Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Strategi Dakwah Di indonesia

No description
by

farhan tiarrafi

on 14 November 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Strategi Dakwah Di indonesia

Strategi Dakwah di Indonesia
Strategi Dakwah Para Mubalig dalam Penyebaran Islam di Indonesia
Tahap-Tahap Perkembangan Dakwah Islam di Indonesia
Peran Dakwah Para Mubalig dalam Proses Islamisasi
di Indonesia
1. Tahap Pengenalan Agama
Pada tahap ini dasar-dasar Islam diperkenalkan, terutama tentang pelaksanaan syariat atau fikih.
2. tahap pendalaman agama
Islam telah memasuki pelosok daerah di Nusantara, tidak hanya di kota-kota pesisir namun juga di pedalaman.
Berkat meningkatnya pemahaman dan pendidikan yang diperoleh kaum muslimin , ajaran Islam juga semakin dipahami lebih dalam.
Pada tahap ini, lahir lembaga-lembaga pendidikan,seperti pesantren dan madrasah.
Bayak muncul para penulis dari kalangan ulama terutama dalam pemikiran agama dan sastra
3. tahap
perkembangan intelektualitas
Pada abad 17 M terjadi peningkatan dan penyempurnaan ajaran Islam.
Kemudian lahirlah beberapa ulama dengan karya-karya monumental. Mulai dari fikih, usuludin, tasawuf, tafsir, hadis, retorika, estetika, hingga astronomi.
Selain itu, beberapa tarekat sufi tumbuh menjadi organisasi keagamaan yang tampak corak aktivitas keduniaannya.
4. tahap kearah pembaharuan
Pada tahap ini gerakan-gerakan keagamaan tumbuh menjadi gerakan kebangsaan.
SI (Sarekat Islam) mislanya, menekan pada perjuangan politik.
Adapun Muhammadiyah, NU dan organisasi lainnya menekan pada bidang sosial, seperti pendidikan dan dakwah.
5. tahap kematangan Intelektualitas
Sekitar tahun 1970, lahirlah tokoh-tokoh pemikir Islam yang pada umumnya adalah para aktivis kampus. Meskipun memperoleh pendidikan di universitas umum, mereka masih tetap memotivasi diri untuk mendalami ajaran agama dan sendi-sendi peradabannya.
Diperkirakan pada abad ke-7 M, Islam masuk ke Indonesia dan berkembang sebagai agama baru yang dibawa oleh para mubalig, baik melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, sosial politik maupun seni budaya.
Periode pertama (abad 7-13 M) merupakan awal kedatangan dan pembentukan komunitas muslim. Oleh karena itu, proses islamisasi pada masa ini masih sangat terbatas dilakukan dengan membangun koneksitas perdagangan. Para mubalig periode ini berasal dari luar nusantara (Timur Tengah, Cina, maupun India). Pada umumnya mereka adalah saudagar kaya yang juga bertindak sebagai juru dakwah.
Periode kedua (13-19 M) merupakan kelanjutan dari penyebaraan Islam awal. Pada periode ini, penyebaran agama Islam telah meluas ditandai dengan terbentuknya kekuatan sosial politik antara mubalig dan orang-orang pribumi dalam bentuk kerajaan-kerajaan Islam. Oleh karena itu upaya yang dilakukan dalam proses islamisasi lebih komplek (perdagangan, perkawinan, pengajaran/pendidikan, politik, dan seni budaya).
Menurut Uka Tjandrasasmita yang dikutip Badri Yatim dalam bukunya Sejarah Perbdaban Islam, mengatakan bahwa ada


cara atau saluran yang dilakukan para mubalig atau ulama dalam berdakwah
1. Perdagangan
Saluran islamisasi melalui jalur perdagangan sangat menguntungkan. Fakta sejarah itu berdasarkan pada catatan Tome Pires. ia menyebutkan bahwa para pedagang muslim banyak yang bermukim di pesisir Pulau Jawa yang ketika itu belum memeluk Islam. Mereka berhasil mendirikan masjid-masjid dan mendatangkan mullah-mullah dari luar, sehingga jumlah mereka semakin banyak. akhirnya timbul kampung-kampung dan pusat-pusat kekuasaan Islam.
2. Perkawinan
Tersebarnya Islam di wilayah Indonesia tidak lepas dari hubungan perkawinan antara wanita muslim dengan keturunan raj atau bangsawan lekal. Contoh perkawinan yang memberikan pengaruh besar dalam proses Islamisasi diantaranya Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan putri Kawunganten, perkawinan Brawijaya dengan Putri Campa yang melahirkan Raden Patah yang kelak menjadi raja Demak, dsb.

3. Tasawuf
Pengajar-pengajar tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Bentuk Islam yang diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengn alam pikiran mereka sehingga agama baru itu mudah dimengerti dan diterima.
Hamzah Fansuri (Aceh), Syaikh Lemah Abang, dan Sunan Panggung (Jawa) merupakan ahli tasawuf yang memberikan pengajaran yang mengandung persamaan dengan alam pikiran rakyat Indonesia pada saat itu.
4. Pendidikan
Para mubalig yang memiliki kapasitas keilmuan Islam yang tinggi biasanya menjadikan rumah, masjid, ataupun langgar sebagai pusat pengajaran.
Selain masjid, berkembang pula lembaga pendidikan yang dikenal dengan pesantren.
Kelebihan yang dimiliki model oendidikan pesantren ini adalah karena pesantren sebagai basis pendidikan Islam yang tidak mengenal status sosial dan kasta.
Diantara lembaga pendidikan pesantren yang tumbuh pada masa awal Islam di Jawa adalah pesantren yang didirikan oleh Raden Rahmat di Ampel Denta dan pesantren Giri yang didirikan oleh Sunan Giri.
5. Politik
Hubungan yang erat antara ulama dan kerajaan-kerajaan maritim menyangkut tiga unsur utama. Yaitu Politik, dagang dan agama.
Ada dua hal yang patut dibedakan berkaitan dengan hubungan politik anara ulama dengan kerajaan.







Begitu pula dengan peran ulama yang mulai bergeser dari ranah polotik kerajaan kemudian beralih membangun kekuatan sosial budaya di tengah masyarakat.
Pertama, ulama berhasil mengislamkan raja berdaulat dan membawa pengaruh pada lingungan kerajaan sehingga corak kerjaan tadi bergeser dari Hindu-Budha menjadi Islam.
Kedua, para ulama membantu berdirinya kerajaan baru yang langsung bercorak islam dan mengembangkan pengaruhnya ke kerajaan lain. Hal ini terjadi karena kerajaan tsb didirikan oleh raja-raja muslim yang didukung penuh oleh para ulama.
6. Seni Budaya
Corak ini lebih mudah diterima karena sesuai dengan kebudayaan lokal yang telah ada.
Para tokoh yang sudah dikenal masyarakat Jawa dalam pengembangan Islam adalah Walisongo.
Contohnya
Sunan Kudus
menggunakan sapi (hewan suci umat hindu) sebagai media dakwah di masyarakat
Sunan Kalijaga
menciptakan perayaan sekaten (asal kata = Syahadatain) untuk memperingati maulid Nabi Muhammad saw.
Sunan Kalijaga
menciptakan tokoh dan cerita pewayangna
Sunan Giri
menciptakan kitab Ilmu Falak yang diseduaikan dengan alam pikiran Jawa
Sunan Bonang
menulis ajaran tauhid dan tasawuf dengan bahasa sastra yang kemudian dikenal dengan Serat Bonang.
Kelompok 4
Daffa Azalia
Farhan Tiarrafi
Farrell Anandra

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Full transcript