Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kerukunan umat beragama

No description
by

Riyan Nugroho

on 26 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kerukunan umat beragama

Definisi Kerukunan
Kerukunan dalam bahasa Arab disebut dengan kata
tawaafuqun, tawaddun, ittifaqul kamilati
. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kerukunan diartikan dengan kelapangan dada, dalam arti suka rukun kepada siapapun, membiarkan orang berpendapat atau berpendirian lain, tak mau mengganggu kebebasan berpikir dan berkeyakinan lain.

Dalam istilah agama islam, kerukunan itu dinamakan tasamuh, yaitu membiarkan secara sadar terhadap pikiran atau pendapat orang lain.

Contoh Kerukunan Umat Beragama
Di Indonesia kita hidup berdampingan dengan orang dari berbagai agama. Sikap toleransi antarumat beragama dapat ditunjukkan melalui:
1. Saling menghargai dan menghormati ajaran masing-masing agama.
2. Menghormati atau tidak melecehkan simbol-simbol maupun kitab suci masing-masing agama.
3. Tidak mengotori atau merusak tempat ibadah agama orang lain, serta ikut menjaga ketertiban dan ketenangan kegiatan beragama.

Manfaat Kerukunan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Kerukunan sangat diperlukan agar tercipta kehidupan yang damai, aman, dan tenteram di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian kelangsungan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara akan terjaga.

Persatuan dan kerukunan dalam hidup akan memberikan manfaat-manfaat, antara lain:
a. kerja sama akan terjadi,
b. masyarakat akan bersatu padu,
c. segala persoalan yang sulit mudah dipecahkan,
d. pekerjaan yang berat akan menjadi ringan,
e. kesejahteraan mudah diwujudkan,
f. hidup tenang dan tenteram,
g. pembangunan dapat berjalan dengan lancar,
h. akan memiliki kekuatan yang luar biasa.
Beberapa Cara Menjaga Kerukunan Umat Beragama
• Menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Baik yang merupakan pemeluk agama yang sama, maupun dengan yang berbeda agama. Rasa toleransi bisa berbentuk dalam macam-macam hal. Hal ini sangat penting demi menjaga tali kerukunan umat beragama, karena jika rasa toleransi antar umat beragama sudah tinggi, maka konflik – konflik yang mengatasnamakan agama dengan sendirinya akan berkurang ataupun hilang sama sekali.
• Selalu siap membantu sesama dalam keadaan apapun dan tanpa melihat status orang tersebut. Jangan melakukan perlakuan diskriminasi terhadap suatu agama, terutama saat mereka membutuhkan bantuan. Dengan membantu mereka yang kesusahan, kita akan mempererat tali persaudaraan sebangsa dan setanah air kita, sehingga secara tidak langsung akan memperkokoh persatuan Indonesia.
Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Bangsa Indonesia memang bukan negara agama, tetapi negara yang sangat memerhatikan terhadap masalah kehidupan umat beragama.

Suasana keberagaman harus diupayakan dengan penuh kerukunan dan kekeluargaan. Kerukunantersebut akan dicapai apabila dilandasi oleh sikap saling mengharagai dan menghormati yang tercermin dalam ucapan, tindakan, dan sikap bertetangga, serta bermasyarakat.
Kerukunan umat beragama
Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Untuk menjaga kerukunan hidup rakyatnya yang menganut berbagai macam agama, pemerintah, telah mencanangkan konsep
Tri Kerukunan Umat Beragama
. Yaitu:
1. Kerukunan intern umat beragama
2. Kerukunan antarumat beragama
3. Kerukunan antarumat beragama dengan pemerintah



1. Kerukunan Intern Umat Beragama
Melihat kondisi masyarakat Indonesia sekarang, perkembangan paham dan aliran agama sangat pesat. Hal ini sah-sah saja, selama masih dalam bingkai Islam dan tidak saling menjatuhkan antara satu golongan dan golongan lain. Hal yang perlu ditekankan adalah
walaupun berbeda (mazhab/golongan/paham) keagamaan, tetapi tetap merupakan saudara.
Semuanya masih tetap mempunyai Tuhan yang sama, yaitu Allah swt., nabi dan rasul yang sama, yaitu Rasulullah saw., kitab yang sama yaitu Alquran, dan tujuan hidup yang sama, yaitu ingin mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Untuk itu, kita perlu menanamkan sikap tasamuh (toleransi) antarumat Islam. Sikap ini penting untuk menghindari gesekan-gesekan pemahaman dan pertikaian antarumat Islam sendiri.
Artinya:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al Hujurat: 10)

Dalil kerukunan antar umat islam
2. Kerukunan Antar Umat Beragama
Kita diperintahkan untuk bertoleransi terhadap pemeluk agama lain. Agama Islam mengajarkan perdamaian, baik terhadap sesama muslim maupun terhadap nonmuslim. Islam juga berusaha untuk menegakkan hidup beragama dalam suasana damai, rukun, dan bekerja sama di bidang sosial.
Hal tersebut dicontohkan Rasulullah saw. ketika membina masyarakat Madinah. Pada waktu itu, di Madinah ada 3 golongan pemeluk agama, yaitu agama Islam, Nasrani, dan Yahudi. Konsep kerja sama dan toleransi ini hanya dalam kepentingan duniawi (sosial kemasyarakatan) dan tidak menyangkut permasalahan substansi (pokok) agama, seperti akidah (kepercayaan) dan ubudiyah (masalah peribadatan). Salah satu dalil naqli yang mendasari hal tersebut adalah Alquran surat Al Kafirun ayat 1-6.
Artinya:
(1) Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir.”
(2) Aku tidak menyembah apa yang kau sembah.
(3) Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
(4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
(5) Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
(6) Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.

Q.S. Al-Kafirun [109]: 1- 6
3. Kerukunan Umat Beragama dengan Pemerintah
Menurut ahli tafsir, ulil amri adalah orang-orang yang memegang kekuasaan, yaitu pemerintah, penguasa, dan pemimpin lainnya. Kita wajib taat kepada ulil amri selamaperaturan itu tidak menyimpang dari prinsip-prinsip syariat Islam. Apabila bertentangan, tidak ada kewajiban bagi kita untuk mengikuti dan menaatinya. Peraturan yang menyimpang harus kita tolak dan ulil amri harus diingatkan dan dinasihati dengan baik.

Contoh Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Di Bali, 23 tahun yang silam, tepatnya Minggu, 17 Maret 1991, umat Hindu menjalani
Tapa Brata

Penyepian
tahun baru Saka 1913, bertepatan kaum muslim melakukan takbiran menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1412 Hijriah. Umat Hindu di Pulau Dewata dalam menyambut Hari Suci Nyepi, wajib menjalani empat pantangan meliputi tidak menyalakan api, tidak melakukan kegiatan, tidak bepergian dan tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang. Kondisi itu sangat
kontradiktif
dengan kegiatan
takbiran
menjelang kaum muslim menyongsong

Idul Fitri 1412 H
, yang juga bertepatan dengan kegiatan umat Kristen melakukan
kebaktian di gereja
. Namun kenyataannya pada hari H saat umat Hindu menjalankan Nyepi, kaum muslim melakukan takbiran dan jemaat Kristen menggelar kebaktian,
semuanya sama-sama dapat terlaksana dengan baik, tanpa terjadi sentuhan dan benturan satu sama lain
. Semua itu berkat
kesadaran dan saling pengertian
kaum lintas agama, sehingga kerukunan antarumat beragama dapat tercipta di daerah tujuan wisata Pulau Dewata. Semua itu
didasari atas rasa cinta damai dari seluruh umat lintas agama
untuk menjungjung tinggi
rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
• Hormatilah selalu orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut. Misalnya dengan selalu berbicara halus dan sopan kepada siapapun. Biasakan pula untuk menomor satukan sopan santun dalam beraktivitas sehari harinya, terlebih lagi menghormati orang lain tanpa memandang perbedaan yang ada. Hal ini tentu akan mempererat kerukunan umat beragama di Indonesia.
• Bila terjadi masalah yang membawa nama agama, tetap selesaikan dengan kepala dingin dan damai, tanpa harus saling tunjuk dan menyalahkan. Para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan peranannya dalam pencapaian solusi yang baik dan tidak merugikan pihak – pihak manapun, atau mungkin malah menguntungkan semua pihak. Hal ini diperlukan karena di Indonesia ini masyarakatnya sangat beraneka ragam.

Kesimpulan
1. Kata kerukunan berasal dari kata rukun, yang berarti damai, bersatu hati atau bersepakat.
2. Untuk menjaga kerukunan hidup rakyatnya yang menganut berbagai macam agama, pemerintah, telah mencanangkan konsep Tri Kerukunan Umat Beragama. Kerukunan intern umat beragama, kerukunan antarumat beragama dan kerukunan antarumat beragama dengan pemerintah.
3. Konsep Tri Kerukunan Umat juga terdapat dalam ajaran agama Islam
4. Adapun cara menjaga kerukunan antarumat beragama, antara lain: menjunjung tinggi toleransi, selalu siap membantu sesama dalam keadaan apapun dan tanpa memandang status orang tersebut, menghormati orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut, serta bila terjadi masalah yang membawa nama agama, selesaikanlah dengan kepala dingin dan damai jangan saling tunjuk dan saling manyalahkan.
Kelompok 6:
Harry asjul dini
riyan nugroho
wispa
yulia agustin

TERIMA KASIH
Full transcript