Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Resensi Buku

No description
by

Izal de Haan

on 13 October 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Resensi Buku

Resensi Buku
Buku sejarah Tuhan
Uraian Isi Buku
Pengantar
Kesimpulan
Sejarah pencarian Tuhan oleh manusia berawal dari kesadaran manusia Perjalanan pencarian akan Tuhan melewati berbagai zaman. Pencarian akan Tuhan diwarnai oleh umat Kristen, Islam, para Filosof, kaum Mistik, para Reformis hingga penganut agama Hindu dan Budha. Harus kita akui bahwa di Zaman modern ini, kebutuhan akan Tuhan juga menuntut “bentuk baru” dari pamahaman manusia mengenai Tuhan. Inilah Tugas kita!
Komentar
Sejarah Tuhan-Karen Armstrong
Buku Sejarah Tuhan mengulas tentang sejarah persepsi umat manusia tentang Tuhan sejak zaman Sebelum Abraham hingga hari ini.
Konsep pemikiran manusia tentang Tuhan memiliki sejarah dalam setiap generasi, karena konsep pemikiran dikontekstualisasikan dengan generasinya.
Dalam tulisannya Karen Amstrong membatasi pembahasan mengenai Tuhan Yang Maha Esa secara khusus dalam perspektif umat Yahudi, Kristen dan Islam.

kemajuan sains dan teknologi yang membuat semakin pudarnya keimanan masyarakat. Meningkatnya ateisme juga menjadi dasar munculnya pertanyaan :
Karen memaparkan mengenai kemajuan sains dan teknologi yang membuat semakin pudarnya keimanan masyarakat..
KEMATIAN TUHAN
MASIH ADAKAH MASA DEPAN TUHAN?
Karen Armstrong adalah seorang Biarawati, Penulis, Feminis dan pengarang
Pada Mulanya
14.000 Tahun yang lalu
Tuhan yang satu
Cahaya bagi
kaum non Yahudi - Trinitas Kristen
Keesaan Tuhan : Islam
Tuhan Para Filosof, Tuhan Kaum Mistik
dan Tuhan Bagi Para Reformis
Kematian Tuhan - Adakah Masa depan untuk Tuhan? Abad 20-21
Gagasan tentang Tuhan secara perlahan tumbuh sekitar 14.000 tahun silam yang dimulai dari dunia kuno Timur Tengah.
gagasan mengenai Tuhan ini tumbuh dari keinginan manusia untuk menemukan gagasan mengenai adanya prima causa (penyebab dari segala sesuatu).
Manusia ingin ada gambaran megenai kekuatan yang menguasai langit dan bumi.
sarcophagus in Thebes illustrates part of an Egyptian creation myth
Pada mulanya hanya ada satu Tuhan (Monotheisme).
Konsep “satu” Tuhan disini memiliki banyak versi sesuai dengan wilayah yang ada.
Karen membahas mengenai contoh Yahweh, Tuhan bangsa Yahudi. Deskripsi tentang Yahweh beserta proses terbentuknya kepercayaan Yahudi.
Monotheisme Yahudi berlanjut pada penyembahan Tuhan yang dikenal dengan sebutan Yahweh.
Yahweh dikenal lewat penglihatan para nabi. Mulai dari nabi Yesaya, Amos, Hosea, Yeremia dan Yehezkiel.
Para nabi merefleksikan pengalaman mereka dan merasa bahwa hal itu berasal dari sutu wujud yang mereka sebut Tuhan.
Setiap individu akan mengalami relitas “Tuhan” yang berbeda.
Yahweh yang dikenal sebagai satu-satunya Tuhan bagi Israel. Tidak ada dewa-dewi lain yang dapat menyaingi-Nya.
Contohnya : Yahweh yang dikenal Yahweh Sabaoth : Tuhan semesta Alam.
Kemuliaan-Nya tidak lagi terbatas pada Tanah yang dijanjikan, tetapi telah melingkupi seluruh Bumi. Pemahaman inilah yang nantinya akan menjadi dasar untuk melihat bagaimana peran Yahweh dalam kaum non-Yahudi (Bab III dan IV).
BAB 1
BAB 2
BAB III dan IV
Paham Tuhan yang eksklusif bagi bangsa Yahudi dan Israel terus berkembang dalam Bab ini.
Melalui Yesus cahaya Tuhan yang tadinya hanya bagi bangsa Yahudi kini turut dirasakan oleh kaum non Yahudi
Gelar Mesias dalam diri Yesus diulas oleh Karen berdasar pada Injil, Kisah Rasul dan surat Paulus
Bab ini berisi pertentangan dari Bapa-bapa Gereja tentang Yesus. Contohnya adalah Arius, seorang pemuka gereja, yang mempertanyan : bagaimana mungkin Yesus Kristus menjadi Tuhan dalam cara yang sama dengan Tuhan Bapa?
Trinitas hanya bisa dipahami sebagai sebuah pengalaman spiritual : Ia harus dialami, bukan dipikirkan, karena Tuhan berada jauh di luar jangkauan konsep manusia.
Statue Kaisar konstatinus agung
Konsili Nicea yang diselenggarakan oleh kaisar konstantinus
Pada masa ini terdapat muatan politik yang besar dalam kekristenan. Hal tersebut bermula dari motif politik Kaisar Konstantin untuk melanggengkan kekuasaannya dengan memotori penyelenggaraan Konisili Nicea.
Bagaimana pemahaman agama Islam sebagai bagian dari kepercayaan Monotesisme?
Seperti kedua agama tua, Islam menekankan bahwa kita hanya bisa melihat Tuhan melalui aktivitas-Nya dengan pemahamana kita yang terbatas.
Hal ini didukung oleh pemahaman rukun islam yang pertama adalah syahadat. Dalam syahadat terdapat pengakuan keimanan seorang Muslim : “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah”.

Bab 5
Sebagai catatan, pada tiga bab berikutnya berisi komparasi antara berbagai macam pandangan tokoh maupun sekte yang dibagi ke dalam tiga klasifikasi; filosof, kaum mistik, dan kaum reformis.
Terdapat banyak tokoh beserta pandangannya yang dipaparkan oleh Karen. Dalam resensi ini kami hanya mengangkat satu tokoh untuk tiap kaumnya.
Sejenis kelompok Muslim baru lahir dengan nama Faylasuf.
Studi logis mereka memahami bahwa Allah perlu untuk selaras dengan nilai rasionalistik yang mereka pegang.
Hal ini penting bagi mereka, walau pada dasarnya mereka tidak punya keraguan tentang keberadaan Tuhan.
Pada akhirnya, Faylasuf Muslim seperti Al-Ghazali berkesimpulan bahwa akal semata tidak akan mampu menemukan Tuhan. Tuhan bukanlah obyek eksternal yang eksistensinya dapat dibuktikan secara rasional.
Bab 6-8
Kaum mistik mengatakan :
Bagi mereka Tuhan itu bukanah sebuah gambaran yang dapat disemonstrasikan secara ilmiah melainkan dapat dirasakan dan didekati dengan imajinasi seperti sebuah karya seni.
Reformasi dipandang sebagai usaha untuk menjawab kecemasan ini, meskipun kebanyakan Reformasi tidak mengajukan suatu konsepsi baru tentang Tuhan.
Tuhan para
Filosof
Tuhan
Kaum Mistik
Tuhan Kaum Reformis
Pencerahan
Pada masa ini berkembang Spirit ilmiah baru bersifat empiris, semata-mata didasarkan pada observasi dan eksperimen.
Para ilmuwan dan filosof sangat antusias untuk melakukan verifikasi atas realitas obyektif Tuhan dengan cara yang sama seperti ketika mereka membuktikan fenomena lainnya.
Bab 9
Gagasan tentang Tuhan yang telah ditempa selama berabad-abad tidak lagi memadai, dan zaman modern tampaknya telah menang atas berabad-abad penuh takhyul dan Fanatisme.
Ateisme adalah jalan keluar yang nyata
pandangan kaum sekularis abad ke 11 dan awal abad ke 20 memandang ateisme sebagai kondisi manusia yang tidak dapat dihapus pada era ilmiah.
BAB 10-11
Justru di “zaman akal” ini lahir berbagai pergumulan yang tak terjawab.
Ini semua fakta yang harus menjadi pendorong bagi kaum beriman untuk tidak meupakan Tuhan melainkan menciptakan gairah keimanan yang baru untuk abad dua puluh satu.
adakah masa depan bagi Tuhan?
YA!
Apresiasi
Buku ini menyajikan uraian yang menyeluruh dan cerdas mengenai sejarah Tuhan dalam agama-agama dunia. Kami sangat menyarankan buku ini dibaca oleh komunitas akademis secara khusus bagi mahasiswa dan dosen teologi.
Karena memberikan sajian kritis kepada seluruh agama tanpa membedakan. Hal ini membuatnya mampu menganalisa dengan kritis semua agama. Hal ini dapat membantu pembaca yang ingin menemukan benang merah yang menghubungkan agama-agama.
Buku ini dapat membantu para pemuka agama untuk menemukan bentuk baru pemahaman mengenai Tuhan yang sesuai dengan kebutuhan zaman modern.
Buku ini juga dapat membantu menciptakan relasi dengan agama-agama dan aliran lain disekitar agama kita, sebab terdapat banyak "jembatan" diantara agama-agama dan aliran-aliran.
Kami Setuju dengan saran dari Karen dibagian akhir buku ini. Ia tidak menjawab pertanyaan penting mengenai kebutuhan akan Tuhan di abad modern secara langsung. Karen menjawabnya dengan memberikan saran penting "jika kita mau menciptakan gairah keimanan yang baru, mungkin kita harus merenungkan dengan seksama sejarah Tuhan untuk mendapat pelajaran dan peringatan".
Selain isinya yang menarik, terdapat glosarium yang membantu pembaca untuk mengerti istilah atau kata yang tidak diketahui. Selain itu terdapat peta dan referensi yang dipakai dalam penulisan buku ini juga lengkap dan menolong pembaca untuk mengerti isi buku.
Kritik
Kritik kami yang pertama adalah mengenai kesan “pemaksaan” yang dipakai Karen dalam menggambarkan mengenai Yesus sebagai Mesias dan “cahaya bagi kaum non Yahudi”. Karen tidak memberikan penjelasan menyeluruh mengenai nubuatan mesianis dalam PL (bab 2). Tetapi ia memakai Yesus sebagai "jembatan" untuk menjadi penyalur keselamatan pada kaum non-Yahudi (bab 3).
Dalam bab 4, Kurang adanya pembahasan yang berimbang mengenai setiap unsur dalam Trinitas. Pembahasan berimbang ini penting, apalagi Karen ingin menunjukan pada pembaca mengenai identitas agama Kristen yaitu Trinitas.
Menurut kami, ada bagian-bagian yang perlu dijelaskan lebih lanjut oleh Karen. Contohnya dalam halaman 103, agar tidak menimbulkan penafsiran dan pemahaman yang salah.
Menurut kami, alangkah lebih baik jikalau di akhir pemaparan buku Sejarah Tuhan ini, Karen menulis sebuah bab tambahan. Bab ini berisikan saran atau pendapatnya mengenai bagaimana sebaiknya relasi antara agama dan aliran-aliran dibangun di zaman modern ini.
Buku ini sangat disarankan untuk dibaca!

Buku ini menyegarkan pemahaman tentang apa yang sudah kita ketahui dan memberikan pengenalan yang jelas tentang yang tidak kita ketahui
Terima Kasih
Konsep Tuhan di Iran, Mesir, Afrika
Full transcript