Solutions
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
Lanjutan Mata Kuliah Penyidikan dan Penuntutan (3)
BW
by
bambang waluyo
·
13 views
·
Updated Aug 12, 2021
Share
Embed
Re-use content
Create your own
Chapters
00:00
Chapter 1
01:14
Chapter 2
02:49
Chapter 3
04:41
Chapter 4
05:42
Chapter 5
07:48
Chapter 6
07:51
Chapter 7
07:53
Chapter 8
07:56
Chapter 9
09:07
Chapter 10
09:50
Chapter 11
Audio Transcript
Auto-generated
00:00 - 00:01
iya warga sekalian.
00:02 - 00:04
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:05 - 00:09
Salam Sejahtera UMS, Swastiastu Salom.
00:11 - 00:16
Salam sehat salam bila negara kita teruskan kuliah kita terkait
00:17 - 00:18
penyidikan dan penuntutannya.
00:20 - 00:25
Nah, di dalam penyidikan seperti yang pernah disampaikan, itu adalah
00:26 - 00:28
serangkaian tindakan penyidik.
00:30 - 00:38
Untuk intinya ya mengumpulkan bukti bukti sehingga bisa ditetapkan tersangka
00:39 - 00:44
nya. Tentu saja di dalam pelaksanaan penyidikan itu akan dilakukan
00:46 - 00:51
hal hal yang bersifat seperti upaya paksa.
00:52 - 00:55
Tentu saja upaya paksa nya juga harus berdasar undang undang.
00:56 - 01:00
Nah di dalam tindakan penyidikan itu untuk kelengkapan berkas, kalau
01:01 - 01:08
kapan alat bukti kelengkapan keterangan saksi, kemudian juga keterangan tersangka
01:09 - 01:12
dan sebagainya itu ada namanya upaya paksa.
01:13 - 01:17
Bentuk bentuk upaya paksa misalnya kaitannya dengan penangkapan.
01:19 - 01:25
Nah, apabila ada suatu peristiwa pidana, kemudian juga ada pelaporan
01:25 - 01:32
pengaduan dan sebagainya, atau mungkin juga TERTANGKAP tangan, maka penegak
01:32 - 01:36
hukum bisa melakukan penangkapan selamanya.
01:36 - 01:39
Berapa yang lamanya satu kali dua puluh empat jam?
01:40 - 01:41
Apakah itu di?
01:42 - 01:47
Nanti kalau ada bukti permulaan yang CUKUP bisa di tindak
01:47 - 01:48
lanjuti ke penahanan.
01:50 - 01:54
Bukti permulaan yang CUKUP itu adalah dua alat musi.
01:54 - 02:02
Ya Tentu saja dengan penangkapan tadi diperlukan profesionalitas dan integritas
02:03 - 02:03
penegak hukum.
02:04 - 02:04
Karena apa?
02:05 - 02:10
Karena kalau tidak profesional dan integritas nya kurang, tentu saja
02:10 - 02:10
hal ini akan.
02:12 - 02:19
Selain tidak berhasil secara yuridis juga dinyatakan melanggar hak tersangka
02:20 - 02:21
atau melanggar HAM.
02:23 - 02:26
Pihak pihak yang terkait dengan perkara itu tadi itu katanya
02:27 - 02:32
dengan penangkapan tentu saja penangkapan juga itu diatur di dalam
02:33 - 02:33
kau, hah?
02:33 - 02:37
Ya misalnya pasal satu butir dua puluh tahu hak dan
02:37 - 02:40
sebagainya. Dan nanti di dalam bola sudah.
02:42 - 02:48
Selanjutnya nanti kita jelaskan terkait dengan kemudian selain penangkapan juga
02:49 - 02:51
berikutnya adalah penahanan.
02:52 - 02:56
Tadi saya katakan setelah ada penangkapan maka nanti ditindak lanjuti
02:57 - 02:57
dengan penahanan.
02:58 - 03:05
Apabila terdapat bukti permulaan yang CUKUP artinya dua alat bukti
03:05 - 03:10
itu. Ini pengertian penahanan itu juga di pasal satu angka
03:11 - 03:13
dua, satu kawat dan juga nanti juga ada di pasal
03:15 - 03:16
dua puluh satu dan sebagainya.
03:18 - 03:18
Karena apa?
03:19 - 03:24
Karena penahanan ini juga terkait dengan hak asasi manusia.
03:26 - 03:31
Terkait dengan hal yuridis, terkait juga hal hal yang berkaitan
03:31 - 03:35
dengan hukum acara pidana, ya itu syaratnya dasaran sungai.
03:37 - 03:39
Objektif ya SETIAP tim dan objektif.
03:40 - 03:49
Nah subyektif itu misalnya dikhawatirkan melarikan diri, dikhawatirkan mengulang, dikhawatirkan
03:49 - 03:52
menghilangkan barang bukti itu subjektif ya.
03:53 - 03:58
Kemudian kalau objektifnya ya setidaknya memang ancamannya lima tahun ke
03:58 - 04:03
atas, tiga tahun ke atas ataupun memang oleh undang undang
04:04 - 04:06
itu bisa dilakukan penahanan.
04:07 - 04:16
Jadi penahanan itu tidak sembarangan, tidak SETIAP penegakan hukum SETIAP
04:17 - 04:19
penyidikan bisa dilakukan penahanan.
04:20 - 04:21
Karena apa?
04:21 - 04:25
Karena harus memenuhi syarat subjektif dan rupiah tim tadi.
04:26 - 04:31
Nah mengenai lamanya kalau penyidikan sudah kita sampaikan empat puluh
04:31 - 04:36
hari dan kalau belum selesai bisa diminta kan perpanjangan penahanan
04:37 - 04:40
selama dua puluh hari ke Jaksa penuntut umum.
04:41 - 04:46
Kemudian berikutnya juga upaya paksa itu ada penggeledahan ya pernikahan
04:47 - 04:53
itu juga merupakan hak dari penegak hukum penyidik ya tentu
04:53 - 04:59
saja meskipun itu tapi juga penyidik harus juga memenuhi kewajibannya.
05:00 - 05:00
Artinya apa?
05:02 - 05:08
Ya tentu saja dengan ketika ya itu sering kali itu
05:08 - 05:13
juga harus ada pemberitahuan ke dan sebagainya.
05:15 - 05:19
Kenapa? Karena pemberitaan itu kan juga memasuki rumah pekarangan dari
05:21 - 05:26
ya pihak itu hamnya seseorang sehingga perlu ada terkait dengan
05:27 - 05:31
etika dan mungkin juga ada saksi saksi dan sebagainya itu
05:31 - 05:33
katanya dengan pemerintahan.
05:34 - 05:38
Jadi perbedaan itu bisa pernikahaan rumah, bisa juga memberikan terkait
05:39 - 05:41
dengan hal hal yang terkait dengan itu.
05:42 - 05:48
Kemudian berikutnya juga ada namanya penyitaan ya penyitaaan itu.
05:49 - 05:53
Penyitaan itu bisa penyitaan kaitannya dengan orang bukti ya bisa
05:53 - 06:00
surat, bisa orang orang yang terkait dengan perkaranya, terkait dengan
06:00 - 06:05
tindak pidananya, atau mungkin juga hasil dari tindak pidana ya
06:06 - 06:09
atau bisa juga sebagai alat tindak pidana.
06:09 - 06:14
Jadi penciptaan gitu yang terkait dengan hasil tindak pidana, terkait
06:15 - 06:23
dengan apa alat untuk melakukan kejahatan dan juga hasil dari
06:24 - 06:27
kejahatan itu bisa dilakukan penyitaan.
06:28 - 06:33
Tentu saja itu semua juga sudah diatur di dalam ya,
06:33 - 06:34
bisa pasal jika sembilan dan sebagainya.
06:36 - 06:41
Nah ini juga kembali lagi bahwa penegak hukumnya atau penyidiknya
06:42 - 06:44
harus profesional dan punya integritas.
06:46 - 06:47
Karena apa?
06:47 - 06:51
Karena tidak profesional nanti benda benda atau barang yang disita
06:52 - 06:57
tidak ada hubungannya dengan perkara yang nanti menjadi hal yang
06:58 - 07:05
bisa membatalkan atau bisa apa namanya, bisa tidak menguatkan jaawaan,
07:06 - 07:09
tidak menguatkan sidang dan sebagainya.
07:10 - 07:17
Oleh karena itu profesionalitas dibutuhkan untuk penyitaan ini dan tentu
07:17 - 07:19
saja juga tadi integritas.
07:20 - 07:26
Karena ini penyitaan juga terkait hak asasi orang, hak asasi
07:27 - 07:27
pihak pihak tertentu.
07:29 - 07:33
Sehingga integritas tadi juga harus dibarengi dengan etika dan sebagainya.
07:34 - 07:40
Jadi bukan karena penegak hukum melakukan penyitaan terus sembarangan, terus
07:41 - 07:45
melakukan kekerasan, senang menang itu tidak boleh.
07:46 - 07:54
Kemudian berikutnya terkait juga nanti hasil hasil penyitaan hasil hasil
07:54 - 08:00
penyitaan itu nanti harus dibuatkan berita acara ya artinya penyitaan
08:01 - 08:06
dan sebagainya tadi ya ada pemerintahan, penyitaan, penahanan itu juga
08:06 - 08:12
harus dilengkapi surat perintah, harus dilengkapi nanti berita acara ya
08:13 - 08:18
surat perintah kepada penyidik nya siapa dan sebagainya ya.
08:18 - 08:23
Kemudian juga nanti harus ada berita acara berita acara penciptaan
08:24 - 08:25
itu diperlukan.
08:26 - 08:33
Selain untuk kopi, aktivitas juga itu suatu administrasi untuk peradilan
08:34 - 08:38
ya untuk bukti bahwa sudah ada penciptaan barangnya dan sebagainya.
08:39 - 08:46
Ya karena apabila penyitaan itu tidak sesuai dengan fakta dan
08:46 - 08:57
sebagainya sehingga menimbulkan kerugian bagi apa, tersangka misalnya tentu saja
08:57 - 09:01
bisa dilakukan tindakan hukum oleh tersangka tadi.
09:02 - 09:09
Kemudian kita berlanjut ke pra peradilan ya pra peradilan dan
09:09 - 09:18
ini pra peradilan itu intinya merupakan hak dari tersangka ya
09:19 - 09:22
dalam hal ini tersangka untuk mengajukan praperadilan.
09:23 - 09:29
Kalau misalnya MENGANGGAP bahwa tindakan penegak hukum tidak sesuai dengan
09:30 - 09:34
hukum yang ada ya pra peradilan peras ini mohon maaf
09:34 - 09:40
tulisan saya harusnya praya pra peradilan, pra peradilan, artinya sebelum
09:41 - 09:43
peradilan ya sebelum peradilan.
09:45 - 09:50
Nah ini praperadilan itu bisa kita lihat di misalnya pasal
09:51 - 09:55
satu butir sepuluh, kalau bisa kemudian pasal tujuh sampai delapan
09:55 - 10:02
tiga juga ada ya kemudian juga peradilan tadi saya ulangi
10:02 - 10:04
lagi itu sebelum peradilan.
10:05 - 10:14
Intinya adalah peradilan yang terkait dengan pemeriksaan dari tersangka terkait
10:15 - 10:20
dengan memberikan penyitaaan ya penangkapan, penahanan dan sebagainya.
10:21 - 10:25
Dan memang ini di dalam praktek ada perkembangan ya.
10:26 - 10:33
Nanti ada putusan Mahkamah Konstitusi yang berkembang untuk perluasan objek
10:33 - 10:40
praperadilan ya Upiak pra peradilan ya dulu kan apa pengertian
10:41 - 10:43
penyidikan, penuntutan, penahanan dan sebagainya.
10:44 - 10:51
Kemudian ada penambahan pra praperadilan itu pihaknya misalnya penetapan tersangka
10:52 - 10:58
dan sebagainya itu terkait nanti ada apa wewenang dari.
11:00 - 11:05
Kemudian wewenang praperadilan apa yaitu di dalam tadi pasal satu
11:05 - 11:08
butir sepuluh dan pasal tujuh, tujuh dan sampai delapan tiga
11:09 - 11:17
gitu ya kewenangan pengadilan untuk memeriksa sah tidaknya ya penangkapan,
11:17 - 11:24
penahanan, penghentian penyidikan, penuntutan dan sebagainya itu.
11:25 - 11:30
Itu katanya wewenang awalnya, kemudian juga yang berguna mengajukan praperadilan
11:31 - 11:34
siapa ya antara lainnya tersangka penasehat hukumnya.
11:35 - 11:38
Ya sebenarnya juga nanti ada keluarga dan sebagainya ya.
11:39 - 11:47
Nah kemudian acara pra peradilan itu biasanya dilakukan sekitar tujuh
11:48 - 11:52
hari, sudah harus ada putusan praperadilan, sudah ada pra peradilan,
11:52 - 11:54
putusannya kenapa?
11:55 - 11:59
Ya karena namanya sebelum peradilan sehingga perlu cepat.
12:00 - 12:05
Nah gugurnya pemeriksaan pra peradilan yaitu ketika hukumnya itu ketika
12:07 - 12:14
perkara sudah dilimpahkan ke pengadilan oleh penuntut umum dan sudah
12:14 - 12:18
di periksa sidang pertama ya.
12:19 - 12:25
Nah itu sebenarnya sebelumnya sebelum ada putusan itu sepanjang perkara
12:26 - 12:31
sudah dilimpahkan ke pengadilan ya pra peradilan bubur.
12:32 - 12:39
Tetapi dengan putusan maka harus sudah ada sidang pertama ya
12:40 - 12:43
sidang pertama diperiksa dimulai oleh hakim.
12:44 - 12:48
Nah itu baru apa ada gugurnya praperadilan.
12:49 - 12:54
Jadi ini ada perubahan, termasuk tadi putusan itu merubah Upiak
12:55 - 13:00
tadi ya penambahan rupiah, termasuk di dalamnya ada penentuan penetapan
13:01 - 13:06
tersangka itu juga opiat praperadilan dulunya tidak ya itu terkait
13:06 - 13:13
dengan putusan yaitu putusan sekitar tahun dua ribu empat belas
13:13 - 13:17
putusan tahun dua ribu empat belas.
13:18 - 13:24
Dan putusan itu juga mengandung selain perubahan juga kemajuan sehingga
13:25 - 13:27
penegak hukum tidak sembarangan.
13:28 - 13:34
Sehingga penegak hukum lebih berhati hati untuk menetapkan seseorang menjadi
13:35 - 13:42
tersangka, kemudian pemerintahan, penciptaan dan sebagainya yang sebelumnya itu bukan
13:42 - 13:45
sebagai Upiak pra peradilan.
13:46 - 13:53
Jadi dengan putusan itu pra peradilan menjadi lebih luas yaitu
13:53 - 13:58
sekitar ada lima ya kita ada lima selain yang sudah
13:58 - 14:02
ada itu ada kaitanya pemerintahan tadi, kemudian penetapan tersangka dan
14:03 - 14:05
sebagainya itu terkait dengan putusan.
14:06 - 14:10
Nah ini manfaat putusan yang bapa yaitu untuk membawa penegak
14:11 - 14:16
hukum lebih profesional, integritas dan bertanggung jawab.
14:17 - 14:22
Dan tentu saja hak hak tersangka menjadi lebih kuat karena
14:22 - 14:26
selama ini kan DIANGGAP KOPIAH Nah tentu saja dengan proses
14:27 - 14:34
dua proses LU maka tersangka terdakwa Saipul negara sama kedudukannya
14:35 - 14:37
dengan pihak pihak yang lain.
14:38 - 14:45
Nah itu artinya bahwa kita bukan apa inkuisitor lagi, tetapi
14:45 - 14:52
sudah agus doktor atau diproses nol terkait dengan putusan bahkan
14:52 - 14:56
putusan bukan hanya satu, mungkin tiga ya terkait dengan pra
14:56 - 14:57
pra Dilan
See full transcript