Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Fault Tree Analysis

No description
by

Shinta Puspitasari

on 30 January 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Fault Tree Analysis

Fault Tree Analysis Analisis Kualitatif Fault Tree Evaluasi Kuantitatif Fault Tree Pendekatan aljabar boolean Hukum Aljabar Boolean Contoh Soal Contoh Diagram Fault Tree 2.Evaluasi Fault Event 3. Lengkapi gerbang logika 1. Diskripsi Fault Event Tahapan FTA Pengkonstruksian Fault Tree Simbol-simbol FTA FTA , adalah sebuah metode grafis yang menggambarkan kombinasi dari peristiwa yang menyebabkan kegagalan sistem 1. mendefinisikan masalah(critical event) dan kondisi
batas dari sistem
2. pengkonstruksian fault tree
3. mengidentifikasi minimal cut set atau minimal path set
4. analisa kualitatif fault tree
5. analisa kuantitatif fault tree AND 1. Pengkonstruksian fault tree selalu bermula dari TOP event. Oleh karena itu, berbagai
fault event yang secara langsung, penting, dan berbagai penyebab terjadinya TOP
event harus secara teliti diidentifikasi. Berbagai penyebab ini dikoneksikan ke TOP
event oleh sebuah gerbang logika. Penting kiranya bahwa penyebab level pertama
dibawah TOP event harus disusun secara terstruktur. Level pertama ini sering disebut
dengan TOP structure dari sebuah fault tree. Masing – masing basic event harus didefiniskan secara teliti (apa, dimana, kapan) dalam sebuah kotak. Kegagalan komponen dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu, primary failures, secondary failures, dan command faults.

Sebuah normal basic event di dalam sebuah fault tree merupakan sebuah primary failures yang menunjukkan bahwa komponen merupakan penyebab dari dari kegagalan. Secondary failures dan command faults merupakan intermediate event yang membutuhkan investigasi lebih mendalam untuk mengi-dentifikasi alasan utama. Pada saat mengevaluasi sebuah fault event, seorang analis akan bertanya, “Dapatkah fault ini dikategorikan dalam primary failure ?” Jika jawabannya adalah YA, maka analis tersebut dapat mengkalsifikasikan fault event sebagai normal basic event. Jika jawabannya adalah TIDAK, maka analis tersebut dapat mengkalsifikasikan fault event sebagai intermediate event, yang harus didevelop lebih jauh, atau sebagai secondary basic event. Secondary basic event sering disebut dengan undeveloped event dan menunjukkan sebuah fault event yang tidak dikaji lebih jauh karena informasinya tidak tersedia atau karena dampak yang ditimbulkan tidak signifikan. Semua input ke gate tertentu harus didefiniskan dengan lengkap dan didiskripsikan sebelum memproses gate lainnya. Fault tree harus diselesaikan pada masing – masing level sebelum memulai level berikutnya. Menunjukkan hukum – hukum aljabar boolean yang dipakai untuk melakukan evaluasi fault tree secara kuantitatif. Pendekatan aljabar boolean berawal dari TOP event dan mendiskripsikannya secara logis dalam basic event, incomplete event dan intermediate event. Semua intermediate event akan digantikan oleh event – event pada hirarki yang lebih rendah. Hal ini terus dilakukan sampai pernyataan logika yang menyatakan TOP event semuanya dalam bentuk basic event dan incomplete event Gambar 5.6 menunjukkan sebuah fault tree. TOP event dari fault tree ini menyatakan hilangya suplai daya listrik. TOP event ini memiliki dua input event yaitu Intermediate event (I) dan incomplete event yang mewakili hilangnya power dc (E3). Intermediate event (I) memiliki dua incomplete evemt E1 dan E2 yang masing – masing mewakili hilangnya offsite power dan hilangnya onsite power. Data keandalan yang tersedia untuk E1, E2, dan E3 masing – masing adalah 0,933 ; 0,925 ; dan 0,995. Dengan menggunakan pendekatan alajabar boolean dapatkan probabilitas terjadinya kegagalan TOP event.
OR Basic event Undevelope event 2. TOP structure ini sering diambil dari kegagalan fungsi utama dari sistem. Analisa dilanjutkan level demi level samapai semua fault event telah dikembangkan sampai pada resolusi yang ditentukan. Analisa ini merupakan analisa deduktif dan dilakukan dengan mengulang pertanyaan “Apa alasan terjadinya event ini ?”. Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi dalam mengkonstruksi sebuah fault tree. Berikut ini beberapa aturan yang dipakai untuk mengkonstruksi sebuah fault tree.
Full transcript