Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Plan Of Development

No description
by

Maulana Malik

on 15 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Plan Of Development

Group 22
Reno Adrian 07110231
Clarissa Tyas .P 07110072
Rinaldo Saworno 07110236
Teuku Gyas .K 07110265
Maulana Malik Aziz 07110180
Aldy Perdana .P 07110027
Septiani Trisnasari 07110323
Astia Akrimah 07110057
Akmel Yasser 07107015
Plant Of Development
Geological Findings and Review
Geological Regional
Petroleum System
Peta Struktur Lapangan TMA
Peta Struktur Lapangan TMB
Analisa Log Terhadap Lapangan TMA dan TMB
LOG WELL TMA-4
HARGA POROSITAS
LOG WELL TMA-4

HARGA SATURASI AIR
Permeabilitas
VShale
Vshale ataupun Vclay merupakan banyaknya kandungan shale di dalam suatu formasi yang didapatkan dari data log GR
Lapangan TMA dan TMB merupakan lapangan yang clean, yaitu lapangan yang sama sekali tidak mempunyai shale.
Hanya saja pembacaan GR terdapat pengecualian karena lapangan ini adalah Limestone, yaitubatuan yang mengandung uranium sehingga log GR membaca ini sebagai high GR.
TITIK PERFORASI & DATA SPF
GAS WATER CONTACT (GWC)
Drilling & Completion
Koordinat Sumur Infill TMB
Spesifikasi Sumur
Trajectory
Casing Design
Mud Program
Cementing
Potensi Masalah
Peralatan Pemboran
Drill Time & Drilling Cost
Komplesi
Koordinat Sumur Infill di TMB
Spesifikasi Sumur
Trajektory
Hole 8 ½” set casing 7” depth 4725.618ft MD
Hole 12 ¼” set casing 9 5/8” depth 1747ft MD
Hole 17 ½” set casing 13 3/8” depth 1227ft MD
Casing 30”
Hole 26” set casing 20” depth 875ft MD
Design Casing
Mud Program
Cementing
30% menggunakan 15.8 ppg
70% menggunakan 13.5 ppg
BIT PROGRAM
PERALATAN PEMBORAN
BOP
Drilling Time &
Drilling Cost
Drilling Time
Drilling Cost
Potensi Masalah
Komplesi
Production Facilities
Surface facility adalah semua peralatan permukaan yang berfungsi untuk menyalurkan fluida dari kepala sumur menuju fasilitas pemisah, fasilitas pengangkutan sampai ke pembeli
Flowline atau Pipeline
Gas Processing Facilities
Jacket
Deck
Camp
Living Quarters
Flare
Disposal Facilities
Cooling Unit
SURFACE FACILITIES
Pipeline yang digunakan TMA ke TMB memiliki OD 20 inch, dengan ID 17,94 inch.
Penggunaan pipeline dari TMB ke existing pipeline memiliki OD 14 inch dengan ID 12,5 inch.
FLOW LINE / PIPE LINE
Well Head : tempat menggantungkan dan kedudukan rangkaian pipa di dalam sumur.
GAS PROCESSING FACILITIES
Manifold : jajaran pipa alir dari produksi tiap-tiap sumur yang dipotong oleh pipa-pipa yang menuju ke CPP (central processing area).
GAS PROCESSING FACILITIES
Scubber adalah sejenis dengan separator tetapi dirancang untuk menampung dan memisahkan produksi dengan harga GLR yang tingggi.
Scrubber berguna untuk mengeringkan gas yang telah dipisahkan dari liquid pada separator.
Perlu dilakukannya proses ini karena gas yang masih mengandung air akan menimbulkan gangguan pada generator.
GAS PROCESSING FACILITIES
Compressor :

Spesifikasi Compressor pada lapangan TM A :
Suction pressure = 200 psi
Discharge pressure = 300 psi
Total daya Compressor = 2815,08 hp
Jumlah stage = 1

Spesifikasi Compressor pada lapangan TM B :
Suction pressure = 200 psi
Discharge pressure =300 psi
Total Daya Compressor = 4056,59 hp
Jumlah stage = 1
GAS PROCESSING FACILITIES
Merupakan sistem pengaman dari gas yang keluar dari sistem proses dengan cara membakar gas yang keluar tersebut sebelum memasuki atmosfer.
FLARE
Living Quarter merupakan box yang terbuat dari plat baja. Berfungsi untuk tempat tinggal para engineer selama berada di offshore.
LIVING QUARTER
Platform atau anjungan berfungsi untuk menempatkan fasilitas pemboran dan produksi serta menahan beban-beban yang ada di permukaan seperti rig, separator, generator, dan lain-lain Maupun dibawah permukaan seperti rangkaian pipa bor, pahat bor, pompa dan lain-lain.
Platform
Flow Rate selama 12 tahun (setelah infil ) :
TM B (3 sumur), 2022-2023 = 27 mmscfd
2023-2024 = 24 mmscfd
2024-2025 = 6 mmscfd
2025-2026 = 6 mmscfd
Flow Rate selama 12 tahun (sebelum infil) :
TM A (5 sumur), 2014-2023 = 90 mmscf
2003-2024 = 63 mmscfd
2004-2025 = 36 mmscfd
2005- 2026 = 23 mmscfd
TM B (2 sumur), 2014-2022 = 36 mmscfd
2003-2024 = 12 mmscfd
2004-2025 = 3 mmscfd
2005-2026 = 3 mmscfd
Komposisi :
metane, etane, propane, n-butane, isobutane, n-petane, isopentane, n-heksane, heptane, karbondioksida, dan oksigen
Spesifikasi Produk Gas
SKEMA ALIRAN GAS
DAFTAR HARGA SURFACE FACILITIES
YG DIGUNAKAN
Field Development
Skenario
Reservoir Description
Data Acuan
PHASE BEHAVIOUR
DATA KOMPOSISI GAS
TMA & TMB Gas Sales Profile
TMA
HASIL PERHITUNGAN
“FVF GAS (Bg), µ, P/Z” TMA
HSE & CSR
HSE (Health, Safety, Environment,) adalah suatu Departemen atau bagian dari Struktur Organisasi Perusahaan yang mempunyai fungsi pokok terhadap implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mulai dari Perencanaan, Pengorganisasian, Penerapan dan Pengawasan serta Pelaporannya.

Tujuan dan Sasaran HSE : memberikan petunjuk mengenai upaya pengelolaan dan pemantauan terhadap dampak akan kesehatan, keamanan, lingkungan, sehingga dampak yang bersifat negatif dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan, sedangkan dampak positifnya dapat lebih dikembangkan sehingga kegiatan pengembangan lapangan berjalan baik
HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT (HSE)
&
CORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY (CSR)
Tujuan Program CSR adalah :
Mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran dengan memberdayakan usaha kecil
Menyediakan akses untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan spiritual
Membantu perbaikan infrastruktur yang menunjung peningkatkan kualitas pendidikaan dan kehidupan spiritual

Program yang Dikembangkan untuk Mendukung adalah :
Sarana dan Prasarana
Dukungan Pendidikan
Pemberdayaan Ekonomi
Kehidupan Spiritual
Bantuan Kemanusiaan

Corporate and Social Responsibility
Ruang lingkup pipanisasi PT TMA TMB pada lapangan TMA dan TMB di lepas pantai Selat Madura adalah sepanjang 28,6 km karena Point of Sales berada pada ujung pipa penyalur ke pipa pembeli. Jaringan pipa ini terdiri dari 27 km jaringan pipa dari lapangan TMA ke lapangan TMB dan 1,6 km dari TMB ke jaringan pipa eksisting milik pembeli. Sesuai yang terlihat pada peta gambar dibawah ini
Ruang Lingkup
AMDAL : (analisis mengenai dampak lingkungan), kegiatan wajib amdal terdapat pada Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2012
STUDI
LINGKUNGAN
Studi RKL-RPL Pengembangan Lapangan Minyak TMA dan TMB akan mengacu kepada
peraturan dan perundangan yang berlaku :
DASAR HUKUM
PERATURAN PEMERINTAH
Ada beberapa kriteria dalam pengembangan lapangan gas TMA TMB yang berdampak terhadap keseimbangan lingkungan diantaranya :
a. Fasilitas Produksi atau Flatform
b. Pengembangan gas lepas pantai
c. Jalur distribusi (pipanisasi)

Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
RPL
RKL
Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
RPL pada tahap pemboran meliputi
1. Kualitas Udara dan Tingkat Kebisingan
2. Kualitas Air Laut dan Biota Aquatis
3. Konflik dan Kekhawatiran Masyarakat

Tahap Kegitan meliputi
Tahap Pra – Konstruksi
Tahap Konstruksi
Terdiri dari :
Pembuatan Alur Laut
Mobilisasi Alat konstruksi
Mobilisasi Alat dan Bahan Pemboran
Pengolahan Limbah
Pembangunan Sarana Fasilitas Produksi
Pengelolaan Sisa Bahan Konstruksi
Limbah dari Kegiatan Pemboran, meliputi :
Lumpur Pemboran
Penanganan/Pengelolaan

Limbah dari Kegiatan Produksi :
Limbah cair
Limbah Gas

Limbah dari Kegiatan Pembangunan Pipa Transmisi Gas (pipeline) :
Limbah Cair
Limbah Padat
Tahap Kegiatan Pengeboran
Penanganan Bahan Kimia Bekas, meliputi :
Pemesanan sesuai dengan kebutuhan proses, sehingga kemungkinan adanya bahan kimia sisa sangat kecil;
Setiap bahan kimia yang dipesan harus memiliki MSDS (Material Safety Data Sheet);
Tata cara penyimpanan, pengumpulan, pengolahan dan penimbunan bahan kimia bekas sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Pengendalian Kebisingan :
Mengatur jarak fasilitas pemrosesan dengan pemukiman terdekat,
Sedapat mungkin menggunakan peralatan yang lower noise emission,
Membangun housing yang dapat meredam kebisingan pada peralatan yang menjadi sumber kebisingan,
Menggunakan pengkedap suara (silencer) yang dipasang pada saluran pembuangan (exhaust) mesin-mesin pembakaran (combustion engine) dan turbin gas,
Memasang insulator akustik (acoustic insulation) pada cerobong asap dan pipa,
Menanami zona penyangga dengan tanaman yang mampu menyerap kebisingan.
Kegiatan pengembangan dan pengelolaan lapangan migas merupakan kegiatan yang beresiko tinggi sehingga mempersiapkan keselamatan kerja menjadi prioritas utama untuk meminimalisir resiko-resiko yang dapat terjadi salah satu cara menjaga kesehatan,keselamatan, dan keamanan yaitu menyiapkan program dan sarana-prasarana untuk aspek kesehatan dan keselamatan kerja, yang meliputi :
Jamsostek
Keselamatan Kerja , meliputi :
1. Safety Briefing
2. Safety Talk
3. PPE (Personal Protective Equipment)
4. Gas Detector
Sarana Komunikasi
Kesehatan Tenaga Kerja
Tanggap Darurat ( Emergency Response Plan)
Personal Protection Equipment
K3
Tahapan Kegiatan
Conclusion
Terima Kasih
Tahap Pasca Operasi Pemboran Lapangan TMA dan TMB
a. Pembongkaran Fasilitas Pemboran
b. Demobilisasi Alat dan Material Pemboran

Tahap Operasi Produksi Lapangan TMA dan TMB
a. Commisioning
b. Pengoperasian Sumur
c. Pengoperasian Fasilitas Produksi

HSE dalam Distribusi (Pipanisasi)
Dalam pengoperasiannya, faktor lingkungan, cuaca, suhu, dan kondisi dari pipeline itu sendiri juga bisa menimbulkan resiko terjadinya kebakaran / ledakan pada jalur pipa. Oleh karena itu, untuk mencegah serta meminimalisir terjadinya ledakan ataupun kebakaran yang terjadi pada pipeline.
Tahap Pasca Operasi Pemboran
&
Tahap Operasi Produksi
ABANDONMENT & SITE RESTORATION PLAN

Pengertian
Adalah Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pada saat berhentinya produksi (pasca operasi) akan meninggalkan Fasilitas Produksi dan sarana penunjang lainnya yang telah digunakan untuk kegitan produksi, sehingga berpotensi menjadi kendala atau membahayakan kegiatan lain di wilayahnya, antara lain kegiatan transportasi, eksplorasi dan penelitian sumber daya alam.
ABANDONED
AND
SITE RESTORATION

Kontraktor KKS wajib melaksanakan kegiatan ASR sesuai dengan usulan pelaksanaan ASR yang telah disetujui yang antara lain terdiri dari kegiatan:
Perencanaan teknik (engineering design),
Perijinan dan kepatuhan terhadap peraturan,
Penutupan sumur,
Pembongkaran,
Transportasi,
Penyimpanan,
Pemulihan area (site restoration).

Pelaksanaan Kegiatan Abandonment
&
Site Restroration

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Pedoman Teknis Pembongkaran Instalasi Lepas Pantai Minyak dan Gas Bumi, tujuan dari pengaturan pedoman teknis pembongkaran instalasi lepas pantai adalah untuk menjamin keselamatan, menjamin terlaksananya pengelolaan lingkungan hidup, menjaga kondisi instalasi lepas pantai sebagai barang milik negara, menjaga keselamatan pelayaran, serta optimalisasi penggunaan milik negara, maka harus ditetapkan peraturan mengenai abandonment dan site restoration untuk instalasi lepas pantai minyak dan gas bumi khususnya Lapangan TMA dan TMB ini.
Pelaksanaan kegiatan ASR termasuk penjualan kontraktor pelaksana ASR mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dalam hal kegiatan ASR masih berlangsung sedangkan Kontrak Kerja Sama telah berakhir, Kontraktor KKS wajib menyelesaikan kegiatan KKS tersebut.

Pembongkaran lapangan TMA dan lapangan TMB meliputi pembongkaran fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
Pipa penyalur,
Stasiun pengumpul/pemrosesan,
Tangki dan aksesoris,
Terminal,
Kabel power dan kontrol,
Fasilitas lain-lain.
DASAR HUKUM
PROJECT SCHEDULE
&
ORGANIZATION
Pada Lapangan TMA & TMB ini ,terdapat 2 Time Schedule, yaitu:
a. Skenario dengan sumur infill
b. Skenario tanpa sumur infill

Untuk melihat lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
PROJECT SCHEDULE
Infill
No Infill
Full transcript