Solutions
Works with
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
Metode Gravitasi
JP
by
Juni Putri Rizki
·
4 views
·
Updated Nov 26, 2022
Share
Embed
Re-use content
Create your own
Chapters
00:00
Chapter 1
00:17
Chapter 2
00:33
Chapter 3
00:53
Chapter 4
01:26
Chapter 5
01:56
Chapter 6
02:16
Chapter 7
02:38
Chapter 8
03:08
Chapter 9
03:38
Chapter 10
04:04
Chapter 11
04:28
Chapter 12
05:07
Chapter 13
05:40
Chapter 14
06:10
Chapter 15
06:45
Chapter 16
07:22
Chapter 17
08:26
Chapter 18
09:00
Chapter 19
09:23
Chapter 20
09:45
Chapter 21
10:10
Chapter 22
10:37
Chapter 23
11:16
Chapter 24
11:43
Chapter 25
12:42
Chapter 26
Audio Transcript
Auto-generated
00:01 - 00:04
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:04 - 00:04
Perkara Kamis
00:06 - 00:09
Pada video kali ini saya akan menjelaskan mengenai Donal
00:09 - 00:12
permodalan dan analisa struktur bawah permukaan dana
00:12 - 00:15
aspek panas bumi kepayang berdasarkan metode gaya berat.
00:20 - 00:21
Proses pada
00:21 - 00:25
final ini ada empat, yang pertama aku sisi data yang kedua puluh
00:25 - 00:26
pengolahan data
00:26 - 00:27
yang ketiga
00:28 - 00:32
film sering data anomali dan yang keempat adalah interpretasi
00:36 - 00:37
untuk aku Sisi. Data
00:38 - 00:40
ini dilakukan di Kabupaten Kepayang.
00:40 - 00:42
Kabupaten supaya memiliki luas
00:43 - 00:47
enam puluh enam ribu lima ratus hektar dengan luas daerah penelitian
00:47 - 00:50
dua belas kali delapan KI Lama cat yang berada di dekat
00:50 - 00:51
Gunung Papa.
00:55 - 00:57
Selanjutnya untuk pengolahan data
00:59 - 01:02
pada pengolahan data ini menggunakan data gaya berat sekunder
01:02 - 01:05
yang diubah menjadi peta kontur anomali Bogor
01:06 - 01:07
dengan format plester.
01:08 - 01:08
Nah pada
01:09 - 01:10
pengolahan datang gunakan
01:11 - 01:12
tiga Petah, yang pertama
01:12 - 01:13
peta anomali Bogor,
01:14 - 01:15
lalu Parta Geologi.
01:16 - 01:17
Lalu peta topografi
01:17 - 01:20
untuk server yang digunakan adalah global Netter,
01:20 - 01:21
server
01:21 - 01:22
Microsoft Office, Excel,
01:22 - 01:23
No More,
01:23 - 01:24
dan Googlemap
01:24 - 01:25
Graf
01:29 - 01:29
lanjutnya.
01:30 - 01:34
Film Sering data Anomali Panasel sering datang kemari itu terdapat
01:35 - 01:36
empat analisis.
01:36 - 01:36
Yang pertama,
01:36 - 01:41
analisis spektrum analis ini digunakan untuk menentukan nilai lebar jendela
01:41 - 01:44
yang nilainya sembilan belas poin sembilan belas.
01:44 - 01:49
Nah, pada proses ini, peta anomali di Bogor di bagi menjadi empat lintasan,
01:49 - 01:50
lalu di transformasi
01:51 - 01:52
dengan Fourier
01:52 - 01:54
dengan menggunakan software
01:55 - 01:55
lemari.
01:58 - 01:59
Selanjutnya adalah
02:00 - 02:03
film sering datang kembali pada pemisahan anomali regional
02:03 - 02:04
kedua.
02:04 - 02:07
Nah, anammelek nya yang berat di filter
02:07 - 02:10
dengan menggunakan metode moving ferry
02:10 - 02:12
dengan menggunakan filter bikin,
02:12 - 02:16
lalu menghasilkan frekuensi dan diubah menjadi lebar jendela.
02:20 - 02:22
Yang ketiga, ada analisis se convert Iko dari
02:23 - 02:23
atau.
02:26 - 02:28
Pada proses ini petahana Mali Bogor
02:28 - 02:30
serta anomali regional dan petahana Male Rising
02:31 - 02:32
Residual.
02:33 - 02:35
Nilai anomali nya bernilai nol.
02:35 - 02:37
Jika nilai anomali nol,
02:37 - 02:37
maka
02:38 - 02:39
akan terjadi patahan
02:41 - 02:42
selanjutnya.
02:43 - 02:44
Pemodelan bahwa permukaan
02:45 - 02:47
untuk permodelan bahwa permukaan
02:47 - 02:50
peta anomali Bogor dan peta residual
02:51 - 02:53
dilakukan pemodelan tiga dimensi
02:53 - 02:55
dengan metode invers model ying
02:56 - 02:57
dengan menggunakan
02:57 - 02:58
graft riding.
02:59 - 02:59
Nah,
02:59 - 03:01
metode invers model lengan itu digunakan
03:01 - 03:04
untuk melihat struk terbawa permukaan sana
03:05 - 03:06
berdasarkan
03:06 - 03:08
sebaran densitasnya,
03:11 - 03:13
lalu interpretasi.
03:13 - 03:15
Nah, interpretasi pada gambar
03:15 - 03:17
enam belas terlihat bahwa
03:17 - 03:20
nilai topografi di daerah kepayang berkisar lima
03:20 - 03:22
ratus hingga seribu enam ratus meter.
03:23 - 03:24
Daerah tertingginya
03:25 - 03:27
berada di daerah utara dengan ketinggian
03:27 - 03:29
seribu lima ratus sembilan puluh enam meter
03:29 - 03:33
yang per kemungkinan daerah tersebut merupakan daerah vulkanik.
03:33 - 03:34
Sementara untuk daerah
03:35 - 03:38
terendah itu berada di arah barat daya.
03:40 - 03:41
Pada gambar
03:41 - 03:43
tujuh belas terlihat anomali boger,
03:44 - 03:47
nilai anomali di daerah tersebut berkisar tiga
03:47 - 03:49
puluh delapan hingga tujuh puluh empat meninggal
03:50 - 03:53
untuk anammelek tertinggi yaitu enam tiga koma dua
03:54 - 03:57
hingga tujuh puluh empat meninggal di arah barat daya.
03:57 - 04:00
Sementara untuk anammelek terindah yaitu berada pada
04:00 - 04:02
tiga puluh delapan hingga empat puluh tujuh meninggal
04:03 - 04:04
di arah utara.
04:06 - 04:09
Pendeknya analisis spektrum.
04:09 - 04:11
Nah, pada analisis spektrum
04:11 - 04:13
yang dilakukan menggunakan
04:14 - 04:15
sesuatu memberi
04:15 - 04:16
diperloleh
04:16 - 04:18
terinfeksi, Doel dan tren regional
04:18 - 04:19
yang berbeda dan
04:20 - 04:22
TIAP lintasan lintasan yang dibuat
04:23 - 04:25
di sini terdapat ada empat lintasan
04:25 - 04:26
terlihat pada
04:26 - 04:27
seperti pada tabel
04:30 - 04:32
selanjutnya pada gambar dua puluh tiga
04:33 - 04:35
anomali regional
04:36 - 04:40
memiliki nilai berkisar empat puluh tiga hingga enam puluh delapan meninggal.
04:40 - 04:41
Untuk Ana Malik
04:41 - 04:44
terendah yaitu berada di daerah utara
04:45 - 04:46
berkisar
04:46 - 04:48
empat puluh tiga hingga empat puluh sembilan meninggal,
04:49 - 04:51
Sementara anammelek tertinggi berada di area
04:51 - 04:52
tenggara
04:52 - 04:53
dan
04:53 - 04:54
arah barat daya
04:55 - 04:58
berkesadaran lima puluh delapan hingga enam puluh delapan meninggal.
04:59 - 05:00
Daerah timur
05:01 - 05:03
diduga sebagai sumber panas
05:03 - 05:06
karena memiliki nilai anomali gaya berat
05:06 - 05:07
dan topografi tinggi.
05:10 - 05:10
Nah,
05:10 - 05:12
pada anomali rasi Dual bisa dilihat pada
05:12 - 05:15
gambar dua puluh empat terlihat bahwa anammelek terendah
05:16 - 05:16
berada di
05:16 - 05:18
pada skala
05:18 - 05:19
warna biru
05:19 - 05:22
di arah utara dan di arah barat daya
05:22 - 05:23
yang
05:23 - 05:27
nilainya berkisar minus tujuh hingga minus tiga koma lima meninggal.
05:28 - 05:30
Sementara untuk anammelek tertinggi
05:30 - 05:33
memiliki skala warna kuning, merah
05:33 - 05:35
berada di tengah dan di barat daya
05:37 - 05:37
berkisar
05:38 - 05:40
satu hingga enam koma lima meninggal,
05:43 - 05:45
lalu second vertikal dari pasif atau
05:46 - 05:49
pada gambar dua puluh lima terlihat bahwa nilai
05:49 - 05:52
LENGKAP memiliki kontrak sekitar minus tiga
05:52 - 05:53
hingga empat
05:54 - 05:55
Dan pada peta Bogor
05:56 - 06:00
terdapat delapan patahan yang terdiri dari satu di arah barat daya
06:00 - 06:05
tiga D I Barat dengan manifestasi berupa dua mata air panas,
06:05 - 06:06
Lalu satu di tengah,
06:07 - 06:09
dua di timur laut, dan
06:09 - 06:10
satu di utara.
06:13 - 06:15
Untuk gambar dua enam
06:15 - 06:19
terlihat bahwa patahan pada peta menunjukkan patahan yang lebih dalam.
06:19 - 06:19
Nilai
06:20 - 06:23
regionalnya berkisar minus nol koma empat lima
06:23 - 06:25
hingga nol koma tujuh lima meter.
06:26 - 06:29
Pada gambar tersebut terdapat empat patahan,
06:29 - 06:33
yang pertama di arah barat daya dengan manifestasi dua mata air panas.
06:34 - 06:36
Yang kedua berada di bagian tengah,
06:36 - 06:38
sejajar dengan arah sesar Sumatera.
06:38 - 06:40
Yang ketiga ada di arah utara
06:41 - 06:44
dengan manifestasi matiin panasan koma roll
06:44 - 06:46
yang keempat ada di arah timur laut.
06:48 - 06:51
Selanjutnya pada gambar dua tujuh terlihat bahwa
06:53 - 06:55
gambar tersebut memiliki kontras
06:55 - 06:57
dengan nilai sekitar minus
06:58 - 07:00
dua koma lima hingga empat meninggal
07:01 - 07:01
meter
07:02 - 07:02
kuadrat.
07:03 - 07:08
Lalu terdapat delapan patahan, satu patahan di barat daya, tiga patahan di barat
07:08 - 07:11
ya dengan dua mata air panas,
07:11 - 07:13
lalu satu patahan di tengah,
07:13 - 07:14
dua patahan di timur laut,
07:15 - 07:16
dan satu patahan di utara
07:17 - 07:20
berada pada bagian selatan gunung. Kabar yang terdapat
07:20 - 07:22
mata air panas dan Kumar
07:25 - 07:27
pada gambar dua delapan
07:27 - 07:29
ternyata bahwa modal Tridi
07:29 - 07:31
dari Anomali Bogor
07:31 - 07:35
memiliki sebaran kontras Side Sintas. Daerah penelitian
07:36 - 07:37
yang dilihat dari arah barat,
07:37 - 07:39
timur, selatan,
07:39 - 07:39
dan utara
07:40 - 07:43
pada ketinggian seribu dua ratus sembilan puluh lima meter
07:43 - 07:45
hingga sembilan
07:45 - 07:47
minus sembilan ribu tujuh ratus lima meter.
07:48 - 07:50
Kontravensi tas dari
07:51 - 07:53
minus nol koma nol lima
07:53 - 07:56
gram per sentimeter publik hingga satu koma
07:56 - 07:57
tujuh belas gram per sentimeter publik.
07:58 - 08:03
Nilai kontras identitas paling rendah berada pada warna biru di atas
08:03 - 08:06
dengan nilai minus nol koma nol lima
08:06 - 08:07
hingga
08:07 - 08:10
nol koma lima belas gram per sentimeter kubik.
08:10 - 08:11
Nilai kontrak
08:12 - 08:16
identitas yang paling tinggi itu berada di pada bagian
08:16 - 08:17
warna merah yang berada di bawah
08:19 - 08:21
dengan nilai nol koma sembilan enam delapan
08:21 - 08:24
gram per sentimeter publik hingga satu koma
08:24 - 08:26
tujuh belas gram per sentimeter kubik.
08:29 - 08:33
Selanjutnya, analisis struktur patahan berdasarkan modal Tridi dan peta
08:34 - 08:36
ini terdapat pada gambar
08:36 - 08:37
dua sembilan
08:38 - 08:40
bahwa dari arah barat terdapat dua patahan
08:41 - 08:44
yang terletak di arah barat dan arah barat
08:44 - 08:45
daya daerah penelitian.
08:46 - 08:48
Kesamaan struktur dari patahan tersebut
08:49 - 08:51
berada pada arah Mbak
08:51 - 08:53
pada arah barat dan barat daya
08:55 - 08:58
dengan dua patahan yang mencapai kedalaman dua ratus
08:59 - 09:01
hingga seribu tujuh ratus meter.
09:03 - 09:04
Untuk gambar
09:04 - 09:06
tiga puluh terdapat bahwa
09:06 - 09:09
dari arah selatan terdapat empat patahan
09:09 - 09:12
yang terletak di arah barat dan bagian tengah daerah penelitian.
09:13 - 09:18
Sementara kesamaan struktur patahan pada arah barat daya daerah penelitian
09:18 - 09:21
dan terdapat empat patahan yang mencapai kedalaman
09:21 - 09:23
dua ratus hingga seribu tujuh ratus meter.
09:26 - 09:30
Padahal nomor tiga satu terlihat bahwa dari arah utara terdapat satu patahan
09:31 - 09:32
arah utara
09:33 - 09:35
dari arah utara daerah penelitian.
09:36 - 09:40
Lalu kesamaan struktur patahannya. Pada arah utara daerah penelitian,
09:40 - 09:41
satu patahan
09:42 - 09:45
mencapai kedalaman sekitar dua ratus meter.
09:48 - 09:50
Lalu untuk gambar tiga dua
09:50 - 09:51
bahwa
09:51 - 09:52
dari arah
09:52 - 09:54
selatan terdapat dua patahan,
09:55 - 09:55
yaitu
09:56 - 09:57
pada arah timur laut.
09:57 - 09:58
Daerah penelitian
09:58 - 09:59
untuk
09:59 - 10:01
kesamaan struktur patahannya
10:02 - 10:04
terdapat pada bagian tengah daerah penelitian.
10:05 - 10:08
Untuk satu patahan mencapai kedalaman sekitar dua
10:08 - 10:10
ratus hingga tiga ribu dua ratus meter.
10:13 - 10:18
Untuk gambar tiga puluh tiga. Ini merupakan analisis dari sistem panas bumi.
10:18 - 10:21
Nah, kriteria sistem panas bumi yang baik
10:21 - 10:24
itu ada empat. Yang pertama, sumber panas
10:24 - 10:25
di Serp Fort,
10:26 - 10:28
lapisan tuduh dan suplai air
10:28 - 10:29
data.
10:29 - 10:31
Anomali residual digunakan dalam proses
10:31 - 10:35
pemodelan inversi yang diharapkan dapat memperlihatkan
10:36 - 10:36
sumber
10:37 - 10:38
anomali dangkal
10:40 - 10:42
baru. Untuk gambar tiga puluh empat
10:42 - 10:44
menunjukkan bahwa kontras
10:44 - 10:48
identitas dari minus nol koma dua tiga enam
10:48 - 10:48
sampai
10:49 - 10:51
nol koma nol sembilan delapan sembilan
10:51 - 10:53
gram per senti meter kubik
10:53 - 10:55
dengan kedalaman nol
10:55 - 10:58
hingga empat ribu tujuh ratus lima meter.
10:59 - 11:00
Untuk fasilitas terindah
11:02 - 11:06
terdapat pada warna biru bagian atas dengan nilai nol koma nol
11:06 - 11:10
tujuh hingga minus nol koma dua tiga gram per sentimeter.
11:10 - 11:10
Publik
11:11 - 11:12
yang diduga
11:12 - 11:13
dan diduga
11:13 - 11:15
sebagai reser poin
11:15 - 11:16
dari panas bumi.
11:19 - 11:20
Lalu selanjutnya untuk
11:20 - 11:22
gambar tiga lima
11:22 - 11:26
itu menunjukkan bahwa Nestor Port terletak di arah utara
11:27 - 11:29
panen daerah penelitian
11:29 - 11:33
dengan skala warna kuning serta lapisan lapisan
11:33 - 11:35
penunjang lainnya yang berada di bagian bahwa.
11:35 - 11:39
Lalu hasil Susi inversi trinya digunakan sebagai
11:39 - 11:43
bahan perbandingan antara sepoi daerah Penelitian.
11:45 - 11:48
Kesimpulan dari jurnal ini ada enam.
11:48 - 11:48
Yang pertama,
11:48 - 11:52
nilai anomali di daerah penelitian berkisar tiga
11:52 - 11:53
delapan hingga tujuh puluh empat meninggal.
11:54 - 11:56
Untuk anomali tertinggi berada pada enam puluh
11:56 - 11:59
tiga koma dua hingga tujuh puluh empat meninggal
11:59 - 12:00
pada arah barat
12:00 - 12:02
daya daerah Penelitian
12:02 - 12:03
untuk anomali terindah
12:03 - 12:06
berada pada tiga puluh delapan hingga empat puluh tujuh, melegalkan
12:07 - 12:09
di arah utara daerah penelitian.
12:10 - 12:11
Hasil analisis
12:12 - 12:13
ANOMALI BO GUM
12:13 - 12:14
LENGKAP dan
12:14 - 12:19
ANOMALI RESIDUAL memiliki gambaran hampir sama yaitu terdapat delapan patahan.
12:20 - 12:20
Sementara pada
12:21 - 12:21
regional
12:22 - 12:25
terdapat patahan yang dalam yaitu empat petahana.
12:26 - 12:28
Untuk zona yang diduga reservoir
12:28 - 12:33
memiliki kontras densitas yaitu minus nol koma nol tujuh dua
12:33 - 12:33
hingga
12:34 - 12:38
minus nol koma dua tiga enam gram per sentimeter publik dengan kedalaman
12:38 - 12:41
nol hingga empat ribu tujuh ratus lima meter.
12:43 - 12:45
Sekian penjelasan dari saya untuk
12:45 - 12:47
Jainal kali ini.
12:47 - 12:49
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
See full transcript