Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PHONOLOGICAL AWARENESS

No description
by

Helsa Surya

on 27 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PHONOLOGICAL AWARENESS

Teori
Deskripsi Alat Ukur
Evaluasi Psikometri
Terdiri dari :
Buku panduan
Kartu bergambar
Bola berwarna
Lembar jawab
Uji psikometri :
Analisis item :
item difficulty, item total correlation, D-index
Validitas :
content validity
(
expert judgment
),
construct validity
(
external, inter-item consistency
), analisis faktor
Reliabilitas :
alpha cronbach
Norma :
within-group norms
(
T-score
)
Helsa - Rani - Abram
Friday, 28th Nov 2014
Latar Belakang
Norma
Sebelum membuat norma, dilakukan uji beda (dan
post-hoc
) berdasarkan usia di masing2 dimensi dengan Kruskal-Wallis

Norma dibuat berdasarkan
T-score

Pada dimensi
syllables
, terbukti tidak ada perbedaan antara ketiga kelompok usia, sehingga hanya menggunakan 1 norma

Pada dimensi
onset rime
, uji
post hoc
membuktikan ada perbedaan di kelompok usia 4 tahun. Jadi, norma dimensi
onset rime
= norma 4 tahun dan norma 5-6 tahun (2 norma)

Pada dimensi
phonemes
, uji
post hoc
membuktikan ada perbedaan di kelompok usia 6 tahun. Jadi norma dimensi
phonemes
= norma 4-5 tahun dan norma 6 tahun (2 norma)

PHONOLOGICAL AWARENESS
Karakteristik bahasa pd awal masa anak2 menurut Hurlock (2000):
Pengucapan kosa kata
Penambahan kosa kata = ada kata2 umum dan kata2 khusus
Membentuk sebuah kalimat
Bahasa menjadi salah satu tugas penting untuk dikuasai anak. Untuk itu anak perlu tahu tentang konsep yang berkaitan dgn bunyi/fonologi (Dardjowidjojo, 2003)
Phonological awareness
= kesadaran anak mengenai struktur suara/fonologi dari kata yang diucapkan
Struktur fonologi dlm sebuah kata membantu anak menghubungkan bentuk lisan dan tulisan dari sebuah kata, memecahkan kata ke dalam bunyi2 pembentuknya
3 dimensi = syllables, onset rime, dan phonemes
Peran
syllables
= mengeja dan membaca kata2 berimbuhan dan bersuku kata banyak
Peran
onset rime
= lebih mudah mengelompokkan kata ke dalam kategori yang sama berdasarkan bunyi
Peran
phonemes
= ketika mengenali bunyi2 pembentuk sebuah kata, maka akan lebih mudah untuk belajar membaca dan menuliskannya
Total 26 item, skor 1-0 :
7
syllables
10
onset rime
9
phonemes
Uji normalitas :
TO 1 dan 2 = normal
Field
= tidak normal

Analisis item
(pada partisipan yang sama):
Syllables
7,
onset rime
4,
phonemes
4 (TO 1)
Onset rime
6,
phonemes
5 (TO 2)

Validitas :
Content validity
=
expert judgment
dengan Mbak Retha
Internal consistency
= 5 item (3 item di
onset rime
+ 2 item di
phonemes
) tidak lolos
Analisis faktor =
EFA =
eigenvalues
- 5 faktor,
screeplot
- 3 faktor, yang digunakan - 3 faktor
CFA =
Unidimensionalitas =
syllables
(3x),
onset rime
(5x),
phonemes
(5x)
First order
= 73 kali modifikasi
Second order
= tidak lolos setelah 11 kali modifikasi
Convergent validity
= ketiga dimensi P.A. berkorelasi signifikan (p<.05) dengan alat ukur konvergen (
syllables
= .45,
onset rime
= .39,
phonemes
= .33)
Discriminant validity
= dimensi
syllables
dan
onset rime
berkorelasi signifikan (p<.05) dengan alat ukur diskriminan, namun korelasi lebih rendah (
syll.
= .39,
onset rime =
.28). Sedangkan dimensi
phoneme
tidak berkorelasi signifikan

Reliabilitas
: Alpha Cronbach (
syll.
= .80,
onset rime
= .73,
phonemes
= .70)
Bahasa adalah hal yang penting dalam perkembangan anak untuk berinteraksi dan mengembangkan nalar
Sangat sensitif terhadap gangguan di perkembangan lain
Pentingnya peran bahasa mulai disadari instansi pendidikan
Tercermin dalam kurikulum sekolah
Fakta :
kemampuan membaca anak Indonesia berada di urutan 4 terbawah dari 45 negara (data PIRLS th 2009)
berada di urutan terendah se-ASEAN (data IEA)
Hasil penelitian :
orang dewasa yg memiliki kemampuan membaca yg rendah memiliki
phonological processing
yang rendah
kesulitan memahami kata per kata
orang dewasa yg tergolong
poor readers
memiliki pemahaman bacaan yg rendah --> berhubungan dgn kemampuan membaca
anak prasekolah yang memiliki kemampuan fonologi baik berpengaruh thd kemampuan membaca huruf dan
reading perfomance
Goswami : kemampuan fonologi adalah dasar awal bagi anak belajar membaca
Sebelum belajar membaca dan mengeja, anak harus terlebih dahulu paham bahwa huruf terdiri dari unit bunyi
Full transcript