Solutions
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
Video Kuliah Feedback IPK 2021 bag I
GA
by
Gisella Anastasia
·
1 view
·
Updated May 31, 2021
Share
Embed
Create your own
Chapters
00:00
Chapter 1
00:26
Chapter 2
00:33
Chapter 3
02:01
Chapter 4
02:02
Chapter 5
02:07
Chapter 6
02:09
Chapter 7
02:10
Chapter 8
02:12
Chapter 9
04:01
Chapter 10
04:03
Chapter 11
05:50
Chapter 12
06:22
Chapter 13
06:24
Chapter 14
06:27
Chapter 15
09:17
Chapter 16
09:18
Chapter 17
12:06
Chapter 18
12:07
Chapter 19
Audio Transcript
Auto-generated
00:02 - 00:05
Halo Andika di perkenalkan saya dokter disana Stasia.
00:06 - 00:10
Pada video kali ini saya akan memberikan kuliah mengenai umpan
00:10 - 00:10
balik konstruktif.
00:11 - 00:15
Jadi kita akan belajar mengenai apa itu kembali manfaatnya.
00:16 - 00:18
PRINSIP teknik pemberian umpan balik yang konstruktif.
00:19 - 00:24
Kemudian penjelasan mengenai tugas mandiri dan yang terakhir adalah referensi.
00:26 - 00:27
Kita awali dengan apa itu?
00:28 - 00:28
Empat milik konstruktif.
00:29 - 00:32
Mungkin kalian bingung, kalian sering mendengar umpan balik, tapi apa
00:32 - 00:37
itu maksudnya umpan balik yang konstruktif menurut SETIAP tahun dua
00:37 - 00:41
ribu delapan Jadi umpan balik yang konstruktif itu adalah informasi
00:41 - 00:47
yang diberikan kepada pembelajar yang ditujukan untuk memodifikasi pemikiran atau
00:47 - 00:50
perilaku dengan tujuan meningkatkan pembelajaran.
00:51 - 00:56
Jadi harus digaris bawahi bahwa perempuan balik itu tujuannya adalah
00:56 - 01:02
untuk meningkatkan pembelajaran dengan harapan bahwa pembelajaran pembelajar itu mau
01:03 - 01:06
memodifikasi perilaku atau pemikirannya.
01:06 - 01:11
Jadi tujuannya itu positif untuk perbaikan untuk supaya dia lebih
01:11 - 01:18
belajar. Jadi tujuannya bukan untuk menjelekkan atau merendahkan, namun kita
01:18 - 01:23
juga BERHARAP bahwa si pembelajar mau memodifikasi ada perbaikan ya
01:23 - 01:26
ada perubahan dari pemikiran maupun perilaku.
01:27 - 01:31
Kemudian dari sembilan belas, delapan, delapan dan balik konstruktif adalah
01:31 - 01:36
merupakan suatu penilaian kritis yang bersifat non evaluatif dan objektif
01:37 - 01:40
diberikan secara oral dengan tujuan meningkatkan keterampilan teknis.
01:41 - 01:45
Jadi di sini juga sama tujuannya untuk meningkatkan pembelajaran, namun
01:46 - 01:50
dilihat sifatnya yaitu meng evaluatif dan objektif.
01:52 - 01:53
Nanti akan dipelajari.
01:54 - 01:57
Akan dibahas lebih lanjut pada bagian PRINSIP Dasar.
01:57 - 01:59
Apa itu Prinsip?
01:59 - 02:06
Prinsip Umpan balik yang konstruktif ini tadi sudah jadi.
02:06 - 02:08
Ini adalah yang akan kita pelajari pada video.
02:09 - 02:12
Berbalik manfaatnya.
02:13 - 02:16
Apa sih manfaat kita memberikan umpan balik?
02:17 - 02:21
Yang pertama adalah membantu pembelajar dalam mengukur kinerja mereka sendiri.
02:21 - 02:28
Jadi kalau kita memberikan umpan balik yang diberikan, yang diberikan
02:29 - 02:33
pembelajaran itu pasti akan mengukur kinerja aja.
02:33 - 02:40
Misalnya pada saat yang melakukan dia ada kesalahan dari penekanan
02:41 - 02:44
penahanannya terlalu dalam, Jadi pasti ada kesakitan seperti itu.
02:45 - 02:48
Nah itu pasti pada saat itu sudah memberikan umpan balik
02:48 - 02:49
kepada saya.
02:49 - 02:52
Mahasiswa nantinya akan memikirkan sekali kembali.
02:53 - 02:57
Oh iya, jadi perasaan tadi saya masih sempurna.
02:58 - 03:00
Saya masih ada salah di yang koin Papa sih.
03:01 - 03:04
Oh ternyata saya salah juga nih di poin untuk yang
03:05 - 03:14
inspeksinya. Bisa jadi dia akan mengukur bagaimana pindahkan mereka sebelumnya.
03:15 - 03:20
Jadi akan diukur sendiri tindakannya, kemudian membantu meningkatkan kepekaan pembelajar
03:21 - 03:22
TERHADAP tindakan mereka.
03:23 - 03:24
Nah ini kita lepas dialami sendiri.
03:25 - 03:28
Jadi kalau kita diberikan umpan balik, kita pasti lebih pecahkan.
03:29 - 03:33
Waktu itu saya pernah nih berasa kita melakukan pemeriksaan fisik
03:33 - 03:35
pulang gitu waktu Pasay.
03:36 - 03:39
Pertua pertama nih saya dikasih umpan balik sama dosen saya
03:40 - 03:45
salah di inspeksi sama propesi oke, berarti pada saat ini
03:45 - 03:46
saya harus lebih memperhatikan.
03:47 - 03:50
Nah itu akan meningkatkan kepekaan ya kan kita jadi lebih
03:51 - 03:54
hati hati pada saat kita mau pemeriksaan atau di bagian
03:55 - 03:59
yang diberikan umpan balik itu kita kasih lebih peka, lebih
04:00 - 04:05
kita pikirkan ulang seperti itu kemudian apalagi manfaatin.
04:06 - 04:09
Ketiga adalah mengarahkan anak kampung belajar di masyarakat.
04:10 - 04:13
Jadi setelah kita diberikan umpan balik, biasanya kita akan berpikir
04:13 - 04:15
kembali dong, Jadi perasa kita diberikan.
04:16 - 04:21
Misalnya nih kamu ngomongnya terlalu cepat nih, jadi banyak pasien
04:21 - 04:24
yang gak ngerti, pasti dia akan bertanya kembali maksud dokter
04:24 - 04:27
apa, Mohon dok diulang terus ganti.
04:27 - 04:31
Kalian pasti akan berpikir kan juga ya jadi passion nya.
04:32 - 04:34
Nah nya lagi nanya lagi, Oh ternyata saya ya ngomongnya
04:36 - 04:40
terlalu cepat oke, berarti nanti pada saat saya ngomong bukan
04:41 - 04:43
hanya dengan pasien tapi dengan orang sekitar.
04:44 - 04:51
Saya akan melambatkan suara ini apa cara bicara saya?
04:51 - 04:54
Saya akan lebih lebih pelan, tidak terburu buru.
04:54 - 04:58
Nah itu akan jadi mengarahkan tindakan kita di masa depan.
04:58 - 05:02
Dan tentunya perbaikan ya membantu pengembangan kognitif, keterampilan, dan profesionalisme.
05:04 - 05:07
Jadi umpan balik ini bisa ada di kognitif konkret, yaitu
05:08 - 05:13
maksudnya pengetahuan kayaknya bisa and Chicco Chicco kalian diberikan, diberikan
05:14 - 05:17
hasilnya yang benar seperti apa?
05:18 - 05:21
Nah, itu kan kalian jadi tahu kan, Oh yang benar
05:21 - 05:26
bukan C Oh ternyata jawaban definisinya itu adalah ini.
05:27 - 05:31
Nah itu akan melakukan perbaikan peningkatan pengetahuan, keterampilan.
05:32 - 05:36
Seperti contoh contoh tadi misalnya di dan profesional isme itu
05:36 - 05:41
perilaku. Misalnya kalian selalu telat diberikan umpan Bali untuk perbaikan.
05:42 - 05:47
Nah berarti akan ada perbaikan untuk lebih profesional, datang tepat
05:47 - 05:50
waktu, lebih disiplin waktu seperti itu.
05:52 - 05:53
Nah ini adalah manfaatnya.
05:54 - 05:57
Jadi ternyata CUKUP penting karena kita sebagai manusia kita harus
05:58 - 05:59
ada perbaikan.
06:00 - 06:03
Ya kan harus selalu ada perbaikan saya sampai kita selalu
06:04 - 06:05
mengulang kesalahan yang sama.
06:05 - 06:11
Nah, pemberian umpan balik ini apabila diberikan secara konstruktif tujuannya
06:12 - 06:13
ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran.
06:15 - 06:17
Ini sangat berguna sekali bagi.
06:18 - 06:20
Kalau kita yang memberikan di bagi orang tersebut ke toko
06:20 - 06:25
kita yang diberikan akan sangat berguna bagi kita seperti Nah,
06:25 - 06:28
apa prinsipnya perasaan kita memberikan umpan balik?
06:29 - 06:31
Yang pertama adalah tujuannya disepakati bersama.
06:32 - 06:36
Jadi tujuan masa antara pemberi dan yang diberi itu harus
06:36 - 06:41
sama, yaitu untuk perbaikan meningkatkan pembelajaran ini.
06:42 - 06:44
Jangan sampai tujuannya itu adalah untuk merendahkan.
06:45 - 06:48
Untuk menjadi caleg kan seperti itu, tidak boleh ya tujuannya
06:49 - 06:56
for untuk perbaikan bersama dan harus memberikan umpan balik untuk
06:56 - 06:57
perilaku yang dapat diubah.
06:58 - 07:05
Misalnya itu kalau ya kan pada saat pemeriksaan SETIAP ceklis
07:06 - 07:09
perilaku itu kan bisa untuk limbah yang tidak dapat diubah
07:10 - 07:15
itu misalnya aksen aksen pada saat suara.
07:16 - 07:22
Jadi mungkin beberapa beberapa di antara kalian memang budayanya itu
07:22 - 07:24
adalah suaranya nadanya tinggi.
07:25 - 07:28
Orang orang sering berpikir kalian ngomong itu seperti marah marah
07:30 - 07:34
tiba tiba misalnya sama dosa sama isu kan itu pastinya
07:34 - 07:37
bisa salah paham itu kok kamu nada suara seperti itu?
07:39 - 07:41
Coba dong udah dan sebenarnya bisa kayak gitu gitu.
07:41 - 07:45
Pasti akan sulit karena kan aksen itu sudah bertahun tahun.
07:46 - 07:49
Kalian ngomongnya dengan keluarga seperti itu lah seperti itu.
07:50 - 07:53
Jadi agak sulit kalian ubah seperti itu.
07:54 - 08:00
Kemudian juga misalnya pernah misalnya coba dong kalau lebih lebih
08:00 - 08:04
lagi. Nah itu kan nggak mungkin ini berikan umpan balik
08:04 - 08:07
yang dapat diubah ya.
08:09 - 08:13
Ketiga adalah suasana nya itu harus saling menghormati, ramah dan
08:13 - 08:14
tidak mengancam.
08:15 - 08:21
Jadi pada saat kita memberikan suatu umpan balik itu kita
08:21 - 08:23
jangan suasananya itu mengancam.
08:25 - 08:30
Kalau kita fokus yaitu untuk menjelekkan atau merendahkan itu pasti
08:31 - 08:36
si yang diberikan umpan balik merasanya loh koknya orang tiba
08:36 - 08:40
tiba mengkritik saya sih kritiknya gue nggak jelas sih karena
08:40 - 08:43
itu suasana jadi tidak saling menghormati, ya kan?
08:44 - 08:49
Atau juga misalnya kebanyakan saya di AS, dosennya tiba tiba
08:49 - 08:54
langsung ngomong marah marah jadi memberikan umpan baliknya sambil marah
08:54 - 08:55
marah kenang gitu.
08:56 - 08:59
Nah itu juga usahakan jangan seperti itu.
08:59 - 09:03
Karena kalau dari awal nadanya sudah marah marah, nggak kesel,
09:05 - 09:09
masing mahasiswa juga takut akhirnya itu semua umpan balik enggak
09:10 - 09:12
masuk ke otaknya, nggak ada perbaikan ya nggak bisa berefek
09:13 - 09:15
S I yang salah di mana, apa yang harus diperbaiki
09:15 - 09:18
karena dia sudah terlanjur ketakutan kayak gitu ya.
09:19 - 09:24
Kemudian harus hasil observasi langsung kiri.
09:24 - 09:26
Jangan sampai pada saat kita memberikan umpan balik itu pakai
09:27 - 09:32
katanya nih kata siapa nih kamu selalu ngejelek jelekin saya
09:32 - 09:33
ya kayak gitu.
09:33 - 09:34
Itu nggak boleh kayak gitu ya.
09:35 - 09:40
Jadi pada saat kita memberikan yang konstruktif, yang konsumtif itu
09:41 - 09:44
harus kita melihat sendiri, mendengar sendiri seperti itu.
09:45 - 09:56
Kemudian tidak menghakimi misalnya jadi dia itu sebelum ke pada
09:56 - 09:59
saat kamu melihat dia ini nggak bisa diam bisa kayak
09:59 - 10:05
gitu. Terus dia pak suatu saat dia menjatuhkan preparat, pecah
10:05 - 10:11
air, kamu memberikan untuk mereka seperti ini, eh kamu soalnya
10:11 - 10:14
orangnya gak bisa diem sih tuh lihat tuh preoperatif pecah.
10:15 - 10:19
Makanya kamu ini dong tenang dong kalau di laboratorium nah
10:19 - 10:21
itu kamu sudah menghakimi ya kan?
10:22 - 10:26
Kamu kan nggak tahu perilaku dia di luaran, emang bener
10:26 - 10:28
nggak bisa diam kamu tuh dari mana dia nggak bisa
10:28 - 10:29
diam ya kan?
10:30 - 10:34
Nah, jadi walaupun itu servasi langsung kamu, tapi usahakan jangan
10:34 - 10:39
langsung dicek dia nggak bisa diam, itu dia yang diberikan,
10:39 - 10:43
umpamanya itu bisa don dan akhirnya dia fokus bukan ke
10:43 - 10:46
arah perbaikan tapi dia fokus ke kata kata kamu yang
10:46 - 10:48
di awal kamu nggak bisa diam kok.
10:48 - 10:50
Emang aku nggak bisa diem ya gitu kayaknya aku bisa
10:50 - 10:54
aja deh gitu, perlu Tuhan, hanya kamu langsung mencaci malah
10:54 - 10:56
biarin dia enggak bisa diam.
10:57 - 10:57
Nah kayak gitu.
10:57 - 10:59
Jadi jangan seperti itu.
11:00 - 11:05
Jadi belikanlah umpan balik yang oke netral.
11:06 - 11:11
Ya kasih tahu aja kalau di lingkungan laboratorium ini banyak
11:11 - 11:12
barang pecah belah.
11:13 - 11:18
Jadi sebaiknya pada saat kita meminjam atau kita berada di
11:18 - 11:20
ruang labora gram kita lebih berhati hati.
11:22 - 11:25
Ya kan seperti itu kan lebih enak didengar ya kemudian
11:26 - 11:26
juga objektif.
11:27 - 11:29
Jadi misalnya kamu udah kesel banget yang banyak orang dulu
11:29 - 11:33
nih kamu pernah musuhan ya pasar pada saat kamu udah
11:33 - 11:37
musuhan sama dia, kamu udah negatif pikirannya itu.
11:37 - 11:40
Jadi pada saat kau mereka akan balik itu sudah banyak
11:41 - 11:44
perasaan no subjektif di kamu gitu.
11:45 - 11:50
Jadi kamu memberikan umpan balik yaitu kayak mengeluarkan undang undang
11:51 - 11:51
dan kekesalan?
11:53 - 11:54
Iya nih, kamu kan orangnya memang kayak gitu.
11:55 - 11:57
Kamu juga duluan kayak gitu kan.
11:58 - 11:59
Nah itu dia sudah subjektif sekali.
12:01 - 12:04
Jadi berikan lah yang berbeda, objektif dan netral.
12:04 - 12:09
Tidak memakai perasaan pribadi yang ketiga spesifik.
12:10 - 12:15
Jadi pada saat memberikan umpan balik, kasih lah yang spesifik.
12:15 - 12:16
Kiri biasanya bisa.
12:16 - 12:19
Lalu saya ngomongnya ya kamu ada, biasanya masih kurang tepat
12:19 - 12:24
nih. Wah nggak jelas banget nih, apa kita juga pastinya
12:25 - 12:27
tahu kan yang mau diperbaiki seperti apa?
12:27 - 12:31
Nah, jadi kita harus memberikannya spesifik pada saat kau mau
12:31 - 12:36
ke anak messa itu, Anda bisa keluar utama LENGKAP KONTEN
12:37 - 12:41
BERANGKAT Tapi sayangnya riwayat penyakit kamu belum nya?
12:42 - 12:45
Kalau belum tanyakan, Nah itu kan mahasiswa jadi tahu kita
12:45 - 12:48
juga kalau salahnya di mana seperti itu tepat waktu.
12:49 - 12:49
Ini maksudnya.
12:50 - 12:54
Jadi pada saat kamu memberikan umpan baik itu jangan kelamaan.
12:56 - 13:00
Jadi pada saat misalnya tindakannya itu hari ini kamu berikan
13:00 - 13:03
nya tiga hari mendatang pada saat kamu memberikan umpan balik,
13:03 - 13:09
eh waktu tiga hari lalu kan ya kamu ini itu
13:09 - 13:10
menjatuhkan p aparat.
13:12 - 13:14
Nah sebaiknya nah itu dia sudah lupa tuh.
13:14 - 13:18
Oh iya, saya jatuh ini ya, atau misalnya tiga minggu
13:18 - 13:22
kemudian itu oh saya lupa kalau misalnya biasa tiga hari
13:23 - 13:26
sudah tidur, lupa tuh emang maksud saya pasti kenal bisnis
13:26 - 13:26
seperti itu.
13:26 - 13:28
Ya saya enggak ingat ya.
13:28 - 13:34
Nah, itu akan mengurangi kemungkinan dia untuk berubah karena dia
13:34 - 13:37
sudah lupa apa bener saya lakukan seperti itu?
13:37 - 13:38
Kayaknya enggak deh.
13:39 - 13:44
Jadi usahakan memberikan umpan balik itu pas waktunya, jangan terlalu
13:44 - 13:46
lama, kemudian jumlah yang terbatas.
13:47 - 13:52
Jadi misalnya yang ingin kamu ubah dari orang ini yang
13:52 - 13:55
kamu kasih mau kasih umpan balik itu ada sepuluh resiko
13:55 - 13:56
yang kamu pengin ubah.
13:56 - 13:58
Nah, itu sebaiknya jangan diberikan secara bersamaan.
14:00 - 14:02
Bisa kita nih, kita juga dikasih umpan balik ya.
14:03 - 14:07
Jadi kamu yang salah ya pada saat anak, makanya itu
14:07 - 14:12
anak misalnya, Keluhan utamanya kurang orang KONSEP kurang durasi itu
14:12 - 14:16
kurang merasa apa apa sih itu terlalu tekan perkusi juga
14:16 - 14:16
salah letaknya.
14:17 - 14:21
Kemudian merasa konsultasi itu kamu orang lama.
14:21 - 14:22
Nah itu lupa udah semua.
14:23 - 14:25
Paling kamu cuma ingat satu atau dua sih.
14:25 - 14:26
Saya lupa Dok tadi ngomong apa ya saya lupa.
14:28 - 14:33
Jadi berikanlah jumlah biasanya dua atau tiga masih prioritas kan
14:33 - 14:37
dengan yang paling utama, yang paling mengancam jiwa atau yang
14:37 - 14:39
menurut kamu paling krusial aja.
14:40 - 14:43
Nah kemudian pada saat pertemuan selanjutnya, kalau misalnya dia masih
14:44 - 14:47
mengulang kesalahan yang lain, bisa dari sepuluh barang baru tiga
14:47 - 14:48
akan dikasih tujuh nya.
14:49 - 14:50
Itu masih dilakukan kan?
14:51 - 14:54
Nah baru kalian utarakan lagi sisanya.
14:55 - 14:58
Tiga lagi seperti itu jadi prioritas kan yang paling utama
14:59 - 14:59
berasa
See full transcript