Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

XII IPA 1 - SMAN 21 JKT - Achmad Mawardi Nur El Fayed
by

Nurel Fayed Fayed

on 11 August 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pemberontakan
Pengkhianat
Pelanggar hukum
Paham ancaman:
- Paham Komunis/Marxisme/ Leninisme
- Paham Liberalisme
- Paham Ekstrimis NASAKOM
Golongan Anarki
Pancasila
Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pengertian
ISI Pancasila
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
3. PERSATUAN INDONESIA
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Apakah
itu??
Ideologi
adalah gagasan-gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dengan bertindak.
Terbagi
Ideologi
terbuka
ideologi
tertutup
Mempunyai
Ciri-Ciri
Merupakan kekayaan rohani, budaya ,masyarakat.
Nilainya tidak diciptakan oleh negara, tapi digali dari hidup masyarakat itu.
Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya.
Menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.
Menghargai keanekaragaman atau pluralitas sehingga dapat diterima oleh berbagai latar belakang agama atau budaya.
Pancasila termasuk ideologi terbuka karena Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya dan telat memiliki syarat untuk disebut ideologi terbuka.
Pancasila termasuk
yang mana?
Kenapa
ideologi
terbuka?
karena Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat digunakan Indonesia.
Mempunyai
Ciri-Ciri
Cita-cita sebuah kelompok bukan cita – cita yang hidup di masyarakat.
Dipaksakan kepada masyarakat.
Bersifat totaliter menguasai semua bidang kehidupan masyarakat.
Tidak ada keanekaragaman baik pandangan maupaun budaya, dll
Rakyat dituntut memiliki kesetiaan total pada idiologi tersebut.
Isi idiologi mutlak, kongkrit, nyata, keras dan total.
Makna Pancasila
sebagai ideologi
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara.
Nilai-nilai yang tekandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama dan oleh karena itu menjadi salah satu sarana pemersatu (integrasi) masyarakat Indonesia.

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah
Pancasila
. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
"
"
Pidato Soekarno
1 Juni 1945
Melahirkan nama Pancasila
Sejarah





Lahirnya Pancasila
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk oleh Jepang dan diumumkan oleh Jenderal Kumakichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945.

Pada tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI di Gedung Cuo Sangi
BPUPKI
In di Pejambon Jakarta (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri).

BPUPKI diketuai oleh dr. Rajiman Wedyodiningrat dan memiliki 63 anggota.
Tokoh-tokoh pencetus
Ir. Soekarno
Muh. Yamin
dr. Soepomo
Mr. Moh. Yamin, (29 Mei 1945), ide pokok yang disampaikan :
Usul secara lisan :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan

Usul secara tertulis:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Mr. Soepomo, (31 Mei 1945), ide pokok yang disamapaikan :
1. Paham Negara Persatuan
2. Perhubungan Negara Dengan Agama
3. Sistem Badan Permusyawaratan
4. Sosialisasi Negara
5. Hubungan Antar Bangsa
Rapat pertama BPUPKI
Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Pada rapat pertama ini terdapat 3 orang yang mengajukan pendapatnya tentang dasar negara.
Mereka
adalah..
Pada tanggal
29 Mei 1945
, Mr. Muhammad Yamin dalam pidato singkatnya mengemukakan lima asas yaitu:
Pada tanggal
31 Mei 1945
, Prof. Dr. Mr. Soepomo mengusulkan lima asas yaitu
Pada tanggal
1 Juni 1945
, Soekarno mengusulkan lima asas pula
Mr. Moh. Yamin, (29 Mei 1945), ide pokok yang disampaikan :
Usul secara lisan :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan
Ir. Soekarno, (1 Juni 1945 ), ide pokok yang disampaikan :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Berkebudayaan
Mempersembahkan
PengaMalan
isi isi pancasila
Mengamalkan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (falsafah hidup bangsa) berarti melaksanakan pancasila dalam kehidupan sehari-hari , menggunakan pancasila sebagai petunjuk hidup sehari-hari , agar hidup kita dapat mencapai kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin.

Pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari ini adalah sangat penting karena dengan demikian diharapkan adanya tata kehidupan yang serasi (harmonis).
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menghormati hak orang lain.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Karena adanya rumusan yang berbeda diantara para anggota,
Maka dibentuk lah
Panitia kecil
Panitia kecil bertugas membahas usul-usul yang diajukan oleh para anggota. Panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI pada 1 Juni 1945 dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan. Panitia Sembilan bertugas untuk merumuskan dasar negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945.
Ir. Soekarno (ketua)
Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
Mr. Muhammad Yamin (anggota)
KH. Wachid Hasyim (anggota)
Abdul Kahar Muzakir (anggota)
Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
H. Agus Salim (anggota)
Mr. A.A. Maramis (anggota)
Anggota panitia kecil
Panitai Sembilan pimpinan Ir. Soekarno pada tanggal 22 Juni 1945 telah menghasilkan "Piagam Jakarta" atau Jakarta Charter yang didalamnya tercantum rumusan Dasar Negara, yaitu:
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Piagam Jakarta
Selanjutnya, Panitia Sembilan mengajukan Piagam jakarta pada sidang kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berlangsung pada tanggal 14-16 Juli 1945, dan diterima dengan baik. Isi dari Piagam Jakarta, kelak menjadi Pancasila dengan kalimat pada butir pertama yang diubah dalam perumusan Pancasila. Kata "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" berubah menjadi "Yang Maha Esa".
Pancasila sebagai
pandangan hidup
merupakan pedoman bagi Bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraannya lahir dan batin.
Pancasila sebagai
kepribadian bangsa
Indonesia, artinya Pancasila lahir bersama dengan lahirnya Bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas Bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakannya dengan bangsa lain.
Pancasila sebagai
perjanjian luhur
artinya Pancasila telah disepakati secara nasional sebagai dasar negara, pada tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
Pancasila sebagai
sumber dari segala sumber hukum
artinya segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus bersumberkan Pancasila atau tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
Pancasila sebagai
cita-cita dan tujuan
yang ingin dicapai Bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata secara materiil maupun spiritual, berdasarkan Pancasila.
Pancasila sebagai
falsafah hidup
yang mempersatukan Bangsa Indonesia. Pancasila merupakan sarana yang ampuh untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. karena Pancasila adalah palsafah hidup dan kepribadian Bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh Bangsa Indonesia diyakini paling benar, adil, bijaksana dan tepat untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.


Fungsi - Fungsi







pancasila
Fungsi Pokok
Pancasila sebagai dasar negara
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Fungsi Tambahan
Pengamanan
pancasila
Mengamankan Pancasila berarti menyelamatkan, mempertahankan, dan menegakkan Pancasila yang benar agar tidak diubah, dihapus, atau diganti dengan yang lain.

Mengamankan Pancasila pada hakekatnya adalah mengamankan negara. Sebaliknya mengamankan negara bertujuan mengamankan Pancasila; karena Pancasila adalah dasar negara.

Karena itu masalah mengamankan Pancasila adalah masalah yang sangat penting serta menjadi tanggung jawab Pemerintah bersama seluruh rakyat.
Cara mengamankan pancasila
Mencegah
Melawan
Cara yang sangat mendasar dan termasuk didalamnya adalah kewaspadaan yang setinggi-tingginya dan terus menerus terhadap berbagai kemungkinan adanya usaha dari manapun, baik darai dalam negeri maupun dari luar negeri, yang dapat menghancurkan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Dengan cara:
Menjaga kawasan nusantara dari ancaman.
Membina kesadaran pertahanan nasional.
Melaksanakan sistem dan Doktrin nasionalis.
Melaksanakan Pendidikan Moral Pancasila.
Meningkatkan pengertian, pemahaman, dan penghayatan tentang Pancasila melalui sarana pendidikan.
Usaha tindakan yang dilakukan untuk melawan dan membasmi bahaya yang mengancam, dari dalam negeri maupun luar negeri.
Ancaman Dalam Negeri
Ancaman Luar Negeri
Penjajah
Invasi
Infiltrasi
Subversi
Subversi Ideologi / Kebudayaan
Menindak pelanggar-pelanggar hukum, penghianat, pemberontakan, dan penghancur Pancasila.
Melarang paham, aliran dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Melarang masuknya atau berkembangnya nilai-nilai yang dapat membahayakan nilai-nilai Pancasila.
Melawan tindakan asing yang dapat mengancam pancasila
Cara Bertindak
Terima kasih
Achmad Mawardi NEF
Allen Sianjaya
Andi Putri Y
Anisa Permata
James Sadli
Jonggi Abialdo
Novita Riska
Kelompok:
Full transcript