Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Evaluasi Struktur Ruang RTRW Kota Medan

No description
by

Ardy Giawa

on 15 August 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Evaluasi Struktur Ruang RTRW Kota Medan

EVALUASI STRUKTUR RUANG
RTRW KOTA MEDAN
TAHUN 2011-2031

design by Dóri Sirály for Prezi
Perubahan pada karakteristik masyarakat dan intensitas kegiatannya menyebabkan terjadinya perubahan yang cepat pada pemanfaatan ruang khususya perubahann terhadap struktur ruang.
Dalam UU No. 26 Tahun 2007 mengamanatkan bahwa setiap pemerintah kota memerlukan upaya pemantauan terhadap pemanfaatan ruang yang berjalan serta mengevaluasi kesesuaian dari pemanfaatan ruang terhadap rencana tata ruang wilayahnya.
Adanya perubahan dan/atau penyempurnaan peraturan atau rujukan sistem penataan ruang.
Adanya perubahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang atau sektoral kawasan perkotaan yang berdampak pada pengalokasian kegiatan pembangunan memerlukan ruang berskala besar.
Adanya ratifikasi kebijaksanaan global yang mengubah paradigma sistem pembangunan pemerintah serta paradigama perencanaan tata ruang.
Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dan seringkali radikal dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam meminimalkan kerusakan lingkungan.
Adanya bencana alam yang cukup besar sehingga mengubah struktur dan pola pemanfaatn ruang, dan memerlukan relokasi kegiatan budaya maupun lindung yang ada demi pembangunan pasca bencana
LATAR BELAKANG
LANDASAN HUKUM
FAKTOR-FAKTOR DILAKUKAN EVALUASI
Maksud
Untuk melihat ada tidaknya atau besar kecilnya temuan penyimpangan yang terjadi antara rencana yang telah ditetapkan dalam RTRW Kota Medan dengan implementasi atau kondisi rill di lapangan khususnya terhadap perkembangan struktur ruang.

Tujuan
Untuk menghasilkan sebuah dokumen sebagai dasar dalam menyusun materi addendum dalam rangka revisi perda Nomor 13 tahun 2011 tentang RTRW Kota Medan Tahun 2011-2013 yang memang diperlukan sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
MAKSUD DAN TUJUAN
Tersedianya laporan hasil pemantauan struktur ruang wilayah Kota Medan dengan basis data sistem informasi Geografis;
Tersedianya dokumen evaluasi struktur ruang wilayah Kota Medan;
Tersedianya dokumen evaluasi struktur ruang wilayah Kota Medan sekaligus sebagai dasar dalam menentukan revisi perda Nomor 13 tahun 2011 tentang RTRW Kota Medan Tahun 2011-2013

SASARAN
UU no 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
Peraturan Pemerintah no. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peraturan Pemerintah no 68 Tahun 2010 Tentang Bentuk dan Tata Cara dan Peran Masyarakat dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 17/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kota
RUANG LINGKUP WILAYAH
Lingkup wilayah kegiatan evaluasi struktur ruang RTRW Kota Medan 2011-2031 adalah Kota Medan dengan luas wilayah administrasi sebesar 26.510 Ha yang terdiri dari 21 (dua puluh satu) Kecamatan dengan 151 Kelurahan yang terbagi dalam 2001 lingkungan.
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
A. Tahap Persiapan
B. Tahap Pengumpulan Informasi
c. Tahap Analisis Data dan Informasi
D. Tahap Perumusan
E. Rekomendasi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan meliputi :
1. Penyiapan dokumen RTRW Kota Medan
2. Penyusunan format data dan informasi yang akan dikumpulkan berupa matriks pemantauan yang berisikan daftar pemantauan struktur ruang wilayah kota. Matriks struktur ruang memuat informasi tentang :
Aspek pemantauan meliputi struktur ruang;
Delineasi lokasi pemantauan;
Ukuran kualitatif untuk struktur ruang (berupa chekcklist ketersediaan dan kesesuaian)
3. Penyiapan peta peruntukan ruang berbasis sistem informasi geografi dengan skala sesuai ketentuan
4. Penyiapan tim petugas surveyor lapangan

A. Tahap Persiapan
B. Tahap Pengumpulan Informasi
Pengumpulan data dan informasi dilakukan oleh petugas surveyor yang ditunjuk oleh instansi/unit kerja yang berwenang melakukan pemantauan;
Data dan informasi yang diamati di lapangan berupa kondisi aktual dari struktur ruang;
Pengumpulan data dan informasi, baik berupa ukuran luas maupun ukuran kualitatif lainnya, harus dapat diterjemahkan ke dalam matriks/tabel pemantauan;
Data dan informasi spasial disajikan dalam format yang kompatibel dengan sistem informasi geografis.
Data dan informasi spasial disajikan dalam format yang kompatibel dengan sistem informasi geografis.
Kedudukan Pedoman terhadap
Peraturan Perundang-undangan Terkait
C. Analisis Data dan Informasi
Menggunakan 2 Metode Analisis
1. Metode SWOT;
2. Metode Ranpermen tentang Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota Berbasis GIS

Metode Analisa WOT
SWOT atau
Stregth
(kekuatan),
Weaknesses
(kelemahan),
Opportunities
(peluang),
Threat
(ancaman). Keempat unsur ini merupakan aspek penting yang perlu dibahas untuk dapat mengetahui kondisi dan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah.

Metode berdasarkan Ranpermen tentang Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota Berbasis GIS (Geografis Information System)

Mengelompokkan data hasil pemantauan ke dalam kategori indikator-indikator kedalam bentuk tabel matriks
Hasil perbandingan ini dinyatakan dalam ukuran kualitatif. Ukuran kualitatif untuk struktur ruang dibagi ke dalam dua tahap penilaian, yaitu:
a. Ketersediaan (sudah ada/belum ada), pada tahap awal ini kegiatan-kegiatan pemanfaatan ruang yang dijalankan pada lokasi (kawasan) tertentu dibandingkan dengan kondisi yang ingin dicapai dalam rencana tata ruang.
b. Kesesuaian (sesuai / tidak sesuai), pengamatan selanjutnya adalah segi kesesuaian deliniasi lokasi maupun skala kegiatan yang diharapkan.
Tingkat Pewujudan Sistem Pusat Layanan
Tingkat Perwujudan Sistem Prasarana Utama Sistem Pusat Pelayanan
Ketersediaan Sarana dan Prasarana Utilitas Pendukung Kegiatan Pusat Pelayanan
Menghitung Nilai Total Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang

Untuk menghitung nilai total evaluasi, masing2 indikator dianggap mempunyai bobot yang sama, dengan nilai total dianggap sama dengan 100%. Penghitungan bobot untuk evaluasi dilakukan sebagai berikut:

- Hitung nilai dari masing-masing sub indikator sesuai dengan RTRW Kota yang ada dengan bobot masing- masing sub indikator = 1 (100%), sebagai contoh untuk indikator ”1.2 Tingkat Perwujudan Sistem Prasarana Utama”, sub indikator ”1.2.1 Sistem Jaringan Transportasi Darat”, Alat ukur: Lokasi Terminal, jika menurut RTRW Kota ada 3 terminal, maka nilai untuk lokasi Terminal adalah jumlah dari ketersediaan dan kesesuaian lokasi terminal dibagi dengan 6 dikali 100%, hasil dari alat ukur ini yang dijumlahkan dengan alat ukur lain di sub indikator yang bersangkutan dan dibagi dengan jumlah sub indikator yang dihitung. Di sini sub Indikator yang tidak ada di RTRW Kota tidak ikut dihitung dalam proses evaluasi.

- Untuk mendapatkan nilai indikator (sebagai contoh untuk indikator 1.1 Tingkat Perwujudan Sistem Pusat Pelayanan), jumlahkan nilai masing2 sub-indikator dan bagi dengan 3 (jumlah sub indikator).

- Untuk mendapatkan nilai total group indikator, jumlahkan nilai indikator yang ada dan bagi dengan jumlah indikator yang ada di RTRW Kota (indikator yang tak ada di RTRW Kota tidak ikut dihitung dalam proses perhitungan).

- Untuk mendapatkan nilai total untuk struktur ruang, jumlahkan group indikator yang ada dan bagi dengan jumlah group indikator (3).

- Untuk mendapatkan nilai total untuk evaluasi, jumlahkan hasil nilai total dari struktur ruang dengan pola ruang dan bagi dengan 2, dimana jika hasil = 100%, berarti sempurna (tak ada deviasi), 0% berarti deviasi sempurna.


D. Tahap Perumusan Evaluasi
Pada setiap akhir periode Indikasi program 5 tahunan perlu dilakukan evaluasi untuk menilai ketercepaian dari sasaran dan target yang termuat dalam indikasi program.
Evaluasi 5 tahunan ini berasal dari menganalisa trend perubahan tingkat kesesuaian selama 5 tahun ke belakang, serta kondisi akhir pemanfaatan ruang diperbandingkan dengan rujukan Indikasi Program.
Evaluasi ini juga dilakukan dengan menilai tingkat ketercapaian sasaran-sasaran rencana tata ruang wilayah.
Keluaran dari evaluasi ini adalah kondisi ketercapaian target yang berupa prosentase tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang. Tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang berada pada kisaran 0% - 100%. Dimana:
A. Nilai 0% = sama sekali tidak ada kesesuaian pemanfaatan ruang (simpangan sempurna)
B. Nilai 100% = tingkat kesesuaian sempurna (tak ada simpangan).
Hasil evaluasi 5- tahunan ini akan menjadi umpan balik bagi tindakan yang akan dilakukan, sesuai dengan besaran tingkat ketercapaian rencana tata ruang. Jika kondisi hasil evaluasi menunjukkan bahwa:
A. Tingkat ketercapaian tinggi = > 50% - 100%
B. Tingkat ketercapaian sedang = > 25% - 50%
C. Tingkat ketercapaian rendah = 0% - 25%
Rekomendasi Hasil Evaluasi Pemanfaatan Ruang
Hasil perumusan dan analisa pada kegiatan evaluasi pemanfaatan ruang dijadikan sebagai umpan balik bagi peningkatan keterwujudan rencana tata ruang pada periode indikasi program selanjutnya.
prosentase tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang, dapat berupa:

A. Tingkat kesesuaian tinggi (>50%-100%), artinya pelaksanaan pemanfaatan ruang telah sesuai dengan rujukan rencana tata ruang (termasuk indikasi program)
B. Tingkat kesesuaian sedang (>25%-50%), artinya pemanfaatan ruang masih belum sepenuhnya sesuai dengan rencana tata ruang.
C. Tingkat kesesuaian rendah (0%-25%), artinya pemanfaatan ruang belum sesuai dengan rencana tata ruang.
Tindak lanjut dari hasil evaluasi adalah:
Jika tingkat kesesuaiannya tinggi, maka kegiatan selanjutnya adalah memantapkan program- program pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang;
Jika tingkat kesesuaiannya sedang, perlu kebijakan atau strategi baru untuk memperkuat terwujudnya kesesuaian; dan/atau pemantapan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang;
Jika tingkat kesesuaiannya rendah, (dan temuan faktor lain yang signifikan) diperlukan adanya peninjauan kembali terhadap rencana tata ruang yang sedang diterapkan, termasuk penin- jauan kembali terhadap perangkat peraturan pe- ngendalian pemanfaatan ruang yang diber- lakukan.
TERIMA KASIH
Mengingat kegiatan evaluasi ini disasarkan pada pemanfaatan ruang, maka periode evaluasi dapat merujuk pada periode program pemanfaatan ruang. Program pemanfaatan ruang wilayah kota dituangkan dalam tiga periode:
(1) rencana pembangunan jangka panjang daerah kota;
(2) rencana pembangunan jangka menengah kota; dan
(3) rencana kerja tahunan pemerintah kota. (PP No.15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang).

Periode evaluasi dibagi ke dalam 2 (dua), yaitu:

(1) Tahunan, yaitu kegiatan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan dimulai pada tahun kedua sejak RTRW diterapkan;
(2) Lima tahunan, yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan setiap lima tahun sekali, yaitu pada setiap akhir masa Indikasi program 5 tahunan.

Dengan perbedaan waktu evaluasi,maka cara perumusan evaluasi pada masing-masing periode menjadi berbeda.
Perumusan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Tahunan
Pelaksanaan evaluasi ini baru dimulai pada tahun kedua setelah rencana tata ruang wilayah kota diberlakukan.
Pada penghitungan evaluasi ini dapat menggunakan rencana kerja tahunan pemerintah kota dan Indikasi Program 5 tahunan sebagai rujukan (dengan asumsi bahwa indikasi program tersebut telah sesuai dan memuat tahapan realisasi sampai dengan target 20 tahun).

Dengan cara perumusan sebagai berikut:
Evaluasi pada tahun ke dua ini menilai tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang didapat dari perhitungan besaran kesesuaian total (jumlah struktur ruang dan pola ruang) selama dua tahun antara pemanfaatan aktual dengan indikasi program dan/atau dengan rencana tata ruang wilayah.
Keluaran dari evaluasi ini adalah prosentase tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang. Tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang berada pada kisaran 0% - 100%. Dimana:
A. Nilai 0% = sama sekali tidak ada kesesuaian pemanfaatan ruang (simpangan sempurna)
B. Nilai 100% = tingkat kesesuaian sempurna (tak ada simpangan).
Hasil evaluasi tahunan ini akan menjadi umpan balik bagi tindakan yang akan dilakukan, sesuai dengan besaran tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang. Jika kondisi hasil evaluasi menunjukkan bahwa:
A. Tingkat kesesuaian tinggi = > 50% - 100%
B. Tingkat kesesuaian sedang = > 25% - 50%
C. Tingkat kesesuaian rendah = 0% - 25%
ƒ Untuk kondisi A dan B di atas, perlu dianalisa kepada sub indikator - sub indikator yang menjadi sumber permasalahan utama yaitu yang memiliki tingkat kesesuaian terendah. Analisa ini dapat juga ditelusuri sampai dengan objek-objek pada sub indikator yang memiliki tingkat kesesuaian terendah.
ƒ Untuk mencapai tujuan dari rencana, maka hasil evaluasi tahunan ini harus menunjukkan adanya kenaikan tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang dari tahun ke tahun, sampai dengan kesesuaian sempurna dengan sasaran pada indikasi program. Hal ini berarti dilakukan sejumlah kebijakan dan tindakan untuk mendukung terjadinya peningkatan tersebut.
Perumusan Evaluasi Pemanfaatan Ruang 5 Tahunan
Contoh Peta Evaluasi Perubahan Pemanfaatan Ruang
MATRIKS PENILAIAN DAN PEMBOBOTAN TERHADAP PEMANFAATAN RUANG
(Struktur Ruang)
Matriks Evaluasi Pemanfaatan Ruang
Schedule Survey
Surat Resmi dari Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Tentang Peninjauan Kembali dan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Kabupaten/ Kota
D
Full transcript