Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

RET KONSELING

No description
by

raihanah rajab

on 6 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of RET KONSELING

Awal Mula RET ? Rasional Emotif Theraphy RET RET dikembangkan oleh Albert Ellis pada tahun 1960 an. Ia adalah seorang dokter dan ahli dalam psikologi terapeutik.
RET adalah bentuk alternatif terapi baru, selain psikoanalisa Freud dan gelombang pemikiran Rogerian. Terapi ini juga sering disebut Kognitif Behaviour atau Komperensif Terapi. Konsep Dasar RET ? Manusia dilahirkan dengan kemampuan berpikir rasional dan irasional.
Pikiran dan emosi adalah dua potensi yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Pikiran irasional terbentuk dari pengalaman dan proses belajar.
Emosi dan pikiran negatif harus ditangani dengan pemikiran rasional.
Perasaan dan pikiran bersifat saling melengkapi. Tujuan RET ? Tujuan Umum Tujuan
Khusus rasional & ilogis -> rasional & logis
Menghilangkan gangguan emosional yang merusak diri. Ex : rasa benci, takut, marah, berdosa, cemas.
Self Interest -> kesadaran diri klien
Self Direction -> klien mampu mengarahkan dirinya sendiri
Tolerance -> toleransi terhadap orang lain
Acceptance of Uncairtenty -> klien mampu meghadapi kenyataan secara logis dan tidak emosional
Flexible -> klien mampu bertindak secara terbuka dalam satu masalah
Commitment -> klien mampu berkomitmen dan mempertahankannya
Scientific Thinking -> klien mampu berpikir rasional
Risk Taking -> klien percaya diri dan berani mengambil resiko
Self Acceptance -> klien mampu menerima dirinya secara utuh
Tekhnik Konseling Teknik Assertive Training :
Klien -> dilatih terus menerus -> pola perilaku yang diharapkan
Teknik Self ModellingKlien -> diminta berjanji untuk berkomitmen -> penghapusan perilaku atau perasaan tertentu
Teknik ImitasiKlien -> pengulangan perilaku tertentu -> perilaku negatif hilang

Teknik Sosiodrama
Klien -> suasana yang didramatisasi -> klien mampu berekspresi secara lepas -> pola perilaku yang diharapkan
Teknik Behaviouristik
a. Teknik Reinforcement
reward - punishment
b. Teknik Social Modelling
membentuk perilaku baru
- Live models
menggambarkan perilaku situasi interpersonal yang kompleks.
- Filmed models
model perilaku yang difilmkan -> klien mampu mengidentifikasi dirinya dengan model perilaku di film
-Audio tape recorder models
rekaman pernyataan perilaku dari orang lain -> klien mampu mengidentifikasi dan mempelajari tingkah laku baru
Teknik Counter Condisioning
a. Systematic Desensitization
konselor -> menciptakan situasi untuk memunculkan perasaan negatif klien -> klien rileks
b. Teknik Relaxation
digunakan bila klien ada dalam tahap pertentangan antara keyakinan irasional, dan ketengan masih tinggi.
c. Teknik Self Control
klien -> dimodifikasi perilakunya -> membangkitkan dan mengembangkan self controlnya.
Teknik Kognitif
a. Home Work Assigment
klien -> diberi tugas rumah untuk melatih perilaku tertentu
b. Teknik Bibliotheraphy
klien-> diberi bahan-bahan bacaan oleh konselor -> memberi pandangan baru pada klien
c. Teknik Diskusi
klien -> diajak berdiskusi -> punya pandangan dan cara berpikir baru
d. Teknik Simulasi
Klien -> setting kondisi yang mendekati kenyataan -> mempraktekkan perilaku tertentu
e. Teknik Paradoxial Intention
Keinginan negatif di hiperintation -> pada titik tertentu keinginan itu akan hilang sama sekali.
f. Teknik Asserive
role playing dan social modelling -> klien mengekspresikan perilaku yang diharapkan

Peranan Konselor? Konselor edukatif-derektif
Konfrontasi masalah secara langsung
Pendekatan yang memberi semagat dan memperbaiki cara berpikir klien
Menekankan bahwa ide irasional itu sumber hambatan emosional klien
Rasional power vs emosional
Menggunakan humor dan ejekan untuk mengkonfrontasi berpikir secara irasional Aplikasi RET? Konseling individual
Konseling kelompok ecounter marathon
Terapi singkat
Terapi keluarga
Terapi seks
Kriteria Klien yang Cocok? Klien yang :
Mengalami kecemasan tingkat moderat
Gangguan Neurotic
Gangguan Karekter
Gangguan Makan
Problem Psikomatik
(dengan catatan tidak terlalu serius gangguannya)

Referensi :
Murad, Janette Lesmana. 2005. Dasar-Dasar Konseling. Jakarta : UI Press
Materi Buku Fotokopi dari Bu Cici

Amung Tya Gusta
Indah Kusuma
Lailatul Ibtidail
Vonny Syafira
Raihanah
Full transcript