Solutions
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
Partisipasi Interes 10% Pada WK Migas
BS
by
Barkun Suko
·
11 views
·
Updated Jul 24, 2021
Share
Embed
Re-use content
Create your own
Chapters
00:00
Chapter 1
00:25
Chapter 2
02:11
Chapter 3
04:44
Chapter 4
06:49
Chapter 5
07:50
Chapter 6
11:24
Chapter 7
13:36
Chapter 8
13:38
Chapter 9
14:46
Chapter 10
Audio Transcript
Auto-generated
00:02 - 00:04
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:05 - 00:07
Salam sejahtera, salam sehat untuk kita semua.
00:08 - 00:12
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai ketentuan penawaran
00:13 - 00:16
tapi seperti ingin cerai sepuluh persen pada wilayah kerja minyak
00:16 - 00:21
dan gas bumi Penjelasan ini merefer kepada patungan Menteri nomor
00:22 - 00:24
tiga puluh tujuh tahun dua ribu enam belas.
00:30 - 00:35
Apa itu partisipasi interes Tapi sepasi Interes adalah hak kepentingan
00:36 - 00:39
dan kewajiban kontraktor berdasarkan kontrak kerja sama.
00:42 - 00:46
Ilustrasi nya adalah seperti ini ada suatu wilayah kerja migas
00:47 - 00:50
atau blok migas yang disebut biaya kerja kuno.
00:52 - 00:57
Di dalam wilayah kerja ini ada bagian bagian yang mempunyai
00:57 - 01:01
cadangan migas yang telah terbukti dan SIAP untuk diproduksikan serta
01:02 - 01:04
telah disetujui rencana pengembangan lapangan nya.
01:05 - 01:09
Wilayah tersebut disebut sebagai lapangan di sini kita lihat terdiri
01:09 - 01:14
dari tiga lapangan Lapangan satu, Lapangan Naruto dan Lapangan Sakura.
01:15 - 01:20
Nah, keseluruhan wilayah kerja ini dimiliki oleh atau dikelola oleh
01:21 - 01:27
dua pemegang yaitu Orochimaru dan akan Suki Company.
01:28 - 01:36
Nah masing masing pihak mempunyai kepemilikan yang berbeda, Orochimaru enam
01:36 - 01:39
puluh persen sedangkan akan sedikit company empat puluh persen.
01:40 - 01:47
Nah di sini masing masing pemegang akan membagi hak dan
01:47 - 01:49
kewajibannya secara proporsional.
01:51 - 01:55
Jadi apabila di sini ada dia ya maka Orochimaru menanggung
01:56 - 02:00
biayanya enam puluh persen dan kalau ada keuntungan maka keuntungannya
02:00 - 02:04
pun dia akan menerima sejumlah enam puluh persen tersebut.
02:04 - 02:09
Jadi ada sharing modal, sharing resiko dan sharing keuntungan di
02:10 - 02:19
sini. Selanjutnya latar belakang penawaran sepuluh persen.
02:20 - 02:27
Jadi apa tujuan adanya kebijakan penawaran sepuluh persen ini?
02:28 - 02:33
Jadi tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan peran serta daerah dan
02:33 - 02:38
nasional melalui kepemilikan petis penting interest di dalam kontrak kerja
02:38 - 02:44
sama. Nah kalau kita perhatikan disini, kebijakan sepuluh persen ini
02:45 - 02:46
prosesnya sudah sangat panjang.
02:47 - 02:51
Sebelum dua ribu empat ada yang namanya Indonesia partisipan.
02:52 - 02:57
Jadi di situ berdasarkan kontrak kerja sama ditawarkan kepada Perusahaan
02:58 - 02:59
Nasional Indonesia atau Indonesian.
03:00 - 03:04
Tapi Shiven dan mekanisme nya adalah melalui kewajiban bisnis.
03:05 - 03:09
Kemudian terbitlah nomor tiga lima tahun dua ribu empat yang
03:10 - 03:16
mengamanatkan tiga untuk menawarkan sepuluh persen kepada kembali di sini
03:16 - 03:18
mekanisme yang digunakan adalah kewajiban bisnis.
03:19 - 03:25
Artinya kalau ingin masuk sebagai pengelola sepuluh persen harus menyetor
03:25 - 03:29
modal di awal sebesar enam puluh persen, sebesar sepuluh persen
03:30 - 03:37
juga. Dan ini akan menjadi masalah bagi karena kita tahu
03:38 - 03:40
modalnya berasal dari pemerintah daerah.
03:40 - 03:46
Dan tidak semua komitmen pemerintah daerah mempunyai modal yang dibutuhkan.
03:47 - 03:51
Karena kita tahu industri hulu migas membutuhkan modal yang sangat
03:52 - 03:55
besar. Nah, akibatnya apa?
03:56 - 04:00
Ada sejumlah daerah yang kemudian meminjam modal dari pihak swasta
04:01 - 04:01
atau pihak asing.
04:02 - 04:08
Sehingga ketika mendapatkan keuntungan dari penawaran sepuluh persen, maka keuntungannya
04:09 - 04:12
itu akan mengalir kepada pihak swasta, bukan kepada masyarakat.
04:14 - 04:19
Hal itu yang kemudian menjadi dasar bagi pemerintah untuk mudah
04:19 - 04:23
menerbitkan Peraturan Menteri Nomor tiga puluh tujuh Tahun dua ribu
04:23 - 04:24
enam belas.
04:25 - 04:33
Di sini ada amanat agar tiga menawarkan kepada dan melalui
04:33 - 04:38
mekanisme pembiayaan terlebih dahulu oleh kontraktor kontrak kerja sama tanpa
04:39 - 04:40
dikenakan bunga.
04:41 - 04:43
Skema ini sering disebut sebagai skema di gendong.
04:47 - 04:51
Selanjutnya secara definisi apa itu sepuluh persen?
04:52 - 04:58
Jadi sepuluh persen adalah besaran maksimal sepuluh persen pada kontak
04:58 - 05:03
kerjasama yang wajib ditawarkan oleh kontraktor kepada atau.
05:05 - 05:10
Nah jadi di sini kontraktor wajib menawarkan karena ini adalah
05:10 - 05:13
amanat dari pemain tiga tujuh tahun dua ribu enam belas.
05:14 - 05:20
Kemudian berapa jumlahnya jumlahnya dibatasi maksimal sepuluh persen, bisa kurang
05:20 - 05:25
dari sepuluh persen ya disesuaikan dengan kondisi dari wilayah kerja
05:26 - 05:32
tersebut. Misalnya wilayah kerja tersebut marginal, keuntungannya tidak terlalu besar
05:33 - 05:39
sehingga kalau dia harus melepaskan sepuluh persen maka dikhawatirkan akan
05:40 - 05:44
mengganggu perekonomian dari kontraktor kontrak kerja sama yang ada di
05:45 - 05:49
di Weta tersebut seperti itu dan kemudian bagaimana kalau lebih
05:49 - 05:53
ya kalau lebih dari sepuluh persen bisa saja.
05:54 - 05:56
Tapi mekanismenya adalah tidak digendong.
05:57 - 06:00
Artinya yang di gedung atau yang dibiayai terlebih dahulu oleh
06:00 - 06:05
kontraktor adalah sepuluh persen, sedangkan sisanya adalah kewajiban bisnis.
06:06 - 06:10
Silahkan di negosiasikan antara tiga dan.
06:12 - 06:16
Nah kemudian di sini di dalam penjelasan ini disebutkan bahwa
06:17 - 06:18
ditawarkan kepada atau.
06:20 - 06:26
Nah ini artinya dalam hal tidak berminat maka kontraktor akan
06:26 - 06:30
menawarkan kepada sepuluh persen ini.
06:32 - 06:40
Namun penawaran pada penawaran sepuluh persen kepada tidak mendapatkan keistimewaan
06:41 - 06:42
di gendong tadi.
06:43 - 06:52
Artinya murni melalui mekanisme kelaziman bisnis baik.
06:54 - 07:00
Selanjutnya kapan sepuluh persen wajib ditawarkan, jadi sepuluh persen wajib
07:01 - 07:05
ditelurkan. Pertama sejak diskusinya rencana pengembangan lapangan yang pertama atau
07:06 - 07:10
satu. Kemudian yang kedua saat perpanjangan atau alih kelola wilayah
07:10 - 07:16
kerja. Kemudian yang ketiga adalah untuk yang terkena ketentuan pengalihan
07:16 - 07:19
pemain tiga tujuh tahun dua ribu enam belas wajib menyelesaikan
07:20 - 07:23
dengan ketentuan Permen tiga tujuh tahun dua ribu enam belas.
07:23 - 07:24
Ini artinya apa?
07:25 - 07:28
Walaupun dulu satunya sudah lama harus tujuannya.
07:30 - 07:34
Kemudian perpanjangannya masih lama, jauh di depan ya dia TETAP
07:34 - 07:39
HARUS MENAWARKAN SEKARANG karena dia terkena ketentuan peralihan dari Permen
07:40 - 07:40
tiga tujuh.
07:41 - 07:45
Jadi SETIAP proses yang dulu belum selesai wajib mengerti menyesuaikan
07:46 - 07:47
dengan ketentuan permen ini.
07:54 - 08:02
Nah, mengapa semua persen ditawarkan pada TAHAP PERSETUJUAN satu atau
08:03 - 08:06
pada saat perpanjangan atau alih kelola kontak kerja sama baik.
08:07 - 08:12
Ini adalah tahapan dari industri hulu migas, dimulai dari tanda
08:12 - 08:18
tangan kontra, kemudian merasa eksplorasi enam sampai sepuluh tahun kemudian
08:18 - 08:23
massa eksploitasi dua puluh tahun Di dalam bisnis migas massa
08:23 - 08:28
yang paling berat itu adalah masa eksporasi, dimana ada resiko
08:29 - 08:33
tidak ditemukan minyak dan gas atau kalaupun ditemukan ternyata cadangannya
08:34 - 08:40
kecil, sehingga kalau diproduksi kan itu tidak akan mencapai nilai
08:40 - 08:42
keuntungan minimal yang diinginkan oleh kontraktor.
08:44 - 08:51
Jadi kalau nanti masuknya di fase eksporasi dikhawatirkan adalah resiko
08:52 - 08:53
bagi akan sangat besar.
08:55 - 09:00
Karena di sini dia pastinya akan ada kewajiban untuk membayar
09:00 - 09:02
gaji dari pegawai dan sebagainya.
09:03 - 09:09
Sehingga di sini sepuluh tahun tidak ada penghasilan, otomatis tersebut
09:11 - 09:15
akan membayar gajinya full dari pembiayaan yang pertama.
09:16 - 09:25
Kemudian yang selanjutnya kalau nanti ditemukan adanya cadangan minyak atau
09:25 - 09:30
gas bumi yang ekonomi s kontaktor akan mengajukan yang disebut
09:30 - 09:34
dengan rencana pengembangan lapangan yang pertama atau satu.
09:35 - 09:41
Nah kalau satu ini disetujui, artinya wilayah kerja tersebut diasumsikan
09:42 - 09:50
akan bisa menghasilkan penerimaan negara yang menguntungkan nantinya.
09:51 - 09:54
Sudah dihitung cadangannya mencukupi.
09:55 - 09:59
Kalau diproduksikan dengan asumsi harga pada saat itu bisa mendapatkan
10:00 - 10:05
hasil yang hasil yang CUKUP dan akan menguntungkan negara.
10:06 - 10:10
Nah maka akan masuk di fase ini setelah distronya satu
10:11 - 10:12
sehingga resikonya lebih kecil.
10:13 - 10:19
Walaupun antara persetujuan satu sampai adanya produksi atau yang disebut
10:20 - 10:25
dengan fase ikut pasien korupsi itu TETAP ADA jarak gitu
10:25 - 10:27
biasanya misalnya lima tahun ini ya.
10:27 - 10:33
Jadi TETAP ada ada masa ketika wilayah kerja tersebut belum
10:33 - 10:34
menghasilkan apa apa.
10:35 - 10:43
Nah, selanjutnya fase yang paling bagus bagi untuk mulai adalah
10:44 - 10:44
pada wilayah kerja.
10:45 - 10:50
Ini wilayah kerja setelah wilayah kerja tersebut berakhir, kemudian akan
10:50 - 10:54
ada yang namanya alih kelola atau perpanjangan alih kelola.
10:55 - 11:00
Kalau kontraktornya berganti perpanjangan, kalau kontraktornya TETAP Nah di sini
11:02 - 11:04
bisa dibilang resikonya sangat minim.
11:05 - 11:13
Sehingga apabila bergabung di spasi ini, yang bergabung pada wilayah
11:14 - 11:19
kerja, sekolah atau perpanjangan diharapkan akan bisa segera mendapatkan hasil
11:20 - 11:21
dari wilayah kerja tersebut.
11:23 - 11:34
Indonesia Nah, selanjutnya terkait skema pembiayaan sepuluh persen tadi sudah
11:34 - 11:39
disampaikan di awal bahwa skema yang digunakan di sini adalah
11:39 - 11:48
pembiayaan terlebih dahulu TERHADAP kewajiban atau perusahaan Perseroan daerah.
11:50 - 11:55
Jadi penawaran support saya dilaksanakan lanjut bekerja sama melalui pembiayaan
11:56 - 11:58
terlebih dahulu oleh kontraktor atau skema di gendong.
11:59 - 12:05
Jadi tidak gratis, hanya dibiayai terlebih dahulu di awal tadi.
12:08 - 12:13
Kemudian besaran kewajiban dihitung secara proporsional dari biaya operasi yang
12:13 - 12:16
dikeluarkan selama masa eksplorasi dan masa eksploitasi.
12:17 - 12:22
Jadi dibatasi hanya di di kedua hal tersebut.
12:23 - 12:26
Artinya kalau di awal tadi di tanda tangan kontrak, sebelum
12:26 - 12:30
tanda tangan kontrak itu ada yang namanya pembayaran signature bonus
12:30 - 12:33
atau bonus tanda tangan ambil tidak menanggung biaya tersebut.
12:34 - 12:39
Kemudian biaya biaya lainnya yang bukan biaya operasi juga tidak
12:40 - 12:41
ikut di tanggung oleh.
12:44 - 12:50
Selanjutnya, ketentuan pengembalian pembiayaan diambil dari bagian atau perusahaan persoalan
12:50 - 12:53
daerah dari bagi hasil produksi.
12:54 - 13:03
Jadi tadi apabila ada produksinya maka sebagian digunakan untuk membayar
13:03 - 13:09
hutang atau membayar kewajiban kepada kontraktor dan sebagian akan masuk
13:10 - 13:15
sebagai penghasilan yang selanjutnya akan masuk ke dalam kas daerah
13:17 - 13:21
dan kemudian pengembalian pembiayaan ini tanpa dikenakan bunga.
13:23 - 13:29
Artinya walaupun membayar nya atau mengembalikan nya lima tahun lagi
13:29 - 13:33
ya TETAP DIHITUNG dengan nilai sekarang tidak ada bunga selanjutnya
13:34 - 13:43
dikembalikan SETIAP TAHUNNYA SECARA kewajiban bisnis dengan TETAP menjamin penerimaan
13:44 - 13:49
bagi hasil untuk artinya dalam pengembalian tadi tidak bisa seratus
13:50 - 13:56
persen nya digunakan untuk membayar hutang ya.
13:56 - 14:01
Jadi misalnya bagi hasilnya adalah SETIAP tahun ya dalam TIAP
14:01 - 14:04
tahun itu tidak boleh seratus persennya untuk hutang dulu ya
14:05 - 14:09
dibagi misalnya lima puluh untuk hutang lima puluh atau enam
14:09 - 14:12
puluh, empat puluh atau sembilan puluh sepuluh ya ya terserah
14:12 - 14:16
itu adalah begitu di antara Billy dan tiga yang nantinya
14:17 - 14:21
akan dituangkan di dalam perjanjian pengalihan sepuluh persen antara kedua
14:22 - 14:22
belah pihak.
14:23 - 14:28
Selanjutnya jangka waktu pengembalian dimulai pada saat produksi sampai dengan
14:28 - 14:36
terpenuhinya kewajiban ya artinya dari sejak adanya produksi yang dia
14:36 - 14:41
akan mulai membayar karena membayar nya murni dari bagi hasil
14:41 - 14:49
produksi. Selanjutnya.
14:49 - 14:53
Ini adalah alur penyiapan dan penawaran sepuluh persen.
14:55 - 14:58
Jadi dimulai dari persetujuan satu.
See full transcript