The Internet belongs to everyone. Let’s keep it that way.

Protect Net Neutrality
Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Manajemen Keuangan - Manajemen Kas

Manajemen Kas
by

Rifqi Al Habib

on 20 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Manajemen Keuangan - Manajemen Kas

KELOMPOK 2
1. Afrizal Anggastian Firdaus CIC013015
2. Muhammad Rosyid Abdurozak CIC013018
3. Safira Maulidina CIC013031
4. Zakiy Giananda Pratama CIC013038
5. Nova Nurmedia CIC013041
6. Bia Permata Putri CIC013048
7. Sisca Wulandari Rahayu CIC013054
8. Septi Sanistiara CIC013059
9. Rifqi Al Habib CIC013066
10. Usman Nurdin CIC013069
MANAJEMEN KEUANGAN
MANAJEMEN KAS
Pengertian:
Kas adalah harta paling lancar yang meliputi uang logam, uang kertas dan pos-pos lainnya dapat dipergunakan sebgai media tukar dan mempunyai pengukuran akuntansi.
Kas meliputi: Uang tunai (kertas/logam) baik yang ada ditangan perusahaan (Cash in hand) atau ada di bank (bank), Cek, demand deposit, money order (kas bon) dll.

Motif Penahanan Kas John Maynard Keynes
1. Motif Transaksi,
Kas diperlukan untuk memenuhi kebutuhan transaksi. seperti membayar upah tenaga kerja, membeli bahan baku, membayar biaya listrik dan lain sebagainya.
2. Motif Berjaga-jaga,
Kas diperlukan untuk berjaga-jaga menghadapi ketidakpastian dimasa mendatang.
3. Motif Spekulasi,
Kebutuhan kas untuk memperoleh keuntungan karena perubahan harga surat berharga  investasi surat berharga
Manajemen Kas
Didefinisikan sebagai suatu kumpulan kegiatan perencanaan, perkiraan, pengumpulan, pengeluaran dan investasi kas dari suatu perusahaan agar dapat beroperasi dengan lancar. Manajemen kas meliputi efisiensi pengumpulan kas dan pembayaran kas serta investasi kas temporer pada saat belum dibutuhkan.
Tujuan manajemen kas meliputi 2 hal: likuiditas dan earning.
Likuiditas - manajemen harus secara sadar menjaga likuiditas dan jumlah kas yang harus ada dalam perusahaan.
Earning- tiap pengeluaran perusahaan harus diarahkan untuk mendapatkan kemungkinan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan kas yang dikeluarkan. Selain itu manajemen harus menjamin pembayaran dilakukan secara ekonomis

Perencanaan Kas
Aspek utama perencanaan kas adalah penyusunan anggaran kas. Manajer harus menyiapkan daftar kegiatan untuk menimbulkan kas (pembelanjaan) dan kegiatan menggunakan kas (pengoperasian dan penginvestasian). Atau membuat proyeksi Cash in flow, Cash out flow dan balance (saldo)

Agar tujuan tercapai, ada 2 hal yang harus dilakukan:
Menentukan sumber penerimaan kas, misal; kas dari operasi rutin, kas dari pelunasan utang jangka panjang, investasi dari pemilik, penjualan aktiva tetap, mengeluarkan obligasi dll
Menentukan rencana penggunaan kas, misal; pembayaran dividen, pembayaran utang jangka panjang, pembelian aktiva tetap, membayar gaji karyawan, dll

Berdasarkan 2 hal tadi maka manajemen dapat mengetahui seberapa besar kas yang dibutuhkan atau seberapa besar kas yang menganggur, selanjutnya dapat ditentukan langkah selanjutnya terhadap kas yang berlebihan/menganggur
Sumber Kas
Hasil Penjualan investasi jangka panjang
Penjualan atau emisi saham atau adanya penambahan modal oleh pemilik.
Pengeluaran tanda bukti hutang (wesel), hutang obligasi, hutang bank dll
Adanya penurunan aktiva lancar selain kas diimbangi dengan penerimaan kas pembayaran
Adanya penerimaan kas dari sewa, bunga atau dividen, hadiah, atau restitusi pajak dari periode sebelumnya.
Keuntungan dari operasi perusahaan
Transaksi yang Tidak Mempengaruhi Kas
Pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible assets.
Pengakuan adanya kerugian piutang.
Pengakuan penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki.
Penghentian aktiva tetap
Pembayaran stock dividen (pembayaran dividen dalam bentuk saham).
Adanya penyisihan atau pembatasan penggunaan laba.
Terhadap transaksi yang tidak mempengaruhi kas harus dilakukan jurnal penyesuaian
Penggunaan Kas
Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek
Penarikan kembali saham yang beredar
Pelunasan pembayaran angsuran utang jangka pendek maupun jangka panjang
Pembelian barang secara tunai
Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen
Adanya kerugian dalam operasi perusahaan
Mempercepat Pemasukan Kas
Pengumpulan piutang
1. Mempercepat persiapan dan pengiriman “invoice”.
2. Mempercepat pengiriman pembayaran dari para pelanggan kepada perusahaan.
3. Mengurangi waktu saat pembayaran diterima oleh perusahaan yang tetap merupakan dana yang belum terkumpul.

Concentration banking
Memperlambat Pengeluaran Kas
Mengendalikan pembayaran
Saldo kas yang dipertahankan
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya persediaan kas :
Perimbangan antara cash inflow dan cash outflow.
Penyimpangan terhadap aliran kas yang diperkirakan.
Adanya hubungan financial yang baik dengan bank-bank.
Manfaat Pokok jumlah Kas Yang Memadai
Savety Level of Cash Balance
Saldo kas minimum yang perlu dimiliki oleh perusahaan untuk melindungi perusahaan dari resiko kesalahan-kesalahan saldo kas.
Savety level of cash balance sebaiknya ditetapkan untuk periode normal dan periode puncak.
Periode puncak adalah periode dimana kebutuhan akan kas memuncak.
Rumus :
Savety level of Cash Balance:
Jumlah hari yang diinginkan X Rata-rata harian pengeluaran kas
Kas Minimum
Menentukan Saldo Kas Optimal (Model Baumol)
Total biaya transaksi yang akan diminimalkan untuk memperoleh saldo kas optimal terdiri dari dua item:
Biaya Simpan
Biaya Transaksi
Biaya Total = Biaya Simpan + Biaya Transaksi
TC = (C/2) i + (T/C) b
C = [(2 x b x T) : i]1/2
Keterangan:
C = saldo kas optimal yang akan kita cari
i = tingkat bunga
T = total kebutuhan kas dalam satu periode
b = biaya order kas
Menentukan Saldo Kas Optimal
Model Persediaan untuk Kas (Model Baumol)
Misalkan: Kebutuhan kas perusahaan selama satu bulan Rp. 20 juta. Perusahaan memperoleh kas dengan menjual surat berharga. Biaya transaksi perolehan kas adalah Rp. 10 ribu, sedangkan tingkat bunga adalah 18% per tahun, atau 1,5% per bulan. Saldo kas dapat dihitung sebagai berikut:



Saldo kas yang optimal adalah Rp. 5.163.978.

Keterangan:
Dalam periode satu bulan, perusahaan melakukan order pengisian kas sebanyak 20juta/5,163 juta = 3,9 kali atau sekitar empat kali.
TC = (5.163.978/2) x 0,015 + (20.000.000/5.163.978) x 10.000
TC = 38.730 + 38.730 = 77.460
Terima Kasih
Full transcript