Video Kuliah Feedback IPK 2021 bag I

GA
by Gisella Anastasia1 view·Updated May 31, 2021

Chapters

Audio TranscriptAuto-generated

  1. Halo Andika di perkenalkan saya dokter disana Stasia.
  2. Pada video kali ini saya akan memberikan kuliah mengenai umpan
  3. balik konstruktif.
  4. Jadi kita akan belajar mengenai apa itu kembali manfaatnya.
  5. PRINSIP teknik pemberian umpan balik yang konstruktif.
  6. Kemudian penjelasan mengenai tugas mandiri dan yang terakhir adalah referensi.
  7. Kita awali dengan apa itu?
  8. Empat milik konstruktif.
  9. Mungkin kalian bingung, kalian sering mendengar umpan balik, tapi apa
  10. itu maksudnya umpan balik yang konstruktif menurut SETIAP tahun dua
  11. ribu delapan Jadi umpan balik yang konstruktif itu adalah informasi
  12. yang diberikan kepada pembelajar yang ditujukan untuk memodifikasi pemikiran atau
  13. perilaku dengan tujuan meningkatkan pembelajaran.
  14. Jadi harus digaris bawahi bahwa perempuan balik itu tujuannya adalah
  15. untuk meningkatkan pembelajaran dengan harapan bahwa pembelajaran pembelajar itu mau
  16. memodifikasi perilaku atau pemikirannya.
  17. Jadi tujuannya itu positif untuk perbaikan untuk supaya dia lebih
  18. belajar. Jadi tujuannya bukan untuk menjelekkan atau merendahkan, namun kita
  19. juga BERHARAP bahwa si pembelajar mau memodifikasi ada perbaikan ya
  20. ada perubahan dari pemikiran maupun perilaku.
  21. Kemudian dari sembilan belas, delapan, delapan dan balik konstruktif adalah
  22. merupakan suatu penilaian kritis yang bersifat non evaluatif dan objektif
  23. diberikan secara oral dengan tujuan meningkatkan keterampilan teknis.
  24. Jadi di sini juga sama tujuannya untuk meningkatkan pembelajaran, namun
  25. dilihat sifatnya yaitu meng evaluatif dan objektif.
  26. Nanti akan dipelajari.
  27. Akan dibahas lebih lanjut pada bagian PRINSIP Dasar.
  28. Apa itu Prinsip?
  29. Prinsip Umpan balik yang konstruktif ini tadi sudah jadi.
  30. Ini adalah yang akan kita pelajari pada video.
  31. Berbalik manfaatnya.
  32. Apa sih manfaat kita memberikan umpan balik?
  33. Yang pertama adalah membantu pembelajar dalam mengukur kinerja mereka sendiri.
  34. Jadi kalau kita memberikan umpan balik yang diberikan, yang diberikan
  35. pembelajaran itu pasti akan mengukur kinerja aja.
  36. Misalnya pada saat yang melakukan dia ada kesalahan dari penekanan
  37. penahanannya terlalu dalam, Jadi pasti ada kesakitan seperti itu.
  38. Nah itu pasti pada saat itu sudah memberikan umpan balik
  39. kepada saya.
  40. Mahasiswa nantinya akan memikirkan sekali kembali.
  41. Oh iya, jadi perasaan tadi saya masih sempurna.
  42. Saya masih ada salah di yang koin Papa sih.
  43. Oh ternyata saya salah juga nih di poin untuk yang
  44. inspeksinya. Bisa jadi dia akan mengukur bagaimana pindahkan mereka sebelumnya.
  45. Jadi akan diukur sendiri tindakannya, kemudian membantu meningkatkan kepekaan pembelajar
  46. TERHADAP tindakan mereka.
  47. Nah ini kita lepas dialami sendiri.
  48. Jadi kalau kita diberikan umpan balik, kita pasti lebih pecahkan.
  49. Waktu itu saya pernah nih berasa kita melakukan pemeriksaan fisik
  50. pulang gitu waktu Pasay.
  51. Pertua pertama nih saya dikasih umpan balik sama dosen saya
  52. salah di inspeksi sama propesi oke, berarti pada saat ini
  53. saya harus lebih memperhatikan.
  54. Nah itu akan meningkatkan kepekaan ya kan kita jadi lebih
  55. hati hati pada saat kita mau pemeriksaan atau di bagian
  56. yang diberikan umpan balik itu kita kasih lebih peka, lebih
  57. kita pikirkan ulang seperti itu kemudian apalagi manfaatin.
  58. Ketiga adalah mengarahkan anak kampung belajar di masyarakat.
  59. Jadi setelah kita diberikan umpan balik, biasanya kita akan berpikir
  60. kembali dong, Jadi perasa kita diberikan.
  61. Misalnya nih kamu ngomongnya terlalu cepat nih, jadi banyak pasien
  62. yang gak ngerti, pasti dia akan bertanya kembali maksud dokter
  63. apa, Mohon dok diulang terus ganti.
  64. Kalian pasti akan berpikir kan juga ya jadi passion nya.
  65. Nah nya lagi nanya lagi, Oh ternyata saya ya ngomongnya
  66. terlalu cepat oke, berarti nanti pada saat saya ngomong bukan
  67. hanya dengan pasien tapi dengan orang sekitar.
  68. Saya akan melambatkan suara ini apa cara bicara saya?
  69. Saya akan lebih lebih pelan, tidak terburu buru.
  70. Nah itu akan jadi mengarahkan tindakan kita di masa depan.
  71. Dan tentunya perbaikan ya membantu pengembangan kognitif, keterampilan, dan profesionalisme.
  72. Jadi umpan balik ini bisa ada di kognitif konkret, yaitu
  73. maksudnya pengetahuan kayaknya bisa and Chicco Chicco kalian diberikan, diberikan
  74. hasilnya yang benar seperti apa?
  75. Nah, itu kan kalian jadi tahu kan, Oh yang benar
  76. bukan C Oh ternyata jawaban definisinya itu adalah ini.
  77. Nah itu akan melakukan perbaikan peningkatan pengetahuan, keterampilan.
  78. Seperti contoh contoh tadi misalnya di dan profesional isme itu
  79. perilaku. Misalnya kalian selalu telat diberikan umpan Bali untuk perbaikan.
  80. Nah berarti akan ada perbaikan untuk lebih profesional, datang tepat
  81. waktu, lebih disiplin waktu seperti itu.
  82. Nah ini adalah manfaatnya.
  83. Jadi ternyata CUKUP penting karena kita sebagai manusia kita harus
  84. ada perbaikan.
  85. Ya kan harus selalu ada perbaikan saya sampai kita selalu
  86. mengulang kesalahan yang sama.
  87. Nah, pemberian umpan balik ini apabila diberikan secara konstruktif tujuannya
  88. ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran.
  89. Ini sangat berguna sekali bagi.
  90. Kalau kita yang memberikan di bagi orang tersebut ke toko
  91. kita yang diberikan akan sangat berguna bagi kita seperti Nah,
  92. apa prinsipnya perasaan kita memberikan umpan balik?
  93. Yang pertama adalah tujuannya disepakati bersama.
  94. Jadi tujuan masa antara pemberi dan yang diberi itu harus
  95. sama, yaitu untuk perbaikan meningkatkan pembelajaran ini.
  96. Jangan sampai tujuannya itu adalah untuk merendahkan.
  97. Untuk menjadi caleg kan seperti itu, tidak boleh ya tujuannya
  98. for untuk perbaikan bersama dan harus memberikan umpan balik untuk
  99. perilaku yang dapat diubah.
  100. Misalnya itu kalau ya kan pada saat pemeriksaan SETIAP ceklis
  101. perilaku itu kan bisa untuk limbah yang tidak dapat diubah
  102. itu misalnya aksen aksen pada saat suara.
  103. Jadi mungkin beberapa beberapa di antara kalian memang budayanya itu
  104. adalah suaranya nadanya tinggi.
  105. Orang orang sering berpikir kalian ngomong itu seperti marah marah
  106. tiba tiba misalnya sama dosa sama isu kan itu pastinya
  107. bisa salah paham itu kok kamu nada suara seperti itu?
  108. Coba dong udah dan sebenarnya bisa kayak gitu gitu.
  109. Pasti akan sulit karena kan aksen itu sudah bertahun tahun.
  110. Kalian ngomongnya dengan keluarga seperti itu lah seperti itu.
  111. Jadi agak sulit kalian ubah seperti itu.
  112. Kemudian juga misalnya pernah misalnya coba dong kalau lebih lebih
  113. lagi. Nah itu kan nggak mungkin ini berikan umpan balik
  114. yang dapat diubah ya.
  115. Ketiga adalah suasana nya itu harus saling menghormati, ramah dan
  116. tidak mengancam.
  117. Jadi pada saat kita memberikan suatu umpan balik itu kita
  118. jangan suasananya itu mengancam.
  119. Kalau kita fokus yaitu untuk menjelekkan atau merendahkan itu pasti
  120. si yang diberikan umpan balik merasanya loh koknya orang tiba
  121. tiba mengkritik saya sih kritiknya gue nggak jelas sih karena
  122. itu suasana jadi tidak saling menghormati, ya kan?
  123. Atau juga misalnya kebanyakan saya di AS, dosennya tiba tiba
  124. langsung ngomong marah marah jadi memberikan umpan baliknya sambil marah
  125. marah kenang gitu.
  126. Nah itu juga usahakan jangan seperti itu.
  127. Karena kalau dari awal nadanya sudah marah marah, nggak kesel,
  128. masing mahasiswa juga takut akhirnya itu semua umpan balik enggak
  129. masuk ke otaknya, nggak ada perbaikan ya nggak bisa berefek
  130. S I yang salah di mana, apa yang harus diperbaiki
  131. karena dia sudah terlanjur ketakutan kayak gitu ya.
  132. Kemudian harus hasil observasi langsung kiri.
  133. Jangan sampai pada saat kita memberikan umpan balik itu pakai
  134. katanya nih kata siapa nih kamu selalu ngejelek jelekin saya
  135. ya kayak gitu.
  136. Itu nggak boleh kayak gitu ya.
  137. Jadi pada saat kita memberikan yang konstruktif, yang konsumtif itu
  138. harus kita melihat sendiri, mendengar sendiri seperti itu.
  139. Kemudian tidak menghakimi misalnya jadi dia itu sebelum ke pada
  140. saat kamu melihat dia ini nggak bisa diam bisa kayak
  141. gitu. Terus dia pak suatu saat dia menjatuhkan preparat, pecah
  142. air, kamu memberikan untuk mereka seperti ini, eh kamu soalnya
  143. orangnya gak bisa diem sih tuh lihat tuh preoperatif pecah.
  144. Makanya kamu ini dong tenang dong kalau di laboratorium nah
  145. itu kamu sudah menghakimi ya kan?
  146. Kamu kan nggak tahu perilaku dia di luaran, emang bener
  147. nggak bisa diam kamu tuh dari mana dia nggak bisa
  148. diam ya kan?
  149. Nah, jadi walaupun itu servasi langsung kamu, tapi usahakan jangan
  150. langsung dicek dia nggak bisa diam, itu dia yang diberikan,
  151. umpamanya itu bisa don dan akhirnya dia fokus bukan ke
  152. arah perbaikan tapi dia fokus ke kata kata kamu yang
  153. di awal kamu nggak bisa diam kok.
  154. Emang aku nggak bisa diem ya gitu kayaknya aku bisa
  155. aja deh gitu, perlu Tuhan, hanya kamu langsung mencaci malah
  156. biarin dia enggak bisa diam.
  157. Nah kayak gitu.
  158. Jadi jangan seperti itu.
  159. Jadi belikanlah umpan balik yang oke netral.
  160. Ya kasih tahu aja kalau di lingkungan laboratorium ini banyak
  161. barang pecah belah.
  162. Jadi sebaiknya pada saat kita meminjam atau kita berada di
  163. ruang labora gram kita lebih berhati hati.
  164. Ya kan seperti itu kan lebih enak didengar ya kemudian
  165. juga objektif.
  166. Jadi misalnya kamu udah kesel banget yang banyak orang dulu
  167. nih kamu pernah musuhan ya pasar pada saat kamu udah
  168. musuhan sama dia, kamu udah negatif pikirannya itu.
  169. Jadi pada saat kau mereka akan balik itu sudah banyak
  170. perasaan no subjektif di kamu gitu.
  171. Jadi kamu memberikan umpan balik yaitu kayak mengeluarkan undang undang
  172. dan kekesalan?
  173. Iya nih, kamu kan orangnya memang kayak gitu.
  174. Kamu juga duluan kayak gitu kan.
  175. Nah itu dia sudah subjektif sekali.
  176. Jadi berikan lah yang berbeda, objektif dan netral.
  177. Tidak memakai perasaan pribadi yang ketiga spesifik.
  178. Jadi pada saat memberikan umpan balik, kasih lah yang spesifik.
  179. Kiri biasanya bisa.
  180. Lalu saya ngomongnya ya kamu ada, biasanya masih kurang tepat
  181. nih. Wah nggak jelas banget nih, apa kita juga pastinya
  182. tahu kan yang mau diperbaiki seperti apa?
  183. Nah, jadi kita harus memberikannya spesifik pada saat kau mau
  184. ke anak messa itu, Anda bisa keluar utama LENGKAP KONTEN
  185. BERANGKAT Tapi sayangnya riwayat penyakit kamu belum nya?
  186. Kalau belum tanyakan, Nah itu kan mahasiswa jadi tahu kita
  187. juga kalau salahnya di mana seperti itu tepat waktu.
  188. Ini maksudnya.
  189. Jadi pada saat kamu memberikan umpan baik itu jangan kelamaan.
  190. Jadi pada saat misalnya tindakannya itu hari ini kamu berikan
  191. nya tiga hari mendatang pada saat kamu memberikan umpan balik,
  192. eh waktu tiga hari lalu kan ya kamu ini itu
  193. menjatuhkan p aparat.
  194. Nah sebaiknya nah itu dia sudah lupa tuh.
  195. Oh iya, saya jatuh ini ya, atau misalnya tiga minggu
  196. kemudian itu oh saya lupa kalau misalnya biasa tiga hari
  197. sudah tidur, lupa tuh emang maksud saya pasti kenal bisnis
  198. seperti itu.
  199. Ya saya enggak ingat ya.
  200. Nah, itu akan mengurangi kemungkinan dia untuk berubah karena dia
  201. sudah lupa apa bener saya lakukan seperti itu?
  202. Kayaknya enggak deh.
  203. Jadi usahakan memberikan umpan balik itu pas waktunya, jangan terlalu
  204. lama, kemudian jumlah yang terbatas.
  205. Jadi misalnya yang ingin kamu ubah dari orang ini yang
  206. kamu kasih mau kasih umpan balik itu ada sepuluh resiko
  207. yang kamu pengin ubah.
  208. Nah, itu sebaiknya jangan diberikan secara bersamaan.
  209. Bisa kita nih, kita juga dikasih umpan balik ya.
  210. Jadi kamu yang salah ya pada saat anak, makanya itu
  211. anak misalnya, Keluhan utamanya kurang orang KONSEP kurang durasi itu
  212. kurang merasa apa apa sih itu terlalu tekan perkusi juga
  213. salah letaknya.
  214. Kemudian merasa konsultasi itu kamu orang lama.
  215. Nah itu lupa udah semua.
  216. Paling kamu cuma ingat satu atau dua sih.
  217. Saya lupa Dok tadi ngomong apa ya saya lupa.
  218. Jadi berikanlah jumlah biasanya dua atau tiga masih prioritas kan
  219. dengan yang paling utama, yang paling mengancam jiwa atau yang
  220. menurut kamu paling krusial aja.
  221. Nah kemudian pada saat pertemuan selanjutnya, kalau misalnya dia masih
  222. mengulang kesalahan yang lain, bisa dari sepuluh barang baru tiga
  223. akan dikasih tujuh nya.
  224. Itu masih dilakukan kan?
  225. Nah baru kalian utarakan lagi sisanya.
  226. Tiga lagi seperti itu jadi prioritas kan yang paling utama
  227. berasa