Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PIO

FAKTOR MANAKAH YANG PALING BERPENGARUH PADA STRES KERJA? FAKTOR INDIVIDU, ATAU FAKTOR LINGKUNGAN
by

Retna Puji Lestari

on 14 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PIO

FAKTOR MANAKAH YANG PALING BERPENGARUH PADA STRES KERJA?FAKTOR INDIVIDU, ATAU FAKTOR LINGKUNGAN? Arifiana Nabilah
Faiza Ratna Umaro
Isna Nur Hayatinnisa
Jelsy Triwidya
Nadya Rahma
Retna Puji Lestari
Landasan Teori Pendahuluan Pekerja yang memiliki stres tinggi 30 persen lebih berisiko mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja yang memiliki stres rendah (Lee, 2005).


Stres adalah suatu tekanan besar yang dialami oleh individu dan individu tersebut tidak mampu untuk mengatasinya (Harrison, 1997, dalam Kamery, 2004).

Stres disebabkan oleh ketidakcocokan antara individu dan lingkungannya.

Job stress adalah ketidakcocokan antara pekerjaan yang dikerjakan karyawan dengan hasil yang didapatnya, karena penurunan kinerja akibat tekanan yang dialami.
Manajer bersifat cuek
Performa karyawan kurang maksimal.
Hal ini mencerminkan teori dalam Occupational Stressors menurut Aamodt (2010) dimana karyawan tersebut mengalami stress yang diakibatkan oleh konflik peran intersender,
Sehingga dampak secara psikologis menurut Handoyo, 2001 (dalam Novitasari, 2010) menyebabkan kekecewaan dan kehilangan kesabaran.
STRESS Analisis Kasus Dahlia, PT Tunas Ridean Tbk, 2 tahun 10 bulan Perubahan beban kerja dari tinggi ke rendah maupun dari rendah ke tinggi akan menurunkan performa dan meningkatkan stres pada karyawan (Hauck, Snyder, Cox-Fuenzalida, 2008)
Hal penting yang dapat mencegah terjadinya penurunan produktivitas karyawan karena stres adalah meningkatkan komunikasi antara karyawan dengan manajernya (Rob, 2004).
Thesis statement : faktor lingkungan memiliki perngaruh yang lebih besar terhadap stres kerja pada karyawan. Menurut Kreitner dan Kinicki (2005) terdapat 4 jenis Stressor yang dapat menyebabkan stress kerja, yaitu sebagai berikut;Stress IndividuStress KelompokStress OrganisasiStress di luar organisasi.
Dampak Stres Kerja Pada Perusahaan

Terjadinya kekacauan, hambatan baik dalam manajemen maupun operasional kerjaMengganggu kenormalan aktivitas kerjaMenurunkan tingkat produktivitasMenurunkan pemasukan dan keuntungan perusahaan.
Dampak Stress Kerja pada Karyawan
bekerja melewati batas kemampuan,
kelerlambatan masuk kerja yang sering,ketidakhadiran pekerjaan,
kesulitan membuat kepulusan,kesalahan yang sembrono,kelaiaian menyelesaikan pekerjaan,lupa akan janji yang telah dibuat dan kegagalan diri sendiri,kesulitan berhubungan dengan orang lain,kerisauan tentang kesalahan yang dibuat,Menunjukkan gejala fisik seperti pada alat pencernaan, tekanan darah tinggi, radang kulit, radang pernafasan.
Mengelola stres dapat mengubah tingkah laku kita menjadi lebih sehat dalam merespon stres, baik sebelum, selama, dan setelah mengalami stres (Tyler, 2003 dalam Aamodt, 2010).
Mengelola stres sebelum terjadi berarti menggabungkan kegiatan sehari-hari yang akan mempersiapkan pikiran dan tubuh kita untuk mengatasi efek yang akan terjadi ketika stres itu terjadi.
Teknik Mengelola Stress Exercise, melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berenang, berlari, atau menaiki tanggayang membuat tubuh bergerak tidak hanya menjaga kesehatan jantung dan melawan efek dari stres, tetapi dapat membantu kita untuk mengelola tingkat stres selama kita mengalami stres.
Tertawa, ketika merasa tertekan dan berada dalam situasi yang sulit, pergi untuk menonton film yang lucu, mendengarkan suatu pertunjukkan komedi, atau menonton acara telivisi yang lucu dapat menolong kita untuk menjauhkan diri kita dari situasi yang buruk sampai kita dapat cukup menerima dan memulai untuk berpikir rasional kembali.
Mengurangi rokok, penemuan ini penting karena peneliti mengindikasikan bahwa perokok akan meningkatkan aktivitas merokok mereka ketika mereka merasa stres (McCann & Lester, 1996 dalam Aamodt, 2010). Dalam hal ini, merokok dan stres menjadi lingkaran yang buruk karena ketika orang merokok karena stres, mereka sebenarnya akan menjadi lebih stres dikarenakan aktivitas merokok tersebut Tidur, kehilangan waktu tidur dapat menyebabkan perilaku negatif seperti mudah marah, mudah lelah, kehilangan konsentrasi, sampai depresi.
Support Network, penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki teman bicara, seperti anggota keluarga atau teman, akan lebih baik dalam mengatur stres mereka.

Self-Empowerment, mencari tahu cara yang dapat lakukan untuk mengatasi stres, yang merupakan salah satu bentuk dari self-empowerment.
Coping Skills, meningkatkan kemampuan coping seringkali diartikan belajar untuk berhubungan dengan konflik yang terjadi. Hal ini juga berarti belajar tentang bagaimana cara menerima sesuatu yang tidak dapat kita ubah. Job stress adalah ketidakcocokan antara pekerjaan yang dikerjakan karyawan dengan hasil yang didapatnya, karena penurunan kinerja akibat tekanan yang dialami.

Penyebab stress kerja lebih didominasi oleh faktor luar individu.

Hal yang berakibat pada perusahaan seperti terjadinya kekacauan, hambatan baik dalam manajcmen maupun operasional kerja, mengganggu kenormalan aktivitas kerja, menurunkan tingkat produktivitas serta menurunkan pemasukan dan keuntungan perusahaan.

Dampak pada karyawan sendiri terdapatnya pengaruh psikologis seperti kegelisahan, agresi, depresi, dan kelelahan, pengaruh perilaku seperti dan penurunan nafsu makan, pengaruh kognitif seperti ketidakmampuan mengambil keputusan,dan kurangnya konsentrasi, ataupun pengaruh fisiologis seperti munculnya penyakit yang sudah diderita sebelumnya.
terima kasih Lingkungan bekerja yang tidak nyaman dapat menimbulkan stress kerja. Lingkungan bekerja yang tidak nyaman biasanya berhubungan dengan penempatan meja kerja yang kurang efektif, ventilasi yang kurang memadai, pencahayaan ruangan yang menyebabkan mata lelah, dan penempatan alat-alat operator yang berhubungan dengan customer Stressors in the Physical Work Environment. Upah yang diberikan tidak sesuai dengan beban kerja --> role overload
Sifat karyawan yang sulit menerima perubahan sehingga sulit beradaptasi dengan sistem yang baru, akibatnya menyulitkan kerja karyawan yang lain --> role conflict
Kasir yang sering berselisih dengan sales man karena salesman tersebut tidak mematuhi SOP yang berlaku dengan alasan agar mencapai target yang dituntut perusahaan --> organizational stressor
Jobdesc tidak sesuai dengan job tittle --> Occupational Stressor
kesimpulan & saran
Full transcript