Solutions
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
Keterampilan Refleksi
ER
by
endah rahmawati
·
18 views
·
Updated Nov 12, 2021
Share
Embed
Re-use content
Create your own
Chapters
00:00
Keterampilan Refleksi
00:52
Refleksi adalah keterampilan konselor untuk dapat memantulkan kembali pikiran dan perasaan konseli
02:02
Bentuk refleksi : 1. Refleksi of thingking 2. Refleksi of feeling
02:22
Refleksi of Thinking / Content
02:41
Ungkapan kembali pikiran, ide, gagasan, yang secara eksplisit dan jelas diungkapkan oleh konseli
02:57
Chapter 6
04:03
Chapter 7
04:14
Refleksi of feeling
04:23
Chapter 9
04:35
Contoh: Konseli : Aku benci sama Ibu Konselor: Jadi kamu membenci ibumu (restatement) Konselor: Ja
04:57
Chapter 11
Audio Transcript
Auto-generated
00:01 - 00:05
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang bapak Ibu.
00:07 - 00:08
Tiga
00:08 - 00:09
dua ya.
00:09 - 00:11
Semoga dalam keadaan sehat
00:11 - 00:13
tidak kalau kurang suatu apapun
00:14 - 00:15
pada kesempatan
00:16 - 00:17
hari ini
00:17 - 00:18
pilihan
00:19 - 00:22
hari ini setelah kemarin bahwa itu sudah melaksanakan
00:23 - 00:26
kembali lagi akan membahas mengenai keterampilan
00:27 - 00:28
dalam komunikasi konseling
00:29 - 00:30
yang dibutuhkan oleh.
00:31 - 00:31
Oh ya
00:31 - 00:32
untuk membantu
00:33 - 00:35
konseli di dalam proses konseling,
00:35 - 00:37
yaitu keterampilan refleksi,
00:37 - 00:38
refleksi.
00:39 - 00:40
Nah, bapak ibu mungkin
00:41 - 00:42
bisa melihat
00:42 - 00:45
atau mendefinisikan ya berdasarkan
00:46 - 00:50
refleksi itu. Apa refleksi itu kan memantulkan begitu, ya?
00:51 - 00:52
Nah, di dalam
00:53 - 00:57
konseling refleksi itu adalah keterampilan konselor
00:58 - 01:03
untuk dapat memantulkan kembali pikiran dan perasaan fungsi.
01:04 - 01:08
Jadi apa yang disampaikan, Apa yang dirasakan
01:09 - 01:11
oleh si konsen dengan
01:11 - 01:14
konselor itu bisa mengungkapkannya kembali.
01:15 - 01:17
Pengungkapan kembali itu bisa berupa parafrasa,
01:18 - 01:19
bisa berupa
01:19 - 01:20
di Staten.
01:20 - 01:23
Tapi kalau di dalam konseling ya lebih baik
01:23 - 01:25
kau bagusnya itu adalah
01:25 - 01:28
paravasu. Karena dengan parafrasa itu berarti
01:29 - 01:31
si konselor itu memang benar benar
01:31 - 01:34
memahami apa yang disampaikan apa yang dirasakan
01:34 - 01:36
karena para perasaan ibu kan mengungkapkan
01:36 - 01:39
kembali apa yang disampaikan oleh konseling
01:40 - 01:41
pikirannya, Perasaannya
01:42 - 01:43
sesuai dengan bahasa
01:44 - 01:48
si konselor itu sendiri nanti. Tapi tidak mengurangi makna yang ada. Ya,
01:50 - 01:51
tapi bahasanya saja yang
01:52 - 01:52
berbeda.
01:53 - 01:57
Nah, di dalam definisi ini terlihat bahwa bentuk fleksi itu ada dua
01:58 - 01:58
bapak ibu ya
01:59 - 02:01
yang berupa pikiran dan juga
02:01 - 02:01
merasa.
02:03 - 02:05
Nah, tentu refleksi itu ada tua
02:05 - 02:08
dan friksi of thing in all of reflection
02:08 - 02:11
of thingking dan juga reflection of filling.
02:11 - 02:13
Menampilkan apa yang dipikirkan
02:14 - 02:16
dan membenturkan apa yang dirasa.
02:17 - 02:18
Apa perbedaannya?
02:18 - 02:21
Mungkin bapak ibu bisa memahami nanti
02:22 - 02:23
definisi
02:23 - 02:24
wah ini ya
02:25 - 02:27
b lack of thingking
02:27 - 02:31
mengungkapkan kembali apa yang dipikirkan,
02:32 - 02:33
apa yang
02:33 - 02:36
ada idenya itu gagasannya apa
02:37 - 02:37
secara
02:38 - 02:40
eksplisit dan jelas diungkapkan oleh
02:41 - 02:42
konseling
02:43 - 02:43
ini? Ya
02:44 - 02:45
ungkapan membari
02:45 - 02:50
pikiran menyidiki kesan yang telah diungkapkan tadi secara jelas oleh
02:51 - 02:51
asli
02:53 - 02:54
pada konser,
02:54 - 02:57
nggak mungkin bapak ibu bisa melihat contoh nya nih.
02:59 - 03:00
Nah, contoh
03:00 - 03:01
konseling
03:02 - 03:05
ebuku sudah tidak menyayangi ku
03:05 - 03:05
lagi.
03:06 - 03:10
Nah, ini kaunselor merefleksikan buru Paris. Temen
03:11 - 03:12
kamu pikir
03:12 - 03:14
ibu mu sudah tidak menyayangi?
03:15 - 03:16
Nah, ini kan hanya
03:17 - 03:20
mengulang apa yang diucapkan ya
03:21 - 03:24
apa yang diucapkan oleh si konseling.
03:24 - 03:25
Tapi kalau yang
03:26 - 03:27
para fresh
03:27 - 03:28
kamu pikir
03:29 - 03:31
ibu sudah tidak mencintai, mulai.
03:32 - 03:32
Nah,
03:33 - 03:38
bahasanya berbeda karena menggunakan bahasa konseptual TETAP maknanya bersama,
03:38 - 03:40
mencintai dan juga
03:40 - 03:41
menyayangi.
03:42 - 03:42
Kalau
03:42 - 03:45
dengan yang di statemen melihat
03:46 - 03:47
benar itu
03:47 - 03:50
tidak benar, memahami hanya mengulang apa yang disampaikan.
03:50 - 03:52
Tapi kalau dengan para frasa
03:52 - 03:53
itu kan dia
03:55 - 03:57
lima belas bulan memahami.
03:57 - 04:00
Kemudian dia mengungkapkan kembali dengan bahasa yang dimiliki oleh si.
04:03 - 04:06
Nah, yang selanjutnya adalah Reflection of
04:06 - 04:07
Peeling
04:08 - 04:08
menyaksikan
04:09 - 04:13
memantulkan kembali apa yang dirasakan oleh SSE.
04:14 - 04:14
Kondisi
04:16 - 04:18
reaksi of film
04:18 - 04:22
karena yang dirasakan sedih, marah, kecewa, takut.
04:24 - 04:25
Nah
04:25 - 04:30
menentukan kembali perasaan konser ini yang diungkapkan secara ekspresi
04:30 - 04:32
eksplisit dan jelas.
04:32 - 04:34
Saya duduk ungkapkan kembali oleh
04:34 - 04:35
Hansel.
04:36 - 04:41
Seperti yang sudah saya katakan tadi, redaksi ini bisa menjadi
04:42 - 04:44
cara untuk kita
04:44 - 04:49
konselor itu menunjukkan simpati nya itu bisa dengan merefleksikan
04:49 - 04:50
perasaan
04:52 - 04:53
dari sih
04:53 - 04:53
konsen.
04:54 - 04:57
Nah contoh dari refleksi
04:58 - 04:59
pilin
05:00 - 05:01
aku benci sama ibu
05:02 - 05:03
saya mengatakan itu,
05:04 - 05:05
kemudian
05:05 - 05:07
konselornya Resta.
05:08 - 05:09
Jadi kamu menjadi ibu.
05:10 - 05:12
Nah ini kan sebenarnya tidak
05:13 - 05:17
perlu ditanyakan ya, karena nanti kalau saya sudah mengatakan aku benci sama ibu,
05:17 - 05:18
masih ditanyakan lagi.
05:19 - 05:22
Nah, konselor yang baik akan melakukan para presiden,
05:22 - 05:23
salah satunya adalah
05:24 - 05:24
jadi
05:24 - 05:27
kamu sangat marah pada ibumu.
05:28 - 05:30
Berbeda ini ya
05:31 - 05:33
bisa benci itu dalam artian
05:33 - 05:37
marah ya bukan berarti benci yang benar benar benci karena
05:38 - 05:39
sebenci bencinya anak
05:40 - 05:41
sama ibunya ya
05:41 - 05:42
bukan berarti kebencian
05:44 - 05:46
sampai tidak mau kena lagi dan lain sebagainya.
05:47 - 05:48
Ini nih bapak ibu
05:49 - 05:53
bisa terlihat jelas perbedaannya. Provision of filling maupun
05:53 - 05:53
mesin.
05:55 - 05:56
Dengan refleksi
05:57 - 06:00
berisikan perasaan difleksikan pikiran kita bisa
06:00 - 06:02
menunjukkan empati kita kepada
06:03 - 06:04
konser.
06:04 - 06:06
Konser ini akan sangat membutuhkan
06:07 - 06:11
empati ini ya untuk mendukung dia memotivasi dia
06:11 - 06:14
merasa bahwa dia itu ada yang berdoa, likan merasa dia
06:15 - 06:16
ada yang
06:17 - 06:18
menolong
06:19 - 06:19
dengan sebagai.
06:21 - 06:25
Mungkin nanti bapak ibu bisa latihan ya sama temannya
06:25 - 06:29
sesama semester tiga dua, atau mungkin jumlah
06:30 - 06:31
console
06:33 - 06:34
bisa
06:34 - 06:37
muridnya atau yang artinya untuk
06:38 - 06:40
belajar tentang keterampilan keterampilan
06:41 - 06:41
ini.
06:42 - 06:42
Nah
06:43 - 06:44
namanya nanti
06:44 - 06:48
ibu ketika UAS bisa mempraktekkan
06:48 - 06:49
keterampilan keterampilan
06:50 - 06:53
konseling yang sudah diajarkan dari awal,
06:53 - 06:58
dari attending, kemudian mendengarkan pertanyaan, kemudian empati,
06:59 - 07:01
jenuh Nien, kemudian
07:01 - 07:03
refleksi dan nanti kita
07:03 - 07:04
sembilan
07:04 - 07:05
yang
07:05 - 07:05
lain.
07:06 - 07:08
Terima kasih atas waktunya,
07:09 - 07:13
mohon maaf jika ada salah kan kurang. Saya telah menyampaikan materi,
07:13 - 07:16
terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
See full transcript