Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PELAYANAN MAKAN DAN MINUM KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN JASA BOGA SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI

No description
by

Yandri Harianda

on 23 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PELAYANAN MAKAN DAN MINUM KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN JASA BOGA SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI

PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA
KOMPETENSI DASAR ROOM SERVICE KELAS XI
KOMPETENSI KEAHLIAN JASA BOGA SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI

Safarini, M. Pd
Image sources: http://www.google.co.id/search Latar Belakang Hasil Belajar siswa pada Kompetensi Dasar Room Service Kelas XI Semester Januari – Juni Tahun Pelajaran 2011/2012
Latar Belakang Rumusan Masalah Apakah aktifitas dan hasil belajar siswa pada proses pembelajaran Room Service meningkat dengan menggunakan metode role playing?
Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana metode role playing dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa pada Pelayanan Makan dan Minum di kelas X Jasa boga SMK Negeri 2 Bukittinggi? Manfaat Penelitian Hasil penelitian dapat bermanfaat untuk :
Sebagai acuan bagi kepala sekolah meningkatkaan kualitas guru dalam mengajar.
Sebagai masukan bagi guru untuk dapat memilih strategi pembelajaran untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran. BAB II. KAJIAN PUSTAKA 1. Pembelajaran
2. Aktivitas belajar
3. Hasil Belajar
4. Metode pembelajaran
5. Jenis metode pembelajaran Landasan Teori Kerangka Pemikiran Penggunaan model pembelajaran role play pada kompetensi dasar Room service dapat meningkatkan aktifitas siswa kelas XI Jasa Boga SMK Negeri 2 Bukittinggi

Hipotesis Tindakan BAB I. PENDAHULUAN Penelitian tindakan kelas (classroom action research), Jenis Penelitian Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat pencapaian siswa dalam proses pembelajaran kompetensi dasar Room Service, berupa hasil belajar kognitif yang diambil dari ulangan harian. Sedangkan hasil belajar afektif dan psikomotor tidak dijadikan sebagai data dalam penelitian ini.
Defenisi Operasional Penelitian akan dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bukittinggi pada kompetensi keahlian Jasa Boga.

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran bulan Juli sampai Agustus 2012.

Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Jasa Boga 1.
Setting Penelitian Prosedur Penelitian Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh dari lembar observasi aktivitas siswa
dianalisis dengan menggunakan rumus berikut ini :

P = F/N
 
Dengan ketentuan :
P = Persentase siswa yang telibat secara aktif
F = Frekuensi siswa yang terlibat secara aktif
N = Banyak siswa keseluruhan
(Sudijono, 1997) Teknik Analisa Data Untuk menentukan kategori aktivitas siswa digunakan kriteria Dimyati (2006: 43) sebagai berikut :
Teknik Analisa Data Terima kasih BAB III. METODE PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN Hasil Pengamatan Observer
terhadap Aktivitas Belajar Hasil pengamatan observer
terhadap hasil belajar Refleksi Siklus I Siklus III Siklus II Kemajuan antar Siklus Dari gambar terlihat bahwa sudah dilakukan revisi dari siklus I terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus III, begitu juga dari Siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus III.

Dimana dengan indikator memperhatikan teman bermain peran 94,11%, indikator mengeluarkan pendapat 79,41%, indikator mendengarkan proses bermain peran 94,11%, indikator melakukan bermain peran 88,23%, indikator memiliki semangat 91,17%, indikator bisa mengambil keputusan 76,47%, dan indikator mencatat kesimpulan pembelajaran 88,23%.

Semua indikator aktivitas belajar siswa berada pada kategori sangat berhasil. Kemajuan antar Siklus SIKLUS I SIKLUS II SIKLUS III Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil belajar siswa meningkat di siklus II dan seterusnya di siklus III. Dimana 91,17 % siswa sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal ≥ 78. Adapun aktivitas siswa yang diamati adalah tebatas pada :
-Visual activity yang diamati adalah memperhatikan teman bermain peran.
-Oral activities, yang diamati adalah mengeluarkan pendapat dalam diskusi.
-Listening activity yang diamati adalah mendengarkan proses bermain peran.
-Writing activity yang diamati mencatat hasil kesimpulan pembelajaran.
-Motor activities, yang diamati melakukan bermain peran.
-Emotional activities, yang diamati memiliki semangat dalam kegiatan pembelajaran.
-Mental activities, yang diamati siswa bisa mengambil keputusan.

Aktivitas siswa dapat diamati melalui lembar observasi. Hasil observasi dianalisis secara deskriptif dan aktivitas siswa dikatakan meningkat jika pelaksanaanya dapat disimpulkan berjalan dengan baik.
HASIL BELAJAR Hasil belajar siswa dianalisis kemudian diklasifikasikan dalam tuntas dan belum tuntas.
Ketuntasan Individu
Ketuntasan belajar siswa untuk individu mengacu kepada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan dalam kurikulum SMK N 2 Bukittinggi tahun Pembelajaran 2012/2013. KKM untuk Kompetensi Dasar Room Service adalah 78 Ketuntasan klasikal
Ketuntasan klasikal dengan kriteria apabila jumlah siswa yang tuntas dalam kelas sudah mencapai 85 % dari jumlah siswa keseluruhan maka kelas itu dikatakan tuntas.

Dengan rumus :
Full transcript