Solutions
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
PEMEROLEHAN BAHASA
DF
by
Dini Fe
·
2 views
·
Updated Jul 24, 2021
Share
Embed
Re-use content
Create your own
Chapters
00:00
Chapter 1
00:34
Chapter 2
01:37
Chapter 3
02:51
Chapter 4
04:36
Chapter 5
08:51
Chapter 6
10:04
Chapter 7
11:15
Chapter 8
12:23
Chapter 9
13:43
Chapter 10
Audio Transcript
Auto-generated
00:02 - 00:04
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:06 - 00:07
Selamat pagi.
00:08 - 00:12
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan alamnya.
00:14 - 00:18
Baiklah. Pada pertemuan kita minggu lalu, kita sudah membahas tentang
00:18 - 00:21
karakteristik bahasa pada anak usia dini.
00:22 - 00:25
Nah, pada pertemuan kali ini, materi yang akan kita bahas
00:26 - 00:29
yaitu tentang pemerolehan bahasa.
00:30 - 00:34
Di mana di situ adalah teori teori pemerolehan bahasa.
00:39 - 00:43
Sebelum kita lanjut ke teori teori tersebut, kita harus mengetahui
00:44 - 00:46
dulu pemerolehan bahasa itu apa.
00:47 - 00:52
Nah, di sini menurut keras ion pemerolehan bahasa itu merupakan
00:53 - 00:58
proses bawah sadar di mana pemeroleh bahasa tersebut menguasai suatu
00:58 - 00:59
bahasa secara implisit.
01:01 - 01:03
Nah, maksud dari proses bawah sadar itu apa?
01:05 - 01:07
Nah, maksudnya adalah pemerolehan.
01:08 - 01:11
Bahasa yang didapatkan tidak ditargetkan secara sadar.
01:14 - 01:22
Contohnya, saat orang tua mengatakan makan pada si anak.
01:23 - 01:27
Secara tidak langsung, anak akan mendengarkan dan memperhatikan bentuk bahasa
01:28 - 01:36
tersebut disertai tindakan orang tuanya yang sedang mengambil peralatan makan.
01:39 - 01:45
Nah, setelah anak mendengarkan dan memperhatikan, kemudian anak akan mempraktekkan
01:46 - 01:46
di kemudian hari.
01:47 - 01:48
Saatnya sedang merasa lapar.
01:50 - 01:53
Dia akan menunjuk salah satu peralatan makan yang menandakan bahwa
01:54 - 01:55
iya ingin makan.
01:58 - 02:05
Nah, pamer oleh bahasa biasanya tidak sengaja mendengar bentuk tersebut
02:06 - 02:06
dan menyusun maknanya.
02:07 - 02:08
Berdasarkan konteksnya.
02:12 - 02:18
Dalam pemerolehan bahasa, kita sering sekali mendengar kata bahasa pertama
02:19 - 02:24
dan bahasa kedua atau satu dan dua Nah, apa itu
02:24 - 02:27
bahasa pertama dan bahasa kedua Di sini?
02:29 - 02:33
Pemerolehan bahasa itu identik dengan bahasa pertama.
02:34 - 02:41
Nah, sedangkan pembelajaran bahasa biasanya sering dikaitkan dengan bahasa kedua.
02:42 - 02:45
Nah, bahasa kedua itu adalah bahasa yang dipelajari secara terstruktur.
02:47 - 02:49
Contohnya kok pembelajaran bahasa di sekolah.
02:53 - 02:55
Nah, kita lanjut lagi.
02:56 - 02:59
Di sini kita akan membahas dan mengkaji tentang teori teori
03:00 - 03:06
pemerolehan bahasa Yang pertama itu kita akan membahas tentang teori
03:07 - 03:09
pemerolehan bahasa teori behavioris.
03:11 - 03:16
Nah, teori behavioris ini sering juga disebut dengan teori tabula
03:17 - 03:26
rasa. Nah, dalam teori ini ada istilah stimulus dan respon.
03:28 - 03:33
Nah, biasanya komunikasi itu sebenarnya proses memberikan stimulus dan memberikan
03:33 - 03:34
respon balik.
03:34 - 03:43
Contohnya seperti terlihat di gambar, ada anak yang sedang disapa
03:43 - 03:43
oleh temannya.
03:44 - 03:49
Respon balik dari tenangnya adalah menyapa si anak yang menyapa
03:50 - 03:55
dia itu dari Yoris.
03:57 - 04:04
Nah, di sini, menurut behavioris, anak anak lahir dengan potensi
04:05 - 04:06
belajar dan perilaku.
04:06 - 04:09
Mereka dapat dibentuk dengan memanipulasi lingkungan.
04:15 - 04:16
Biasanya kemampuan anak.
04:17 - 04:22
Kemampuan bahasa anak ditentukan oleh lamanya latihan dari stimulus yang
04:22 - 04:29
diberikan. Sehingga kemampuan bahasa anak tidak berlandaskan pada penguasaan kaidah,
04:30 - 04:34
namun berdasar berdasarkan pada apa yang diperolehnya.
04:40 - 04:47
Nah, selanjutnya menurut behavioris anak belajar melalui proses.
04:48 - 04:55
Diantaranya yaitu observasi dan imitasi, validasi otak melalui komunikasi penguatan
04:56 - 04:57
dan penis min.
04:59 - 05:02
Nah, contohnya observasi ini.
05:03 - 05:12
Misalnya ada si yang sedang dipanggil mandi oleh dipanggil oleh
05:12 - 05:13
kakaknya untuk mandi.
05:14 - 05:17
Karena si A ini sedang kasih bermain dengan si B.
05:18 - 05:23
Si A ini ternyata teriak menjawab perintah dari sisi kakanya
05:24 - 05:26
menjawab sambil berteriak lalu menghentakan kakinya.
05:27 - 05:29
Dia menunjukkan bahwa dia di situ sedang marah.
05:30 - 05:37
Si B ini memperhatikan, dia memperhatikan, lalu si B dia
05:37 - 05:38
melakukan ini Tasik.
05:41 - 05:44
Jadi si B ini pada saat orang tuanya meminta dia
05:45 - 05:51
untuk mem mengambil sesuatu ataupun sedang meminta anak tersebut untuk
05:51 - 06:00
mandi, si anak tersebut akan mengikuti perilaku dari temannya tadi.
06:01 - 06:05
Nah pada saat iya sudah mengikuti perilaku temannya tadi.
06:07 - 06:11
Nah, ini otak kan kotak.
06:12 - 06:16
Si anak tersebut akan melakukan validasi melalui komunikasi melalui komunikasi.
06:16 - 06:22
Pada saat misalnya dia senang melakukan protes atau dia tidak
06:23 - 06:26
mau tidak mau menuruti perintah dari orang tuanya.
06:27 - 06:29
Nah, dia melihat di sini dia melihat bahwa orang tuanya
06:32 - 06:36
menandakan bahwa si orang tua ini terkejut melihat dia.
06:37 - 06:38
Nah, ini validasi otak melalui komunikasi.
06:40 - 06:46
Nah, lalu belajar melalui penguatan ini kalau misalnya si anak
06:48 - 06:51
berupa pujian penghargaan misalnya si anak si B tersebut mengikuti
06:52 - 06:54
atau menuruti perintah dari orang tua.
06:54 - 06:58
Lalu orang tua juga memberikan ujian pada anaknya.
06:59 - 07:00
Ini akan diproses oleh.
07:01 - 07:08
Lalu jika misalnya perilaku sini tersebut salah dan orang tuanya
07:08 - 07:12
menunjukkan bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan.
07:13 - 07:18
Ini akan membuat si anak berpikir, Oh, ternyata ini tidak
07:18 - 07:21
baik dilakukan, lalu pembekalan nya adalah seperti ini.
07:22 - 07:26
Itu contoh dari anak belajar mengalih proses yang keempat nanti
07:29 - 07:34
jika ingin anak belajar dengan baik, menurut kau memihak Yoris,
07:34 - 07:37
maka pengguna pengkondisian rangsangan juga harus tepat.
07:38 - 07:43
Pembiasaan yang baik dan tepat itu menurut kaum behavioris.
07:44 - 07:50
Nah, di sini bisa terlihat bahwa apabila orang tua membiasakan
07:51 - 07:56
ataupun memang kondisinya mengkondisikan rangsangan itu kurang tepat, akan berdampak
07:57 - 07:58
kurang tepat juga kepada si anak.
07:59 - 08:05
Contohnya apabila anak melakukan kesalahan, orang tua langsung marahi, berteriak,
08:07 - 08:13
dan bahkan mungkin mencoba si anak karena emosi seorang tua
08:13 - 08:14
yang tidak bisa terkontrol.
08:16 - 08:21
Nah, disitu itu tindakan yang salah jika kita ingin pembiasaan
08:21 - 08:23
yang baik dan tepat untuk anak kita.
08:25 - 08:28
Nah, pembiasaan yang baik dan tepat untuk anak itu seperti
08:28 - 08:34
apa? Nah, contohnya apabila anak melakukan kesalahan, ajak anak berbicara
08:35 - 08:40
baik baik, bantu anak agar anak dapat menyelesaikan permasalahannya.
08:41 - 08:46
Itu salah satu contoh pembiasaan yang baik dan tepat yang
08:46 - 08:51
dapat kita lakukan, baik sebagai seorang pendidik maupun sebagai seorang
08:52 - 08:57
orang mau baik sebagai seorang pendidik maupun sebagai orang tua.
08:58 - 09:02
Lalu teori selanjutnya yaitu teori natives.
09:03 - 09:06
Nah, natives ini terkenal dengan com ski Gimana?
09:08 - 09:12
Com ski atau natives mengatakan kemampuan pembawaan lahir manusia atau
09:13 - 09:17
sifat dasar yang bertanggung jawab pada perkembangan bahasa.
09:19 - 09:25
Adanya teori tentang proses mental disebut dengan Lenglet Quotion driver
09:26 - 09:35
divais atau dengan diyakini bahwa anak belajar bahasa berdasarkan dari
09:35 - 09:37
apa yang dia dengar dari orang orang di sekitarnya.
09:39 - 09:45
Jadi, menurut teori Natives ini, bahwa si anak tersebut memang
09:46 - 09:51
mempunyai kemampuan pembawaan lahirnya, di mana dia mulai dari dia
09:52 - 09:57
lahir sampai dia bertumbuh dan berkembang itu dia selalu memperoleh
09:58 - 10:03
informasi atau mengenai bahasa bahasa yang ia dapatkan dari orang
10:03 - 10:05
orang di sekitarnya itu.
10:06 - 10:11
Teori natives Contohnya, contoh teori natives ini seperti apa sih?
10:11 - 10:16
Nah, contohnya seorang bayi yang belum dapat berkata kata atau
10:16 - 10:22
berbicara, namun dia dapat diajak berkomunikasi dengan ibunya yang sedang
10:22 - 10:26
menggendongnya. Nah, bayi tersebut diajak berbicara dengan kata kata yang
10:26 - 10:30
panjang disini ibu, walaupun si bayi tersebut belum bisa berbicara
10:31 - 10:35
si ibu, terus saja kita sering teman teman sendiri pun
10:36 - 10:42
kalian sendiri pun sering pasti pernah melakukan kegiatan seperti ini.
10:42 - 10:44
Mengajak anak mengobrol panjang.
10:45 - 10:52
Selalu ada saatnya anak tersenyum sambil menggerak gerakkan kakinya, lalu
10:52 - 10:55
dia tertawa terkikik kayak itu salah satu contohnya.
10:56 - 11:00
Nah, dari bukti itu menunjukkan bahwa bayi telah memperoleh bahasa
11:01 - 11:05
secara berangsur angsur pula berkembang lah bahasanya.
11:06 - 11:09
Oleh karena itu, cuma miskin berkeyakinan bahwa urutan dasar pemerolehan
11:10 - 11:14
bahasa pada anak memiliki unsur kesamaan tanpa memperhatikan bahasa yang
11:14 - 11:21
dipelajarinya. Nah, lalu teori selanjutnya di hari pemerolehan bahasa di
11:21 - 11:27
sini yang selanjutnya, yaitu teori kognitif cari kognitif ini dikenal
11:28 - 11:32
dengan pemerikasan nya itu biasa.
11:34 - 11:39
Nah, menurut teori kognitif, bahasa diperoleh begitu kedewasaan terjadi dan
11:39 - 11:41
kemampuan kognitif berkembang.
11:42 - 11:43
Contohnya seperti apa?
11:45 - 11:49
Contohnya, jika seorang anak diberi sebuah kota baru untuk dibuka,
11:50 - 11:56
maka dia akan membukanya dengan cara yang sedikit berbeda dari
11:56 - 11:58
kotak kotak yang sebelumnya yang lain, kan?
12:00 - 12:04
Nah, dari kegiatan si anak ini, tampak bahwa anak yang
12:04 - 12:10
menggunakan pengalaman sebelumnya sebagai cara simbolik dalam mempertimbangkan satu solusi
12:11 - 12:12
sambil memainkan kotak tersebut.
12:14 - 12:19
Nah, representasi simbolik itu adalah bukti di mana seorang anak
12:20 - 12:25
menggunakan tanda dan simbol dalam merespon situasi yang baru.
12:27 - 12:34
Teori yang terakhir yaitu teori pemerolehan bahasa internasional yang di
12:34 - 12:36
prakarsai oleh figur ski.
12:37 - 12:43
Nah, menurut teori Interaksionis ini, belajar selalu mendahului perkembangan di
12:43 - 12:48
mana anak memperoleh bahasa melalui usaha mereka saat berinteraksi dengan
12:48 - 12:49
dunia di sekitar nya.
12:50 - 12:56
Nah, figure ski memperkenalkan istilah Son of Proximal development atau
12:57 - 12:58
si Nah si ini.
13:01 - 13:05
Apa yang dapat dilakukan anak sendiri adalah tingkat perkembangannya.
13:06 - 13:10
Nah, di situ contohnya adalah pada saat anak sedang mencuci
13:11 - 13:13
piring, anak bisa mencuci sepiring sendiri.
13:14 - 13:18
Lalu kegiatan di sebelahnya yaitu anak yang sedang mencuci piring
13:19 - 13:20
dibantu oleh orang tuanya.
13:21 - 13:27
Dan disini zona perkembangan maksimal merujuk pada perbedaan antara apa
13:27 - 13:30
yang dapat dilakukan sendiri oleh anak dan apa yang dapat
13:31 - 13:36
diselesaikan dengan mediasi atau bantuan orang dewasa maupun yang lebih
13:36 - 13:43
mampu. Itu menurut teori Interaksionis dalam pemerolehan bahasa.
13:45 - 13:52
Nah, itu tadi adalah teori teori pemerolehan bahasa yang sering
13:53 - 13:57
kita lihat atau yang sering kita dengarkan.
See full transcript