Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Dasar Pemetaan, Pengindraan Jauh, dan SIG

No description
by

Rico Pasuara

on 18 September 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Dasar Pemetaan, Pengindraan Jauh, dan SIG

PETA
Pengertian Peta​ Menurut Para Ahli
Pengertian Peta Secara Umum

Gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar, yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol sebagai penjelas.

Pengetahuan Dasar
RICO PASUARA
Pengindraan Jauh
Definisi Pengindraan Jauh,
Istilah pengindraan jauh (remote sensing) pertama kali diperkenalkan oleh Parker di Amerika Serikat pada akhir tahun 1950-an dari instansi kelautan Amerika Serikat. Pada awal tahun 1970-an, istilah serupa juga digunakan di Prancis dengan sebutan “Teledetection”, di Jerman dengan istilah “Fenerkundung” serta di Spanyol dengan istilah “Teleperception”

Sistem Infomasi Geografi (SIG)
Pada dasarnya istilah sistem informasi geografi merupakan gabungan dari tiga unsur pokok yaitu sistem, informasi, dan geografi.

Sistem merupakan sekumpulan objek, ide, dan hubungannya dalam mencapai tujuan bersama.

Sistem informasi merupakan suatu sistem antara manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Penggunaan istilah informasi geografi mengandung pengertian informasi mengenai tempat-tempat yang terletak di permukaan bumi. Pengetahuan mengenai posisi di mana suatu objek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan dan posisi yang terdapat di permukaan bumi.

PETA
Pengindaraan Jauh
Sistem Informasi Geografi (SIG)
1. Menurut ICA (International Cartographic Association)

Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

2. Menurut Aryono Prihandito (1988)

Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

3. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005)

Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Defenisi Menurut Para Ahli
1. Menurut Lillesand dan Kiefer
jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, atau gejala yang dikaji

2. Menurut Lindgren
Pengindraan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis tentang bumi.

Pengertian Secara Umum
1. Pengindraan jauh adalah cara untuk memperoleh informasi di permukaan bumi tanpa adanya kontak langsung dengan objek yang dikaji.

2. Pengindraan jauh adalah suatu cara merekam objek, daerah atau gejala-gejala dengan menggunakan alat perekam tanpa kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji di permukaan bumi.

Komponen Sistem Pengindraan Jauh
Sumber Tenaga
Tenaga yang digunakan adalah tenaga elektromagnetik, dengan sumber utamanya adalah matahari. Tenaga lain yang bisa digunakan adalah sumber tenaga buatan, sehingga dikenal adanya pengindraan jauh sistem pasif dan pengindraan jauh sistem aktif.

1) Pengindraan Jauh Sistem Pasif

menggunakan tenaga alamiah yaitu matahari (dengan memanfaatkan tenaga pantulan), sehingga perekamannya hanya bisa dilakukan pada siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.


2) Pengindraan Jauh Sistem Aktif

perekamannya dilakukan dengan tenaga buatan (dengan tenaga pancaran), sehingga memungkinkan perekamannya dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari, dan di segala cuaca.

Atmosfer mempunyai peranan untuk menghambat dan mengganggu tenaga atau sinar matahari yang datang (bersifat selektif terhadap panjang gelombang). Hambatan atmosfer ini berupa serapan, pantulan, dan hamburan.

Atmosfer
Objek yang banyak memantulkan atau memancarkan tenaga akan tampak lebih cerah, sedangkan objek yang pantulan atau pancarannya sedikit akan tampak gelap.

Interaksi antara Tenaga dan Objek,
Interaksi antara tenaga dengan objek dibagi menjadi 3 variasi, yaitu:

1) variasi spektral, mendasarkan pada pengenalan pertama suatu objek, misal cerah dan gelap,
2) variasi spasial, mendasarkan pada perbedaan pola keruangannya, seperti bentuk, ukuran, tinggi, serta panjang, dan
3) variasi temporal, mendasarkan pada perbedaan waktu perekaman dan umur objek.

Sensor berfungsi untuk menerima dan merekam tenaga yang datang dari suatu objek.

Sensor
Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi 2 :

1. Sensor Fotografik
Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera dengan menggunakan film sebagai detektornya yang bekerja pada spetrum tampak. Hasil dari penggunaan sensor fotografik adalah bentuk foto udara.

2) Sensor Elektronik
Sensor elektronik menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu dari sinar X sampai gelombang radio dengan pita magnetik sebagai detektornya. Keluaran dari penggunaan sensor elektrik ini adalah dalam bentuk citra.

dapat dilakukan dengan cara manual secara visual, maupun dengan numerik atau digital. Perolehan data dengan menggunakan cara manual yaitu cara memperoleh data dengan menginterpretasi foto udara secara visual. Perolehan data dengan cara numerik atau digital yaitu dengan menggunakan data digital melalui komputer.

Perolehan Data
Kemampuan pengguna data dalam menerapkan hasil pengindaraan jauh juga dipengaruhi oleh pengetahuan yang mendalam tentang disiplin ilmu masing-masing maupun cara pengumpulan data dari sistem pengindraan jauh.

Pengguna Data (User)
Demers (1997), SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi-informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi.


Esri (1990), SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, meng-update, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi.

Defenisi Menurut Para Ahli
SIG merupakan sejenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan menghasilkan informasi geografi beserta atributatributnya.

Defenisi Secara Umum
Dari definisi tersebut maka SIG mempunyai beberapa kemampuan antara lain:
1. memasukkan dan mengumpulkan data geografi,
2. mengintegrasikan data geografi,
3. memeriksa dan meng-update data geografi,
4. menyimpan dan memanggil kembali data geografi,
5. mempresentasikan dan menampilkan data geografi,
6. memanipulasi data geografi,
7. menganalisis data geografi,
8. menghasilkan data geografi dalam bentuk peta tematik,
tabel, grafik, laporan baik dalam bentuk hard copy
maupun soft copy,
9. memperkecil kesalahan manusia,
10.dapat mengoverlay (tumpang susun) peta untuk
aplikasi berbagai disiplin ilmu,
11.memperbarui data dengan memerhatikan perubahan
lingkungan, data statistik, dan area yang tampak, dan
sebagai data base wilayah.

Subsistem SIG
Komponen-Komponen SIG
1. Perangkat Keras, SIG meliputi perangkat-perangkat fisik yang
digunakan dalam komputer seperti CPU, RAM, Storage, Input
device, output device, dan peripheral lainnya.

2. Perangkat Lunak, dalam SIG digunakan untuk menjalankan
tugas-tugas dari SIG. Perangkat lunak tersedia dalam bentuk
paket perangkat lunak yang masingmasing terdiri atas multi
program yang terintegrasi untuk mendukung kemampuan-
kemampuan khusus dalam pemetaan, manajemen, dan
analisis data geografi. Perangkat lunak merupakan program
yang digunakan dalam SIG seperti Map Info, Arc View, dan
lain-lain.



SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data geografi yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Data geografi yang dapat diproses dalam SIG antara lain sebagai berikut.

a) Data statistik berupa catatan dari intansi
seperti BPS.
b) Data dari peta seperti peta rupa bumi dan
peta topografi.
c) Data dari citra pengindraan jauh seperti
foto udara atau citra radar.
d) Data dari lapangan seperti data
kemiringan lereng dan ketinggian tempat.

Tipe data yang ada dalam SIG adalah sebagai berikut.
1) Data Lokasi, sebagai contoh:
(a) koordinat lokasi,
(b) nama lokasi, dan
(c) lokasi topologi (letak relatif) misal, lokasi daerah apakah di sebelah kiri danau A, atau sebelah kanan pertokoan B.

2) Data Nonlokasi, sebagai contoh:
(a) curah hujan,
(b) jumlah panen padi, dan
(c) terdiri atas variabel (tanah), kelas (aluvial), nilai luas (10 ha), dan jenis
(pasir).

3) Data Dimensi Waktu (temporal)
Data nonlokasi di lokasi yang bersangkutan dapat berubah seiring dengan waktu, misal data curah hujan bulan Desember akan berbeda dengan data curah hujan bulan Juli.

4. Model Dunia Nyata

Suatu proyek SIG akan berhasil jika dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keahlian tertentu. Keahlian yang dimaksud berupa pengetahuan tentang geografi, geologi, geomorfologi, dan pengetahuan tentang komputer. Diperlukannya pengetahuan geografi, geologi, dan geomorfologi karena berkaitandengan hasilnya yang berupa peta, sedangkan pengetahuan komputer dapat dikatakan syarat utama dalam pengerjaan SIG.

5. Manajemen
3. Data dan Informasi Geografi
SEKIAN & TERIMA KASIH
Full transcript