Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

On The Job Learning (OJL)

No description
by

Hartin Nadi

on 8 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of On The Job Learning (OJL)

BAB I
Tujuan
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
OLEH
Idris Kulima, S.Pd
SDN No. 27 Dungingi
BAB III
HASIL & PEMBAHASAN
Memahami Pentingnya Silabus
BAB IV
PENUTUP
Manfaat
On The Job Learning (OJL)
PKBKS/M

BPU PENGELOLAAN KURIKULUM
2014
Latar Belakang
Mengkaji KTSP & RPP
Sistematis, efisien, efektif, dan mudah dipahami
Kepala Sekolah
Visi Misi Sekolah
Agar mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi secara efektif
Tujuan satuan pendidikan
Tujuan pengelolaan Kurikulum
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan seorang kepala sekolah dalam mengelola kurikulum yang meliputi kegiatan merencanakan, memantau, dan menilai KTSP
Meningkatkan kompetensi kepala sekolah yang dikembangkan dengan memperhatikan sistem pendidikan inklusi yaitu mempertimbangkan berbagai lingkungan geografis, budaya, agama, ras, jender, perlindungan anak, serta kelompok masyarakat dengan HIV/AIDS dan berkebutuhan khusus.
Terima Kasih
BPU SARANA DAN PRASARANA
BAB I
Latar Belakang
Keberhasilan program pendidikan di sekolah/madrasah sangat dipengaruhi oleh dukungan Sarana dan Prasarana.
Pengelolaan sarana dan prasarana yang baik akan mendukung proses pembelajaran yang bermutu.
Kualitas pembelajaran peserta didik yang baik merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja kepala sekolah.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan pengelolaan Sarpras sekolah
Kepala sekolah mampu mengelola Sarpras dengan baik, sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala sekolah mampu mengoptimalkan penggunaan sarpras di sekolah untuk mendukung proses pembelajaran yang bermutu,
Manfaat dari pengelolaan Sarpras sekolah
Kepala sekolah mampu membuat analisis kebutuhan sarana dan prasarana
Kepala sekolah mampu membuat perencanaan tentang pengelolaan sarpras
Kepala sekolah mampu memanfaatkan sarpras sekolah untuk mendukung PBM
Kepala sekolah mampu melakukan perawatan Sarpras
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
Hasil dan Pembahasan
Dalam menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana sekolah belum melaksanakan sesuai ketentuan.
Sekolah belum sepenuhnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan
Buku inventarisasi barang belum tertangani secara maksimal
Penanganan sarana dan prasarana yang sudah rusak yang masuk dalam barang yang harus dihapus belum optimal.
Sekolah belum memiliki dokumen tentang data revisi program pengadaan sarana dan prasarana
Sarpras yang ada di sekolah belum semuanya terpenuhi bila disesuaikan dengan Permediknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses.
Para guru belum memanfaatkan secara optimal seluruh sarana dan prasarana yang ada di sekolah dalam proses pembelajaran.
Buku – buku di perpustakaan sekolah belum dimanfaatkan dengan maksimal
Analisa Data
Saran
Untuk perawatan sarana dan prasarana kepala sekolah perlu melakukan pengklasifikasian, penjadwalan dan perawatan secara rutin.
Kepala sekolah/madrasah harus mendorong dan memberdayakan pendidik untuk memanfaatkan sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran.
Standar Nasional Pendidikan (SNP) harus dijadikan acuan dalam membuat standar penyediaan sarana dan prasarana.
Kepala sekolah/madrasah didorong untuk melibatkan seluruh pemangku kebijakan yang ada di sekolah/madrasah dalam menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana.
Kesimpulan
Sasaran
1. Kepala Sekolah mampu menyempurnakan isi komponen KTSP sehingga dapat menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan di sekolah.
2. Kepala sekolah dapat menyempurnakan dokumen RPP.
3. Kepala sekolah dapat membimbing guru dalam kegiatan pembelajaran sehingga tercipta suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan
Kepala SD/MI yang telah mengikuti In Service 1 Program Prodep di LPMP pada tanggal 24-28 September 2014.
Staf Dewan Guru di SDN No. 27 Dungingi.
Waktu dan tempat
Tanggal 29 September – 30 November 2014 pelakasanaan OJL di SDN No. 27 Dungingi
Tanggal 1 s/d 4 Desember 2014 penyusunan laporan di SDN No. 27 Dungingi
Strategi Pelaksanaan
1. Sosialisasi hasil in service 1 Program Prodep.
2. Kepala sekolah bersama tim pengembang sekolah melakukan kajian KTSP.
3. Kepala sekolah melakukan revisi KTSP
4. Kepala sekolah meminta seluruh guru untuk melakukan kajian terhadap RPP
5. Kepala sekolah melakukan mentoring kegiatan revisi RPP .
6. Kepala sekolah melakukan pendampingan.
7. Tanya jawab antara kepala sekolah peserta program Prodep
Responden dan Sumber Data
Seluruh guru di SDN No. 27 Dungingi, dan komite sekolah.
BPU
Kurikulum,
permendikbud
yang mengatur
tentang KTSP, Silabus
dan RPP, Dokumen 1, 2, dan 3 KTSP.
Temuan
1. Pada pengelolaan KTSP ditemukan, tidak ada muatan kekhasan satuan pendidikan.
2. Hasil temuan pada pengelolaan dokumen RPP adalah :
RPP yang ada pada guru hanya hasil copy paste dari guru lain.
Kendala terbesar yang dialami guru agama, belum tersedianya buku agama pegangan guru maupun buku siswa.
Dalam RPP , materi pelajaran tidak ditulis secara lengkap, hanya pokok materinya ditulis seperti bencana banjir.
Pada RPP komponen penilaian, guru tidak menuliskan contoh soal yang digunakan untuk mengukur keberhasilan PBM.
Guru belum menguasai tekhnik penilaian kurikulum 13, karena banyaknya aspek penilaian yang harus dilakukan oleh seorang guru.
Analisis Data
1. Dokumen KTSP SDN No. 27 Dungingi Kota Gorontalo sudah 95% sesuai kehendak permendikbud.
2. Dari sampel 8 orang, ada 6 orang atau 75 % yang sudah memahami komponen silabus.
3. 87,5% guru belum mampu menyusun RPP sendiri yang ada hanya copy paste dari guru yang lain.
Rekomendasi dan Tindak lanjut
1. Dokumen KTSP yang belum lengkap direkomendasikan untuk dilengkapi dan ditindak lanjuti.
2. Dari 8 orang guru sudah 75% yang sudah memahami komponen silabus atau berjumlah 6 orang guru.
3. Direkomendasikan kepada guru untuk mengikuti pendampingan cara menyusun RPP yang benar.
Kesimpulan
1. Peran kepala sekolah / Madrasah sangat menentukan kualitas mutu lulusan yang dihasilkan.
2. Diharapkan dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah atau madrasah untuk lebih professional.
3. Program ini merupakan salah satu upaya yang strategis dalam rangka peningkatan mutu pendidikan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang lebih baik.
Saran
1. Diharapkan guru dapat merubah mainset berpikir agar termotivasi meningkatkan kompetensinya menjadi guru yang lebih profesional.
2. Diharapkan Kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi manajerial yang berhubungan dengan kurikulum baik dilakukan secara mandiri maupun melalui KKKS.
3. Kepada pengawas diharapkan sebagai mentor dapat melaksanakan pendampingan secara kontinyu dalam rangka mencapai tujuan tingkat satuan pendidikan.
Sasaran
1. Kepala sekolah/madrasah mampu membuat analisis kebutuhan sarpras dan permasalahannya.
2. Kepala sekolah/madrasah membuat usulan revisi dokumen program pengelolaan sarpras sekolah/madrasah berdasarkan hasil analisis kebutuhan sekolah/madrasah.
3. Kepala sekolah/madrasah dapat melakukan pengadaan sarpras sekolah berdasarkan hasil revisi program pengelolaan sarpras.
4. Kepala sekolah/madrasah membuat pengadministrasian barang milik sekolah.
5. Kepala sekolah/madrasah membuat jadwal pemanfaatan sarpras dalam proses pembelajaran.
6. Kepala sekolah membuat klasifikasi perawatan sarpras, dan jadwal perawatan rutin.
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan kegiatan On Job Leaning (OJL) ini berlangsung selama 200 JP dalam waktu 2 bulan, mulai tanggal 29 September s/d 29 November 2014.
OJL ini dilaksanakan di sekolah tempat bertugas, yaitu SDN No. 27 Dungingi Kota Gorontalo.
Pelaksanaan
1. Melakukan sosialisasi kepada seluruh staf dewan guru.
2. Kepala sekolah bersama guru, staf dan komite sekolah melakukan diskusi fokus.
3. Kepala sekolah membuat usulan revisi program pengelolan sarpras sekolah.
4. Mengadakan sarpras sesuai dengan kebutuhan priotitas hasil revisi.
5. Kepala sekolah melakukan pendampingan/mentoring kepada guru untuk membuat/merevisi perencanaan pembelajaran dalam rangka mengoptimalkan sarpras yang ada di sekolah.
6. Kepala sekolah bersama-sama dengan guru, staf dan komite sekolah melakukan analisis perawatan sarpras sekolah.
7. Melakukan kunjungan ke sekolah lain sebagai bahan perbandingan dan tolok ukur.
8. Diskusi bersama dengan kepala sekolah dan madrasah yang lain, dalam rangka menyamakan persepsi.
Responden dan Sumber Data
Seluruh guru di SDN No. 27 Dungingi, dan komite sekolah.
BAB III
HASIL & PEMBAHASAN

Identifikasi dan Pemetaan Sarana dan Prasarana
Sudah 100 % sarana dan prasarana yang telah dipetakan berdasarkan prioritas dan kebutuhan pembelajaran.
Hasil analisis kebutuhan sarpras sekolah, sudah 100 % dibuat berdasarkan kondisi nyata yang ada dan dibandingkan dengan kebutuhan EDS/SNP, kesenjangan yang ada, kesiapan, prioritas, dan tindak lanjut yanga dilaksanakan.
Pada usulan revisi program pengelolaan sarpras sekolah, diperoleh data yaitu seluruh usulan sarpras telah dimasukkan dalam ususan revisi yang telah ditetapkan targetnya.
Pengelolaan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana
Pada pengadaan sarana dan prasarana diperoleh data bahwa sudah 90 % jenis sarana dan prasarana uang direncanakan telah terpenuhi baik dengan cara pembelian dan perbaikan. Sedangkan masih 5 % belum terpenuhi, karena sarana prasarana yang direncanakan jangka waktunya sampai tahun depan 2015.
Pemanfaat Sarana dan Prasarana Sekolah
Pada pemanfaatan sarana dan prasarana diperoleh data yaitu sudah 75 % guru telah memanfaatkan sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajarannya sesuai dengan RPP dan materi yang diajarkannya.
Pada pemanfaatan sarana olahraga yaitu pada permainan bola voli baru 90 % tercapai, karena jumlah boal voli tidak mencukupi untuk semua siswa. Sesuai dengan Permediknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses, bola voli minimal 6 buah pada sebuah .
Perawatan Sarana dan Prasarana
Dari data pada LK yang ada, diperoleh data bahwa sekolah telah 100 % melakukan analisis perawatan sarana dan prasarana sesuai dengan jenis sarpras.
Hasil analisis perawatan sarpras dikelompokkan berdasarkan klasifikasi perawatan yang terdiri dari perawatan rutin, berkala, dan preventif.
Perawatan rutin sudah 100 % dilaksanakan berdasarkan jadwal yang ada dan dilengkapi dengan penanggung jawabnya.
Dari laporan perawatan sarpras diperoleh data bahwa sudah 100 % ketercapaiannya. Namun pada kegiatan perawatan halaman dan ruang kelas masih ditemui kendala yaitu masih minimnya kesadaran siswa terhadap kepedulian pada kebersihan.
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
1. Untuk sarana dan prasarana yang sudah rusak, agar dimasukkan dalam buku penghapusan barang dan selanjutnya diusulkan kepada pemda untuk memperoleh surat keputusan penghapusan barang.
2. Dalam menggunakan berbagai sarana dan prasarana, harus tetap memperhatikan perawatannya.
3. Dalam kegiatan mengidentifikasi dan memetakan sarana dan prasarana, sekolah perlu mengurutkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan berdasarkan prioritas dan ketersediaan anggaran yang ada.
4. Setelah tim pengadaan barang membeli sarana yang telah direncanakan, agar bendahara barang segera mengisinya pada buku induk inventaris barang.
5. Para guru diharapkan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada agar kegiatan pembelajaran dapat lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa, yang pada akhirnya hasil yang kita harapkan dapat tercapai.
BAB IV
PENUTUP
a. Perawatan sarana dan prasarana sekolah/madrasah sangat penting agar dapat digunakan secara optimal
b. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah/madrasah harus dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
c. Inventarisasi barang adalah bagian penting dalam perencanaan, agar kita dapat membuat perencanaan secara efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
d. Keberhasilan sekolah/madrasah ditentukan oleh berbagai faktor diantaranya adalah optimalisasi sarana dan prasarana yang ada di sekolah/madrasah untuk meningkatkan kualitas peserta didik.
Full transcript