Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

CHEMISTRY

CHAPTER 14, 15, 16
by

Kelompok Tiga

on 4 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of CHEMISTRY

CHAPTER 14,15,16 CHEMISTRY CHAPTER 14 A. Konfigurasi Elektron Unsur Transisi

B. Karakteristik Unsur Transisi CHAPTER 15 A. Struktur Ion Kompleks
B. Tata Nama Ion Kompleks CHAPTER 16 A. Bijih-Bijih Logam Transisi Dan Pengolahannya
B. Pengloahan Besi
C. Pemurnian Tembaga dan Pembuatan Baja
D. Beberapa Penggunaan Logam Transisi Periode Keempat Contoh Soal Struktur Ion Kompleks Ion kompleks adalah ion yang terbentuk dari suatu kation tunggal (biasanya ion logam transisi) yang terikat langsung pada beberapa anion atau molekul netral.

Contoh :
Ion kompleks [Fe(CN)6]4- terdiri dari ion Fe2+ yang terikat pada 6 ion Cn-
Ion kompleks [Cu(NH3)4]2+ terdiri dari ion Cu2+ yang terikat pada 4 molekul NH3 [Fe(CN)6]4- [Cu(NH3)4]2+ Ion kompleks terdiri dari ion atau atom pusat dan ligan-ligan. Ion kompleks [Fe(CN)6]4- memiliki ion pusat Fe2+ dan 6 ligan Cn-. Sedangkan [Cu(NH3)4]2+ terdiri dari ion pusat Cu2+ dan 4 ligan NH3. Ligan-ligan terikat pada ion pusat melalui ikatan kovalen koordinat.

Ligan berperan sebagai penyumbang pasangan elektron, sedangkan ion pusat menyiapkan orbital kosong. Ligan yang menyumbang satu pasang elektron disebut ligan unidentat sedangkan yang menyumbangkan dua ligan disebut bidentat, dan yang menyumbangkan lebih dari dua pasang disebut polidentat.
Anion yang berakhiran –da namun tidak diganti
dengan –do tetapi menjadi berubah namanya Anion yang namanya berakhiran dengan –da, sebagai ligan akhiran –da diganti dengan –do seperti dibawah. Anion yang namanya berakhiran dengan –it atau –at sebagai ligan pada akhiran tersebut ditambah dengan akhiran –o, dan atom donor yang berikatan dengan atom atau ion pusat dituliskan dibagian depan. Ligan Bermuatan Negatif Bilangan Koordinasi Jumlah ligan sederhana atau jumlah ikatan koordinasi yang dibentuk oleh satu ion pusat disebut bilangan koordinasi ion pusat itu. Umumnya, bilangan koordinasi yang paling sering muncul adalah 6, tetapi terkadang bilangan koordinasi 2 dan 4 juga dapat muncul dan tidak menutup kemungkinan bilangan yang lebih besar pun bisa muncul. Bilangan koordinasi besi adalah 6 garis koordinasi Bilangan koordinasi tembaga adalah 4 Muatan Ion Kompleks Muatan ion kompleks sama dengan jumlah muatan ion pusat dengan ligan-ligannya.

Contoh 1:
Ion kompleks yang terdiri dari Cr3+, dua ligan Cl-, dan empat ligan H2O, hitung muatan ion kompleksnya.

Jawab:(+3) + 2(-1) + 4(0) =+1

Maka rumus ion kompleksnya [Cr(H2O)4Cl2]+ Tata Nama Ion Kompleks Senyawa yang mengandung ion kompleks disebut senyawa kompleks. Penamaan senyawa kompleks sama seperti penamaan senyawa ion pada umumnya, yaitu rangkaian dari nama kation dan anionnya Cara Penamaan Ion Kompleks Pemberian nama ion kompleks yang terletak di kation maupun anion. Tahapnya sebagai berikut :
1. Jumlah dan nama ligan
2. Nama ion pusat dan bilangan oksidasinya (ditulis dengan angka romawi dalam tanda kurung) Bila terdapat lebih dari sejenis ligan, maka urutan penulisannya berdasarkan abjad dari nama ligan. Aturan Penamaan Jumlah ligan dinyatakan dengan awalan angka bahasa yunani (1 = mono ; 2 = di ; 3 = tri ; 4=tetra ; 5 = penta ; 6 = heksa)
Jika ligan yang berupa anion mendapat akhiran “o” sedangkan ligan netral tidak mempunyai aturan khusus.
Nama ion pusat pada kation kompleks sama dengan nama biasa dari ion pusat. Contoh: Cu disebut tembaga; Ag disebut perak.
Nama ion pusat pada anion kompleks harus menggunakan nama IUPAC-nya dan diberi akhiran “at”. Contoh: Fe disebut ferat ; Cu disebut kuprat ; Ag disebut Argentat Contoh Penamaan Ion Kompleks BAJA Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pembuatan baja, yaitu:
1. Menurunkan kadar karbon dari 3 – 4% menjadi 0 – 1.5%
2. Menghilangkan pengotor seperti Si, Mn, dan P
3. Menambahkan logam-logam campur seperti Ni dan Cr.

Teknologi pembuatan baja secara murah dan cepat ditemukan oleh Henry Bessemer lalu dikembangkan oleh William Siemens menjadi tungku terbuka (open hearth furnace). Namun, kini kebanyakan baja dibuat dengan tungku oksigen (basic oxygen process)
Tungku oksigen adalah silinder baja raksasa dengan pelapis yang bersifat basa pada bagian dalamnya. Mulanya tungku berkapasitas sekitar 200 ton besi cair, 80 ton besi bekas, dan 18 ton kapur (CaO) sebagai fluks.
Pada dapur baja oksigen dilakukan proses lanjutan dari besi kasar menjadi baja, yakni dengan membuang sebagian besar karbon menjadi carbon monoksida, dan kotoran-kotoran (menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan) yang masih ada pada besi kasar.
Ke dalam dapur dimasukkan besi bekas, kemudian baru besi kasar, tapi sebagian pabrik baja banyak yang langsung dari dapur tinggi, sehingga masih dalam keadaan cair langsung disalurkan ke dapur Oksigen.
Kemudian, udara (oksigen) yang didinginkan dengan air dan kecepatan tinggi ditiupkan ke cairan logam. Ini akan bereaksi dengan cepat antara karbon dan kotoran-kotoran lain yang akan membentuk terak yang mengapung pada permukaan cairan.
Dapur dimiringkan, maka cairan logam akan keluar melalui saluran yang kemudian ditampung dalam kereta-kereta tuang. Proses dengan Tungku Oksigen Proses Pembuatan Baja Macam Baja Beberapa Jenis Baja TEMBAGA Tembaga (Cu) termasuk logam yang memiliki kereaktifan rendah. Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut Chalcopirit (CuFeS2). Sebenenrya tembaga mudah direduksi, namun kehadiran besi dalam bijih tembaga membuat proses pengolahan tembaga relatif sulit. Proses Ekstraksi pada Cu Flotasi Bijih Tembaga dengan kandungan 0.3 - 0.7% Cu digerus lalu dicampur dengan air dan zat kimia. Zat kimia akan menyebabkan partikel sulfida terpisah dari air (hidrophobia). Lalu udara ditiup ke dalam campuran untuk mengikat partikel sulfida dan menyebabkan terapung. Partikel sulfida ini mengandung 25-35% Cu dan sisanya adalah Fe dan pengotor lainnya, lalu dikeringkan. Pemanggangan dan Peleburan Bijih tembaga CuFeS2 dan Cu2S dipanggang untuk mengubah besi jadi FeO. Kemudian bijih dilebur / dilelehkan dan diperoleh 2 lapisan terpisah. Lapisan bawah disebut “copper matte” yang mengandung Cu2S dam besi cair, sedangkan lapisan atas terak silikat yang mengandung Fe2SiO3 Konversi Konversi akan mengubah Cu matte menjadi Cu lepuh dengan kadar ~99% Cu. Lelehan Cu matte dimasukkan kedalam konverter bersama dengan udara, batu kapur, dan silika. Suhu konverter yang tinggi akan mengakibatkan unsur teroksidasi, kecuali Cu. Lelehan Cu2S tembaga sulfida teroksidasi membentuk tembaga lepuh. Sedangkan FeO teroksidasi menjadi Pemurnian dan Pembakaran Salah satu lapisan yang terdri dari Cu2S dan besi cair (copper matte) ini dipindahkan lalu tiupkan udara sehingga reaksi redoks terjadi dan menghasilkan tembaga yang mengandung gelembung SO2 beku (tembaga lepuh)
Selanjutnya dicetak menjadi bentuk anode untuk proses pemurnian terakhir. Pemurnian Cu dengan metode Elektrolisis Sel elektrolisis untuk pemurnian Cu terdiri dari Cathode yang dilapisi Cu murni dan Anode Cu kotor dari tahap sebelumnya. Keduanya dicelupkan dalam larutan elektrolit CuSO4. Ion Cu2+ dalam larutan akan tereduksi dan mengendap sebagai Cu murni di cathode. Sementara Cu kotor di anode akan teroksidasi menjadi Cu2+. Total reaksinya : Penggunaan Tembaga Merupakan penghantar panas dan listrik yang sangat baik, maka banyak digunakan pada alat-alat listrik.
Sebagai perhiasan, campuran antara tembaga dan emas.
Sebagai bahan pembuat uang logam.
Sebagai bahan pembuat logam lain, seperti kuningan (campuran antara tembaga dan seng), perunggu (campuran antara tembaga dan timah.
CuSO4 dalam air berwarna biru, banyak digunakan sebagai zat warna.
Campuran CuSO4 dan Ca(OH)2, disebut bubur boderiux banyak digunakan untuk mematikan serangga atau hama tanaman, pencegah jamur pada sayur dan buah.
CuCl2, digunakan untuk menghilangkan kandungan belerang pada pengolahan minyak.
Cu(OH)2 yang larut dalam larutan NH4OH membentuk ion kompleks cupri tetramin (dikenal sebagai larutan schweitser), digunakan untuk melarutkan selulosa pada pembuatan rayon (sutera buatan). BAB 14 BAB 15 BAB 16 1.) Dari berbagai sifat unsur berikut :
1. Mempunyai titik lebur rendah
2. Bersifat logam
3. Rapuh tetapi keras
4. Mempunyai senyawa berwarna
5. Menggunakan sub kulit berikatan
6. Dapat membentuk ion kompleks
7. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi

Yang merupakan sifat unsur transisi adalah…..
A. 1, 2, 6, dan 7
B. 2, 3, 4, dan 5
C. 4, 5, 6, dan 7
D. 2, 4, 6, dan 7 Dari berbagai sifat unsur berikut :
1. Mempunyai titik lebur rendah
2. Bersifat logam
3. Rapuh tetapi keras
4. Mempunyai senyawa berwarna
5. Menggunakan sub kulit berikatan
6. Dapat membentuk ion kompleks
7. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi Jawaban: D 2.) Kadang-kadang zink dianggap tidak termasuk unsur transisi. Alasan yang tepat untuk pernyataan ini adalah…..

A. Zink tidak membentuk ion kompleks
B. Zink mengisi penuh sub kulit 3d
C. Zink terletak pada kolom terakhir
D. Zink mempunyai sifat amfoter
E. Zink mempunyai satu tingkat oksidasi Sifat-sifat khas unsur transisi berkaitan dengan adanya subkulit d yang terisi tidak penuh. Semua unsur transisi periode keempat memenuhi definisi ini, kecuali zink. Pada tingkat oksidasi nol (sebagian unsur) maupun pada tingkat oksidasi +2 (satu-satunya tingkat oksidasi zink), subkulit 3d-nya terisi penuh. Jawaban: B 3.) Konfigurasi elektron atom Fe [Ar] 3d6 4s2 jumlah elektron yang tidak berpasangan padaatom Fe adalah …
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4 Jawaban: D 4.) Unsur X bernomor atom 8, maka harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir unsur tersebut adalah …
A. n = 2; l = 0; m = 0; s = – 1/2
B. n = 2; l = 1; m = 1; s = +1/2
C. n = 2; l = 1; m = 0; s = – ½
D. n = 2; l = 1; m = -1; s = - 1/2 Jawaban: D Jawaban: A A. Natrium dihidroksodinitrotembaga(II)
B. Natrium dihidroksodinitritrotembaga(I)
C. Natrium dinitrodihidroksokuprat(II)
D. Natrium dihidroksodinitritrokuprat(II)
E. Natrium dinitrodihidroksotembaga(II) Jawaban: D A. +3
B. +1
C. -1
D. -2 Jawaban: B 1. Pemisahan tembaga dari bijinya dapat melalui beberapa proses seperti flotasi, elektrolisis dan pemanggangan. Urutan proses yang benar adalah….
A. flotasi, pemanggangan, kemudian elektrolisis
B. flotasi, elektrolisis, kemudian pemanggangan
C. pemanggangan, elektrolisis kemudian flotas
D. pemanggangan, flotasi kemudian elektrolisis Jawaban: A





Reaksi kimia yang benar untuk memisahkan besi dari bijih besi adalah....
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5 Jawaban: D Konfigurasi Unsur Transisi Unsur transisi adalah kelompok unsur yang terletak pada blok d dari sistem periodik unsur. Unsur transisi adalah sekelompok unsur yang mempunyai sekurang-kurangnya sebuah ion dengan orbital d belum terisi penuh dan mempunyai sifat-sifat yang khas. Secara umum, konfigurasi dari unsur unsur transisi diakhiri dengan (n-1)d ns . Orbital d inilah yang banyak berkontribusi terhadap sifat-sifat khas unsur transisi. Karakteristik Unsur Transisi Sifat-sifat khas unsur transisi yang membedakan dari unsur golongan utama :
A. Sifat logam, semua unsur transisi tergolong logam
dengan titik cair dan titik didih yang relatif tinggi.
B. Bersifat paramegnetik (sedikit tertarik ke dalam
medan magnet).
C. Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna.
D. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi, biasanya
memiliki muatan +2.
E. Membentuk berbagai macam ion kompleks.
F. Berdaya katalitik, banyak unsur transisi atau
senyawanya yang berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun dalam metabolisme. Sifat Logam Unsur Transisi
Periode Keempat Semua unsur transisi periode keempat secara
meyakinkan tergolong logam, baik dalam sifat kimia maupun sifat fisis. Semua unsur transisi periode keempat mempunyai energi ionisasi yang relatif rendah (kurang dari 1.000 kJ/mol) kecuali zink yang energi ionisainya agak besar (906 kJ / mol). Sifat logam unsur transisi juga dicerminkan oleh harga keelektronegatifannya yang rendah (kurang dari 2). Pada kenyataannya, semua unsur transisi periode keempat membentuk kation tunggal dengan bilangan oksidasi +1, +2, atau +3. pada tingkat oksidasi yang rendah, senyawa unsur transisi bersifat ionik LIGAN NETRAL Logam Transisi Periode Keempat Besi Besi diolah dari bijihnya dalam suatu tungku yang disebut tanur tiup (blast furnace). Tanur tiup berbentuk silinder raksasa.Bahan yang digunakan pada pengolahan besi :
1. Bijih besi (haematite, Fe2O3)
2. Kokas (C) sebagai reduktor
3. Batu kapur (CaCO3) fluks, bahan yang akan bereaksi dengan pengotor dalam bijih besi dan memisahkan pengotor membentuk terak (slag)
Karena pengotor lebih banyak yang bersifat asam, sehingga perlu ditambahkan fluks yang bersifat basa, yaitu CaCO3

Proses Pengolahan:
1. Bijih besi, kokas, dan batu kapur diumpankan dari
puncak tanur
2. Dari bagian bawah ditiupkan udara panas,
sehingga kokas akan terbakar dan membebaskan
kalor C(s) + O2(g) CO2(g) + kalor Di bagian dasar Di bagian tengah CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g)
CaO(s) + SiO2(s)  CaSiO3(l)
3CaO(s) + P2O5(g)  Ca3(PO4)2(l) Tanur panas, sehinggga besi berupa lelehan
Tahap 1 : 3Fe2O3 + CO  2Fe3O4 + CO2
Tahap 2 : Fe3O4 +CO  3FeO + CO2
Tahap 3 : FeO + CO  Fe + CO2

Reaksi Totalnya :
Fe2O3(s) + 3CO(g)  2Fe(l) + 3CO2(g) CO2(g) + C(s)  2CO(g) 3. Gas CO2 yang baru terbentuk itu akan naik melalui lapisan kokas dan bereaksi lagi dengan kokas dan membentuk CO.


4. Gas CO mereduksi bijih besi secara bertahap.






5. Besi cair yang terbentuk akan mengalir ke bawah dan mengalir di dasar tanur.

6.Proses pembentukan terak yang menghilangkan pengotor. Dan membentuk slag




Selanjutnya, besi cair turun ke dasar tanur sedangkan terak (slag) yang memiliki massa jenis lebih rendah daripada besi cair akan mengapung di permukaan dan keluar pada saluran tersendiri.
Besi yang dihasilkan dari tanur tiup disebut besi gubal (pig iron) atau besi kasar. Besi gubal bersifat keras tapi rapuh(karena mengandung 3-4% karbon). Biasanya besi gubal langsung diproses untuk membuat baja. Sebagian lainnya di alirkan ke cetakan sehingga diperoleh besi tuang (cast iron). Lalu besi tempa (wrought iron) yang diperoleh dari besi gubal namun kadar karbonnya lebih sedikit. Besi tempa lebih lunak dan tidak rapuh. START!!!! Sc Ti Langkah awal produksi titanium dilakukan dengan mengubah bijih rutil yang mengandung TiO2 menjadi TiCl4, kemudian TiCl4 direduksi dengan Mg pada temperature tinggi yang bebas oksigen.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :
TiO2 (s)  + C(s) + 2Cl2(g)  TiCl4(g) + CO2(g)
TiCl4(g) + 2Mg(s)  Ti(s) + 2MgCl2(g)
Reaksi dilakukan pada tabung baja. MgCl2 dipindahkan dan dielektrolisis menjadi Mg dan Cl2. Keduanya kemudian didaurulangkan. Ti didapatkan sebagai padatan yang disebut sepon. Sepon diolah lagi dan dicampur dengan logam lain sebelum digunakan. Pengolahan Titanium V Produksi vanadium sekitar 80% digunakan untuk pembuatan baja. Dalam penggunaannya vanadium dibentuk sebagai logam campuran besi. Fero vanadium mengandung 35% - 95% vanadium. Ferrovanadium dihasilkan dengan mereduksi V205 dengan pereduksi campuran silicon dan besi. SiO2 yang dihasilkan direaksikan dengan CaO membentuk kerak CaSiO3(l).
Reaksinya sebagai berikut.
2 V205(s) + 5Si(s)  { 4V(s) + Fe(s) } + 5 SiO2(s)
SiO2(s) + CaO(s)   CaSiO3
 Kemudian ferrovanadium dipisahkan dengan CaSiO3. Pengolahan Vanadium Cr Krom merupakan salahsatu logam yang terpenting dalam industry logam dari bijih krom utama yaitu kromit, Fe(CrO2)2 yang direduksi dapat dihasilkan campuran Fe dan Cr disebut Ferokrom.
Reksinya sebagai berikut :
Fe(CrO2)2(s)  +4C(s)  Fe(s)+2Cr(s) + 4CO(g)


Ferokrom ditambahkan pada besi membentuk baja. Pengolahan Chromium Mn Logam ,mangan diperoleh dengan :
1. Mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
2. Proses aluminothermy dari senyawa MnO2, persamaan reaksinya:
Tahap 1 : 3MnO2 (s)  Mn3O4 (s) + O2(g)
Tahap 2 : 3Mn3O4 (s) + 8Al (s)  9Mn (s) + 4AL203 (s) Pengolahan Mangan Fe Co Kobalt di alam diperoleh sebagai biji smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) yang biasanya berasosiasi dengan Ni dan Cu. Untuk pengolahan biji kobalt dilakukan sebagai berikut :
Pemanggangan :
CoAs (s)  Co2O3(s) + As2O3(s)
Co2O3(s) + 6HCl  2 CoCl3(aq) + 3 H2O(l)

Zat-zat lain seperti Bi2O3 dan PbO diendapkan dengan gas H2S
Bi2O3(s) + 3 H2S(g)   Bi2S3 (aq) + 3 H2O(l)
PbO(s) +  H2S(g)  PbS(s)  +      H2O(l)


Pada penambahan CoCO3 (s) dengan pemanasan akan diendapkan As dan Fe sebagai karbonat. Dengan penyaringan akan diperoleh CoCl3. Tambahan zat pencuci mengubah CoCl3 menjadi Co2O3. Selanjutnya CoCO3 direduksi dengan gas hydrogen, menurut reaksi :
Co2O3 (s)  + H2(g)  2 CO(s) + 3 H2O (g)
Penggunaan kobalt antara lain sebagai aloi, seperti alnico, yaitu campuran Al, Ni, dan Co. Pengolahan Cobalt Ni Cu Zn Rumus ion kompleks yang sesuai dengan bentuk molekul berikut adalah ….

A. Cr(CN)6–
B. Cr(CN)62–
C. Cr(CN)62+
D. Cr(CN)63– Reduktor yang biasa digunakan secara besar-besaran untuk mereduksi bijih besi menjadi logamnya adalah ….
A. natrium
B. hidrogen
C. aluminium
D. karbon Pada proses tanur sembur, bijih besi harus dicampur dengan kapur. Fungsi kapur pada proses ini adalah ….
A. mengikat SiO2
B. mengikat oksigen
C. mengikat kelebihan karbon
D. menambah ion kalsium Prinsip pembuatan baja dari besi tuang adalah dengan cara ….
A. meningkatkan kadar karbon
B. menurunkan kadar karbon
C. meningkatkan kadar timah
D. menurunkan kadar timah
Full transcript