Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

UAS ICT

No description
by

sherly febriyana

on 20 May 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of UAS ICT

LATAR BELAKANG
Insomnia sampai sekarang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, namun insomnia sendiri selalu dianggap remeh dan diacuhkan oleh penderitanya. Sering kali terdengar keluhan, tetapi tidak ada kesadaran atau
tindakan untuk menaggulanginya.

Kelompok kami menggunakan
kuisioner
online
yang disebarkan kepada mahasiswa psikologis di lingkungan Universitas Katolik Indonesia AtmaJaya
Dan data kami analisis dengan
SPSS.
Hasil
kesimpulan:
Tinjauan Pustaka
Insomnia Severity Index
Rafknowledge (2004:58) mengatakan bahwa faktor-faktor penyebab insomnia secara garis besar yaitu stres atau kecemasan, depresi, kelainan kronis, efek samping pengobatan, pola makan yang buruk, kafein,
nikotin, alkohol, dan kurang berolahraga.
Nama anggota:
Fatyani Ayu Larasati 2015-070-085
Maesa Arifin 2015-070-086
Claudia Anindita Cindy 2015-070-087
Febe Marcellia 2015-070-088
Irianta Nita 2015-070-094
Sherly Febriyana 2015-070-099

Metode Penelitian
Definisi:
Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur
baik kualitas maupun kuantitas. Jenis insomnia ada 3 macam yaitu insomnia inisial atau tidak dapat memulai tidur, insomnia intermitten atau tidak bisa mempertahankan tidur atau sering terjaga dan insomnia terminal atau bangun secara dini dan tidak dapat tidur kembali (Potter, 2005).

Gejala-gejala dari insomnia:
1. Kesulitan jatuh tertidur atau tidak tercapainya tidur nyenyak.
2. Merasa lelah saat bangun tidur dan tidak merasakan kesegaran.
3. Sakit kepala di pagi hari.
4. Kesulitan berkonsentrasi .
5. Mudah marah.
6. Mata memerah.
7. Mengantuk di siang hari


Tingkat insomnia:
1. Transient Insomnia
2. Short-term Insomnia
3. Chronic insomnia (persistent insomnia)

Pencegahan Insomnia:
1. Terapi tingkah laku
2. Gaya Hidup Dan Pengobatan Di Rumah

Kesulitan Tidur
Masalah Mempertahankan Tidur
Terbangun Lebih Cepat
Pengaruh Masalah Tidur
Kekhawatiran Terhadap Masalah Tidur
Pengaruh Tidur Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Tingkat Kepuasan Tidur
Analisis tabel 1:
pengaruh masalah tidur berkaitan kualitas hidup seseorang, terbukti dari 82 responden yang mengisi kuisoner. 30 responden merasakan cukup ada pengaruh tidur dengan kualitas hidup mereka, sedangkan ke-14 responden merasakan tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas hidup.
Analisis Tabel 2:
dari 82 responden yang mengisi kuisoner, lebih banyak perempuan yang mengalami kesulitan tidur yang sangat parah yaitu, 11 orang . Sedangkan laki-laki yang menjawab memiliki kesulitan tidur yang sangat parah hanya 5 responden. 23 responden lainnya menjawab tidak memilki kesulitan tidur sama sekali.
Analisis tabel 3
Dalam mempertahankan tidur 82 respoden lebih banyak menjawab tidak mempunyai kesulitan.
Analisis tabel 4
Dari 82 responden lebih dominan 28 responden tidak memiliki kebiasan bangun tidur lebih cepat selama 2 minggu terakhir.Namun 6 responden lain memilik kebiasaan bangun lebih cepat
ANALISIS TABEL 5 :
Dari 82 respoden yang mengisi kuisoner, hanya 27 responden yang merasa tidak memiliki kekhawtiran sama sekali terhadap masalah tidurnya.Sedangkan hanya 2 respoden yang memiliki kekhawatiran terhadap masalah tidur.
analisis tabel 6:
Dari 82 respoden , lebih dominan yang menjawab cukup adanya pengaruh masalha tidur terhadap kegitan sehari-sehari seperti, ketika mengerjakan pekerjaan rumah, mengantuk di siang hari dan kemamupan untuk berkonsentrasi. Terbukti dari 30 responden menjawab demikian , sedangkan hanya 14 responden yang merasakan tidak ada pengaruhnya sama sekali
Analisis tabel 7:
Dari 82 reponden hanya 3 respoden perempuan yang memiliki tingkat kepuasan tidur yang tinggi, Namun terdapat 4 respoden laki-laki yang merasa memiliki kepuasan tidur yang tinggi. Sedangkan 32 respoden merasa cukup dengan kebiasaan tidurnya saat ini.
Dari data yang terdapat pada tabel ada beberapa hal yang disimpulkan. Data menyatakan bahwa kebanyakan mahasiswa FPUAJ tidak memiliki gangguan tidur yang parah. Data menunjukan bahwa kebanyakan dari pengisi kuesioner merasa cukup dalam kepuasan tidur serta tidak mempunyai banyak kesulitan dalam melakukan tidur. Sebagian besar dari mahasiswa FPUAJ merasa bahwa jumlah tidur yang mereka dapatkan sangat berpengaruh terhadap kegiatan mereka. Berhubungan dengan kepercayaan tersebut kebanyakan dari mahasiswa FPUAJ menunjukan adanya kekhawatiran mengenai pola tidur mereka dan bahkan beberapa sangat khawatir akan hal tersebut.
Full transcript