Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sejarah Sejak Nabi Mendapat Wahyu Hingga Wafat

No description
by

Ganis Shyllvianna

on 25 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sejarah Sejak Nabi Mendapat Wahyu Hingga Wafat

Nabi Muhammad SAW Wafat
Setelah Haji Wada (10 H) kesehatan Nabi Muhammad SAW mulai menuru, sehingga pada hari Senin bulan Rabiul Awal tahun 12 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 6 Juni 632 Masehi. Namun ada juga yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin 13 Rabiul Awal tahun 11 hijriah atau 8 Juni 632 masehi.
Sejarah Sejak Nabi Mendapat Wahyu Hingga Wafat
Dakwah ke Mekah
Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliahannya di bidang agama, moral, dan hukum. Sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika masyarakat Arab telah mengamalkan seluruh ajaran Islam dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan sesuai dengan petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW, tentu mereka akan memperoleh keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat
Dakwah secara terang-terangan (dimulai tahun ke-4 kenabian)
Dakwah ini dilaksanakan setelah turunnya wahyu dari Allah SWT yaitu surat Asy-Syu'ara ayat 224-226.
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW:
a) Mengundang kaum kerabat keturunan Bani Hasyim untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak untuk masuk Islam. Namun hanya Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah yang sudah masuk Islam namun merahasiakan keIslamanan, dan saat itu menegaskan keIslamannya.
b) Mengumpulkan penduduk kota Mekah (sekitar ka'bah) di Bukit shafa. Beliau memperingatkan agar mereka tidak menyembah berhala lagi dan hanya menyembah Allah SWT. Beliau juga menegaskan, jika peringatan tersebut dilaksanakan akan meraih ridha Ilahi (bahagia di dunia dan akhirat), Namun jika diabaikan akan mendapat murka Allah SWT (sengsara di dunia dan akhirat).
c) Berdakwah di luar Mekah dan yang tercatat sejarah masuk Islam, yaitu:
1. Abu Zar Al-Giffari (tokoh dan kaum Giffar). Keislamannya diikuti oleh kaumnya.
2. Tufail bin Amr Ad-Dausi (penyair terpandang kaum Daus). Keislamannya diikuti kaumnya.
3. Penduduk Yatsrib (Madinah) yang datang ke Mekah untuk berziarah.
Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah
Sebab-sebab kaum kafir Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW:
a) Rasulullah SAW mengajarkan tentang adanya persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Kaum kafir Quraisy terutama para bangsawan, merasa sangat keberatan. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat.
b) Islam mengajarkan adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat.
c) Kaum Quraisy merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka.
d) Islam melarang menyembah berhala, memperjualbelikan berhala, dan melarang penduduk Mekah dan luar Mekah berziarah memuja berhala, padahal itu semua mendatangkan keuntungan di bidang ekonomi terhadap kaum kafir Quraisy.
Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah
Nabi Saw hijrah ke Madinah pada tahun ke 13 kenabian yang bertepatan dengan tahun 622 M. Di dalam riwayat Ibnu Ishak dijelaskan bahwa beliau keluar dari rumahnya yang saat itu sedang dikepung oleh pasukan bersenjata kaum musyrik Makkah yang ingin membunuhnya. Lalu Allah Swt menidurkan mereka. Sambil membaca QS. Yasin: 1-9 beliau manaruh pasir di kepala mereka semua, kemudian pergi ke rumah Abu Bakar untuk hijrah bersama ke kota Madinah.Nabi Muhammad saw tiba di Madinah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 1 Hijriyah.
Muhammad SAW Menjadi Rasul Allah SWT
Turunnya surat Al-Alaq ayat 1-5 di Gua Hira pada hari Senin bulan Ramadhan pada usia ke 40 nabi, menjadi awal kerasulan beliau. Setelah menerima wahyu tersebut, Muhammad SAW pulang menemui Khadijah dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya. Khadijah menenangkan "Bergembiralah! Demi Allah, Dia tidak akan pernah menyia-nyiakanmu. Demi Allah, engkau ini menghubungkan shilaturrahim (hubungan kerabat), berkata jujur, menanggung beban orang lemah, membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, menolong orang-orang yang ditimpa bencana."
Khadijah lalu mempertemukannya dengan anak pamannya Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani. Setelah menjelaskan peristiwa yang baru dialaminya di gua Hira, Waraqah menjelaskan bahwa yang datang kepada Muhammad saw itu adalah malaikat yang pernah datang kepada nabi Musa.
Surat Al-Alaq berisi seperti berikut:
1) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan
2) Yang menciptakan manusia dari segumpal darah
3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia
4) Yang mengajari (manusia) dengan pena
5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya
Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (3-4 Tahun)
Rasulullah SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi karena masyarakat jahiliah mempertahankan kepercayaan dan tradisi warisan leluhur mereka dengan kuat, bahkan mereka rela berperang dan mati demi mempertahankannya.
Ketika berdakwah, Rasulullah SAW menyeru orang-orang yang ada dilingkungan rumah tangga, kerabat, serta sahabat beliau. Selain Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq (seorang saudagar kaya) juga berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Karena budi bahasanya yang halus, ilmu pengetahuan yang luas, dan pandai bergaul, beliau berhasil membuat beberapa kawan dekatnya menyatakan diri untuk masuk Islam, seperti:
a. Abdul Amar dan Bani Zuhrah
b. Utsman bin Affan
c. Zubair bin Awam
d. Sa'ad bin Ahu Waqqas
e. Thalhah bin Ubaidillah
Orang-orang yang masuk Islam pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi (seperti yang sudah disebutkan namanya) disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).
Dakwah Rasulullah SAW Terhadap Kaum Yastrib (Madinah)
Ketika Rasulullah SAW berdakwah kepada kaum Yastrib, para penduduk Yastrib secara bergelombang masuk Islam dihadapan Rasulullah SAW. Gelombang I (620 M) 6 orang dari suku Aus dan Khazraj masuk Islam, gelombang II (621 M) 13 orang masuk Islam, dan gelombang III yaitu satu tahun berikutnya, lebih banyak lagi orang yang masuk Islam dihadapan Rasulullah SAW. Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah p(ernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Walaupun mereka harus mengorbankan tenaga, harta, bahkan jiwa. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib). Setelah peristiwa Bai’atul Aqabah itu, Rasulullah SAW kemudian menyuruh para sahabatnya (orang-orang Islam yang bertempat tinggal di Mekah) untuk berhijrah ke Yatsrib. Para sahabat Nabi SAW melaksanakan perintah Rasulullah SAW tersebut. Dengan diam-diam dan sedikit demi sedikit, dalam waktu dua bulan sebanyak 150 orang umat Islam penduduk Mekah telah berhijrah ke Yatsrib. Namun Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., dan Ali bin. Abu Thalib masih tetap tinggal di Mekah, mereka menunggu perintah dari Allah SWT untuk berhijrah ke Yastrib. Setelah datang perintah dari Allah SWT, Rasulullah SAW kemudian berhijrah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., meninggalkan kota Mekah tempat kelahirannya menuju Yatsrib. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW ini terjadi pada awal bulan Rabiul Awal tahun pertama hijrh (622 M). Sedangkan Ali bin Abu Thalib, tidak ikut berhijrah bersama Rasulullah SAW, karena beliau disuruh Rasulullah SAW untuk mengembalikan barang-barang orang lain yang dititipkan kepadanya. Setelah perintah Rasulullah SAW itu dilaksanakan, kemudian Ali bin Abu Thalib menyusul Rasulullah SAW berhijrah ke Yatsrib.



Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW :
a) Para budak yang telah masuk Islam (Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah) disiksa para pemiliknya/tuannya diluar batas perikemanusiaan. Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak tega melihat saudara-saudaranya seiman disiksa seperti itu, lalu beliau memerdekakan beberapa orang dari mereka termasuk Bilal, dengan cara memberikan sejumlah uang tebusan kepada tuannya.
b) Setiap keluarga dari kalangan kaum kafir Quraisy diharuskan menyiksa anggota keluarganya yang telah masuk Islam, Hingga ia kembali menganut agama keluarganya (agama Watsani).
c) Nabi Muhammad SAW sendiri dilempari kotoran oleh Ummu Jamil (istri Abu Lahab) dan dilempari isi perut kambing oleh Abu Jahal.
d) Kaum kafir Quraisy meminta Abu Thalib, paman dan pelindung Rasulullah SAW, agar Rasulullah SAW menghentikan dakwahnya.
e) Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan.

Peperangan Nabi Muhammad SAW
Yang mendasari peperangan Rasulullah adalah ayat-ayat berikut:
a) Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizhalimi (Al-Hajj:39)
b) Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi jangan melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (QS. Al-Baqarah:190)
Peperangan nabi Muhammad saw adalah sebagai upaya pembelaan terhadap hak, bukan wasilah untuk islamisasi apalagi balas dendam.
a) Jangan membunuh anak-anak
b) Jangan membunuh orang tua
c) Jangan membunuh orang yang menyerah
d) Jangan membunuh pendeta dan petugas rumah ibadah yang tidak menyerang
e) Jangan membunuh hewan tanpa tujuan maslahat
f) Jangan membunuh dengan cara yang sadis dan berlebihan (Tafsir Ibnu Katsir
Aturan-Aturan Perang:
Full transcript