Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

yusri siduppa

on 12 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

MUH. AKBAR SEMINAR HASIL Pengaruh Sistem Bagi Hasil Terhadap
Minat Menabung Mahasiswa STAIN Palopo di Perbankan Syariah Tinjauan Pustaka Metodologi Penelitian KESIMPULAN Di bawah bimbingan:
Rahmawati B, M.Ag
Zainuddin, SE.,M.Ak 2.Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini standar validitas setiap pernyataan lebih besar 0,30. Jadi, jika pernyataan memiliki nilai diatas 0,30 maka butir pernyataan dianggap valid.
Reliabilitas adalah sesuatu yang merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Jadi, suatu daftar pertanyaan dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60.
Dari beberapa uraian diatas, peneliti merasa tertarik untuk meneliti dengan judul “Pengaruh Sistem Bagi Hasil Terhadap Minat Menabung Mahasiswa STAIN Palopo di Perbankan Syariah”. Untuk membuktikan pengaruh sistem bagi hasil terhadap minat menabung Mahasiswa STAIN Palopo di Perbankan syariah. Latar Belakang Masalah Perbankan adalah suatu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama yaitu fungsi pengumpulan dana (funding), fungsi penyaluran dana (lending), dan pelayanan jasa. Dan kenyataan hari adalah, bahwa telah hadir dua jenis perbankan yang masing- masing dari keduanya memiliki sistem yang berbeda. Yaitu bank konvensional dan bank syariah yang dikenal dengan sistem bagi hasil A.Desain Penelitian (Kuantitatif Deskriptif)
B.Variabel Penelitian
(Variabel bebas: Sistem Bagi Hasil, variabel terikat: Minat menabung mahasiswa)
C.Definisi Operasional Variabel
D.Populasi dan Sampel
E.Teknik Pengumpulan Data
F.Instrumen Penelitian
G.Teknik Analisis Data

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.Variabel bagi hasil (X) mempunyai nilai thitung 2,859.kemudian berdasarkan hasil nilai ttabel 1,973, dengan nilai signifikansi sebesar 0,005. Artinya, nilai signifikansi lebih rendah daripada taraf signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Dengan demikian H1 diterima. Ini artinya bahwa ada pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa, dan H0 ditolak (tidak ada pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa). Artinya bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa diterima.
2.Koefisien korelasi variabel bagi hasil (X) terhadap minat mahasiswa (Y) adalah 0,210. Dari data ini berarti sebesar pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa sebesar 21,10%. Itu artinya, pengaruh bagi hasil memang menghadirkan minat menabung mahasiswa tetapi masih rendah. Ini karena tingkat pemahan yang masih kurang dan juga kenyataan tentang nisbah yang dijanjikan oleh perbankan syariah di kota Palopo belum terasa menjanjikan.
Salah satu fungsi bank adalah sebagai intermediary. Jadi, bank harus bisa menarik nasabah baik dalam produk funding maupun dalam produk lending-nya. Seorang nasabah akan merespon bank syariah atau berminat ke bank syariah ketika ada produk atau akad yang dirasakan menguntungkan dirinya. Salah satu prinsip dalam akad bank syariah yang dirasa familiar yakni prinsip bagi hasil. Permasalahan yang lain adalah, bahwa tidak semua orang yang menabung di bank itu karena motivasi keuntungan semata. Bisa jadi sekedar menyimpan uangnya untuk berjaga-jaga (precutionai motive). Sebagaimana hasil survey infobank pada tahun 1992 yang menunjukkan bahwa motiv terbesar nasabah untuk menyimpan uang di Bank bukanlah untuk mendapatkan bunga/ keuntungan (25%), tapi keamanan (40%). Oleh karena itu, perlu kiranya pengkajian bersama, sejauh mana prinsip atau sistem bagi hasil yang ditawarkan oleh bank syariah, mampuh mempengaruhi minat menabung masyarakat. Terkhusus kota Palopo, telah hadir perbankan syariah yang tentunya dengan prinsip bagi hasil. Seperti Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri. Akan tetapi, apakah kehadiran bank syariah ini telah menyadarkan masyarakat untuk kemudian menabung di perbankan syariah, terkhusus masyarakat Islam? Terkhusus mahasiswa program studi Ekonomi Islam. Bagaimanakah respon mereka terhadap kehadiran bank syariah? Dan sejauh mana sistem bagi hasil ini mempengaruhi minat menabung mereka di perbankan Syariah? Dengan karakteristik dan keuntungan-keuntungan yang tinggi dari prinsip mudharabah dari perbankan syariah, seharusnya bank syariah dapat menjadi alternatif dan pilihan utama bagi masyarakat mengingat dari beberapa aspek misalnya secara hukum agama Islam, tingkat keuntungan, keamanan, kenyamanan, jaringan yang luas yang ditawarkan lebih menguntungkan dari pada bank konvensional. Pengetian bank Jenis-Jenis Bank (Dilihat Dari Segi Menentukan Harga) Mekanisme dan Operasional Bank

Syariah Waktu itu Siti Khadijah r.a. menyerahkan modal berupa barang kepada Muhammad al Amin bin Abdullah. Oleh Muhammad al Amin barang-barang tersebut diperjual belikan di pasar. Keuntungan dari hasil usaha tersebut kemudian dibagi untuk Siti Khadijah r.a dan Muhammad al Amin. Besarnya bagian masing-masing sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Inilah yang disebut dengan bagi hasil. Cara kerja tersebut ditiru oleh bank syariah Perbedaan Antara Bank Syariah dan Bank Konvensional Perbedaan Sistem Bagi Hasil dan Sistem Bunga Menurut Undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998, tentang perbankan, yang dimaksud BANK adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak” Jika dilihat dari segi menentukan harga baik harga jual maupun harga jualnya, maka bank dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu, bank berdasarkan prinsip konvensional dan bank berdasarkan prinsip syariah. (Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya, Ed. VI, (Cet. 7; Jakarta PT. Raja Grafindo Persada, 2003) . h .37) BANK ISLAM
1.Melakukan investasi-investasi yang halal saja.
2.Berdasarkan prinsip bagi hasil, jual beli atau sewa
3.Profit yang falah oriented
4.Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan
5.Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesuai dengan fatwa Dewan Pengawas Syariah BANK KONVENSIONAL
1.Investasi yang halal dan haram

2.Memakai Perangkat Bunga

3.Profit oriented
4.Hubungan dengan nasabah hubungan debitur dan kreditur

5.Tidak terdapat dewan sejenis Sistem Bunga

- Suku bunga ditentukan di awal
- Bunga diaplikasikan pada pokok pinjaman (untuk kredit)
- Suku bunga dapat berubah-ubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh bank
- Dari dan yang dipinjamkan,fixed,tetap
- Besarnya bunga yang harus dibayar nasabah/pasti diterima bank
Pasti: (%) kali jumlah pinjaman yang telah pasti diketahui
- Berlawanan dengan Qs. Luqman ayat; 34 Sistem bagi Hasil
- Sesudah berusaha, sesudah ada untungnya
- Nisabah bagi hasila diaplikasikan pada pendapatan yang diperoleh nasabah pembiayaan
- Nisbah bagi hasil dapat berubah bila disepakati kedua belah pihak
- Ditanggung kedua belah pihak, nasabah dan lembaga
- Keberhasilan proyek/usaha jadi perhatian bersama: nasabah dan lembaga
- Proporsi (%) kali jumlah untung yang belum diketahui = belum diketahui
- Melaksanakan Qs.Luqman ayat: 34 Menabung Minat Nasabah HIPOTESIS
Menabung merupakan tindakan yang sangat dianjurkan oleh Islam, karena dengan menabung berarti seorang muslim mempersiapkan diri untuk pelaksanaan perencanaan dimasa yang akan datang sekaligus untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam al-Quran terdapat ayat-ayat yang secara tidak langsung telah memerintahkan kaum muslim untuk mempersiapkan hari esok agar lebih baik. QS. al-Hasyr(59): 18
Qs. an-Nisaa’ (6):9 B. TABUNGAN Beberapa jenis tabungan di bank syariah C. DEPOSITO A. Giro

Pada umumnya, bank syariah menggunakan akad al-wadiah pada rekening giro. Nasabah yang membuka rekening giro berarti melakukan akad wadiah “titipan”. Dalam fiqih muamalah wadhiah dibagi menjadi dua macam : wadhiah al-amanah dan wadiahyat ad-dhamanah. Bank syariah menerapkan dua akad dalam tabungan yaitu wadhiah dan mudharabah. Tabungan yang menerapkan akad wadhiah mengikui prinsip-prinsip wadhiah yat ad-dhamanaH. Artinya, tabungan ini tidak mendapatkan keuntungan karena dia titipan yang dapat diambil suatu waktu dengan menggunakan buku tabungan atau media lain seperti ATM, akan tetapi Bank tidak dilarang jika ingin memberikan bonus atau hadiah. Pertama, keuntungan dari dana yang digunakan harus dibagi antara shahibul maal ( dalam hal ini nasabah ) dan mudharib (dalam hal ini bank).
Kedua, adanya tenggang waktu antara dana yang diberikan dan pembagian keuntungan. Deposito merupakan tabungan berjangka. Karena itu adalah salah satu ciri dari deposito. Dan akad dalam deposito adalah mudharabah. Yaitu sistem bagi hasil Minat sebagai aspek kejiwaan bukan hanya mewarnai perilaku seseorang untuk melakukan aktifitas yang menyebabkan seseorang merasa tertarik kepada sesuatu. Sedangkan nasabah merupakan konsumen-konsumen sebagai penyedia dana dalam proses transaksi barang ataupun jasa. Berbicara tentang minat konsumen/nasabah, ada beberapa faktor yang membentuk terjadinya minat nasabah, tapi yang paling penting dan dasar untuk di fahami adalah dari faktor psikologis dan rasional perilaku konsumen 2. Persepsi

Didefinisikan sebagai proses dimana orang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini 3. Faktor Rasional 1)Motivasi
Motivasi yaitu suatu kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk membuat seseorang mencari kepuasan atas kebutuhannya. Nasabah rasional adalah mereka yang bertransaksi dengan sistem syariah karena motif keuntungan atau perhitungan bisnis, bukan karena sentimen keagamaan belaka Keputusan memilih
Sistem Bagi Hasil Implementasi Minat
(kemauan untuk
menabung) Minat Konsumen Funding Lending Produk Perbankan Syariah Produk Bank Syariah Lending Funding Mudharabah (Bagi Hasil) Minat Nasabah Implementasi Minat
(Kemauan untuk menabung) Keputusan memilih Sistem
Bagi Hasil KERANGKA PIKIR Merumuskan hipotesis adalah bagian dari langkah dalam penelitian kuantitatif. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara karena masih perlu diuji, karena masih berdasar pada teori yang relevan, belum berdasarkan fakta dari data-data yang dikumpulkan.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Terdapat hubungan positif dan signifikan antara sistem bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa STAIN Palopo di perbankan syariah. Pengertian populasi menurut Suharsini Arikunto adalah keseluruhan subjek penelitian, sedangkan menurut Margono adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam ruang lingkup dan waktu yang ditentukan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STAIN Palopo program studi Ekonomi Islam yang berjumlah 337 orang. sampel akan diambil dengan menggunakan metode pengambilan sampel probabilitas/ acak (random sampling) dengan menggunakan persamaan isaac dan michcael. Dan berdasarkan persamaan diatas maka diperolehlah jumlah sampel, yakni sebanyak 179 orang.
Dalam proses pengumpuln data, penulis menggunakan beberapa instrument:
a.Observasi yaitu proses pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung di lapangan mengenai objek penelitian.

b.Angket (kuisioner), adalah serangkaian daftar pernyataan yang disusun secara sistematis yang diberikan kepada responden dengan tujuan mendapatkan informasi.

c. Interview yaitu proses pengumpulan data yang dilakukan secara langsung oleh peneliti kepada responden (pihak terkait).

d.Dokumentasi yaitu proses pengumpulan data dengan cara membuka dokumen-dokumen yang ada pada lembaga objek penelitian kemudian mengambil data yang relevan dengan penulisan.
Dalam proses pengumpulann data dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menyebar angket yang berisi butir-butir instrumen angket yang disajikan dalam bentuk skala likert. Menurut Sugiyono, skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Untuk menjawab skala likert ini responden hanya memberi tanda checklist atau tanda silang pada kemungkinan skala yang dipilihnya sesuai dengan pernyataan.
Dalam mengembangkan dan membuat sejumlah pernyataan yang mengacu pada lima alternatif jawaban, yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (R), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Pemberian bobot untuk pernyataan dimulai dari 5,4,3,2,1
Uji validitas an realibilitas
variabel X

VAR00001 0,495 0,895
VAR00002 0,628 0,890
VAR00003 0,384 0,899
VAR00004 0,448 0,897
VAR00005 0,668 0,889
VAR00006 0,631 0,890
VAR00007 0,701 0,887
VAR00008 0,631 0,890
VAR00009 0,644 0,890
VAR00010 0,628 0,890
VAR00011 0,485 0,896
VAR00012 0,484 0,896
VAR00013 0,668 0,889
VAR00014 0,631 0,890
VAR00015 0,548 0,893
Kemudian uji selanjutnya adalah Uji autokorelasi. Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah model yang digunakan terdapat autokorelasi diantara variabel-variabel yang diamati. Untuk membuktikan ada tidaknya autokorelasi, maka digunakan uji Durbin-Watson (uji D-W). Berdasarkan ketentuan dari Durbin Watson, dan melihat hasil penelitian, maka dapat disimpulkan tidak ada korelasi antara variabel-variabel yang diamati Uji validitas dan reliabilitas
Variabel Y

VAR00001 0,303 0,867
VAR00002 0,735 0,845
VAR00003 0,461 0,860
VAR00004 0,471 0,859
VAR00005 0,398 0,863
VAR00006 0,517 0,857
VAR00007 0,735 0,845
VAR00008 0,735 0,845
VAR00009 0,461 0,860
VAR00010 0,471 0,859
VAR00011 0,426 0,861
VAR00012 0,367 0,864
VAR00013 0,735 0,845
VAR00014 0,461 0,860
VAR00015 0,328 0,866
Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel secara parsial, dan uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh antar variabel secara serempak, dengan taraf signifikansi α = 0,05 atau 5% dan ketentuan hipotesis sebagai berikut:
H0 : Secara parsial tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara sistem bagi hasil dengan minat menabung menabung mahasiswa.
H1 : Secara parsial ada pengaruh positif dan signifikan antara sistem bagi hasil dengan minat menabung menabung mahasiswa.
Setelah data dianalisis, maka dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara sistem bagi hasil dengan minat menabung mahasiswa.
Dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel sebagai berikut:
Jika nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak artinya koefisien regresi signifikan.
Jika nilai thitung ≤ ttabel, maka H0 diterima artinya koefisien regresi tidak signifikan
Berikut dikemukakan hasil pengujian secara parsial variabel bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa. Table 4.16
Hasil Uji t (Coefficients) Bagi Hasil Terhadap Minat menabung Mahasiswa
\





Sumber : Data primer yang diolah, 2013




Terlihat pada tabel Coefficients Variabel bagi hasil (X) mempunyai nilai thitung 2,859 dengan membandingkan nilai ttabel melalui tabel distribusi t, d
apat dilihat pada lampiran F dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 179-1-1=177 dimana n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen
atau dengan mengakses pada Microsoft Excel dengan mengetik =tinv(0.05,177) maka diperoleh nilai ttabel 1,973. Sehingga thitung>ttabel atau 2,859>1,973
maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya variabel X memiliki kontribusi terhadap Y.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bagi hasil memiliki pengaruh positif terhadap minat menabung menabung mahasiswa di perbankan syariah. Pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung menabung mahasiswa STAIN Palopo. Terlihat pada tabel Coefficients Variabel bagi hasil (X) mempunyai nilai thitung 2,859. Kemudian berdasarkan hasil nilai ttabel 1,973, dengan nilai signifikansi sebesar 0,005. Artinya, nilai signifikansi lebih rendah daripada taraf signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Dengan demikian H1 diterima (ada pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa) dan H0 ditolak (tidak ada pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa). Hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa secara parsial diterima. Sedangkan koefisien korelasi variabel bagi hasil (X) terhadap minat mahasiswa (Y) adalah 0,210. Dari data ini berarti besar pengaruh bagi hasil terhadap minat menabung mahasiswa sebesar 21,10%. Itu artinya, pengaruh bagi hasil masih rendah dalam memunculkan minat menabung bagi mahasiswa STAIN Palopo (terkhusus prodi ekonomi Islam).
Full transcript