Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Anak SMA Boleh Pacaran?

No description
by

Addy Lado

on 3 May 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Anak SMA Boleh Pacaran?

Interests
Education
Skills
Experience
References
SMAK 4 BPK Penabur
.
Indikator:
Pertanyaan:
PS:
Perlukah anak SMA (pada umurmu) berpacaran? Mengapa?
Silahkan membagi 2 jawaban dari sudut pro dan kontra
1. Mendeskripsikan arti cinta dan pacaran.
2. Menjelaskan arti pacaran tanpa kehilangan identitas sebagai remaja
Kristen.
3. Mensyukuri karunia Allah yang telah memberikan masa muda yang
menyenangkan tanpa kehilangan identitas sebagai remaja Kristen
Work Experience
PLATFORMS
Social
SOCIAL
SEO
CMS
Anak SMA Boleh Pacaran?
Kejadian 2:18-25 ; 1 Korintus 13
Silahkan masuk ke dalam kelompok dan diskusikan
Apa Kata Alkitab mengenai Cinta dan Persahabatan?
Alkitab membahas mengenai cinta dan persahabatan.
Mengenai persahabatan, Alkitab memberikan banyak petunjuk bagi orang Kristen. Misalnya:

1.Amsal 17:17 yang mengatakan: “seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu”
2.Amsal 27:10a mengatakan: “jangan kau tinggalkan temanmu “, bahkan dikatakan kata-kata yang keras dari seorang sahabat yang diucapkan dengan ketulusan hati akan membawa kita kembali ke jalan yang benar (Am. 27:9).
Setiap orang harus berhati-hati dalam menyampaikan kasih sayang
Amsal 4:23 mengatakan:“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Artinya, dalam membangun hubungan pacaran, hendaknya manusia menggunakan hati nurani sebagai panduan sehingga tidak melakukan penyimpangan yang akan membawa pada penyesalan.
1 Korintus 15:33 mengatakan bahwa pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik. Jadi, jika salah memilih teman, sahabat ataupun pacar, maka seseorang yang tadinya baik akan menjadi buruk karena teman, sahabat, pacar yang buruk cenderung mempengaruhi kita menjadi buruk.
Alkitab menulis tentang cinta-kasih yang tidak egosentris atau mementingkan diri sendiri, melainkan cinta kasih yang bersifat “memberi” kepada orang lain ketimbang “menerima”.
Beberapa alasan orang berpacaran:

 Belajar membangun persahabatan, solidaritas dan sikap saling menghormati dengan orang lain.

 Mengenal sifat, kebiasaan dan corak kepribadian satu dengan yang lain. Hal itu diper-lukan agar kita menyadari dan memahami kelebihan dan kelemahan yang ada pada orang yang dipacari.

 Belajar bagaimana berhubungan dengan baik, belajar mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

 Melatih diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan secara bersama- sama.

 Belajar untuk membuka hati, berbagi perasaan dengan seseorang (teman curhat).

 Untuk mencintai dan dicintai dengan belajar untuk saling memberi dan menerima.

 Untuk menikmati masa muda/remaja yang indah bersama orang yang dikasihinya.
Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan menjadi “cinta” atau “kasih” dalam Alkitab Perjanjian Baru:

Agape: cinta ilahi yang tidak menuntut balas. Seperti cinta Tuhan pada umat- Nya, tanpa syarat apapun. Cinta ini merupakan cinta kasih yang murni dan utuh serta melahirkan rasa nyaman dan kebahagiaan.

Philia: cinta kasih persahabatan antara dua orang teman. Saling memberi dan menerima, saling mengisi dan melengkapi.

Storge: cinta kasih antara orangtua dengan anak, antara sesama saudara.
Ada sebuah kata lain yang digunakan untuk menjelaskan “cinta” atau “kasih”
dalam bahasa Yunani, yang tidak muncul dalam Perjanjian Baru, yaitu
Eros: cinta berahi, yaitu cinta yang didasarkan fisik, seksual dan hasrat untuk memenuhi ketertarikan itu dalam sebuah hubungan.
Masing-masing unsur dalam kata agape, philia, eros dan storge menggambarkan cinta yang saling melengkapi. Jika seseorang jatuh cinta, cintanya mengandung unsur eros (ketertarikan fisik dan hasrat), philia (persahabatan), agape (cinta tanpa pamrih atau menuntut balas), storge (mencintai seperti ia mencintai saudaranya, kasih yang murni, mau menolong dan mengayomi).
Jadi, jika hubungan pacaran itu membawa pengaruh buruk dan menghasilkan sesuatu yang buruk dan menyimpang, maka hubungan itu bukanlah hubungan yang sehat.
Berdasarkan acuan Alkitab, maka hubungan pacaran hendaknya didasari oleh tiga elemen dasar, yaitu: Unsur komitmen untuk memenuhi tanggung jawab sebagai seorang sahabat (menaruh kasih setia setiap waktu, menghargai, menolong dan membawa ke jalan yang benar). Unsur perhatian dan kepedulian untuk kebaikan serta ketenteraman sahabatnya. Yang terakhir unsur kasih sayang yang tulus.
Ungkapan cinta yang terdalam juga ditemukan dalam Surat Korintus tentang kasih. Bagian Alkitab itu digubah dalam bentuk lagu rohani Bahasa Kasih atau Bahasa Cinta. Kasih atau cinta itu digambarkan sebagai berikut:
 Lemah lembut
 Murah hati
 Panjang sabar
 Memaafkan
 Tidak sombong atau memegahkan diri
 Jujur
 Suci
Look at the Bible!
Dalam kisah penciptaan pertama secara konseptual dijelaskan bahwa perempuan dan laki-laki diciptakan setara sebagai gambar Allah (Kej. 1:27). Sementara itu, Kitab Kejadian 2:18-25 menunjuk pada proses penciptaan perempuan untuk memperlihatkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan itu tampak pada:
Pertama, perempuan diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan. Mengapa? Karena tugas manusia untuk mengelola taman Eden bukan untuk dikerjakan sendirian. Semua binatang yang diciptakan Allah sebelum manusia pertama dijadikan, tidak dapat disepadankan dengan dirinya. Karena itu, perempuan diciptakan sebagai “penolong yang sepadan” untuk mendampingi manusia itu dalam menunaikan tugas mulia tersebut. Penolong sering dimengerti sebagai sekadar asisten yang berstatus lebih rendah daripada yang ditolong. Padahal kata yang sama digunakan juga untuk menyatakan bahwa Allah adalah penolong Israel (Ul. 33:26). Oleh karena itu, penolong di sini justru memiliki fungsi komplementer artinya saling melengkapi.
Kedua, perempuan diciptakan dari rusuk laki-laki. Itu sebabnya manusia itu bisa menyatakan tentang pasangannya, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku ...” . Ada tekanan kesatuan esensi perempuan dan laki- laki. Kesatuan esensi inilah yang mendorong adanya persatuan suami istri yang melebihi sekadar persatuan tubuh (seks), melainkan juga dalam setiap aspek kehidupan mereka.
1 Korintus 13
Menurut sabda.or.id bagian Alkitab ini sering disebut “madah cinta” dalam memaparkan keagungan cinta kasih, yaitu cinta kepada Allah jang mewujud pula dalam cinta-kasih kepada sesama manusia. Rasul Paulus demikian terharu, sehingga bahasanya menjelma seperti syair yang indah. Bagian Alkitab terdiri dari tiga bagian.
Dalam bagian pertama (1-3) ditandaskan, bahwa segala keunggulan dan jasa serta kebaikan manusia tidak berharga jika tidak dijiwai oleh cinta kasih. Artinya, semua perbuatan baik yang dilakukan oleh orang beriman harus dimotivasi oleh cinta-kasih.
Dalam bagian kedua (4-7) Paulus menguraikan apa saja yang merupakan indikator kasih: sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Itulah indikator cinta-kasih sejati dan yang sempurna.
Dalam bagian kedua (4-7) Paulus menguraikan apa saja yang merupakan indikator kasih: sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Itulah indikator cinta-kasih sejati dan yang sempurna.
Dalam bagian ketiga (8-13) ditulis mengenai nilai mutlak dan abadi dari cinta-kasih. Kehidupan manusia akan menjadi lebih baik dan menyenangkan jika cinta-kasih sejati menjadi landasan dalam membangun kehidupan pribadi dan keluarga.
Yang Terutama adalah Kasih
Kasih bukan saja salah satu ciri khas orang Kristen, tetapi jiwa dari jati diri Kekristenan. Kasih merupakan sesuatu yang mutlak dalam kehidupan orang percaya. Rasul Paulus menegaskan bahwa karunia yang paling utama yang harus dipraktikkan oleh setiap warga gereja untuk membangun tubuh Kristus adalah kasih (1 Kor. 12:31). Karunia sehebat apa pun akan menjadi sia-sia dan tidak berguna bagi orang lain, juga bagi diri sendiri, bila tidak dilakukan dalam kasih. Kasih berkaitan erat dan terwujud dalam beberapa sifat yang mencerminkan sifat Kristus sendiri, yaitu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri. Orang yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak memiliki kasih. Yang abadi adalah kasih.
1. Apa Tujuan Pacaran?
Apakah pacaran ada unsur asmara? Asmara itu mempunyai dua pengertian yaitu:
 Cinta kasih
 Cinta berahi

Pada dasarnya asmara itu bukan cinta, karena asmara itu naksir/keinginan yang berpusat pada diri sendiri. Cinta kasih atau kasih itu menurut Alkitab bisa kita baca dalam 1 Korintus 13:4-7.

Cinta yang benar tidak dapat dijadikan topeng untuk satu maksud dan motivasi tertentu, cinta yang benar tidak mementingkan diri sendiri, melainkan mengutamakan orang lain. Jadi asmara itu tidak sama dengan cinta. Asmara itu hanya berpusat pada diri sendiri dan biasanya diiringi dengan nafsu seks yang cenderung mendorong orang melakukan penyimpangan.
2. Alasan Mengapa Hubungan Seks di Masa Remaja Tidak Boleh Dilakukan:
1. Bertentangan dengan prinsip iman Kristen. Dari segi iman Kristen, Alkitab tidak berbicara secara khusus tentang berpacaran, tetapi Alkitab bicara tentang etika dan moral kehidupan termasuk bagaimana manusia harus menguduskan tubuhnya. Hubungan seks hanya dilegalkan dalam perkawinan ketika dua orang mengikat janji di hadapan Allah. Pacaran tidak boleh dijadikan sarana uji coba untuk menyentuh tubuh pacar ataupun melakukan hubungan seks. Larangan ini berlaku untuk semua orang Kristen dalam segala usia.

2. Alasan kesehatan, yaitu dapat tertular berbagai macam penyakit yang menyerang alat kelamin dan tubuh manusia. Hubungan seks yang dilakukan di luar lembaga perkawinan berisiko menularkan berbagai penyakit kelamin dan penyakit serius lainnya, seperti hepatitis, dan HIV dan AIDS. Mengapa demikian? Karena tidak ada jaminan bahwa seseorang hanya melakukan hubungan dengan satu orang saja.
3. Jika terjadi kehamilan, akan berisiko besar terhadap kesehatan ibu remaja dan bayi. Dari segi kesehatan, rahim remaja belum siap untuk pembuahan dan pertumbuhan bayi, akibatnya risiko kematian bayi dan ibunya dan risiko
kecacatan bayi sangat besar.

4. Remaja belum siap untuk memikul tanggung jawab berumah tangga.
Kebanyakan remaja belum dapat menghidupi dirinya sendiri. Dari segi psikologis juga belum siap untuk memikul tanggung jawab sebagai ibu dan ayah.
C. Batas-Batas Pacaran menurut Standar Moral Alkitab

Roma 12:12 menekankan, jangan kita menjadi serupa dengan dunia atau dengan kata lain jangan berpacaran ala orang dunia. Berpacaran cara duniawi berbeda dengan berpacaran yang mengacu pada isi Alkitab atau berpacaran yang bertanggung jawab kepada Tuhan. Perbedaannya yaitu:

1. Pacaran yang bertujuan mencari pengalaman semata-mata dan kenikmatan dalam hubungan cinta dengan pertimbangan: mungkin besok sudah mencari pacar baru lagi.

2. Pacaran yang bertanggung jawab kepada Tuhan melihat hubungan pacaran sebagai kemungkinan titik tolak yang menuju sesuatu yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Pacaran yang baik adalah yang saling mengisi dan memberikan kebaikan serta berbagi melakukan hal-hal baik dan benar serta berguna bagi hidup keduanya.
Yeremia 29:11

Amsal 23:18
Sturm und Drang atau “Masa Topan dan Badai”.

1 Korintus 3:16
Efesus 4: 17-19

Yeremia 29: 11

Amsal 23 18

1 Korintus 3: 16
Full transcript