953)
Sudan (19 Januari 1956)
Maroko, Tunisia (1 Oktober 1958)
Kuwait (20 Juli 1961)
Aljazair (16 Agustus 1962)
Uni Emirat Arab (12 Juni 1971)
Bahrain, Qatar (11 September 1971)
Oman (29 September 1971)
Mauritania (26 November 1973)
Somalia (14 Februari 1974)
Palestina (9 September 1976)
Djibouti (9 April 1977)
Komoro (20 November 1993)
3 Negara pemantau (observer country), yaitu : Eritrea (6 Januari 2003), Venezuela (2006), dan India (2007).
Full transcript