Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Hubungan Media Iklan dan Budaya

No description
by

fauzya zavira

on 13 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Hubungan Media Iklan dan Budaya

Media dan Iklan: Presfektif Kritis
Budaya dan Kreatifitas Iklan
Contoh Iklan yang sudah di Komodifikasi
Iklan dengan budaya dan kreativitas sangatlah berhubungan karena melalui iklan suatu perusahaan juga bisa memperkenalkan suatu budaya dengan memasukkan unsur-unsur budaya kedalam iklan tersebut.

iklan dan proses periklanan merupakan salah satu perwujudan kebudayaan massa.




Artinya, sebuah kebudayaan yang tidak hanya bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa, tetapi turut juga menyuguhkan nilai-nilai tertentu yang terpendam di dalamnya.

Misalnya dengan memanfaatkan potensi budaya lokal dan kesenian tradisional sebagai sumber energi kreatif penciptaan karya desain iklan, maka keunikan yang dimunculkan dari lokalitas budaya lokal dan masyarakat pendukungnya akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan jagat periklanan
Fauzya Zavira, Riri Novriani, Mega Rahmawati, Nurwahyu Amalia
Kelompok 10 :
Komdodifikasi
Iklan Sebagai Komodifikasi
Sejarah dan Genre Iklan
Karl Marx dalam Encyclopedia of Marxism, mengemukakan pengertian komodifikasi berarti
"transformasi hubungan, sesuatu yang sebelumnya bersih dari perdagangan, menjadi hubungan komersial, hubungan pertukaran, membeli dan menjual”.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, “komodifikasi memiliki arti pengubahan sesuatu menjadi komoditas (barang dagangan) yang dapat diperjual-belikan.”

“Komodifikasi adalah proses yang diasosiasikan dengan kapitalisme di mana objek, kualitas, dan tanda-tanda diubah menjadi komoditas, yaitu sesuatu yang tujuan utamanya adalah untuk dijual di pasar.”(Barker, 2005).
Dunia periklanan mengalami perkembangan pesat setelah besinergi dengan teknologi Sepanjang abad 20, periklanan muncul pada lima media utama yaitu; suratkabar, majalah, radio, televisi, dan media outdoor (billboard-sebagian orang menyebutnya reklame).

1. Masa Perang Dunia I
berawal dari perkembangan televisi dan menuju Internet dan Mobile

Hubungan Media Iklan dan Budaya
iklan sudah merubah segala sesuatunya menjadi komoditas yang dapat diukur dengan ekonomi, sehingga dapat dijual dan berorientasi ke keuangan.
Marxisme menyatakan akan adanya hegemoni, kesadaran palsu, dan alienasi (keterasingan) dalam berkembangnya media dan iklan.

Segala pesan yang ada dalam media, merupakan hasil produksi (bukan objektif), media adalah suatu industri yang membutuhkan uang, dan tidak bekerja sebagai pelayanan saja.



Perspektif kritis mengajak masyarakat untuk tersadar dari Hegemoni yang dilakukan, bahwa media termasuk iklan bertugas selama ini untuk membentuk kesadaran palsu yang menyebabkan keterasingan bagi sebagain kelompok.
2. Perkembangan Iklan di Indonesia
Menurut Bondan Winarno dalam buku ”Rumah Iklan”, sejarah periklanan di Indonesia lahir seiring sejarah kelahiran suratkabar
Pada masa itu perusahaan periklanan terbesar adalah Aneta
Setelah merdeka, dasawarsa tahun 1970-an merupakan kebangkitan periklanan modern Indonesia setelah sekian lama ditelan oleh gejolak politik yang melumpuhkan berbagai sektor ekonomi
InterVista adalah salah satu perusahaan periklanan yang cukup berperan penting dalam sejarah periklanan Indonesia. Pendirinya, Wicaksono Nuradi, dianggap sebagai perintis periklanan di tanah air. Ia mendirikan InterVista pada tahun 1963.
, pada tahun 1994, masyarakat juga mulai mengenal media televisi kabel dengan diawalinya layanan Indovision
Genre Iklan
1. Berdasar Media yang digunakan
Iklan Cetak
Iklan Elektronik
Iklan Film
Iklan Internet
Iklan Luar Ruang

2. Berdasarkan Tujuan Iklan
Iklan Komersial
Iklan Layanan Masyarakat

3. Berdasarkan Isi Iklan
Iklan Politik
Iklan Pendidikan
Iklan Kecantikan
Iklan Pariwisata
Iklan Kesehatan
Iklan Hiburan
Genre Iklan
4. Berdasarkan Komunikator
Iklan Personal
Iklan Keluarga
Iklan Institusi

5. Berdasarkan Wujud Produk
6. Berdasarkan Wilayah Sasaran
7. Berdasarkan Khalayak Sasaran
8. Berdasarkan Fungsi
Fungsi Informasi
Fungsi Persuasi
Fungsi Mendidik
Fungsi Menghibur

9. Berdasarkan Teknik Pendekatan Penyampaian Pesan
Rational Appeals
Emotional Appeals
Normative Appeals
Full transcript