Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Teori-Teori Psikologi Sosial

No description
by

Ifa Amini

on 19 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Teori-Teori Psikologi Sosial

Teori-Teori Psikologi Sosial
Kelompok 6:
NURHUZAIFAH AMINI (12410054)
ARIVA SULTANA (12410055)
SOFIATRI TITO H (12410065)
IMAM AGUS FAISAL (12410152)
RILLIANDRA ARINDRA (12410156)
SUBHANALLAH RAMDAN (12410165)

SOCIAL INNER STATE
(ATRIBUSI)
SOCIAL INNER STATE
(SIKAP)
DIRI DAN IDENTITAS
(DIRI)
Konsep diri didefenisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain (Stuart & Sundeen 2005). Konsep diri terdiri dari:
Citra Tubuh (Body Image)
Ideal Diri (Self ideal)
Harga Diri (Self esteem)
Peran (Self Rool)

IDENTITAS SOSIAL
Identitas social (social identity) adalah definisi seseorang tentang siapa dirinya termasuk di dalamnya atribut pribadi (self concept) serta keanggotaan dalam berbagai kelompok (aspek yang dimiliki bersama dengan orang lain.
Tajfel mendefinisikan Identitas sosial sebagai pengetahuan individu dimanadia merasa sebagai bagian anggota kelompok yang memiliki kesamaan emosi serta nilai (Tajfel, 1979).[10] Identitas sosial juga merupakan konsep diri seseorang sebagai anggota kelompok (Abrams & Hogg, 1990). Identitas bisa berbentuk kebangsaan, ras, etnik, kelas pekerja, agama, umur, gender, suku, keturunan, dll. Biasanya, pendekatan dalam identitas sosialerat kaitannya dengan hubungan interrelasionship, serta kehidupan alamiah masyarakat dansociety(Hogg & Abrams, 1988). Kemudian, pendekatan identitas sosial juga mengamati bagaimana kategori sosial yangada dalam masyarakat ternyata tidak terbentuk secara sejajar, tapi juga menimbulkan status sosial dan kekuasaan.
KOGNISI SOSIAL
Kognisi sosial adalah suatu tata cara dimana kita menginterpretasi, menganalisa, mengingat, dan menggunakan informasi tentang dunia sosial.
Dalam kognisi sosial dikenal istilah skema yang merupakan semacam kerangka atau gambaran yang membantu individu dalam mengorganisasikan informasi-informasi suatu fenomena yang diperhatikan individu.
Terdapat 3 macam jenis skema, yaitu:
1. person : gambaran mengenai atribut-atribut atau ciri-ciri dari individu lain atau diri individu itu sendiri
2. roles : gambaran mengenai tugas dan peranan individu-individu di sekeliling kita
3. events : gambaran mengenai peristiwa-peristiwa sosial yang dialami atau dilihat individu sehari-hari




Atribusi adalah salah satu bagian dari persepsi sosial yang merupakan sebuah perkiraan terhadap alasan perilaku seseorang. Myers (2012) kecederungan seseorang untuk memberikan atribusi terhadap orang lain disebabkan oleh hakikat dari seseorang untuk menjelaskan sesuatu yang ada di sekitarnya terlebih seseorang atau masyarakat yang ada di sekelilingnya.
Ada beberapa teori mengenai atribusi ini yaitu:
a. Teori Inferensi Koresponden dari Jones dan Davis
b. Teori Kovariasi Kelley

menurut Mayers (2012) Sikap adalah reaksi evaluative yang menyenangkan atau tidak, terhadap suatu objek (kadang pada bertitik tumpu pada kepercayaan seseorang dan diwujudkan dalam perasaan dan tingkah laku seseorang).
Walgito juga mengungkapkan ciri-ciri dari sebuah sikap yaitu:
Sikap tidak dibawa sejak lahir
Sikap selalu berhubungan dengan objek sikap
Sikap dapat tertuju pada satu objek tapi bisa juga tertuju pada banyak objek
Sikap dapat berjangka waktu yang lama dan juga sebentar
Sikap mengandung faktor perasaan dan motivasi

Faturochman (2009) mengemukakan tentang proses pembentukan sikap, yaitu dengan menggunakan pendekatan belajar, antara lain:
Clasical Conditioning Theory, yaitu kita mengkondisikan agar seseorang mempunyai sikap yang sedemikian rupa terhadap suatu hal.
Instrumental Conditioning, berbeda dari teori klasik teori menerapkan pemberian hadiah bagi suatu perilaku yang dinggap sesuia dan pemberian hukuman bagi sebuah perilaku yang tidak sesuai.
Modelling, atau belajar dengan meniru, yaitu pada umumnya pembentukan macam ini terjadi pada anak-anak, mereka melihat sebuah perilaku dan meniru perbuatan tersebut.

GENDER
Menurut Bem (1981), gender merupakan karakteristik kepribadian, seseorang yang dipengaruhi oleh peran gender yang dimilikinya dan dikelompokkan menjadi 4 klasifikasi yaitu maskulin, feminim, androgini dan tak terbedakan. Konsep Gender dan peran gender merupakan dua konsep yang berbeda, gender merupakan istilah biologis, orang-orang dilihat sebagain pria atau wanita tergantung dari organ-organ dan gen-gen jenid kelamin mereka.
Sementara peran gender sendiri sebagai sebuah karakteristik memiliki determinan lingkungan yang kuat dan berkait dengan dimensi maskulin versus feminim (Stewart & Lykes, dalam Saks dan Krupat, 1998). Ketika berbicara mengenai gender, beberapa konsep berikut ini terlibat di dalamnya:
1. Gender role (peran gender), merupakan definisi atau preskripsi yang berakar pada kultur terhadapa tingkah laku pri dan wanita.
2. Gender identity (identitas gender), yaitu bagaimana seseorang mempersepsikan dirinya sendiri dengan memperhatikan jenis kelamin dan perangender.
3. Serta sex role ideology (ideologi peran-jenis kelamin), termasuk di antaranya stereotipe-stereotipe gender, sikap pemerintah dalam kaitan antara kedua jenis kelamin dan status-status relatifnya (Segall, Dosen, Berry, & Poortiga, 1990). Kepentingan di dalam membedakan antara jenis kelamin dan gender berangkat dari pentingnya untuk membedakan antara aspek-aspek biologis dengan aspek-aspek sosial di dalam menjadi pria atau wanita. Bahkan yang paling seringg terjadi adalah bahwa orang-orang mengasumsikan kalau perbedaan kepribadian dan sikap yang tampak antara pria dan wanita sangat berkaitan dengan perbedaan jenis kelamin (Basow, 1992).

AGRESIFITAS
Agresifitas atau agresi adalah perilaku fisik atau verbal yang dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan dan bertujuan menyakiti orang lain. Definisi lain dari agresi itu sendiri adalah siksaan yang diarahkan secara sengaja dari berbagai bentuk kekerasan terhadap orang lain (misalnya: Baron & Richardson, 1994; Berkowits dalam proses penerbitan). Agresi dibedakan menjadi dua tipe. Binatang menunjukkan agresi sosial yang ditandai dengan mengamuk dan agresi diam seperti saat predator mengintai mangsanya. Agresi sosial dan agresi diam melibatkan bagian otak yang berbeda. Pada manusia para psikolog membedakan dua jenis agresi yaitu hostile dan instrumental. Hostile aggression berasal dari kemarahan yang bertujuan untuk melukai, merusak atau merugikan. Sedangkan instrumental aggression bertujuan untuk melukai,merusak atau merugikan tetapi hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan lainnya.
Afiliasi dan Daya Tarik Sosial
Daya Tarik Sosial berasal dari social exchange theory (teori pertukaran sosial). teori ini menjelaskan bahwa kita menyukai orang, apabila kita memandang interaksi kita dengan orang itu bermanfaat, yakni ketika manfaat yang kita dapat dari hubungan itu lebih besar daripada kerugiannya.
Faktor-faktor Daya Tarik Sosial
Kedekatan: Menyukai Orang yang Dekat
Keakraban: Menyukai Orang yang Sering Kita Lihat
Kemiripan: Menyukai Orang yang Mirip dengan Kita

Interaksi sosial merupakan suatu hal yang tidak dapat kita tinggalkan dalam kehidupan. Bagaimana tidak, karena dalam hidup kita tidaklah lepas dari orang lain. Mulai dilahirkan sampai mati pun kita masih membutuhkan bantuan orang lain. Kecenderungan ini tampaknya memiliki dasar neurobiologis yang tidak akan bisa dihilangkan dalam kehidupan. Kebutuhan untuk membina hubungan dengan orang lain ini, yang disebut afiliasi. Di mana hal ini diasumsikan merupakan suatu yang mendasar bagi kebutuhan psikologis. Namun, tetap saja kebutuhan afialiasi tiap orang berbeda-beda. Perbedaan semacam ini membentuk suatu trait atau disposisi yang relatif stabil (Baron & Byrne, 2003)
PROSOSIAL
Perilaku Sosial merupakan perilaku yang memilki inteperilaku yang menguntungkan penerima, tetapi tidak memilki keuntungan yang jelas sebagi pelakunya (Staub, 1987; baron & Byrne, 1994). William (1981), mengatakan perilaku social merupakansi untuk mengubah keadaan fisik atau psikologis penerima bantuan dari kurang menjadi lebih baik, dalam arti secara material maupun psikologis, yang mempunya tujuan untuk membantu meningkatkan wellbeing oranglain.
1) Aspek-aspek Perilaku prososial
Terdapat beberapa macam aspek-aspek perilaku Sosial. Menurut mussen (dalam Rufaid, 2009) aspek-aspek perilaku prososial antara lain:
1. Berbagi (sharing), yaitu kesediaan untuk berbagi perasaan dengan orang lain dalam suasana suka maupun duka.
2. Menolong (helping), yaitu kesediaan memeberikan bantuan atau pertolongan kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan, baik berupa moril, maupun materil. Menolong meliputi membantu orang lain atau menawarkan sesuatu yang menunjang berlangsungnya kegiatan orang lain.
3. Kejasama (cooperating), yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain demi ting biasanya terlalu menguntungkan, saling memberi, saling menolong dan menenangkan.
4. Bertindak jujur (honesty), yaitu kesediaan untuk melakukan sesuatu seperti apa adanya, tidak berbuat curang terhadap orang lain.
5. Berderma (donating), yaitu kesediaan untuk memberikan secara sukarela sebagian barang miliknya kepada orang yang membutuhkan.
6. Mempertimbangkan kesejahteraan orang lain, yaitu memberi sarana bagi orang lain untuk mendapatkan kemudahan dalam segala urusan, punya kepedulian terhadap orang lain dengan mengindahkan dan menghiraukan orang lain.

Any question so far ???
Full transcript