Metode Gravitasi

JP
by Juni Putri Rizki4 views·Updated Nov 26, 2022

Chapters

Audio TranscriptAuto-generated

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  2. Perkara Kamis
  3. Pada video kali ini saya akan menjelaskan mengenai Donal
  4. permodalan dan analisa struktur bawah permukaan dana
  5. aspek panas bumi kepayang berdasarkan metode gaya berat.
  6. Proses pada
  7. final ini ada empat, yang pertama aku sisi data yang kedua puluh
  8. pengolahan data
  9. yang ketiga
  10. film sering data anomali dan yang keempat adalah interpretasi
  11. untuk aku Sisi. Data
  12. ini dilakukan di Kabupaten Kepayang.
  13. Kabupaten supaya memiliki luas
  14. enam puluh enam ribu lima ratus hektar dengan luas daerah penelitian
  15. dua belas kali delapan KI Lama cat yang berada di dekat
  16. Gunung Papa.
  17. Selanjutnya untuk pengolahan data
  18. pada pengolahan data ini menggunakan data gaya berat sekunder
  19. yang diubah menjadi peta kontur anomali Bogor
  20. dengan format plester.
  21. Nah pada
  22. pengolahan datang gunakan
  23. tiga Petah, yang pertama
  24. peta anomali Bogor,
  25. lalu Parta Geologi.
  26. Lalu peta topografi
  27. untuk server yang digunakan adalah global Netter,
  28. server
  29. Microsoft Office, Excel,
  30. No More,
  31. dan Googlemap
  32. Graf
  33. lanjutnya.
  34. Film Sering data Anomali Panasel sering datang kemari itu terdapat
  35. empat analisis.
  36. Yang pertama,
  37. analisis spektrum analis ini digunakan untuk menentukan nilai lebar jendela
  38. yang nilainya sembilan belas poin sembilan belas.
  39. Nah, pada proses ini, peta anomali di Bogor di bagi menjadi empat lintasan,
  40. lalu di transformasi
  41. dengan Fourier
  42. dengan menggunakan software
  43. lemari.
  44. Selanjutnya adalah
  45. film sering datang kembali pada pemisahan anomali regional
  46. kedua.
  47. Nah, anammelek nya yang berat di filter
  48. dengan menggunakan metode moving ferry
  49. dengan menggunakan filter bikin,
  50. lalu menghasilkan frekuensi dan diubah menjadi lebar jendela.
  51. Yang ketiga, ada analisis se convert Iko dari
  52. atau.
  53. Pada proses ini petahana Mali Bogor
  54. serta anomali regional dan petahana Male Rising
  55. Residual.
  56. Nilai anomali nya bernilai nol.
  57. Jika nilai anomali nol,
  58. maka
  59. akan terjadi patahan
  60. selanjutnya.
  61. Pemodelan bahwa permukaan
  62. untuk permodelan bahwa permukaan
  63. peta anomali Bogor dan peta residual
  64. dilakukan pemodelan tiga dimensi
  65. dengan metode invers model ying
  66. dengan menggunakan
  67. graft riding.
  68. Nah,
  69. metode invers model lengan itu digunakan
  70. untuk melihat struk terbawa permukaan sana
  71. berdasarkan
  72. sebaran densitasnya,
  73. lalu interpretasi.
  74. Nah, interpretasi pada gambar
  75. enam belas terlihat bahwa
  76. nilai topografi di daerah kepayang berkisar lima
  77. ratus hingga seribu enam ratus meter.
  78. Daerah tertingginya
  79. berada di daerah utara dengan ketinggian
  80. seribu lima ratus sembilan puluh enam meter
  81. yang per kemungkinan daerah tersebut merupakan daerah vulkanik.
  82. Sementara untuk daerah
  83. terendah itu berada di arah barat daya.
  84. Pada gambar
  85. tujuh belas terlihat anomali boger,
  86. nilai anomali di daerah tersebut berkisar tiga
  87. puluh delapan hingga tujuh puluh empat meninggal
  88. untuk anammelek tertinggi yaitu enam tiga koma dua
  89. hingga tujuh puluh empat meninggal di arah barat daya.
  90. Sementara untuk anammelek terindah yaitu berada pada
  91. tiga puluh delapan hingga empat puluh tujuh meninggal
  92. di arah utara.
  93. Pendeknya analisis spektrum.
  94. Nah, pada analisis spektrum
  95. yang dilakukan menggunakan
  96. sesuatu memberi
  97. diperloleh
  98. terinfeksi, Doel dan tren regional
  99. yang berbeda dan
  100. TIAP lintasan lintasan yang dibuat
  101. di sini terdapat ada empat lintasan
  102. terlihat pada
  103. seperti pada tabel
  104. selanjutnya pada gambar dua puluh tiga
  105. anomali regional
  106. memiliki nilai berkisar empat puluh tiga hingga enam puluh delapan meninggal.
  107. Untuk Ana Malik
  108. terendah yaitu berada di daerah utara
  109. berkisar
  110. empat puluh tiga hingga empat puluh sembilan meninggal,
  111. Sementara anammelek tertinggi berada di area
  112. tenggara
  113. dan
  114. arah barat daya
  115. berkesadaran lima puluh delapan hingga enam puluh delapan meninggal.
  116. Daerah timur
  117. diduga sebagai sumber panas
  118. karena memiliki nilai anomali gaya berat
  119. dan topografi tinggi.
  120. Nah,
  121. pada anomali rasi Dual bisa dilihat pada
  122. gambar dua puluh empat terlihat bahwa anammelek terendah
  123. berada di
  124. pada skala
  125. warna biru
  126. di arah utara dan di arah barat daya
  127. yang
  128. nilainya berkisar minus tujuh hingga minus tiga koma lima meninggal.
  129. Sementara untuk anammelek tertinggi
  130. memiliki skala warna kuning, merah
  131. berada di tengah dan di barat daya
  132. berkisar
  133. satu hingga enam koma lima meninggal,
  134. lalu second vertikal dari pasif atau
  135. pada gambar dua puluh lima terlihat bahwa nilai
  136. LENGKAP memiliki kontrak sekitar minus tiga
  137. hingga empat
  138. Dan pada peta Bogor
  139. terdapat delapan patahan yang terdiri dari satu di arah barat daya
  140. tiga D I Barat dengan manifestasi berupa dua mata air panas,
  141. Lalu satu di tengah,
  142. dua di timur laut, dan
  143. satu di utara.
  144. Untuk gambar dua enam
  145. terlihat bahwa patahan pada peta menunjukkan patahan yang lebih dalam.
  146. Nilai
  147. regionalnya berkisar minus nol koma empat lima
  148. hingga nol koma tujuh lima meter.
  149. Pada gambar tersebut terdapat empat patahan,
  150. yang pertama di arah barat daya dengan manifestasi dua mata air panas.
  151. Yang kedua berada di bagian tengah,
  152. sejajar dengan arah sesar Sumatera.
  153. Yang ketiga ada di arah utara
  154. dengan manifestasi matiin panasan koma roll
  155. yang keempat ada di arah timur laut.
  156. Selanjutnya pada gambar dua tujuh terlihat bahwa
  157. gambar tersebut memiliki kontras
  158. dengan nilai sekitar minus
  159. dua koma lima hingga empat meninggal
  160. meter
  161. kuadrat.
  162. Lalu terdapat delapan patahan, satu patahan di barat daya, tiga patahan di barat
  163. ya dengan dua mata air panas,
  164. lalu satu patahan di tengah,
  165. dua patahan di timur laut,
  166. dan satu patahan di utara
  167. berada pada bagian selatan gunung. Kabar yang terdapat
  168. mata air panas dan Kumar
  169. pada gambar dua delapan
  170. ternyata bahwa modal Tridi
  171. dari Anomali Bogor
  172. memiliki sebaran kontras Side Sintas. Daerah penelitian
  173. yang dilihat dari arah barat,
  174. timur, selatan,
  175. dan utara
  176. pada ketinggian seribu dua ratus sembilan puluh lima meter
  177. hingga sembilan
  178. minus sembilan ribu tujuh ratus lima meter.
  179. Kontravensi tas dari
  180. minus nol koma nol lima
  181. gram per sentimeter publik hingga satu koma
  182. tujuh belas gram per sentimeter publik.
  183. Nilai kontras identitas paling rendah berada pada warna biru di atas
  184. dengan nilai minus nol koma nol lima
  185. hingga
  186. nol koma lima belas gram per sentimeter kubik.
  187. Nilai kontrak
  188. identitas yang paling tinggi itu berada di pada bagian
  189. warna merah yang berada di bawah
  190. dengan nilai nol koma sembilan enam delapan
  191. gram per sentimeter publik hingga satu koma
  192. tujuh belas gram per sentimeter kubik.
  193. Selanjutnya, analisis struktur patahan berdasarkan modal Tridi dan peta
  194. ini terdapat pada gambar
  195. dua sembilan
  196. bahwa dari arah barat terdapat dua patahan
  197. yang terletak di arah barat dan arah barat
  198. daya daerah penelitian.
  199. Kesamaan struktur dari patahan tersebut
  200. berada pada arah Mbak
  201. pada arah barat dan barat daya
  202. dengan dua patahan yang mencapai kedalaman dua ratus
  203. hingga seribu tujuh ratus meter.
  204. Untuk gambar
  205. tiga puluh terdapat bahwa
  206. dari arah selatan terdapat empat patahan
  207. yang terletak di arah barat dan bagian tengah daerah penelitian.
  208. Sementara kesamaan struktur patahan pada arah barat daya daerah penelitian
  209. dan terdapat empat patahan yang mencapai kedalaman
  210. dua ratus hingga seribu tujuh ratus meter.
  211. Padahal nomor tiga satu terlihat bahwa dari arah utara terdapat satu patahan
  212. arah utara
  213. dari arah utara daerah penelitian.
  214. Lalu kesamaan struktur patahannya. Pada arah utara daerah penelitian,
  215. satu patahan
  216. mencapai kedalaman sekitar dua ratus meter.
  217. Lalu untuk gambar tiga dua
  218. bahwa
  219. dari arah
  220. selatan terdapat dua patahan,
  221. yaitu
  222. pada arah timur laut.
  223. Daerah penelitian
  224. untuk
  225. kesamaan struktur patahannya
  226. terdapat pada bagian tengah daerah penelitian.
  227. Untuk satu patahan mencapai kedalaman sekitar dua
  228. ratus hingga tiga ribu dua ratus meter.
  229. Untuk gambar tiga puluh tiga. Ini merupakan analisis dari sistem panas bumi.
  230. Nah, kriteria sistem panas bumi yang baik
  231. itu ada empat. Yang pertama, sumber panas
  232. di Serp Fort,
  233. lapisan tuduh dan suplai air
  234. data.
  235. Anomali residual digunakan dalam proses
  236. pemodelan inversi yang diharapkan dapat memperlihatkan
  237. sumber
  238. anomali dangkal
  239. baru. Untuk gambar tiga puluh empat
  240. menunjukkan bahwa kontras
  241. identitas dari minus nol koma dua tiga enam
  242. sampai
  243. nol koma nol sembilan delapan sembilan
  244. gram per senti meter kubik
  245. dengan kedalaman nol
  246. hingga empat ribu tujuh ratus lima meter.
  247. Untuk fasilitas terindah
  248. terdapat pada warna biru bagian atas dengan nilai nol koma nol
  249. tujuh hingga minus nol koma dua tiga gram per sentimeter.
  250. Publik
  251. yang diduga
  252. dan diduga
  253. sebagai reser poin
  254. dari panas bumi.
  255. Lalu selanjutnya untuk
  256. gambar tiga lima
  257. itu menunjukkan bahwa Nestor Port terletak di arah utara
  258. panen daerah penelitian
  259. dengan skala warna kuning serta lapisan lapisan
  260. penunjang lainnya yang berada di bagian bahwa.
  261. Lalu hasil Susi inversi trinya digunakan sebagai
  262. bahan perbandingan antara sepoi daerah Penelitian.
  263. Kesimpulan dari jurnal ini ada enam.
  264. Yang pertama,
  265. nilai anomali di daerah penelitian berkisar tiga
  266. delapan hingga tujuh puluh empat meninggal.
  267. Untuk anomali tertinggi berada pada enam puluh
  268. tiga koma dua hingga tujuh puluh empat meninggal
  269. pada arah barat
  270. daya daerah Penelitian
  271. untuk anomali terindah
  272. berada pada tiga puluh delapan hingga empat puluh tujuh, melegalkan
  273. di arah utara daerah penelitian.
  274. Hasil analisis
  275. ANOMALI BO GUM
  276. LENGKAP dan
  277. ANOMALI RESIDUAL memiliki gambaran hampir sama yaitu terdapat delapan patahan.
  278. Sementara pada
  279. regional
  280. terdapat patahan yang dalam yaitu empat petahana.
  281. Untuk zona yang diduga reservoir
  282. memiliki kontras densitas yaitu minus nol koma nol tujuh dua
  283. hingga
  284. minus nol koma dua tiga enam gram per sentimeter publik dengan kedalaman
  285. nol hingga empat ribu tujuh ratus lima meter.
  286. Sekian penjelasan dari saya untuk
  287. Jainal kali ini.
  288. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.