The Internet belongs to everyone. Let’s keep it that way.

Protect Net Neutrality
Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Dasar teori dan Rancangan Intervensi

No description
by

Aditya Hapsari

on 7 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Dasar teori dan Rancangan Intervensi

Komitmen Karyawan terhadap Organisasi
Komitmen organisasional (organizational commitment), didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak  organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Jadi, keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seseorang individu,sementara komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut. (Robbins, 2008).
Meyer dan Allen (1991) merumuskan suatu definisi mengenai komitmen dalam berorganisasi sebagai suatu konstruk psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota organisasi dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi. Berdasarkan definisi tersebut anggota yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan lebih dapat bertahan sebagai bagian dari organisasi dibandingkan anggota yang tidak memiliki komitmen terhadap organisasi.


Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan:
1) Affective commitment,
karyawan puskesmas melakukan penyuluhan ke masing masing wilayah. Penyuluhan ini tidak hanya diikuti oleh tenaga medis, melainkan staf karyawan tata usaha juga ikut melakukan penyuluhan
2). Continuance commitment
Hasil wawancara kepada bendahara pengeluaran menunjukkan adanya continuance commitment.
3).Normative commitment
Hasil wawancara kepada akuntan menunjukkan adanya normative commitment




Individu dalam Organisasi
Perilaku manusia adalah suatu fungsi dari interaksi antar person atau individu dengan lingkungannya. Setiap orang akan melakukan perilaku yang berbeda dalam kehidupannya sehari-hari. Jadi ketika individu memasuki dunia organisasi maka karakteristik yang dibawanya adalah kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya.
Organisasi juga memiliki karakteristik yaitu keteraturan, yang diwujudkan dalam susunan hierarki, pekerjaan-pekerjaan, tugas-tugas, wewenang, tanggung jawab, system penggajian, system pengendalian, dan sebagainya. Jika karakteristik individu digabungkan dengan karakteristik organisasi, maka akan terwujud perilaku individu dalam organisasi. Jadi perilaku dalam organisasi adalah suatu fungsi dari interaksi antara seorang individu dengan lingkungannya (organisasi).


Dasar-dasar Perilaku Individu
1. Karakteristik Biografi
2. Kemampuan
3. Kepribadian
4. Determinan Kepribadian
5. Pembelajaran

Stress Kerja
Stess kerja adalah respons adaptif yang dihubungkan oleh perbedaan individu dan atau proses psikologi yang merupakan konsekuensi tindakan, situasi, atau kejadian eksternal (lingkungan) yang menempatkan tuntutan psikologis dan atau fisik secara berlebihan pada seseorang menurut Ivancevich dan Metton, (dalam Fred Luthans, 2006).
Soewondo (1993) dalam penelitiannya pada tahun 1992, yang telah mengidentifikasi sumber stress terhadap 200 karyawan disebuah perusahaan:
a. Tempat bekerja
b. Isi pekerjaan
c. Syarat-syarat pekerjaan
d. Hubungan interpersonal


Rancangan Intervensi pada Bendahara Pengeluaran
Intervensi yang bisa dilakukan oleh bendahara pengeluaran yaitu perlu waktu untuk mengelola waktu. Salah satu penyebab utama stress pada pekerja adalah tekanan waktu. Tidak menjadi masalah seberapa cepat pekerja bekerja dan seberapa banyak waktu yang diberikan, mereka masih tidak dapat menyelesaikan semua pekerjaan. Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan teknik manajemen waktu. Saat ini banyak organisasi dari Chase manhattan, Exxon, sampai Xerox melatih manager atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat. Beberapa pedoman yang berguna untuk manajemen waktu yang efektif adalah sebagai berikut :



Membuat daftar “pekerjaan” yang mengidentifikasi semua yang harus dikerjakan selama satu hari. hal ini membantu perkembangan kerja yang terarah.
Mendelegasikan pekerjaan minor sebanyak mungkin kepada bawahan (teman yang bisa membantu).
Menentukan kapan melakukan pekerjaan terbaik – pagi atau siang – dan menjadwal tugas paling penting untuk periode waktu tersebut.
Mengatur waktu selama sehari, paling tidak satu jam, saat tidak diizinkan adanya tamu atau gangguan.
Mempunyai sekretaris yang menyaring semua telepon masuk dan mengalihkannya ke bawahannya karena itu tidak penting atau tidak memerlukan perhatian pribadi anda.
Mengatur meja kerja anda dengan membelakangi pintu dan lorong sehingga anda tidak melakukan kontak mata dengan orang lain yang kemungkinan akan mampir ke meja anda.
Membaca sambil berdiri. Rata-rata, orang membaca dengan lebih cepat dan akurat saat dalam posisi tidak nyaman.
Jangan merasa bersalah mengenai hal yang tidak dapat diselesaikan pada hari ini. Letakkan pekerjaan yang tidak selesai di bagian paling atas pada daftar “pekerjaan “ untuk besok.


Tekhnik menghilangkan stress kerja:
Olahraga
Relaksasi
Mengendalikan perilaku
Terapi kognitif
Jaringan.


Sumber buku: Luthans, Fred. Perilaku Organisasi. Yogyakarta. ANDI. 2006. hal 459

Usulan Penambahan SDM
Referensi
Aamodt, Michael G. (2010). Industrial/Organizational Psychology: An Applied Approach. USA : Wadsworth Cengage Learning
Luthans, Fred. (2006). Perilaku Organisasi Edisi Sepuluh (Edisi Bahasa Indonesia). Yogyakarta : ANDI
Wahjono, Sentot Imam. (2010). Perilaku Organisasi. Yogyakarta : Graha Ilmu
Wijono, Sutarto. (2010). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group


Dasar teori dan Rancangan Intervensi
Nikmah Wafira (11710087)
Maftuhah (11710088)
Siti Ida Amina (11710090)
Anisa Prihantini (11710101)
Aditya Hapsari (11710138)


Dari keseluruhan analisis beban kerja yang telah kami lakukan maka kami mengusulkan kepada pihak Puskesmas Umbulharjo I terkait sistem pengelolaan Keuangan yang sedang diterapkan dengan adanya perubahan status menjadi BLUD, alangkah baiknya apabila Puskesmas Umbulharjo I, melakukan proses-proses berikut ini:
1. Melakukan perekruitan tenaga tambahan untuk membantu Ka Sub Bag TU dalam menjalakan tugas pokoknya, sebanyak empat orang yang nantinya akan menjadi pegawai BLUD sesuai peraturan tata kelola BLUD atau mengusulkan melalui SKPD kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan bantuan tenaga sejumlah empat orang, dengan kriteria:
a. Pria/Wanita usia max 30 tahun
b. Lulus D3 (diutamakan jurusan TI/ Akuntansi/ Administrasi) dengan min IPK 2.75.
c. Mampu mengoperasikan komputer dan mampu menjalankan fungsi aplikasi office.
d. Memiliki komunikasi interpersonal yang cukup baik.
e. Kriteria dan banyaknya karyawan yang dibutuhkan berdasar pada analisis beban kerja yang telah dilakukan bahwa deskripsi kerja Ka Sub Bag TU yang telah ada melebihi standar beban kerja, beban kerja Ka Sub Bag TU adalah diperuntukkan lima orang.
2. Melakukan perekruitan tenaga kerja guna membantu Bendahara Pemasukan dalam menjalankan pekerjaannya berjumlah satu orang, yang nantinya akan menjadi pegawai BLUD sesuai peraturan tata kelola BLUD atau mengusulkan melalui SKPD kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan bantuan tenaga sejumlah satu orang, dengan kriteria:
a. Pria/Wanita usia max 30 tahun
b. Lulus SMK sederajat (diutamakan jurusan perkantoran/ akuntansi/ pembukuan) dengan rata-rata nilai 75.
c. Mampu mengoperasikan komputer dan mampu menjalankan fungsi aplikasi office.
d. Memiliki komunikasi interpersonal yang cukup baik.


Full transcript