Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Teaching Best Practice Oleh Jontinofer Duarmas

Saya Pantas Menjadi Guru Berprestasi tahun 2013
by

Ahmad Syafii`

on 16 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Teaching Best Practice Oleh Jontinofer Duarmas

PENGGUNAAN “BAHAN AJAR MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER (BAMIBASKOM)” DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
SEBUAH KEBERHASILAN PEMBELAJARAN (BEST PRACTICE)
DI SMK NEGERI 5 MANADO

OLEH

JONTINOFER DUARMAS
1.Latar Belakang Masalah
Tujuan pembelajaran Bahasa Inggris di SMK adalah mempersiapkan siswa agar dapat bersaing di dunia kerja, baik sektor jasa maupun industri. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus mempersenjatai siswa dengan empat kecakapan berbahasa yakni mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing) yang dapat digunakan untuk menciptakan wacana sederhana baik dalam pergaulan sosial maupun dalam dunia kerja.
Untuk mengurangi pembelajaran yang terpusat pada guru maka perlu dikembangkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif dan efisien yang mewadahi proses belajar yang terpusat pada siswa (student centered) sehingga dapat menghasilkan produk belajar yang maksimal. Strategi pembelajaran tersebut memungkinkan terjadinya proses belajar yang konstruktif, antusiastik, dialogis, kontekstual, refleksif, multisensory (mewadahi beragam indera), dan merangsang keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) seperti kemampuan memecahkan masalah (problem solving) dan memanfaatkan teknologi serta mengakomodir tipe-tipe pembelajar seperti: 1) Visual Learners, 2) Auditory Learners, dan 3) Kinesthetic Learners.
SAYA PANTAS MENJADI GURU SMK BERPRESTASI TAHUN 2013
Untuk menggapai tujuan tersebut, siswa harus diarahkan untuk mengalami berbagai peristiwa belajar dan bertanggungjawab atas kesuksesan belajarnya sendiri. Sedangkan guru harus berupaya lebih berperan sebagai fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah, dan teman belajar bagi siswa dan menghindari bentuk pembelajaran tradisional berbasis teks dan terpusat pada guru (teacher centered).
Kenyataannya, proses pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di SMK Negeri 5 Manado masih terfokus pada pemahaman tata bahasa dan kosa kata Bahasa Inggris serta terkesan mengesampingkan kecakapan berbahasa yang disebutkan di atas. Strategi pembelajaran masih tradisional dan kurang variatif, serta masih terpusat pada guru. Guru lebih fokus mengejar terselesainya materi agar sesuai dengan silabus dan rencana pembelajaran tanpa mempedulikan tipe-tipe belajar dan pengalaman awal (prior knowledge) siswa. Akibatnya proses pembelajaran selama ini tidak mengairahkan dan tidak efektif serta menghasilkan produk yang tidak berkualitas. Hal ini terbukti dengan adalanya banyak siswa yang tidak mencapai nilai sesuai Kriteria Kentuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan.
1.Permasalahan
Masalah yang dihadapi adalah pembelajaran Bahasa Inggris tidak efektif sehingga menghasilkan produk yang tidak berkualitas. Hal ini terbukti dengan adanya banyak siswa yang tidak tuntas dalam ujian semester ganjil 2012/2013. Dari hasil wawancara dengan siswa disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris tidak efektif karena berbagai faktor, antara lain:

Siswa memandang pembelajaran Bahasa Inggris itu sulit karena guru menekankan materi pembelajaran pada tata bahasa dan kosa kata.
Kurangnya strategi pembelajaran yang merangsang sehingga siswa cepat bosan belajar Bahasa Inggris.
Guru masih menerapkan proses pembelajaran Bahasa Inggris secara konvensional dan belum memanfaatkan teknologi secara optimal.
Untuk memecahkan masalah tersebut, saya menerapkan strategi berupa penggunaan Bahan Ajar Multimedia Interaktif Berbasis Komputer (BAMIBASKOM) dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan BAMIBASKOM tersebut dimulai dari tahap pembuatan dan tahap implementasi.
3. Strategi Pemecahan Masalah
3.1 Tahap Pembuatan BAMIBASKOM
1. Mengumpulkan bahan ajar sesuai dengan RPP seperti video, audio, animasi, dan gambar dengan cara mengunduh (download) dari YouTube.com atau TeacherTube.com atau jika diperlukan saya membuat video sendiri dan mengeditnya menggunakan program Windows Live Movie Maker, dan merekam suara (audio) menggunakan program Audacity.
2.Kegiatan selanjutnya adalah merancang template dan layout dengan menggunakan slide Master pada program PowerPoint 2010. Warna latar belakang slide (background style) dipakai secara konsisten atau sama untuk semua slide. Jenis huruf yang digunakan adalah “Times New Roman” dengan font minimal 24. Warna huruf digunakan adalah hitam, biru atau merah. Jenis font tersebut di gunakan secara konsisten untuk semua slide dan menggunakan Bold pada bagian yang dianggap penting. Gambar yang digunakan hanya gambar yang berhubungan dengan materi dan efek animasi hanya diterapkan pada objek teks, gambar, garis, dan bentuk bila mendukung isi materi.
3. Materi dirancang sesuai dengan alur silabus mata pelajaran Bahasa Inggris yakni mulai dari listening skill, speaking skill, reading skill, dan writing skill. Di akhir materi pembelajaran, dibuat latihan, quiz atau tes interaktif dengan menggunakan program Quiz Maker. Pada Quiz Maker, saya menentukan KKM atau Passing Grade sebesar 80 sehingga siswa yang nilainya sama dengan atau lebih besar akan dinyatakan LULUS (PASSED) bila tidak, dinyatakan GAGAL (FAILED). Dalam latihan, quiz atau tes interaktif tersebut, siswa dapat mengisi/mengetik kata/kalimat secara langsung pada form yang tersedia atau memilih langsung jawabannya. Bila quiz atau tes telah selesai dikerjakan dan siswa menekan tombol SUBMIT maka hasilnya dapat diketahui saat itu juga dan jika komputer atau laptop siswa terhubung internet maka hasil latihan siswa tersebut terkirim ke email guru secara otomatis.
4. Setelah bahan dirancang dalam program PowerPoint, dilakukan review dari sisi teks, tata letak, dan kebenaran konsep dan selanjutnya dikonversi ke file Flash menggunakan program iSpring Pro.
5. Produk akhir dari bahan ajar multimedia interaktif tersebut digandakan dalam bentuk CD, atau diunggah (di-upload) di server sekolah, atau di website saya dengan alamat: https://sites.google.com/site/smknegeri5manado.
3.2 Tahap Implementasi BAMIBASKOM
Biasanya, saya menggandakan BAMIBASKOM dalam CD dan memberikannya secara gratis kepada siswa untuk dipelajari di rumah atau di ruang Self Access Study (SAS) SMK Negeri 5 Manado sebelum pelajaran Bahasa Inggris. Bila siswa tidak sempat mempelajari BAMIBASKOM tersebut di rumah karena tidak memiliki komputer atau laptop maka saya memberi waktu 20-30 menit untuk siswa belajar secara mandiri atau berkelompok pada saat tatap muka.
Saya senantiasa mengingatkan dan memotivasi siswa agar bertanggungjawab atas keberhasilan belajarnya dan investasi untuk masa depannya. Di kelas, saya selalu memastikan bahwa siswa belajar dengan cara berkeliling ruang kelas dan memotivasi mereka untuk berperan aktif. Cara lain memastikan siswa belajar dengan menggunakan BAMIBASKOM yang saya buat adalah dengan cara memantau hasil latihan, quiz atau tes mereka di email saya karena BAMIBASKOM telah dirancang untuk melaporkan secara otomatis semua aktifitas ke email guru.
Bila laporan hasil latihan, quiz atau tes siswa telah masuk ke email saya namun hasilnya adalah GAGAL (FAILED) maka saya mengajak mereka untuk mereview kembali materi dan meminta mereka untuk mengerjakan kembali latihan, quiz atau tes hingga dinyatakan LULUS (PASSED).
PEMBAHASAN
1. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah
BAMIBASKOM memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemauan dan irama kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan lewat komputer. Penggunaan BAMIBASKOM dalam proses belajar juga membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktifitas belajarnya sendiri.
BAMIBASKOM dalam pembelajaran mengakomodir tipe-tipe pembelajar seperti: 1) Visual Learners, 2) Auditory Learners, dan 3) Kinesthetic Learners serta sejalan dengan proses kerja otak. BAMIBASKOM juga sebagai multi processors (visual, auditory, conceptual, phonological, dan orthographic/ejaan yang benar) yang mengaktifkan banyak bagian otak dan memfasilitasi ingatan jangka panjang. Ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan hanya melihat daftar kata atau kalimat dan kemudian mencoba untuk mengingatnya.
Alasan lain pemilihan strategi pemecahan masalah ini adalah karena selama ini saya mempraktekkan pendekatan yang keliru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Saya berada dalam keyakinan yang keliru bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang harus dipelajari secara sadar sebagai suatu pengetahuan. Saya memiliki anggapan yang keliru bahwa bila siswa memahami tata bahasa dan memiliki perbendaharaan kosakata yang cukup maka siswa akan mengguanakan Bahasa Inggris dengan lebih mudah.
Kenyataanya tidaklah demikian, pembelajaran bahasa secara sadar yang menekankan tatabahasa dan penghafalan kosakata bukan cara yang terbaik untuk mempelajari bahasa Inggris secara efektif. Sebaliknya pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan BAMIBASKOM menawarkan cara yang lebih efektif yang sejalan dengan cara kerja otak yang mewadahi ingatan jangka panjang dan kecakapan pemerolehan bahasa (skill of language acquisition).

Selain itu, penggunaan BAMIBASKOM menjawab tantangan guru abad 21, yaitu guru yang menggeser paradigma pembelajaran yang berpusat pada dirinya (teacher-centered learning) menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Guru hanya berperan sebagi desainer pembelajaran, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. BAMIBASKOM juga menjawab salah satu kompetensi guru yang direkomendasikan oleh PP No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, pada kompetensi inti guru yakni kompetensi pedagogik point 5 mengamanatkan agar guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran dan pada kompetensi professional point 24 guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
2. Hasil atau dampak yang dicapai
Dampak yang dicapai dari penggunaan BAMIBASKOM adalah proses pembelajaran lebih efektif. Hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil pembelajaran Bahasa Inggris pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
Beberapa hal yang terpantau dalam strategi yang diterapkan, antara lain:
Pembelajaran menggunakan BAMIBASKOM memungkinkan siswa dapat mengatur waktu secara leluasa sesuai dengan kecepatan atau irama belajarnya sendiri-sendiri.
Materi pembelajaran dapat diulang-ulang hingga siswa benar-benar memahami.
Siswa tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu; siswa boleh mengakses materi pembelajaran kapan dan di mana saja. Siswa dapat mereview pembelajaran di mana saja sehingga ketika di kelas, siswa lebih banyak waktu untuk berdiskusi dan menanyakan kepada guru tentang materi yang belum dipahami.
Dengan BAMIBASKOM, siswa memiliki peran sentral untuk menentukan keberhasilannya sendiri. Siswa menciptakan kemandirian (independent) dan tanggung-jawab akan kesuksesan dalam pembelajaran-nya sendiri. Sedangkan guru hanya menjalani fungsinya sebagai desainer, fasilitator, motivator, counselor, dan mengurangi fungsinya sebagai instruktur.
Materi dirancang secara interaktif dan disimpan dalam CD/Flash atau diupload di server sekolah atau website guru sehingga siswa dapat menggunakannya sebagai sumber belajar alternatif dan bukan guru sebagai satu-satunya sumber belajar.
Tes interaktif yang disediakan membuat siswa leluasa untuk menentukan keberhasilan belajarnya sendiri. Pada tes interaktif, hasil jawaban siswa langsung diketuhi sehingga bila dinyatakan gagal maka dia boleh mengulang materi tersebut hingga dinyatakan lulus.
Sekolah dapat menghemat dana untuk pengadaan kertas, spidol, dan alat tulis lainnya. Dengan BAMIBASKOM, siswa langsung dapat menulis dan menjawab soal dengan hanya mengklik atau mengetik jawaban pada form yang tersedia. Ketika siswa selesai mengerjakan tes, hasil tesnya terkirim secara otomatis ke email guru.
Semua kompetensi berbahasa, latihan, dan tes terintegrasi dalam BAMIBASKOM. Dalam BAMIBASKOM terdapat video, audio, animasi, gambar, dan link (percabangan) tersaji secara lengkap dan terintegrasi sehingga memudahkan siswa mempelajari sebuah bahasa asing seperti Bahasa Inggris.
Tidak lagi ada alasan “lupa” atau “ketinggalan” pembelajaran karena materi dapat diunduh (download) atau dapat diakses di server sekolah atau website guru kapan dan di mana saja asalkan terhubung internet.
Memberi pengalaman belajar yang baru dan berbeda kepada siswa. Sering siswa berada di kelas yang dipadati lebih dari 30 orang siswa untuk mendengarkan seorang guru, dan guru yang mengajar tentu tidak bisa membagi waktu untuk membimbing setiap siswa. Dengan BAMIBASKOM, siswa bagaikan berhadapan seorang diri dengan seorang guru (1:1).
3.Kendala-kendala yang dihadapi , antara lain:

1. Komputer yang disipakan oleh sekolah terbatas sehingga pembelajaran
menggunakan BAMIBASKOM sering terganggu.
2. Siswa belum terbiasa belajar menggunakan BAMIBASKOM. Mereka cenderung
bermain game online atau browseing di media social seperti facebook .
3. Kecepatan access internet masih sangat lambat. Internet di SMK Negeri 5 Manado
macet total ketika semua siswa diminta untuk mengakses internet bersamaan.
4. Kurangnya sarana misalnya camera digital, flip camera, atau video camera yang
dapat difungsikan oleh guru untuk merancang video pembelajaran.
5. Software untuk merancang BAMIBASKOM belum disediakan oleh sekolah. Saya
biasa menggunakan Google Docs, Prezi, iSpring, Edmodo, Wiki dan Google site dalam
merancang media pembelajaran namun saya harus online untuk dapat
menggunakannya. Sementara internet masih mahal dan lama loading atau lamban.
4.Faktor-faktor pendukung

1.Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Manado sangat mendukung ide dan usaha saya mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

2.Kepala Sekolah baru berencana bekerja sama dengan TelkomSel untuk membangun program Indonesia WIFI di lingkungan SMK Negeri 5 Manado.

3.Tersedia Laboratorium Self Access Study (SAS) yang dilengkapi dengan Server dan terhubung dengan internet sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan gratis.
5.Alternatif Pengembangan
1. Alaternatif lain dalam pengembangan BAMIBASKOM adalah dengan memanfaatkan WEB 2.0 misalnya Google Docs, Prezi, WIKI, Moodle, Edmodo, Youtube, Teachertube, atau Google Sites.

2. Dengan kemajuan teknologi, guru sudah saatnya berkolaborasi untuk merancang BAMIBASKOM secara online dan real time dengan pengajar lain dari seluruh penjuru dunia. Salah satu sarana untuk berkolaborasi dalam merancang BAMIBASKOM adalah dengan menggunakan Google Docs, Wiki, Edmodo atau Google Site.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa penggunaan BAMIBASKOM menjadikan pembelajaran Bahasa Inggris lebih efektif. Efektifitas pembelajaran tersebut mempengaruhi peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa meningkat secara signifikan atau memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan.

Penggunaan BAMIBASKOM juga terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang terpusat pada siswa dan menggeser pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning). Dalam hal ini, guru hanya berperan sebagi desainer pembelajaran yakni merancang bahan ajar multimedia, menjadi fasilitator, pelatih, dan manajer dalam pembelajaran.
2. Rekomendasi
1.Penggunaan BAMIBASKOM adalah sebuah keterampilan abad ke 21 yang wajib dikuasai dan diterapkan oleh guru. Olehnya itu semua guru tanpa kecuali wajib mengintegrasikan pembelajaran multimedia interaktif dalam mata pelajaran masing-masing.

2.Sekolah perlu memberdayakan guru-guru di lingkungannya untuk merancang dan memanfaatkan BAMIBASKOM dalam pembelajaran. Langkah kongkritnya adalah menjadwalkan pelatihan Information Communication and Technology (ICT) untuk guru secara berkesinambungan.

3.Sekolah perlu menyediakan software atau membangun media pembelajaran seperti website sekolah yang memungkinkan guru dan siswa memanfaatkannya secara maksimal.

4. Bila sekolah tidak memiliki biaya untuk merancang website, maka saya merekomendasikan untuk menggunakan berbagi Google Tools yang gratis untuk pendidikan misalnya Edmodo, Google Docs, dan Google Site. Selain gratis, fitur-fitur yang disediakan sangat cocok untuk pendidikan dan mudah digunakan.
Dokumentasi siswa sedang belajar menggunakan BAMIBASKOM
TERIMA KASIH
Full transcript