Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL

No description
by

anggi trisna riani

on 5 December 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL

PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL
design by Dóri Sirály for Prezi
Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang selain beroperasi secara domestik (bertindak sebagai perusahaan induk) juga mempunyai hubungan afiliasi dengan perusahaan-perusahaan di negara lain. Perusahaan diberbagai negara tersebut pada hakekatnya berada dibawah kepemilikan atau penguasaan yang sama dan kurang lebih dikendalikan oleh perusahaan induk di kantor pusat. Bab ini akan membahas masalah Pengendalian manajemen dan praktiknya pada perusahaan multinasional. ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dengan cermat terhadap operasi perusahaan di luar negeri. Pertama masalah harga transfer dan kedua masalah nilai tukar mata uang.







Penentuan harga transfer untuk barang-barang, jasa dan teknologi menunjukkan perbedaan penting antara pengendalian manajemen dalam suatu negara dengan yang beroperasi di luar negeri. Pada perusahaan yang beroperasi di luar negeri diperlukan beberapa pertimbangan penting dalam penentuan harga transfer. Pertimbangan dalam hal ini menyangkut tentang aturan pajak, aturan pemerintah, tarif, nilai tukar, pengawasan nilai tukar mata asing, akumulasi dana, tekana persaingan dan joint venture.
PENDAHULUAN
Rangkuman
1. Harga Transfer
a. Metode Harga Transfer Berdasar Harga Pasar
Dengan metode ini, harga dtetapkan sesuai dengan permintaan dan penawaran pasar

b. Metode Harga Transfer Berdasarkan Harga Pokok
Metode ini menggunakan harga transfer berdasar harga pokok tanpa memasukkan unsur laba. Harga pokok ini biasanya bisa diperoleh dari dalam perusahaan yakni dari sistem akuntansinya.

c. Metode Negoisasi
Dalam pendekatan ini, unit usaha pembelian maupun penjualan bebas bernegoisasi agar harga transfer yang ditetapkan saling menguntungkan.
Karena masing masing unit bertanggung jawab terhadap hasil kinerjanya sendiri, maka akan terjadi minimisasi biaya dan harga transfer yang layak bagi kedua belah pihak yang saling betransaksi.

1.1 Metode Harga Transfer
1. Metode Harga Tak Terkontrol yang Sebanding ( Comparable Uncontrolled Price Method )

Harga bebas ditentukan dari penjualan barang atau jasa yang dapat diperbandingkan anatara perusahaan multinasional dan pelanggan lain, atau anatara dua perusahaan yang tidak saling berhubungan.
Skema perhitungan harga transfer berdasarkan metode ini dapat dituliskan sebagai berikut:

Harga transfer = Harga yang dibayarkan dalam penjualan tak terkontrol dapat diperbandingkan ± Penyesuaian

1.3 Pertimbangan Hukum
1.2 Kendala-kendala
a. Kendala Internal
Kendala yang timbul dari berbagai kepentingan yang ada dalam perusahaan multinasional menyangkut desentralisasi dan sentralisasi.

b. Kendala Eksternal
Kendala yang timbul menyangkut kepentingan perusahaan multinasional tersebut dengan kepentingan publik dari negara yang bersangkutan.


2. Metode Harga Jual Kembali ( Resale Price Method )

Dengan metode ini, pembayaran pajak bekerja kembali dari harga jual akhir dimana barang tersebur dibeli dari perusahaan afiliasinya dijual denga harga yang tidak bisa terkontrol.

Skema perhitungan harga transfer berdasarkan metode ini dapat dituliskan sebagai berikut:
Harga transfer = Harga jual kembali yang dapat diterapkan - Mark-up ± Penyusuaian
3. Metode Biaya Tambahan ( Cost-plus Method )

Metode ini merupakan metode prioritas paling rendah. Titik awal perhitungan harga bebas ini adalah harga pokok produksi, yaitu harga poko yang dihitung menurut praktik akuntansi yang lazim harga ini ditabah dengan laba kotor dalam bentuk presentase tertentu dari harga pokok dan didasarkan atas penjualan tak terkontrol yang sejenis yang dilakukan oleh penjual, atau penjual lain, atau tarif yang biasa ditetapkan pada industri tersebut.

Skema perhitungan harga transfer berdasarkan metode ini dapat dituliskan sebagai berikut :
Harga transfer = Harga Pokok + Mark-up Tertentu ± Penyesuaian





2. NILAI TUKAR DAN EVALUASI KERJA
Aliran kas perusahaan dalam negeri (misalnya indonesia) biasanya dalam bentuk ruiah. Sebaliknya aliran kas dari perusahaan multinasional bisa dalam bentuk beberapa mata uang, dan nilai masing-masing mata uang tersebut berbeda setiap rupiahnya. Variasi seperti ini membutuhkan perhitungan tersendiri dalam pengukuran prestasi anakperusahaan tersebut dan manajernya. Ada tiga bentuk eksposur nilai tukar yaitu translation, transaction, and economic.



2.1 Nilai Tukar
Nilai tukar adalah harga dari suatu mata uang jika dibandingkan dengan mata uang lainnya. Nilai tukar ini bisa disebut dalam jumlah unit mata uang dalam negeri yang dibutuhkan untuk membeli satu unit mata uang asing lainnya (direct cost) atau jumlah unit mata uang asing yang dibutuhkan untuk membeli satu unit mata uang dalam negeri (indirect quote). Misalnya 1 dollar AS sama dengan 5.000 rupiah. Nilai tukar ini biasa disebut dengan nilai tukar nominal.

Bentuk-bentuk eksposur nilai tukar:
a. Translation exposure adalah pengungkapan neraca dan rugi laba perusahaan multinasional untuk perusahaan nilai tukar nominal.

b. Transaction exposure adalah pengungkapan nilai tukar dimana perusahaan mempunyai transaksi lewat batas waktu yaitu transaksi dilakukan hari ini, tetapi penyelesaian pembayarannya dilakukan pada waktu yang akan datang.

c. Economic exposure adalah pengungkapan nilai tukar aliran kas perusahaan menjadi nilai tukar riil.

2.2 Pilihan Metris Dalam Penilaian Prestasi
Dalam survei yang dilakukan pada perusahaan multinasional, Choi dan Czechowicz menemukan bahwa hampir semua responden mempunyai sistem penilaian prestasi berupa perbandingan hasil sesungguhnya dengan yang dianggarkan.
Ada tiga kemungkinan pilihan metris dalam bentuk dan memeriksa anggaran,
a. nilai tukar yang berlaku pada saat anggaran tersebut dibuat (nilai tukar awal),
b. nilai tukar proyeksi pada saat anggaran tersebut dibuat (nilai tukar proyeksi), dan
c. nilai tukar sesungguhnya yang berlaku pada saat anggaran tersebut diperiksa (nilai tukar akhir)

2.3 Pengaruh Penjabaran
Untuk melihat bagiamana pengaruh dari penjabaran ini, dapat dilihat dari contoh berikut :
Nilai tukar awal antara rupiah dan dolar adalah Rp5.000 per dolar Amerika. Terakhir nilai tukarnya menjadi Rp5.500 per dolar. Ini berarti rupiah terdepresiasi sebesar 10% (5.500-5000)/(5000 x 100%) sebesar Rp500. Suatu saat anak perusahaan dari perusahaan multinasional di Indonesia menetapkan target volume penjualan dengan nilai tukar 1 dolar Rp5.500. Anak perusahaan juga menetapkan harga pokok dan harga penjualannya dalam bentuk rupiah. Ketika perusahaan sudah mencapai target namun nilai tukar sudah berubah menjadi Rp5.500 per dolar. Maka ini menyebabkan laba dalam bentuk dolar menjadi $US 9,09. Pada pengaruh ini, perusahaan induk yang mengalami masalah akibat perubahan nilai tukar

2.4 Pengaruh Ekonomi
Pada unit keseimbangan (balanced unit), nilai tukar hanya berkaitan dengan pengaruh penjabaran. Namun jika anak perusahaan mengadakan transaksi dengan pihak luar, maka anak perusahaan tersebut bertanggung jawab ke pengungkapan ekonomik. Sistem pengendalian yang efektif juga berbeda antara eksposur ekonomik dengan eksposur penjabaran. Dengan menggunakan penjabaran ekonomik, maka sistem pengendaliannya cukup hanya dengan mengevaluasi manajer anak perusahaan atas keputusan keputusan yang memungkinkan anak perusahaan merespon perubahan nilai tukar sesungguhnya.

Pengukuran kinerja dapat dilihat dari kualitas keputusan yang diambil oleh manajer perusahaan. Untuk itu diperlukan alat untuk menilai secara wajar kualitas keputusan manajer anak perusahaan. Salah satu mekanisme yang ada itu adalah penganggaran kontijensi.

2.5 Pengaruh Transaksi
Pendekatan dasar berkaitan dengan eksposur transaksi adalah dengan menerapkan strategi, pembatasan nilai tukar asing. Hedging adalah setiap transaksi dimana risiko yang menyatu dengan aliran kas dimasa depan dikurangi.
Transaksi hedging biasanya baik dilaksanakan pada tingkat perusahaan induk. Ada sejumlah alasan untuk itu.

Pertama, pada sebagian perusahaan multinasional, ada hutang dan piutang pada bagian berbeda atas seluruh perusahaan yang melakukan pembatasan secara alami satu sama lain jika informasi atas semua transaksi seperti itu dikumpulkan dan ditaruh dalam satu lokasi pusat.

Kedua, perusahaan induk mungkin mempunyai akses yang lebih baik pada range yang lebih luas atas instrumen hedging, mempunyai ruang yang lebih luas atas maturities, dibandingkan dengan perusahaan anak.

Ketiga, tidak ada alasan mengasumsikan bahwa manajer anak perusahaan bisa meramal nilai tukar lebih baik dari bendahaara perusahaan.

2.6 Prestasi Anak Perusahaan
Kinerja ekonomi perusahaan anak hendaknya menunjukkan konsekuensi positif atau negatif atas penjabaran (translasi), transaksi dan pengungkapan ekonomi. Jika kinerja ekonomi jangka panjang perusahaan anak terus menurun, walaupun kinerja manajernya bagus, hendaknya perusahaan induk memberi pertanyaan mendasar dan memberikan keputusan yang independen atas jawaban yang diterima.
2.7 Pertimbangan Manajemen
Dalam mendesain sistem evaluasi kinerja perusahaan anak, perusahaan bisa menggunakan pedoman sebagai berikut:

• Manajer perusahaan anak hendaknya tidak bertanggung jawab pada pengaruh penjabaran mata uang asing.

• Pengaruh transaksi sebaiknya ditangani melalui koordinasi yang tersentralisasi atas seluruh kebutuhan hedging perusahaan multinasional.

• Manajer suatu pusat pertanggungjawaban hendaknya bertanggung jawab hanya pada pengaruh ketergantungan dari nilai tukar yang dihasilkan dari eksposur ekonomi.


Dari sudut pandang sistem pengendalian manajemen, dua masalah yang muncul dalam perusahaan multinasional adalah harga transfer dan nilai tukar. Untuk mencapai keselarasan tujuan, pertimbangan lain adalah penting untuk tercapainya harga transfer pada perusahaan multinasional: perpajakan, aturan pemerintah, tariff, nilai tukar, pengawasan nilai tukar mata uang, akumulasi dana, tekanan persaingan, dan joint venture.

Suatu evaluasi kinerja ekonomi dari anak perusahaan seharusnya memasukkan konsekuensi positif maupun negative dari pengungkapan (eksposur) penjabaran, transaksi dan ekonomi. Namun, sambal mengevaluasi kinerja manajer anak perusahaan, pengaruh penjabaran dan transaksi seharusnya dipindahkan; bahkan manajer anak perusahaan seharusnya bertanggungjawab atas pengaruh ketergantungan dari nilai tukar yang dihasilkan dari pengungkapan ekonomik.

Dosen Pembimbing : Ibu Sofia Dwi Hartini
Disusun Oleh:
Kelompok 5
1. Anggi Trisna Riani
2. Evitya Zurianti
3. Risalah Adzani
4. Rusika Martha Dewi
5. Sutami Candra Kasih
Kelas : 5.05
Full transcript